Halo!

Pendekar Sakti Suling Pualam Chapter 129

Memuat...

Kita bertarung dengan mereka di Lembah Kabut Hitam ini!

Ha ha ha...!" "Kauwcu," ujar Takara Nichiba.

"Aku akan bertarung dengan Yatsumi, itu adalah urusanku." "Baik." Seng Hwee Sin Kun manggut-manggut "Tapi engkau harus berhati-hati menghadapinya." "Terimakasih atas perhatian Kauwcu," uca Takara Nichiba.

"Kauwcu," tanya Leng Bin Hoatsu.

"Kapan Kauwcu akan mengutus orang ke markas pusat Kay Pang?" "Besok pagi," sahut Seng Hwee Sin Kun memberitahukan.

"Aku mengutus engkau dan Pek Bin Kui ke sana." "Ya." Leng Bin Hoatsu dan Pek Bin Kui mengangguk.

"Undang mereka ke mari tanggal lima belas kita akan bertarung di Lembah Kabut Hitam" pesan Seng Hwee Sin Kun.

"Ya." Leng Bin Hoatsu mengangguk.

"Ha ha ha!" Seng Hwee Sin Kun tertawa gelak "Setelah kita membasmi mereka, kita pun akan menguasai rimba persilatan!

Ha ha ha...!" -oo0dw0oo- Lim Peng Hang, Gouw Han Tiong dan lainnya sedang bercakap-cakap di ruang depan markas pusat Kay Pang dengan serius sekali.

Yang tampak tidak sabar adalah Yatsumi, bahkan keningnya pun berkerut-kerut.

"Kok hingga sekarang belum muncul utusan dari Seng Hwee Sin Kun?" "Yatsumi!" Ngo Tok Kauwcu menatapnya.

"Engkau harus sabar.

Percayalah, dalam beberapa hari ini.

Seng Hwee Sin Kun pasti mengutus orang kemari." "Kalau beberapa hari ini tetap tidak muncul utusan Seng Hwee Sin Kun ke mari, aku akan kesana membunuh Takara Nichiba." "Yatsumi, sabarlah!" ujar Tio Bun Yang.

"Aku yang paling cemas, tapi tetap harus bersabar." "Kita semua memang harus bersabar.

Kalau tidak, justru kita sendiri yang akan celaka," ujar Lim Peng Hang.

"Sebab kita tidak boleh menyerbu kesana, maka kita harus tetap bersabar." Di saat bersamaan, muncul seorang pengemis tua menghadap Lim Peng Hang, lalu melapor.

"Pangcu!

Utusan Seng Hwee Sin Kun ke mari!" "Oh?" Lim Peng Hang manggut-manggut.

"Undang mereka ke mari!" "Ya, Pangcu." Pengemis tua itu segera pergi.

Tak seberapa lama kemudian, masuklah dua orang yang tidak lain Leng Bin Hoatsu dan Pek Bin Kui.

Mereka berdua memberi hormat dengan sikap angkuh, kemudian berkata.

"Seng Hwee Sin Kun mengutus kami ke mari." "Silakan duduk!" sahut Lim Peng Hang sambil menatap mereka tajam.

Leng Bin Hoatsu dan Pek Bin Kui duduk seraya berkata dengan suara dalam.

"Kami ke mari untuk menyampaikan sesuatu pada Lim Pangcu, harap Lim Pangcu dengar baik-baik!" "Ha ha ha!" Ucapan mereka berdua tidak membuat Lim Pang Hang gusar, sebaliknya ketua Kay Pang itu malah tertawa gelak.

"Katakanlah!!" "Kami menantang pihakmu bertarung di Lembah Kabut Hitam," ujar Leng Bin Hoatsu memberitahukan.

"Oh?" Lim Peng Hang tertawa lagi.

"Kapan"!" "Tanggal lima belas," sahut Pek Bin Kui dan menambahkan.

"Kami harap kedatangan kalian, jangan tidak berani ke sana!" "Ha ha ha!" Gouw Han Tiong tertawa terbahak-bahak.

"Beritahukan kepada Seng Hwe Sin Kun, kami pasti datang tepat pada waktunya "Baik." Pek Bin Kui mengangguk.

"Leng Bin Hoatsu," tanya Tio Bun Yan mendadak.

"Bagaimana keadaan Goat Nio yan kalian kurung" Apakah dia baik-baik saja?" "Kalian sudah tahu?" Leng Bin Hoatsu balik bertanya dengan heran.

"Kami memang sudah tahu," sahut Tio Bun Yang dingin.

"Beritahukanlah!

Bagaimana keadaannya?" "Dia baik-baik saja," ujar Leng Bin Hoatsu.

"Apabila kalian menang dalam pertarungan nanti, Goat Nio pasti dibebaskan." "Jangan ingkar janji!" Tio Bun Yang menatapnya tajam.

"Ha ha ha!" Leng Bin Hoatsu tertawa gelak.

"Perlukah kami ingkar janji" Itu tidak perlu kan?" "Bagus!" Tio Bun Yang manggut-manggut.

"Oh ya!" Pek Bin Kui menatap Yatsumi.

"Bukankah engkau gadis Jepang?" "Betul." Yatsumi mengangguk dan bertanya, " Takara Nichiba berada di tempat kalian kan?" "Kok tahu?" Pek Bin Kui heran.

"Tentu tahu," sahut Yatsumi.

"Aku menantangnya bertarung." "Itu sudah pasti," ujar Pek Bin Kui sambil tertawa.

"Ketua ninja itu memang ingin bertarung denganmu." "Bagus, bagus!" Yatsumi manggut-manggut." Itu yang kukehendaki.

Suruh dia bersiap-siap tindik mati!" "He he he!" Leng Bin Hoatsu tertawa terkekeh, 'sungguh sayang sekali Nona masih sedemikian muda, namun akan mati pada tanggal lima belas!

lebih baik Nona bergabung dengan kami, maka ketua ninja itu tidak akan membunuhmu." "Hei!" bentak Lie Ai Ling mendadak.

"Jangan banyak omong kosong di sini!

Cepatlah kalian enyah dari sini!" "Engkau pasti Lie Ai Ling!" Leng Bin Hoatsu menatapnya tajam.

"Engkau jangan kurang ajar jangan cari mati sekarang!" "Mau bertarung?" tantang Lie Ai Ling.

"Engkau...." Wajah Leng Bin Hoatsu merah padam.

"Aku akan membunuhmu!" "Tenang!" Pek Bin Kui cepat-cepat memegang tangan Leng Bin Hoatsu sambil bangkit berdiri "Baiklah!

Kami mohon diri!" "Silakan!" sahut Lim Peng Hang.

"Lim Pangcu!" Pek Bin Kui mengingatkan "Jangan lupa tanggal lima belas!" "Pasti." Lim Peng Hang tertawa gelak.

"Tanggal lima belas kami pasti ke sana, memenuh undangan kalian." "Bagus, bagus!" Leng Bin Hoatsu manggut manggut.

"Sampai jumpa!" Setelah mereka berdua pergi, Lim Peng Hang| Gouw Han Tiong dan lainnya segera berunding "Beberapa hari lagi sudah tanggal lima belas kita harus bagaimana?" tanya Lim Peng Hang "Mumpung masih ada waktu, alangkah baik nya kita berlatih," sahut Gouw Han Tiong.

"Benar." Lim Peng Hang manggut-manggulj "Kita memang harus berlatih mempersiapkan di untuk bertarung nanti." "Tapi...." Tio Bun Yang mengerutkan kening kemudian memandang Ngo Tok Kauwcu seraya bertanya, "Kakak Ling Cu, engkau tahu kekuatan Seng Hwee Kauw?" "Tahu." Ngo Tok Kauwcu mengangguk.

"Di dalam Seng Hwee Kauw terdapat belasan anggota yang berkepandaian tinggi, termasuk Leng Bin Hoatsu, Pek Bin Kui, Pat Pie Lo Koay dan Tok Chiu Ong.

Kini ditambah ketua ninja itu." "Ketua ninja itu lawanku," ujar Yatsumi.

"Ng!" Ngo Tok Kauwcu mengangguk.

"Kita pun harus mengatur suatu cara untuk menghadapi mereka." "Benar." Lim Peng Hang manggut-manggut.

"Oh ya, berapa banyak anggota Seng Hwee Kauw?" "Seratusan orang." Ngo Tok Kauwcu mem-beiitahukan.

"Aku sudah mengatur puluhan anggotaku di sekitar Lembah Kabut Hitam, namun kurang kuat menghadapi para anggota Seng Hwee Kauw yang berjumlah lebih besar itu." "Kalau begitu..." ujar Lim Peng Hang.

"Aku pun harus mengatur seratus anggota Kay Pang untuk ikut serta, agar dapat mengimbangi mereka." "Benar." Gouw Han Tiong manggut-manggut.

"Begini..." ujar Lim Peng Hang sambil memandang Tio Bun Yang.

"Engkau melawan Seng Hwee Sin Kun, aku dan Gouw Han Tiong me-biwan Leng Bin Hoatsu dan Pek Bin Kui, Ling i u melawan Tok Chiu Ong, sedangkan Ai Ling dan Keng Hauw melawan anggota Seng Hwee Kauw yang berkepandaian tinggi." "Kok Pat Pie Lo Koay tidak masuk hitungan?" tanya Sie Keng Hauw heran.

"Dia orangku." Ngo Tok Kauwcu memberitahukan.

"Tugasnya membebaskan Goat Nio di saat terjadi pertarungan." "Oooh!" Sie Keng Hauw manggut-manggut.

"Tapi kalian harus berhati-hati." pesan Lim Peng Hang.

"Sebab banyak jebakan di sana." "Jangan khawatir!" Ngo Tok Kauwcu ter senyum.

"Pat Pie Lo Koay pasti sudah merusak semua jebakan itu." "Oh?" Lim Peng Hang menatapnya.

"Benar kah itu?" "Benar." Ngo Tok Kauwcu mengangguk.

"Aku sudah mengatur itu, jadi kita tidak usah takul akan jebakan-jebakan di sana lagi." "Kakak Ling Cu," tanya Tio Bun Yang.

"Apa kah Seng Hwee Sin Kun tidak akan mencuriga Pat Pie Lo Koay?" "Tentu tidak." Ngo Tok Kauwcu tersenyum "Sebab Pat Pie Lo Koay sangat cerdik, bisa me ngelabui mata Seng Hwee Sin Kun." "Syukurlah!" ucap Tio Bun Yang.

"Nah, mulai hari ini, kita semua harus berlatih Tanggal lima belas kita akan sampai di Lembai Kabut Hitam." ujar Lim Peng Hang.

Sementara itu, Leng Bin Hoatsu dan Pek Bin Kui sudah sampai di markas Seng Hwee Kauw.

Mereka lalu melapor kepada Seng Hwee Sin Kun.

"Kauwcu, pihak Kay Pang pasti datang pada tanggal lima belas." "Bagus!

Ha ha ha...!" Seng Hwee Sin Kun tertawa gelak.

"Kita habiskan mereka nanti!" "Yatsumi juga berada di sana.

Dia akan bertarung dengan Takara Nichiba." ujar Pek Bin Kui.

"He he he!" Ketua ninja tertawa terkekeh-kekeh.

"Dia pasti mati di tanganku.

Aku harus membunuhnya." "Kauwcu...." Pat Pie Lok Koay memandangnya seraya berkata, "Apakah Kauwcu sudah berpikir masak-masak?" "Maksudmu?" tanya Seng Hwee Sin Kun sambil mengerutkan kening.

"Seandainya kita dapat membunuh mereka, namun...." Pat Pie Lo Koay mengingatkan.

"Kita masih harus menghadapi pihak Pulau Hong Hoang To!" "Ha ha ha!" Seng Hwee Sin Kun tertawa gelak.

Kalian percayalah, aku sanggup menghadapi Tio Cie Hiong dan lainnya.

Tentunya mereka tidak akan mengeroyokku." "Tapi...." Pat Pie Lo Koay menghela nafas panjang.

"Pek Ih Sin Hiap-Tio Cie Hiong ber-kepandaian tinggi sekali." "Aku tahu itu." Wajah Seng Hwee Sin Kun tampak serius.

"Tapi aku masih sanggup menghadapinya, bahkan aku pun yakin kini kepandaianku berada di atas kepandaiannya." "Syukurlah kalau begitu!" ucap Pat Pie Lob Koay.

"Jadi kuatur begini..." ujar Seng Hwee SinB Kun.

"Terlebih dahulu Takara Nichiba bertarung dengan Yatsumi.

Seusai mereka bertarung, aku akan turun tangan bertarung dengan Tio Bui Yang.

Di saat itulah kalian harus menyerang yang lain, jangan sampai ada yang lolos." "Ya, Kauwcu," sahut Leng Bin Hoatsu dan lainnya.

"Setelah kita membunuh mereka, pihak Pulau Hong Hoang To pasti muncul," ujar Seng Hwe Sin Kun melanjutkan.

"Kalau mereka mengeroyok diriku, tentunya aku kalah.

Namun apabila satt lawan satu, aku pasti menang.

Ha ha ha...!" "Kalau tidak salah...." Pat Pie Lo Koay mem beritahukan.

"Sam Gan Sin Kay, Kim Siauw Su seng, Kou Hun Bijin, Tio Tay Seng dan Tio Ci Hiong berkepandaian tinggi sekali.

Seandainya mereka muncul nanti, Kauwcu akan menantang mereka satu lawan satu?" "Ya." Seng Hwee Sin Kun mengangguk.

"Mereka pasti tidak akan mengeroyokku." "Aku yakin Kauwcu pasti menang," ujar Pek Bin Kui sambil tertawa gelak.

"Ha ha ha!

Tidak lama lagi kita akan menguasai rimba persilatan "Ha ha ha!

Itu sudah pasti!" Seng Hwee Sin Kun juga tertawa.

"Oh ya, mulai sekarang, kalian harus berlatih." "Ya," sahut Leng Bin Hoatsu dan lainnya.

'Pokoknya kami akan menghabiskan mereka semua." "Pat Pie Lo Koay!" pesan Seng Hwee Sin Kun.

"Engkau harus periksa semua jebakan, apabila perlu, kita akan menjebak mereka!

Ha ha ha...!" "Ya, Kauwcu." Pat Pie Lo Koay mengangguk.

"Oh ya!" Seng Hwee Kauwcu menatapnya.

"Di saat kami bertarung, engkau harus ke ruang batu untuk membunuh Goat Nio." "Ya, Kauwcu." Pat Pie Lo Koay mengangguk lagi.

"Agar mereka patah semangat, aku akan membawa kepala Goat Nio diperlihatkan mereka.

Aku yakin Tio Bun Yang langsung pingsan, begitu pula yang lain.

Nah, bukankah gampang sekali membunuh mereka?" "Betul.

Ha ha ha...!" Seng Hwee Sin Kun tertawa terbahakbahak.

"Idemu sungguh cemerlang!

Bagus!

Post a Comment