Halo!

Kaki Tiga Menjangan Chapter 119

Memuat...

sedangkan Tan Kin-lam hanya sanggup mencekal kakinya .

Si Hoa mengibaskan tangannya .

"Tidak, tidak mungkin," sahutnya, "llmu yang kugunakan tadi hanya tipuan belaka, bahkan mengandung sedikit gerak sembarangan Barusan Liu loyacu mencekal bahuku dengan menggunakan jurus "Dalam mega memperlihatkan kuku", hampir saja lenganku patah .

sedangkan sahabat yang be rewokan itu telah merangkul pinggangku denga hebat sekali, Bukankah dia memainkan jurus tipuan "menerkam kelinci?" dia membuat aku tidak bisa tertawa maupun menangis, Dan kakek yang ber kumis dan berjanggut putih ini meraba tulang igaku dengan ilmu "Kera putih memetik buah To", tulang igaku hampir seperti buah itu .

cekalannya demiki an keras seakan tidak akan dilepaskan lagi .

Da terakhir, sahabat yang satunya.. .

aih! Bukankan jurus yang digunakannya dipetik dari ilmu "Seta Ciiik Seng Hong?" Hong Ci-tiong adalah orang yang terakhir yang dimaksudkannya, Dia segera menganggukkan kepalanya .

Dia tidak membantah, meskipun sebenarnya ilmu yang digunakannya bernama "Setan cilik menarik malaikat kota" "Saudara Lie, ilmu silatmu hebat sekali!" puj Liu Tay-hong- Hal ini karena orang itu dapat meloloskan diri walaupun diserang sedemikian rupa "Matamu juga sangat tajam!" "Liu loyacu berlebihan memujiku!" kata Si Ho sembari menggoyangkan tangannya berkali-kali "Serangan yang dilancarkan loyacu berempat tadi sebenarnya bisa mencabut nyawa orang, tetapi kalian tidak bersungguh-sungguh sehingga aku yang rendah tidak terluka sama sekali, Terima kasih atas rasa kasihan cianpwe berempat!" Hong Ci-tiong senang mendengar kata-kata orang itu, Memang serangan yang dilancarkan mereka berempat tadi lihay sekali, namun keterangan orang she Lie itu juga tidak salah, Mereka tidak melakukan penyerangan secara serius .

"Saudara Lie," kata Tan Kin-Iam kemudian "Dapatkah saudara mengatakan tujuan kunjungan saudara yang sebenarnya, bagi kami hal ini benar-benar merupakan suatu kehormatan besar?" "Dalam hal ini, sebelumnya aku mohon pengampunan." sahut Lie Si-hoa, "Sudah lama aku yang rendah mengagumi Tan Cong tocu, karena itu, ketika aku mendapat berita tentang kedatangan Tan Cong tocu ini, aku ingin mewujudkan keinginanku untuk bertemu, sayangnya aku tidak mempunyai teman yang dapat dijadikan perantara, itulah sebabnya aku yang rendah berbuat lancang dengan menjadi tamu yang tak diundang, Bahkan untuk beberapa saat aku sempat bersembunyi di atas wuwungan mencuri dengar pembicaraan Cong tocu sekalian, Aku juga benci sekali terhadap Go Sam-kui, menyesal sekali aku tidak mendapat kesempatan untuk mencincang tubuhnya sampai hancur Cong tocu sekalian, sekali lagi harap kalian maafkan kelancanganku ini!" Lie Sihoa bangun dan menjura ke sekelilingnya .

Para hadirin juga segera berdiri dan membalas penghormatan itu .

"Tuan," kata Bhok Kiam-seng, "Karena tuan juga sangat membenci Go Sam-kui, berarti kita bertujuan sama .

Kita adalah orang-orang sego1ong-an .

Sudah selayaknya apabaila kita bekerja sama dalam hal ini, Entah tuan mempunyai niat seperti ini atau tidak?" "Tentu saja ada!" sahut Si Hoa cepat "Tadi ketika Tan Cong tocu sedang membuat perjanjian dengan Siau ongya, aku telah mengganggu .

Dan aku merasa menyesal sekali, Bagaimana kalau perjanjian yang tertunda itu dilanjutkan kembali, setelah itu kita rundingkan kembali perjanjian denganku?" Liu Tay-hong memperhatikan orang itu lekat-lekat .

"Apakah tuan bermaksud mengatakan, apabila tuan yang berhasil membunuh Go Sam-kui, maka kami orang-orang dari Bhok onghu dan Tian-te hwe harus menurut perintahmu?" tanyanya, "Bukan! Aku tidak sanggup menerima hal itu," sahut Si Hoa .

"Aku masih muda, sudah cukup bagiku apabila dapat mengikuti kalian seterusnya.!" Tay Hong menganggukkan kepalanya, tapi dia masih ingin mendapatkan kepastian .

"Baiklah," katanya, sekarang aku mohon penjelasan dalam pandangan tuan, di antara dua maha-raja Liong Bu dan Eng Liok, manakah yang merupakan turunan langsung dari dinasti Beng?" Liu Tay-hong ikut bersama kaisar Liong Bu dan Bhok Tian-po berperang ke barat daya, dari propinsi Inlam memasuki wilayah Birma, setelah menderita dan sengsara sekian lama, akhirnya kaisar Liong Bu terbunuh juga di tangan Go Sam-kui .

itulah sebabnya dia bersumpah, biar bagaimana pun juga, dia akan mengangkat keturunan junjungannya menjadi kaisar .

Tan Kin-lam insyaf akan masalah yang pelik ini .

Dia ingin menghindarkan perselisihan yang terjadi, Tetapi jago tua she Liu itu tetap kukuh pada cita-citanya sehingga mengajukan pertanyaan itu kepada Lie Si-hoa .

Mendengar pertanyaan orang tua itu, Lie Si-hoa segera berkata, "Aku yang rendah mungkin mengucapkan kata yang tidak enak didengar, tapi, meskipun demikian, aku minta tuan-tuan untuk memakluminya!" Tay Hong tetap tidak sabaran, wajahnya langsung menjadi merah, "Apakah tuan ini bekas bawahannya Lau Ong?" tanyanya, Setelah wafat nya kaisar Cong Ceng dari dinasti Beng, di berbagai tempat bangkit pangeran-pangeran yang ingin mengangkat diri masing-masing menjadi raja, Mereka adalah Lau ong, Kui ong, dan Tong ong .

Begitu kata-katanya terucapkan, Liu Tay-hong segera menyadari kekeliruannya, Lie Si-hoa masih terlalu muda, Tidak mungkin dia itu bekas bawahannya Lau ong .

Karena itu, sebelum si anak muda menjawab, dia segera membetulkan pertanyaannya tadi .

"Apakah leluhur tuan pernah menjadi bawahannya Lau ong?" Lie Si-hoa tidak menjawab pertanyaan itu, dia hanya berkata .

"Lebih baik kita tunggu sampai bangsa Tatcu berhasil diusir dari negeri kita ini .

Pada saat itu, baik anak cucu Cong Ceng, Tong ong, Kui ong, semuanya berhak menjadi raja, Pada hakekatnya, setiap orang bangsa Han, siapa yang tidak boleh menjadi raja" Umpamanya Bhok Siau ongya dan Liu loyacu dan The ongya dari Taiwan, serta Tan Cong tocu sendiri, mereka juga boleh menjadi raja, ingatkah kalian ketika dahulu leluhur kerajaan Beng mengusir bangsa Mongolia, bukankah beliau juga tidak memilih keturunan kerajaan Song atau keluarga Tio untuk diangkat menjadi kaisar" Bukankah Sri Baginda Beng thaycou Cu Goan-ciang mengangkat dirinya sendiri menjadi raja" Dan rata-rata rakyat menyambutnya dengan gembira!" Ucapan seperti ini belum pernah didengar oleh para hadirin .

Semua orang menjadi heran serta terkejut .

Meskipun demikian, tidak ada orang yang berani membuka mulut menentangnya, karena kata-kata itu mempunyai dasar yang kuat .

Hanya Liu Tay-hong seorang yang masih kukuh dengan pendiriannya, Dia menggebrak meja dan berkata dengan keras .

"Ucapan mu barusan merupakan rangkaian kata-kata yang bernada memberontak bahkan durhaka, Bukankah kita semua rakyatnya kerajaan Beng yang maha besar" Bukankah kita merupakan anak cucunya menteri-menteri dinasti itu" Bukankah sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk membangun kembali kerajaan Beng" Mengapa sekarang kita harus memikirkan hal yang justru bertentangan?" Si Hoa tidak menjadi gusar meskipun dibentak oleh Liu Tay-hong, Malah bibirnya menyunggingkan senyuman .

"Liu loyacu," katanya dengan nada sabar "Ada satu hal yang boanpwe tidak mengerti dan mohon penjelasan itulah soal yang sedang kita perbincangkan sekarang .

Pada akhir kerajaan Song, bangsa Mongolia terus menerus menyerang negara bangsa Han kita, setelah banyak waktu barulah kaisar Hong Bu dari dinasti Beng kita bangkit di Hongyang dan mengusir bangsa asing itu .

Setelah berhasil, seperti yang cayhe katakan tadi, mengapa Beng thaycou tidak mengangkat keturunan keluarga Tio dari kerajaan Song untuk menjadi raja, tapi malah mengangkat dirinya sendiri" Mengapa dia tidak tetap menggunakan nama kerajaan Song, tetapi menggunakan nama kerajaan Beng?" "Hm!" seru Liu Tay-hong .

"Ketika itu keturunan keluarga Tio sudah habis, karenanya Beng thaycou yang telah bersusah payah lalu mengangkat dirinya sendiri .

Kalau tidak, kepada siapa dia harus menyerahkan tampuk kerajaan" Tatkala itu, tidak ada satu pun keturunan keluarga Tio yang berjasa mengusir bangsa Mongolia, Taruh kata Beng thaycou sendiri bersedia mengalah dan mundur teratur, belum tentu rakyat dan tentara yang iku berjuang mau mengerti!" "Nah, ini merupakan suatu persoalan pula, kata Lie Si-hoa yang tetap tenang, "Kelak di kemudian hari, masih belum diketahui apakah keturunan keluarga Cu yang berjasa atau tidak, Seandainya dia berjasa, sudah tentu rakyat akan mendukungnya .

Dapat dipastikan tidak ada orang yang berani merebut kedudukan itu .

Tapi kalau dia tidak berjasa sama sekali, meskipun dia berhasil naik tahta, belum tentu kedudukannya itu bisa kuat apalagi abadi, Liu loyacu, urusan merobohkan kerajaan Ceng adalah hal yang pelik sekali .

Mungki hal itu dapat dilakukan kapan waktu saja denga cepat, namun mungkin juga harus memakan wakt yang cukup Iama .

Yang paling penting bagi kita sekarang ini adalah menumpas Go Sam-kui .

Masalah pengangkatan raja dapat dirundingkan kembali secara perlahan-lahan!" Tay Hong langsung membungkam mendengar alasan pemuda itu .

"Mengapa harus perlahan-Iahan?" katanya kemudian .

"Aku justru menganggapnya sebagai hal yang paling penting dan merasa menyesal tidak dapat dilakukan sekarang juga!" "Membinasakan Go Sam-kui adalah urusan yang harus diselesaikan secepatnya kata Si Ho kembali "Sekarang saja usianya sudah cukup tua, Kalau tidak selekasnya dibunuh, tentu dia akan mati dengan tenang disebabkan usia tua .

Bukankah hal itu akan menjadi penyesalan bagi kita semua" Masalah mengangkat raja yang baru harus kita tunda dulu, setidaknya sampai bangsa Tatcu terusir dari negara kita yang tercinta ini .

Dan masalah ini juga akan membawa kesulitan bagi kita semua !" Kin Lam kagum sekali terhadap anak muda itu .

Bicaranya jelas dan alasannya kuat .

"Saudara Lie benar sekali," katanya ikut memberikan pendapat "Sekarang aku mohon tanya, jalan bagaimanakah yang harus kita tempuh untuk membinasakan Go Sam-kui?" "Maaf, Tan Cong tocu," sahut Lie Si-hoa "Aku yang rendah justru ingin mendengar pendapat dari para orang-orang gagah yang berkumpul di sini!" "Bagaimana dengan Tan Cong tocu sendiri?" tanya Bhok Kiam-seng .

"Apakah Tan Cong tocu sudah mempunyai akal yang baik?" "Pengkhianat Go Sam-kui itu terlalu jahat dan banyak antek-anteknya, terlalu enak kalau hanya dia seorang yang dihukum mati," kata Tan Kin-lam .

"Dan kematiannya sendiri tidak cukup untuk menebus dosa-dosanya terhadap rakyat bangsa Han .

seharusnya namanya dirusak dan seluruh keluarganya, baik tua maupun yang muda, jangan ada satu pun yang dibiarkan lolos! Begitu pula seluruh antek-anteknya! Dengan cara demikian, baru puas hati seluruh rakyat bangsa Han!" "Bagus! Bagus!" seru Liu Tay-hong sambil menepuk meja, "Apa yang Tan Cong tocu katakan memang tepat sekali! Benar-benar meresap dalam hati yang tua ini .

Nah, Iaote...." dia menambahkan sambil menyambar tangan Kin Lam .

Post a Comment