Halo!

Kaki Tiga Menjangan Chapter 121

Memuat...

Tapi dia menyampingkan urusan kaisar Sun Ti yang pergi secara diam-diam menyucikan diri di gunung Ngo Tay san juga persoalan ibu suri yang mencelakakan Tang Gok-hui, ibu dan anak .

Kin Lam berpikir sejenak, Kemudian dia ber-kata .

"Kalau begitu yang satu berasal dari partai Kong Tong pai dan satunya lagi murid Coa to (pulau ular) Dengan adanya kedua orang ini yang mendekam dalam istana, kemungkinan mereka masing-masing mengandung maksud tertentu .

Malam itu kau terhajar oleh dua orang dengan ilmu yang demikian dahsyat .

seharusnya kau tidak dapat hidup lebih lama lagi, malah ada kemungkinan mati seketika, Tetapi hal ini tidak terjadi padamu, Kau hanya terluka saja, apa sebabnya?" "Pada jubah panjangku ada dua tanda bekas telapakan tangan, yakni bagian dada dan punggung, Tanda itu begitu jelas dan rapi seperti digunting dengan poIa," kata Siau Po menjelaskan .

Tan Kin Lam menganggukkan kepalanya, itulah bukti bahwa pukulan itu lihay sekali!" katanya, "Bagaimana kau sanggup bertahan dari hajaran itu" Mungkinkah kau menggunakan baju berlapis baja?" "Tidak," sahut Siau Po .

Tapi sebuah ingatan tiba-tiba melintas di benaknya, Ketika mengadakan pemeriksaan di rumah Go Pay, dia mendapatkan sehelai baju dalam yang tipis sekali, Mungkin So Ngo-tu tahu bahwa itulah sehelai baju mustika sehingga dia dianjurkan untuk memakainya .

Malam itu, ketika dihajar oleh Hay tayhu dan ibu suri, dia juga mengenakan baju itu, Kemudian dia merasa baju itu kelonggaran sehingga dia tidak memakainya lagi, Begitu diungkit oleh gurunya barusan, dia baru teringat lagi, Karena itu cepat-cepat dia menceritakan soal baju itu .

"ltu dia!" kata Kin Lam setengah berseru, "Pasti baju itu baju mustika sehingga beberapa kali kau terhindar dari kematian sebaiknya kau pakai lagi baju itu siang ataupun malam jangan dilepaskan lagi, Soal racun Hay kongkong, untuk sementara aku masih belum tahu jenisnya, sebaiknya kau ikuti saja petunjukku dulu untuk melatih diri dengan ilmu tenaga dalam aliranku, ilmu itu berkhasiat menyembuhkan luka dalam." "Baik," suhu," sahut Siau Po .

Namun dalam hatinya dia berpikir "llmu tenaga dalam dari si kura-kura tua sudah aku pelajari sampai tujuh atau delapan bagian Syukur suhu menyangka aku keracunan dan tidak memeriksanya lebih jauh...." Tapi dia rada khawatir juga .

Gurunya ini lihay sekali.Ada kemungkinan rahasianya bisa terbongkar Dia segera berkata lagi, "Suhu, Sri Baginda menitahkan aku menguntit para penyerbu yang telah dibebaskan .

Karena itu, aku harus cepat-cepat pulang ke istana untuk memberikan laporan..." Dia ingin menyingkir secepatnya dari hadapan gurunya itu .

"Siapakah yang kau maksud dengan para penyerbu?" tanya Kin Lam .

Ketua pusat Tian-te hwe ini hanya tahu Siau Po telah menolong ketiga orang Bhok onghu melarikan diri dari istana, Apa masalahnya, dia masih belum tahu .

Siau Po segera menjelaskan tentang penyerbuan di istana dengan tujuan membunuh kaisar Kong Hi dan para penyerbu itu menggunakan baju dalam serta senjata dengan tanda Go Sam-kui, Maksudnya untuk memfitnah pengkhianatan bang-sa, tapi kaisar Kong Hi yang cerdas segera menaruh kecurigaan dan menyuruhnya menguntit kawanan para penyerbu itu supaya dapat menemukan pemimpin utamanya .

"Oh, begitu?" kata Kin Lam heran, Dia sudah banyak pengalaman dan pengetahuannya juga luas sekali, tetapi urusan Bhok onghu ini belum didengarnya, "Rombongan Bhok onghu itu sungguh berani, Tadinya aku mengira mereka menyerbu istana hanya untuk membunuh raja .

Tidak disangka masih terselip maksud Iainnya .

Rupanya mereka hendak menjatuhkan Go Sam-kui .

Kau telah menolong ketiga orang itu, apakah tidak berbahaya bila kau kembali lagi ke istana?" "Tidak," sahut Siau Po yang tidak menjelaskan masalah pembebasan Gouw Lip-sin bertiga adalah siasatnya kaisar Kong Hi .

"Untuk menutupi masalah ini, aku sudah mencari pengganti diriku, Merekalah yang akan bertanggung jawab, Aku rasa, dalam waktu yang singkat, rahasia ini tidak akan terbongkar dan aku tidak akan dicurigai .

Suhu menitahkan aku mencari tahu rahasia negara, kalau hanya karena urusan keluarga Bhok ini aku tidak kembali lagi ke istana, bukankah berarti tugasku gagal" Bukankah dengan demikian aku juga menghancurkan usaha yang sedang dibina suhu?" Senang sekali hati Kin Lam mendengar kata-kata muridnya yang cerdas itu .

"Siau Po, kau betul!" dia membenarkan "Kita sudah membuat perjanjian dengan pihak Bhok onghu, Andaikata mereka berhasil mendahului kita, bukankah seluruh anggota perkumpulan Tian-te hwe harus menunduk di bawah perintahnya" Bukankah dengan demikian pamor kita akan jatuh" Menurut pantas, Bhok onghu yang jumlah orangnya jauh lebih sedikit dari kita tidak boleh mendahului kita! Kalau aku sampai mengikat perjanjian dengannya, hal ini semata-mata karena aku tidak ingin ada perselisihan di antara kita untuk saat ini, Lagi-pula, dengan bergabungnya Bhok onghu, kekuatan kita bertambah, Mereka itu berani sekali, karenanya kita tidak boleh kalah berani, Dengan demikian kita bisa berhasil terlebih dahulu!" "Suhu benar!" sahut Siau Po .

"Sebenarnya, apa sih kehebatan Bhok Siau ongya" Dia toh hanya kebetulan saja terlahir sebagai puteranya Bhok Tian-po .

Sebaliknya, orang seperti suhu mana boleh menunduk kepadanya" Kalau hal itu sampai terjadi, aku benar-benar bisa mati berdiri!" Kin Lam tertawa .

Seumur hidupnya, dia sudah sering mendengar segala macam pujian, Tetapi rasa kagum seorang bocah berusia belasan tahun seperti Siau Po ini, lain sekali bagi dirinya, Dia tidak tahu di mana sang murid dilahirkan atau dibesarkan dalam lingkungan yang bagaimana, juga tidak tahu bahwa dengan kecerdikannya, pergaulannya di istana luas sekali dan banyak mendapat kepercayaan .

Dia hanya mengira karena sudah Iama berada dalam istana, Siau Po sudah banyak belajar apalagi dalam menghadapi Hay kongkong dan ibu suri yang banyak tipu muslihat Dia tidak menyangka muridnya akan mengelabuinya .

"Dasar anak kecil, apa yang kau tahu?" katanya sambil tersenyum "Bagaimana kau bisa tahu Bhok Siau ongya tidak mempunyai kebisaan apa-apa?" "Sebab dia mengirim orang untuk menyerbu istana," sahut Siau Po .

"Dengan demikian dia mengorbankan beberapa lembar jiwa secara sia-sia .

Bagi Go Sam-kui, sepak tegangnya itu tidak mendatangkan kerugian sama sekali, Malah dia patut dikatakan sebagai manusia paling tolol di dunia ini!" "Hush! jangan bicara sembarangan!" tegur Tan Kin-lam .

"Tapi, mengapa kau bisa mengatakan bahwa Go Sam-kui tidak mengalami kerugian apa-apa?" "Untuk menyerbu istana, Bhok Siau ongya menggunakan akal yang mentah sekali, tolol!" sahut Siau Po .

"Para penyerbu mengenakan pakaian yang ada sulamannya, yakni empat huruf Peng Si onghu, Dan semua senjatanya juga ada tulisannya, Taybeng Sanhay-kwan Cong Penghu, Bangsa Tatcu bukan bangsa dogol mereka pasti curiga .

Tentu mereka dapat berpikir, kalau semua penyerbu itu benar orang-orang suruhannya Go Sam-kui, mana mungkin mereka mengenakan pakaian dalam dan senjata yang bertanda Peng Si ong?" "Ya, benar juga!" kata Tan Kin-lam .

"Masih ada satu hal lagi!" kata Siau Po menambahkan "Sekarang ini, puteranya Go Sam-kui yang bernama Go Eng-him sedang berada di kota-raja .

Dia datang dengan membawa upeti berupa uang serta batu permata yang tidak terkirakan jumlahnya, Kalau memang ingin membunuh raja, mengapa Go Sam-kui tidak memilih waktu yang lain, namun justru di saat dia mengutus puteranya itu" Lagipula, mengapa dia harus membunuh raja" Apakah dia ingin memberontak untuk mengangkat dirinya sendiri menjadi raja" Tidak mungkin! Sebab apabila dia memberontak, pihak tentara Boan akan meringkus puteranya saat itu juga kemudian dihukum mati! Masa tanpa alasan yang masuk akal, dia sudi mengorbankan jiwa anaknya sendiri?" Kembali Tan Kin-Iam menganggukkan kepalanya .

"Tidak salah!" katanya .

sebenarnya Siau Po hanya berlagak pintar, Semua keterangan itu terlalu dalam bagi usianya yang masih muda .

Kenyataannya memang kaisar Kong Hi yang mengemukakan berbagai alasan itu .

sekarang setelah mengetahui dia mengutarakannya kembali di hadapan gurunya, Kin Lam percaya penuh kepada muridnya ini .

Dan dia merasa heran sekali, Tidak banyak anggota Tian-te hwe yang mempunyai kecerdasan seperti muridnya yang satu ini, Kalau dulu dia memilih sang murid sebagai ketua Ceng-Bok tong, hal ini dilakukannya karena sumpah yang telah mereka ucapkan .

"Anak ini bernyali besar juga cerdik sekali," pikirnya dalam hati .

"Sekarang saja dia sudah sehebat ini .

Beberapa tahun lagi, dari pengalaman saja dia sudah tidak takut kalah dengan kedelapan hiocu lainnya!" "Bagaimana dengan pihak Tatcu sendiri?" tanyanya kemudian "Apakah raja mereka sudah tahu siasat Bhok onghu ini?" "Sekarang masih belum yakin, tapi raja sudah menaruh kecurigaan Tadi pagi raja mengumpulkan para siwi dan menyuruh mereka menjalankan beberapa jurus ilmu yang digunakan para penyerbu, Setelah itu, mereka merundingkan ilmu tersebut Aku juga ikut hadir .

Karena itu aku mendengar dan melihat semuanya, Karena itulah aku ingat dua jurus di antaranya adalah Heng-sau Ciang kun dan Kao-san Liu sui." Kin Lam menarik nafas panjang .

"Benar-benar pihak Bhok onghu tidak ada orang pandai," katanya, "Kedua jurus itu justru ilmu khas dari keluarga Bhok, Di antara para siwi, tidak sedikit jago yang kosen, Mereka pasti mengenali kedua jurus itu!" "Pernah aku menyaksikan kedua jurus itu yang ditunjukkan oleh Hong Ci-tiong toako dan Hian Ceng tojin .

Karena itu aku juga mempunyai dugaan bahwa bangsa Tatcu pasti bisa mengenalinya juga, itulah sebabnya tadi aku memberi saran kepada Bhok Siauongya agar mereka segera pindah dari tempat yang sekarang!" "Benar! Tindakanmu benar sekali!" kata Tan Kin-lam .

"Nah, sekarang kau boleh kembali ke istana, besok kau datang lagi, Aku ingin memeriksa lukamu agar aku tahu jenis racun apa yang menyerang tubuhmu dan mencari jalan untuk mengobatinya." Siau Po senang sekali melihat sang guru tidak menanyakan pelajaran ilmu silatnya lebih jauh, Cepat-cepat dia memberi hormat kemudian mohon diri .

Ketika sampai di istana, Siau Po segera menuju kamar tulis Raja untuk menemuinya, Kaisar Kong Hi senang sekali melihat kemunculan si bocah .

Post a Comment