"Komandan Souw sedang sakit, biar aku yang mengurus dia. Kalian semua tinggalkan tempat ini dan atur penjagaan yang ketat, jangan perbolehkan siapa juga memasuki benteng!" Perintahnya tegas dan semua perajurit mundur. Setelah Souw Ciangkun seperti orang gila Itu, tertawa-tawa dan berteriak-teriak memang Yap Ciangkun yang merupakan komandan yang paling tinggi kedudukannya.
"Sudah beberapa lamanya aku memperhatikan keadaan Souw Ciangkun. Aku sudah menaruh kecurigaan ketika para gadis dari Thian-te-kauw itu dibiarkan masuk benteng. Ketika Ji-wi memperkenalkan diri sebagai utusan Liu Taijin yang hendak menghadap Souw Ciangkun, diam-diam aku memperhatikan. Ternyata terjadi seperti apa yang kami khawatirkan. Souw Ciangkun agaknya sudah terjebak oleh perkumpulan agama yang penuh rahasia itu."
"Ha-ha-ha, kalian akan mampus semua kalau menentang Thian-te Kwi-ong. ha-ha-ha!"
"Lihiap dan Tai-hiap, dapatkah dia dibiarkan pingsan tanpa menderita?" Yap Ciangkun bertanya. "Karena dia atasanku, bagaimanapun aku tidak berani bertindak kasar terhadap dirinya."
Han Beng mengangguk dan sekali di menepuk tengkuk Souw Ciangkun, komandan yang seperti gila itu terkulai pingsan. Yap Ciangkun memanggil empat orang perajurit pengawal dan memerintahkan mereka untuk mengangkat tubuh Souw Ciangkun.
"Biarkan dia di dalam kamar dan jaga baik-baik. Dia menjadi tahanan sementara'" perintahnya.
Setelah Souw Ciangkun diangkut pergi, Yap Ciangkun lalu mempersilakan Han Beng dan Giok Cu duduk. Mereka duduk berhadapan, lalu dengan singkat Yap Ciangkun menceritakan tentang Thian-te-pang. "Mereka memang tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan. Hubungan mereka dengan para pejabat sangat baik sekali, bahkan ada kalanya mereka membantu petugas menenteramkan keadaan dan membasmi para penjahat yang berani mengganggu ketenteraman sekitar daerah Ceng-touw. Karena Souw Ciangkun juga berhubungan baik dengan para pimpinan mereka, maka aku sebagai wakilnya tidak dapat berbuat sesuatu. Sampai akhirnya aku mendengar dari para penyelidikku bahwa seringkali ada anggauta Thian-te-kauw wanita dibiarkan bermalam di kamar Souw Ciangkun! Mulailah aku curiga sampai terjadi peristiwa hari ini. Ji-wi adalah utusan Liu Taijin. Tugas apakah yang Ji- wi bawa?" "Kami dipesan oleh Liu Taijin untuk menghubungi Souw Ciangkun yang menjadi kepala pasukan keamanan di sini, untuk bekerja sama menyelidiki keadaan Thian-te-kauw. Liu Taijin telah mendengar berita bahwa Thian-te-kauw mulai mempengaruhi para pejabat, dan kami memang akan melakukan penyelidikan ke sarang mereka."
"Tugas itu berbahaya sekali! Aku mendengar bahwa pimpinan mereka mempunyai banyak orang yang berilmu tinggi, apalagi seorang pemuda yang menjadi pemimpin umumnya. Kabarnya dia bukan manusia melainkan penjelmaan dari Thian-te Kwi-ong yang mereka puja."
"Kami dapat menjaga diri, Ciangkun. Kami mempunyai urusan pribadi dengan seorang pimpinan mereka. Urusan mengenai diri Souw Ciangkun, kami serahkan kepada Ciangkun, karena itu bukan tugas kami untuk mengurusnya. Kelak kami akan melaporkan kepada Liu Taijin seperti yang kami janjikan. Nah, kami akan segera pergi, Ciangkun," kata Giok Cu. Perwira itu bangkit dan mengantar mereka sampai ke pintu gerbang benteng. Setelah mereka pergi Yap Ciangkun segera membuat persiapan sendiri dan dia pun mengirim laporan kepada atasannya mengenai persoalan Souw Ciangkun. Dia tidak tahu bahwa Souw Ciangkun telah berada di bawah pengaruh sihir dari Lui Seng Cu, kauw-cu dari Thian- te-kauw. Karena pengaruh sihir itulah maka dia seperti orang nekat dan gila, membela Thian-te Kwi-ong mati-matian biarpun dia mengalami guncangan hebat ketika rahasianya terbuka dan ketahui oleh dua orang pendekar utusan Liu Taijin tadi.
ooOOoo
"Braaakkkkk !" Meja marmar bundar itu hancur
berkeping-keping ketika Can Hong San memukulkan tangannya yang terbuka saking marahnya mendengar laporan tujuh orang gadis muda cantik itu. Baru saja tujuh orang gadis itu menghadap Kauwcu Lui Seng Cu melaporkan kegagalan mereka ketika hendak melakukan upacara sembahyang pengangkatan Souw Ciangkun sebagai anggauta yang sah dari Thian te-kauw. Lu Seng Cu marah, dan dia pun membawa tujuh orang gadis itu menghadap "pemimpin umum" yang mereka sebut Can Kongcu, dan yang dikenal sebagai penjelmaan Thian-te Kwi-ong sendiri, juga yang mengaku sebagai putera mendiang Cui-beng Sai-kong. Can Hong San di lapori karena dialah yang mengatur agar Souw Ciangkun ditarik menjadi anggauta Kalau mereka sudah dapat mengait komandan pasukan keamanan menjadi anggauta yang setia, maka keamanan dan kekuasaan mereka pun akan terjamii sepenuhnya! Setelah tujuh orang gadis itu membuat laporannya di depan Can Hong San, pemuda itu demikian kecewa da n marahnya sehingga dia memukul hancur meja marmar di depannya. Tujuh orang gadis itu berlutut dengan tubuh menggigil ketakutan. Bahkan Lui Seng sendiri juga agak pucat menghadapi kemarahan pemuda yang dia tahu selain amat lihai, juga amat kejam itu.
"Siapakah kedua orang tamu Souw Ciangkun yang menggagalkan upacara itu?" bentaknya marah.
Di antara tujuh orang gadis itu, hanya gadis yang tadinya akan dijadikan "korban" yang paling berani menjawab. Hal ini tidaklah aneh karena ia merupakan seorang di antara gadis- gadis anggauta Thian-te-kauw yang paling disayang oleh Can Kongcu, yang setiap saat boleh dengan sesuka hatinya memilih para gadis anggauta Thian-te-kauw untuk Melayaninya.
"Kami masih berada di dalam kamar tu ketika Souw Ciangkun menjamu kedua orang tamunya, Kongcu. Kami tidak dapat mendengar banyak, akan tetapi kami mendengar dari percakapan mereka bahwa mereka adalah utusan seorang pejabat tinggi dari Lok-yang, dan kami mendengar Souw Ciangkun menyebut seorang diantara mereka sebagai Huang- ho Sin-liong. " "Ah, dia lagi!!" Can Hong San berseru dan sekali ini dia benar-benar kaget bukan main. Tentu saja dia mengenal siapa itu Huang-ho Sin-liong. Sudah dua kali dia dipencundangi oleh pendekar itu. Pertama kali ketika dia hendak memperkosa Sim Lan Ci, dan kedua kalinya ketika pendekar itu menolong Bu Giok Cu yang hampir ditawannya dengan bantuan para sekutunya, yaitu mendiang Gan Lok dan lain-lain. Dan sekarang kembali pendekar itu yang menggagalkan upacara pengangkatan Souw Ciangkun sebagai anggauta Thian-te- kauw!
"Apakah Kongcu sudah mengenal Huang-ho Sin-liong?" tanya Lui Seng Cu Ketua Thian-te-kauw.
"Tentu saja aku mengenal dia. Kalian gadis-gadis sial ini boleh mundur. Eh nanti dulu, coba ceritakan siapa wanita yang datang bersama Huang-ho Sin-hona itu!"
"Maaf, Kongcu, kami tidak mengenal namanya "
"Bodoh! Ceritakan bagaimana rupanya! usianya, pakaiannya! Engkau biasanya cerdik, Lee Cia, hayo ceritakan bagaimana keadaan gadis itu!" katanya kepada gadis yang tadi akan dikorbankan dalam upacara pengangkatan Souw Ciangkun sebagai anggauta.
Lee Cia, gadis yang berkulit putih mulus itu, mengingat- ingat, "la seorang gadis yang usianya tentu sudah dua puluh tahun lebih, wajahnya cantik jelita, bentuk wajahnya bulat telur dengan dagu runcing keras, bibirnya merah basah tanpa gincu, bedaknya tipis, bajunya Indah dan bersih, berwarna merah muda dan punggungnya terdapat sebatang pedang. Ia nampak galak dan keras sekali "
"Ahhhhh Si Keparat! Ia tentu Bu Giok Cu.