Bagus!" -oo0dw0ooo- Bagian ke lima puluh Markas Seng Hwee Kauw musnah Pada hari yang ditentukan itu, Seng Hwee Si Kun dan lainnya sudah menunggu pihak Kay Pang di Lembah Kabut Hitam.
Para anggota berbaris rapi dengan senjata di tangan.
Berselang beberapa saat kemudian, muncul lah pihak Kay Pang.
Para anggota Ngo Tok Kau bergabung dengan para anggota Kay Pang.
Mereka berbaris rapi dengan berbagai macam senjata di tangan.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawl terkekeh.
"Selamat datang!
Selamat datang!" "Selamat bertemu, Seng Hwee Sin Kun!" sahut Tio Bun Yang.
"Anak muda!" Seng Hwee Sin Kun menatapnya tajam.
"Kau memang panjang umur.
Setahun lalu kalau monyet sialan itu tidak menangkis pukulanku, kau pasti sudah mati." Ketika Seng Hwee Sin Kun menyinggung monyet bulu putih, timbullah rasa duka dalam hati Tio Bun Yang.
"Seng Hwee Sin Kun!" sahutnya sunggul sungguh.
"Kalau kau mau membebaskan Goat Nio, aku pasti melepaskanmu." "Ha ha ha!" Seng Hwee Sin Kun tertawa terbahak-bahak.
"Aku akan membebaskan Goat Nio, namun cuma tinggal kepalanya." "Apa?" Wajah Tio Bun Yang langsung berubah pucat pias.
"Engkau...
engkau telah membunuhnya?" "Sementara ini belum," ujar Seng Hwee Sin Kun.
"Tapi sebentar lagi kepalanya akan berpisah dengan tubuhnya." "Engkau____" Suara Tio Bun Yang bergemetar karena menahan emosi.
"Seng Hwee Sin Kun!" Lim Peng Hang menudingnya.
"Bersikaplah gagah, jangan jadi pengecut" "Tentu, tentu," sahut Seng Hwee Sin Kun sambil tertawa.
"Kita tidak perlu berbasa basi lagi, langsung saja bertarung." "Bagaimana cara kita bertarung?" tanya Lim Peng Hang.
"Terlebih dahulu ketua ninja akan bertarung dengan Yatsumi.
Itu urusan mereka berdua, kita tidak perlu turut campur," sahut Seng Hwee Sin Kun.
"Baik." Lim Peng Hang mengangguk.
Bersamaan itu, Takara Nichiba pun berjalan ke tengah.
Yatsumi segera melangkah ke hadapannya, lalu menudingnya sambil membentak dengan bahasa Jepang.
Takara Nichiba juga menyahut dengan bahasa Jepang yang tidak dimengerti orang.
Setelah itu, ia mengeluarkan pedangnya, Yatsumi mengeluarku sulingnya.
Mendadak Takara Nichiba memekik keras, kemudian menyerang Yatsumi.
"Hiyaaat!" Gadis Jepang itu pun mcmekikl sambil berkelit, kemudian mulai balas menyerang!
dengan ilmu Giok Siauw Bit Ciat Kang Khi.
Serangan balasan itu membuat ketua ninja terkejut bukan main.
Tiba-tiba ia bersiul panjangi dan seketika juga sekujur badannya mengeluarkan asap.
Terjadilah suatu keanehan, karena ketua ninja itu mendadak menghilang.
Itulah ilmu istimewa kaum ninja Jepang.
Terbelalaklah yanb menyaksikan itu.
Sementara Yatsumi tetap berdiri di tempat!
Ternyata Tio Cie Hiong telah memberi petunjuk kepadanya cara menghadapi ilmu istimewa itu!
Oleh karena itu, Yatsumi sama sekali tidak gugup.
Ia berdiri tenang di tempat, namun terus pasang telinga.
Sekonyong-konyong Takara Nichiba muncul di belakangnya sambil mengayunkan pedangnya Yatsumi sudah menangkap suara itu, dan tanpa melihat ia langsung mengayunkan sulingnya ke belakang untuk menangkis pedang lawan.
Trang!
Terdengar suara benturan.
Takara Nichiba terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkah, begitu pula Yatsumi.
DI saat terjadi benturan, ketua ninja itu tampak tersentak.
"Hiyaaaat!" pekik Yatsumi sambil menyerang.
Kali ini ia menggunakan Cit Loan Kiam Hoa (Ilmu Pedang Pusing Tujuh Keliling).
Tampak Miling di tangan Yatsumi berkelebatan secara kacau balau mengarah ketua ninja itu.
Di saat itulah Takara Nichiba menggunakan ilmu istimewa lagi, yakni ilmu menyusup ke dalam tanah.
Yatsumi tidak terkejut, namun Seng Hwee Sin Kun dan lainnya justru terkejut bukan main, Karena mereka tidak pernah menyaksikan ilmu tersebut.
Tio Bun Yang, Sie Keng Hauw.
Lie Ai Ling ilan Ngo Tok Kauwcu juga tidak pernah menyaksikan ilmu itu, tapi pernah mendengarnya.
Namun mereka pun tampak terkejut.
Sementara Yatsumi berdiri di tempat, tampak tenang sekali.
Mendadak permukaan tanah dibelakang Yatsumi tampak bergerak-gerak menuju kearah gadis Jepang itu, sepertinya ada sesuatu di dalam tanah.
Sekonyong-konyong Takara Nichiba muncul dan dalam tanah, sekaligus menyerang Yatsumi dari belakang.
Kalau pendengaran gadis Jepang itu belum terlatih, ia pasti mati terserang pedang Takara Nichiba.
Akan tetapi, Tio Cie Hiong telah melatih pendengarannya guna menghadapi ketua ninja itu.
Seng Hwee Sin Kun dan lainnya yakin bahwa gadis Jepang itu pasti mati di bawah pedang Takara Nichiba.
Namun di saat ujung pedang Takara Nichiba hampir mengenai leher Yatsumi pada waktu bersamaan badan gadis Jepang itu bergerak secepat kilat, berkelebat ke belakang ketua ninja.
"Plaaak!
Punggung Takara Nichiba terpukul suling Yatsumi.
"Aaakh...!" jerit ketua ninja itu.
Badannya terpental beberapa depa dan mulutnya menyemburkan darah segar.
"Uaaaakh...!" Ternyata Yatsumi menggunakan Kiu Kiong San Tian Pou (Ilmu Langkah Kilat) untuk berkelit ke belakang Takara Nichiba, sekaligus menyerangnya dengan jurus Kiam Im Ap San (Bayanga Pedang Menekan Gunung).
Maka, tanpa ampun lagi punggung ketua ninja itu terhajar suling Yatsumi.
Di saat Takara Nichiba terpental, gadis Jepang itu tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Tampak badannya bergerak laksana kilat ke arah ketua ninja, sekaligus menyerangnya.
Takara Nichiba sudah terluka parah, bagaimana mungkin ia dapat berkelit maupun menangkis" Akan tetapi, ketua ninja itu tetap berusaha berkelit.
Walau ia berusaha berkelit, suling itu tetap menghajar kepalanya.
Plaaak!
"Aaakh...!" jerit Takara Nichiba.
Ia terkulai kemudian menatap Yatsumi dengan mata melotot "Engkau...
engkau...." Gadis Jepang itu memandangnya dingin.
Berselang sesaat kepala Takara Nichiba terkulai, dan putuslah nafasnya.
Yatsumi melangkah ke belakang dengan mata basah.
Ia telah berhasil membalas dendam kedua orang tuanya.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa terkekeh.
"Yatsumi berhasil membunuh Takara Nichiba, kini giliranku maju!
Nah, siapa yang akan maju melawanku?" "Aku!" sahut Tio Bun Yang sambil menghampirinya.
"Bagus, bagus!" Seng Hwee Sin Kun.
"Ha ha ha!
Hari ini kau pasti mampus!" "Seng Hwee Sin Kun!" ujar Tio Bun Yang.
"Asal kau bersedia membebaskan Goat Nio, aku bersedia melepaskanmu!" "Ajalmu sudah dekat, kenapa masih banyak cincong!" sahut Seng Hwee Sin Kun, kemudian mendadak menyerangnya.
Tio Bun Yang mengelak.
Setelah diserang terus-menerus barulah Tio Bun Yang balas menyerang.
Mereka mulai bertarung dengan sengit.
Belasan jurus telah lewat dan tibatiba Seng Hwee Sin Kun berhenti menyerang.
Ia berdiri tegak di tempat.
Tio Bun Yang juga berdiri tegak di hadapannya.
Ternyata Seng Hwee Sin Kun mulai mengerahkan Seng Hwee Sin Kang.
Menyaksikan itu, Tio Bun Yang segera mengerahkan Kan Kun Taylo Im Kang.
Bukan main Sepasang telapak tangan Seng Hwee Sin Kun berubah kehijau-hijauan, begitu pula mukanya bahkan badannya juga mengeluarkan hawa panas Sedangkan sepasang telapak tangan dan muka Tio Bun Yang berubah putih bagaikan salju dan sekujur badannya mengeluarkan hawa dingin.
D saat itu, mendadak Leng Bin Hoatsu berseru.
"Serang mereka!" Para anggota Seng Hwee Kauw langsung menyerang para anggota Kay Pang dan Ngo Tol Kauw.
Leng Bin Hoatsu menyerang Lim Pen Hang, Pek Bin Kui menyerang Gouw Han Tionj Tok Chiu Ong menyerang Ngo Tok Kauwcu beberapa anggota Seng Hwee Kauw yang berkepandaian tinggi menyerang Lie Ai Ling dan Si Keng Hauw.
Terjadilah pertarungan yang amat seru dan sengit.
Pat Pie Lo Koay tidak turun bertarung, melainkan berlari memasuki lembah itu.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa terkekeh-kekeh.
"Tio Bun Yang, kau pasti mampus hari ini!" "Seng Hwee Sin Kun, lebih baik engkau membebaskan Goat Nio!" "He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa terkekeh-kekeh lagi.
"Sebentar lagi kau akan melihat kepalanya!
He he he...!" "Seng Hwee Sin Kun!" Betapa terkejutnya Tio Bun Yang.
"Engkau...." "Aku sudah menyuruh seseorang pergi membunuhnya!" Seng Hwee Sin Kun memberitahukan, "Orang itu akan memenggal kepala Goat Nio, lalu membawanya ke mari untuk diperlihatkan kepadamu!
He he he...!" "Seng Hwee Sin Kun!" Betapa cemasnya hati Tio Bun Yang.
Di saat itulah Seng Hwee Sin Kun mulai menyerangnya.
Tio Bun Yang segera berkelit dengan ilmu Kiu Kiong San Tian Pou.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa.
"Aku punya cara menghadapi ilmu Langkah itu, sebab aku telah menciptakan Ngo Heng Pou (Ilmu Langkah Lima Elemen) guna menghadapi ilmu Langkahmu itu!
He he he...!" Sementara pertarungan antara Lim Peng Hang dengan Leng Bin Hoatsu semakin seru.
Lewat puluhan jurus kemudian, Leng Bin Hoatsu mulai berada di bawah angin karena Lim Peng Hang menyerangnya dengan Tah Kauw Kun Hoat (Ilmu Tongkat Pemukul Anjing), yaitu ilmu andalan Lim Peng Hang.
Betapa lihay dan dahsyatnya ilmu tongkat tersebut, maka tidak heran kalau ketua Kay Pang itu memperoleh julukan Si Tongkat Maut.
"Aaaakh...!" Mendadak Leng Bin Hoatsu menjerit Ternyata punggungnya terhajar tongkat Lim Peng Hang.
Itu membuat Leng Bin Hoatsu makin bernafsu membunuh Lim Peng Hang.
Maka ia jadi nekat menyerangnya tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri.
Lim Peng Hang terpaksa menyurut mundur dan mendadak ia bersiul panjang sekaligus balas menyerang.
Kali ini ketua Kay Pang menggunakan Sam Ciat Kun Hoat (Tiga Jurus Tongkat Maut) Tongkatnya berkelebatan mengarah ke Leng Bin Hoatsu, sehingga membuat Leng Bin Hoatsu terdesak.
Ternyata Lim Peng Hang mengeluarkan jurus Hoan Thian Cai Goat (Membalikkan Langj Memetik Bulan).
Trang!
terdengar suara benturan.
Walau sudah terluka, namun Leng Bin Hoatsi masih dapat menangkis serangan itu.
Di saa bersamaan, Lim Peng Hang menyerangnya lagi dengan jurus Liak San Cien Hai (Memecahkai Gunung Memindahkan Laut), yakni jurus yang paling lihay dan dahsyat dari Sam Ciat Kun Hoal Tongkat Lim Peng Hang berkelebatan sehingga mengeluarkan suara menderu-deru.
Kali ini Leng Bin Hoatsu tidak mampu berkelit maupun menangkis lagi, sehingga dadanya terhajar ujung tongkat Lim Peng Hang.
"Uaaaakh...!" Mulut Leng Bin Hoatsu memuntahkan darah segar dan tubuhnya terpental beberapa depa.