Halo!

Kaki Tiga Menjangan Chapter 98

Memuat...

Siau Po berusaha meronta, tapi dia tidak berhasil membebaskan dirinya .

"Ah!" serunya penuh penyesalan "Coba kalau dari siang-siang Sri Baginda mengajarkan tipu ini, tentu hamba tidak perlu melalui saat-saat yang membahayakan jiwa." Kaisar Kong Hi tertawa .

"Lalu, bagaimana kelanjutannya?" "Begitu berhasil membebaskan diri, orang itu lari ke belakang hamba dan berhasil menghajar punggung hambamu dengan kedua telapak tangannya!" "Itulah jurus Kao-san Liu Sui!" seru Sri Baginda memberikan keterangan mengenai jurus yang digunakan pihak lawan .

"Oh, itukah jurus Kao-san Liu Sui?" tanya Siau Po pura-pura terkejut "Sayang aku tidak tahu...." "Benar-benar manusia tidak berguna!" maki kaisar Kong Hi, tapi sembari tertawa, "Mengapa waktu bertempur kau tidak menggunakan ilmu yang diajarkan gurumu" Mengapa kau selalu meniru gerakan ilmu silatku?" "Entahlah, Sri Baginda!" sahut Siau Po .

"Setiap jurus silat yang guru hamba ajarkan, dapat hamba gerakkan dengan baik di saat berlatih, namun apabila menghadapi pertempuran seperti tadi malam, tiba-tiba semuanya jadi menguap dan tidak ada satupun yang teringat dalam benak hambamu ini .

sebaliknya semua gerak tipu silat Sri Baginda justru terbayang jelas di pelupuk mata sehingga tanpa berpikir panjang lagi hamba menirukannya, Begitu pula ketika punggung hamba terhajar Tiba-tiba saja hamba mengelit ke samping kanan." "ltulah jurus Keng Hong-pou," kata Sri Baginda yang menjelaskan tipu silat miliknya yang berarti "Gerakan angin puyuh." "Benar!" sahut Siau Po .

"Setelah berkelit, hamba segera mencabut pisau belati dan membalas menyerang musuh sambil hamba berteriak dengan keras "Hai, Siau Kui cu, menyerah tidak?" Raja tertawa terbahak-bahak, "Aih! Kau ini benar-benar aneh!" katanya, "Mengapa kau justru memanggil namamu sendiri?" "Saat itu hamba tidak sempat berpikir dan menyebut nama hamba secara tanpa sadar Hamba ingat, ketika baru-baru ini Sri Baginda mengadakan latihan dengan hamba .

Bukankah Sri Baginda selalu menyerukan kata-kata itu?" "Bagus, bagus!" kata kaisar Kong Hi memuji, "Ternyata kau masih ingat semuanya!" Kaisar Kong Hi merasa puas sekali, "Kalau demikian, para pemberontak itu mempunyai nyali yang besar tapi kepandaiannya tidak seberapa lihay!" tambahnya kemudian .

"Sebetulnya, Sri Baginda," kata Siau Po .

"Ada juga beberapa di antara para pemberontak itu yang ilmu kepandaiannya cukup tinggi, Buktinya ada beberapa siwi yang tewas dan terluka, Dasar hamba berpanjang umur, hamba telah mendapat pelajaran dari Sri Baginda sehingga hamba sanggup menjaga diri .

Kalau tidak, terpaksa Sri Baginda hari ini mengeluarkan firman agar semua orang membaca doa untuk menghibur arwahnya Siau Kui cu yang sudah berpulang ke alam baka serta menghadiahkan uang sebanyak seribu tail...." Raja tertawa .

"Seribu tail tidak sebanding dengan jasamu .

seharusnya selaksa!" Siau Po juga tertawa, Senang dia dapat bergurau dengan junjungannya itu .

"Eh, Siau Kui cu.. .

apakah kau dapat menduga asal-usul para pemberontak itu?" tanya kaisar Kong Hi kembali "Memalukan sekali! Hamba tidak tahu!" sahut Siau Po .

"Sri Baginda, kalau ditilik dari tipu silat yang mereka gunakan, dapatkah Sri Baginda menerka asal-usul mereka?" "Mula-muIa aku masih bimbang, tetapi keteranganmu telah memperkuat dugaanku!" sahut sang raja, Kemudian dia bertepuk tangan dan menurunkan perintah kepada salah seorang pelayannya, "Pergi kau panggil So Ngo-tu dan To Lung untuk datang kemari!" Kedua pelayan itu menunggu Sri Baginda di luar kamar tulisnya, Mendengar perintah junjungannya itu, mereka segera berlalu untuk melaksanakan tugas tersebut .

To Lung adalah orang Boanciu asli .

Pangkatnya Tou Tong atau gubernur militer, dan termasuk golongan Bendera bersulam biru, Ketika angkatan perang Boan menyerbu ke selatan, dia telah membangun jasa yang tidak kecil Kepandaiannya juga cukup tinggi, namun karena terdesak oleh Go Pay, dia tidak mendapat kedudukan yang setimpal di kota raja, Setelah Go Pay jatuh, oleh raja dia dinaikkan pangkatnya menjadi Gi Cian siwi Tou congkoan atau Kepala barisan pengawal Raja .

Namun apa mau dikata, belum lama dia menjabat kedudukan itu, telah terjadi penyerbuan oleh para penjahat .

Dengan demikian dia jadi tidak enak hati, sepanjang malam dia tidak dapat tidur, Dia khawatir ibu Suri atau Sri Baginda akan menegurnya dan atau menghukumnya .

Ketika Tou congkoan itu muncul, tampak matanya merah sekali .

"Apakah para penjahat yang tertawan itu sudah dimintakan keterangannya?" tanya Sri Baginda, "Harap Sri Baginda ketahui," sahut kepala siwi itu, "Penjahat yang tertawan jumlahnya ada tiga orang, Hamba telah memeriksanya .

Dan hamba melakukannya dengan cara terpisah-pisah untuk mencocokkan ucapan mereka nantinya, Pertamatama mereka tidak mau mengaku, Belakangan karena tidak tahan menghadapi siksaan, barulah mereka mengaku, Benar saja... .

Mereka adalah orang-orangnya.. .

Peng Si ong..." Kaisar Kong Hi menganggukkan kepalanya, "Begitu?" tanyanya agak heran "Semua senjata para penjahat itu ada ukiran yang merupakan tanda dari Peng Si onghu," kata To Lung menjelaskan "Sedangkan di dalam baju mereka juga terdapat tanda dari Peng Si ong juga Dengan demikian terbukti bahwa pemberontak pemberontak itu adalah orang-orangnya Go Sam kui .

seandainya bukan sekalipun, Go Sam-kui past tidak terlepas dari keterlibatan." Kaisar Kong Hi kembali menganggukkan kepalanya, Kemudian dia menoleh kepada So Ngo-tu "Apakah kau juga telah melakukan pemeriksaan?" "Hamba telah memeriksa semua senjata dan pakaian para penjahat, Memang cocok dengan apa yang dikatakan To congkoan!" sahut To Lung .

"Coba bawa kemari senjata-senjata dan pakaian para pemberontak itu!" perintah kaisar Kong Hi .

To Lung segera mengiakan Dia langsung k luar untuk mengambil barang-barang yang diperintahkan kaisar Kong Hi .

Dia tahu rajanya itu masi muda sekali, tetapi otaknya cerdas dan juga sikapnya teliti .

Dia memang sudah menduga raja aka memeriksa sendiri semua senjata dan pakaian itu .

Karenanya, sebelum mendapat panggilan dia sudah mempersiapkan semuanya .

Tidak lama kemudian dia sudah kembali ia .

Segera dibukanya bungkusan yang ia bawa dan membeberkan isinya di atas meja, Setelah itu dia mengundurkan diri beberapa tindak .

Kaisar-kaisar Boanciu terdiri dari orang-orang gagah dan tidak pantang menghadapi senjata, Tetapi dalam sebuah kamar tulis di istana, semua pembesar dilarang membawa senjata menghadap Sri Baginda, Untuk menghindarkan diri dari kecurigaan To Lung segera mengundurkan diri agak jauh .

Raja mengangkat sebatang golok dan memeriksanya, Memang benar dia melihat ukiran huruf-huruf "Tay Beng sanhay kwan coanpeng hu" Kaisar Kong Hi langsung tersenyum dan berkata .

"Urusan ini agak mencurigakan! Kalau ada rencana terselubung, seharusnya semua bukti-bukti ini dihilangkan terlebih dahulu, tapi ini malah sebaliknya!" Kaisar Kong Hi menoleh kepada So Ngo-tu .

"kalau Go Sam-kui mengutus orang ke istana untuk melakukan pembunuhan, seharusnya dia sudah merencanakannya matang-matang, Senjata apa yang tidak boleh digunakannya" Mengapa dia justru memakai senjata yang ada tanda jati dirinya" Mereka toh datang ribuan li dari propinsi Inlam, masa di tengah jalan tidak pernah terpikir bahwa ada kemungkinan senjata mereka bisa tertinggal di dalam istana di saat melakukan penyerbuan?" "Ya, ya! Sri Baginda benar sekali!" puji So Ngo-tu .

"Sri Baginda cerdik dan dapat memandang urusan sampai jauh, hamba benar-benar takluk!" Raja menoleh kepada thay-kamnya yang masih muda .

"Siau Kui cu," panggilnya, "llmu silat apakah yang digunakan penjahat yang berhasil kau bunuh itu?" "llmu Heng-sau ciang kun dan Kao-san Li Sui!" sahut si bocah cilik yang ditanyai .

"Nah, ilmu dari manakah itu?" tanya kaisar Kong Hi kepada To Lung .

Walaupun kepala pengawal ini asli orang Boan tapi To Lung kenal banyak macam ilmu silat, Karena itu pula tidak heran kalau dia mengenal kedua macam ilmu silat yang disebut Siau Po .

"Mirip dengan ilmu silat keluarga Bhok di Inlam!" sahutnya, Raja menepuk tangan keras-keras .

"Tidak salah! Memang tidak salah!" puji kaisar Kong Hi .

"To Lung, pandanganmu luas sekali!" Puas rasanya hati To Lung mendengar pujian junjungannya, Dia segera menjatuhkan diri berlutut untuk memberi hormat dan mengucapkan kata-kata merendah, serta mengucapkan terima kasih, "Coba kalian pikir," kata kaisar Kong Hi kembali .

"Kalau benar Go Sam-kui menitahkan orang-orangnya datang ke kotaraja untuk menyerbu istana, tidak mungkin dia memilih saat yang sama mengutus puteranya datang berkunjung ke kota Peking ini! Para penyerbunya toh bisa datang setiap waktu, kenapa dia memilih waktu ketika puteranya ada di sini" inilah hal pertama yang menimbulkan kecurigaan .

Go Sam-kui pandai mengatur tentara, orangnya teliti dalam mengambil setiap tindakan Mengapa dia bisa mengirim orang-orang semacam ini untuk melakukan tugas yang dititahkannya" Bukankah jumlahnya terlalu kecil dan kepandaian mereka tidak seberapa tinggi" Tapi mengapa dia mengirimkannya juga" Hal inilah yang disebut kecurigaan kedua, Ada lagi yang ketiga, Taruh kata, benar dia mengirim orang untuk membunuh raja-nya, apa manfaat bagi dirinya" Mungkinkah dia ingin memberontak dengan menimbulkan huruhara" Kalau dia benar ingin memberontak mengapa dia mengirim puteranya ke kota raja" Bukankah itu berarti dia mengantarkan puteranya menuju ambang pintu kematian?" Tatkala Siau Po mendengar dari Pui Ie, perihal muslihat yang mereka gunakan untuk memfitnah Go Sam-kui, dia merasa siasat itu bagus sekali, Sekarang, setelah mendengar keterangan Sri Baginda, baru dia merasa siasat itu terlalu banyak kelemahannya .

Diam-diam dia merasa kagum terhadap Raja muda yang cerdik itu .

So Ngo-tu juga memuji sang raja yang dikatakan cerdas sekali .

"Nah, mari kita pikirkan lebih jauh!" kata kaisar Kong Hi .

"Seandainya para penyerbu itu bukan orang-orang Go Sam-kui, tetapi mereka menggunakan senjata dan pakaian yang bertanda Peng Si orujhu itu, apakah maksudnya" Apakah hal ini mempunyai arti tersendiri" Terang ada orang yang ingin memfitnah Go Sam-kui, Peng Si ong telah membantu kita merampas seluruh tanah Tionggoan .

Sudah tentu tidak sedikit orang yang membencinya, Nah, penjahat itulah yang harus kita cari! Siapa kira-kira orang itu" Atau dari pihak manakah " Hal inilah yang harus kita pikirkan dengan seksama!" "Sri Baginda benar!" sahut So Ngo-tu dan To Lung serentak "Kalau seandainya Sri Baginda tidak berpandangan demikian jauh, mungkin kami sekalian sudah kena dikelabui, Bukankah itu berarti kami mencelakai orang baik-baik dan memfitnah tidak karuan?" kata To Lung menambahkan .

"Memfitnah orang baik-baik! Hm!" kata Raja, Setelah itu kaisar Kong Hi berdiam diri .

Karena itu, So Ngo-tu dan To Lung pun segera memohon diri .

Raja membiarkan kedua orang itu pergi, Dia justru memandangi Siau Kui cu lekatlekat kemudian berkata .

"Siau Kui cu, coba kau terka, bagaimana aku bisa mengetahui kedua jurus Heng-sau ciang kun dan Kao-san Liu Sui?" "Hambamu justru sejak tadi, dilanda keheranan," sahut Siau Po .

"Apa sebabnya Sri Baginda bisa tahu?" "Tadi pagi-pagi sekali, aku telah memanggil beberapa orang siwi untuk menghadap .

Post a Comment