Ia mendekap dadanya sendiri kemudian roboh dan nafasnya putus seketika.
Sementara Gouw Han Tiong juga telah berhasil membunuh Pek Bin Kui.
Tok Chiu Ong juga sudah mati terkena racun Ngo Tok Kauwcu.
Sedangkan Lie Ai Ling dan Sie Keng Hauw juga telah berhasil membunuh para anggota Seng Hwee kauw yang berkepandaian tinggi.
Kini mereka dengan tegang sekali menyaksikan pertarungan Seng Hwee Sin Kun yang terusmenerus menyela ng Tio Bun Yang.
Pemuda itu tampak terdesak.
Hal itu dikarenakan pikirannya sedang menerawang.
Betapa girangnya Seng Hwee Sin Kun, yang terus menyerangnya dengan hebat.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa dan berkata memecahkan perhatian Tio Bun Yang.
'Orangku itu pasti sudah memenggal kepala Goat Nio!
He he he...!" "Seng Hwee Sin Kun!" Perhatian Tio Bun Yang betul-betul tidak bisa dipusatkan, sehingga punggungnya nyaris terkena pukulan lawan.
"Adik Bun Yang!
Engkau harus tenang!
Orang yang dimaksudkan itu adalah Pat Pie Lo Koay, dia pergi menolong Goat Nio!" seru Ngo Tok kauwcu Suara seruan itu membuat Tio Bun Yang lu i semangat, namun justru membuat Seng Hwee Sin kun terkejut bukan kepalang karena melihat Leng Bin Hoatsu dan lainnya sudah jadi mayat.
"Hari ini kalian semua harus mampus!" bentak Seng Hwee Sin Kun sambil menyerang Tio Bu Yang, sekaligus mengerahkan Seng Hwee Sin Kang sampai pada puncaknya.
Tio Bun Yang tahu, maka ia juga mengerahkan Kan Kun Taylo Im Kang sampai pada puncaknya pula.
Seng Hwee Sin Kun menyerangnya dengan jurus Seng Hwee Sauh Thian (Api Suci Membaka Langit).
Berkelebatkelebatlah cahaya kehijau-hijauan mengarah pada Tio Bun Yang, bahkan juga mengandung hawa yang panas sekali.
Tio Bun Yang sama sekali tidak gugup.
Ia segera menangkis dengan mengeluarkan jurus Kan Kun Taylo Bu Pien (Alam Semesta Tiada Batas) Tampak cahaya seputih salju membendung cahay kehijau-hijauan itu.
Blaaam!
Terdengar suara benturan dahsyat.
Seng Hwee Sin Kun terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkah, begitu juga Tio Bun Yang.
Namun kemudian Seng Hwee Sin Kun mulai menyerang lagi dengan jurus Seng Hwe Jip Te (Api Suci Masuk Ke Bumi).
Tio Bun Yang menangkisnya dengan jurus Kan Kun Taylo Hap It (Segala-galanya Menyatu Di Alam Semesta).
Blaaamm!
Terdengar suara benturan yang lebih dahsyat.
Seng Hwee Sin Kun terpental beberapa depa begitu pula Tio Bun Yang.
Mereka saling memandang, lalu sama-sama maju lagi.
Betapa tegangnya Lim Peng Hang dan lainnya.
Mereka menyaksikan pertarungan itu dengan mata tak berkedip sambil menahan nafas.
Seng Hwee Sin Kun membentak keras menyerang Tio Bun Yang dengan jurus Thian Te leng Hwee (Api Suci Langit Bumi), sedangkan Tio Bun Yang menangkis dengan jurus Kan Kun Taylo Kwi Gong (Segala-galanya Kembali Ke Alam Semesta).
Daaar!
Blaaammm...!
Suara benturan dahsyat kedua lweekang itu, disusul pula suara jeritan Seng Hwee Sin Kun.
"Aaaakh...!" Badan Seng Hwee Sin Kun terkulai belasan depa.
Begitu pula Tio Bun Yang, bahkan pakaiannya sudah hangus.
"Bun Yang...." Lim Peng Hang melesat kearahnya.
"Bagaimana engkau" Terluka parahkah?" Tio Bun Yang menggelengkan kepala sambil menarik nafas dalam-dalam.
Kemudian barulah menjawab.
"Aku tidak apa-apa, Kakek." "Syukurlah!" Lim Peng Hang menarik nafas lega Sementara Seng Hwee Sin Kun yang terpental itu sudah terkulai.
Sekujur badannya menggigil dan mulutnya mengeluarkan darah segar.
Ternyata ia telah terluka dalam yang sangat parah.
Tio Bun Yang menggeleng-gelengkan kepala, kemudian menghampirinya dengan maksud ingin memeriksa lukanya.
Akan tetapi, di saat Tio Bun Yang melangkah mendekatinya, tiba-tiba melayang turun lima sosok bayangan putih.
Ternyata lima orang berpakaian serba putih, dan memakai kedok setan warna hijau.
"Haaah...!" Bukan main terkejutnya Lim Peng Hang, serunya tak tertahan.
"Kui Bin Pang...!" Kelima orang itu tidak mengucapkan sepatah katapun, langsung membopong Seng Hwee Sin Kun lalu melesat pergi.
Lim Peng Hang dan lainnya terheran-heran menyaksikannya, karena kemunculan kelima orang itu begitu mendadak, begitu pula perginya.
Tio Bun Yang berdiri diam di tempat, sama sekali tidak mencegah mereka.
Hal itu membuat Lie Ai Ling penasaran sekali.
"Kakak Bun Yang!
Kenapa kau biarkan mereka pergi?" "Adik Ai Ling..." sahut Tio Bun Yang sambil menggelenggelengkan kepala.
"Mereka berlima tidak menggangguku, maka aku pun tidak boleh menimbulkan masalah lain." "Tapi mereka membawa kabur Seng Hwel Sin Kun," ujar Lie Ai Ling dengan wajah tidal senang.
"Biarlah mereka membawanya pergi, scsungguhnya aku pun tidak berniat membunuhnya," ujar Tio Bun Yang.
"Apakah Kakak Bun Yang lupa bahwa Seng Hwee Sin Kun yang membunuh kauw heng?" "Adik Ai Ling!" Tio Bun Yang memberitahukan.
"Seng Hwee Sin Kun sudah terluka parah, kemungkinan besar dia tidak akan bisa hidup lama lagi." "Oooh!" Lie Ai Ling manggut-manggut.
"Pantas engkau membiarkannya dibawa pergi oleh kelima orang Kui Bin Pang itu!" "Ng!" Tio Bun Yang mengangguk.
Sementara pertarungan para anggota Seng Hwee Kauw dengan para anggota Kay Pang dan para anggota Ngo Tok Kauw pun sudah berhenti.
Banyak sekali para anggota Seng Hwee Kauw yang mati dan terluka, sisanya pada kabur semua.
Tiba-tiba muncul Pat Pie Lo Koay menuntun seorang gadis ke tempat itu.
Siapa gadis itu" Tidak lain Siang Koan Goat Nio.
Wajahnya tampak pucat pias tapi berseri ketika melihat Tio Bun Yang "Kakak Bun Yang...!" serunya lemah.
"Goat Nio!
Goat Nio...." Tio Bun Yang berlari kearahnya.
"Goat Nio...." "Kakak Bun Yang...." Siang Koan Goat Nio mendekap di dada Tio Bun Yang sambil menangis terisak-isak.
"Kakak Bun Yang, aku...
kukira kita tidak bisa berjumpa lagi." "Goat Nio...." Tio Bun Yang memeluknya erat-erat, kemudian membelainya seraya berkata lembut.
"Jangan menangis, aku sudah berada di hadapanmu!" "Kakak Bun Yang, kita harus berterimakasihl kepada Pat Pie Lo Koay." Siang Koan Goat Nio memberitahukan.
"Kalau tidak ada paman tua itu, mungkin aku sudah dibunuh." "Ooooh!" Tio Bun Yang manggut-manggut, kemudian memberi hormat kepada Pat Pie Lo Koay.
"Terimakasih, Paman." "Ha ha ha!" Pat Pie Lo Koay tertawa gelak "Jangan sungkan!
Engkau yang menyembuhkanl wajah Ling Cu, maka aku pun harus membantumu." "Tapi Paman yang menyelamatkan Goat Nio!" Tio Bun Yang memberi hormat lagi kepada Pai Pie Lo Koay.
"Ha ha ha!" Pat Pie Lo Koay tertawa gelak sambil menggeleng-gelengkan kepala dan berkala "Engkau memang pemuda baik, aku kagum dari salut kepadamu." "Pat Pie Lo Koay!" Lim Peng Hang mendekatinya sambil tertawa.
"Terimakasih atas bantuanmu!" "Lim Pangcu!" Pat Pie Lo Koay menghela nafas panjang.
"Aku berhutang budi kepada Tu Hun Lojin, lagi pula Tio Bun Yang yang menyembuhkan wajah Ling Cu.
Nah, apakah aku harus tinggal diam?" "Pat Pie Lo Koay!" Gouw Han Tiong tertawa.
"Aku sama sekali tidak menyangka kalau almarhum pernah menolongmu." "Kalau ayahmu tidak menolongku, tentunya aku sudah mampus dari dulu.
Aku sungguh berhutang budi kepadanya." "Yaah!" Gouw Han Tiong menghela nafas panjang.
"Sayang sekali, ayahku sudah tiada!" "Oh ya!" Pat Pie Lo Koay teringat sesuatu, "kita harus segera meninggalkan tempat ini, karena sebentar lagi akan terjadi ledakan dahsyat." "Paman telah memasang obat peledak di markas Seng Hwee Kauw?" tanya Ngo Tok Kauwcu.
"Ya." Pat Pie Lo Koay mengangguk.
"Sesuai dengan rencana kita." "Kalau begitu, mari kita cepat meninggalkan tempat ini!" seru Ngo Tok Kauwcu.
Segeralah mereka meninggalkan Lembah Kabut Hitam.
Tak seberapa lama kemudian, terdengarlah suara ledakan dahsyat.
Tampak asap membumbung tinggi, dan api pun mulai berkobar-kobar melalap markas Seng Hwee Kauw.
"Ha ha ha!" Pat Pie Lo Koay tertawa gembira.
Mulai sekarang Seng Hwee Kauw sudah musnah!" "Seng Hwee Kauw memang sudah musnah, tapi...." Lim Peng Hang menggeleng-gelengkan kepala.
"Ada apa, Lim Pangcu?" tanya Pat Pie Lo Koay heran.
"Seng Hwee Sin Kun dibawa kabur oleh lima orang berpakaian serba putih yang memakai kedok setan warna kuning...." Lim Peng Hang memberitahukan.
"Haaah...!" Air muka Pat Pie Lo Koay berubah hebat.
"Kui Bin Pang...." "Paman tahu tentang Kui Bin Pang?" tanya Ngo Tok Kauwcu sambil memandangnya.
"Aaaah...!" Pat Pie Lo Koay menghela nafas panjang.
"Aku pernah dengar dari guruku tentang Kui Bin Pang.
Namun perkumpulan muka setan itu cuma bergerak di sekitar gurun Sih Ih.
Lagi pula sudah hampir seratus tahun tiada kabar beritanya.
Bagaimana Kui Bin Pang itu bisa muncul di Tionggoan?" "Pat Pie Lo Koay!" sela Lim Peng Hang.
"Mari kita bicara di markas saja!" "Baik." Pat Pie Lo Koay mengangguk, kemudian mereka semua berangkat ke markas pusa Kay Pang.
Seharusnya mereka bergembira atas kemenangan itu, namun mereka malah tampak tercekam, dikarenakan kemunculan lima orang Kui Bin Pang yang membawa kabur Seng Hwo Sin Kun.
-ooo0dw0ooo- Lim Peng Hang, Gouw Han Tiong dan lainnya duduk dengan wajah serius di ruang depan markas pusat Kay Pang.
Berselang beberapa saat, barulah Lim Peng Hang membuka mulut.
"Kelihatannya lima orang Kui Bin Pang itu bermaksud menolong Seng Hwee Sin Kun.
Mungkinkah Seng Hwee Sin Kun punya hubungan dengan Kui Bin Pang?" "Menurut aku tidak," sahut Gouw Han Tiong.
"Kalau Seng Hwee Sin Kun punya hubungan dengan Kui Bin Pang, tentunya kita akan berhadapan dengan Kui Bin Pang pula, bukan?" Lim Peng Hang manggut-manggut.
"Kalau begitu, apa maksud pihak Kui Bin Pang menolong Seng Hwee Sin Kun?" "Mungkin...," ujar Gouw Han Tiong setelah berpikir sejenak.