Bahkan hal ini telah mengakibatkan kematian Pek Han-siong .
Dia bergegas datang untuk meredakan pertikaian agar urusan ini dapat didamaikan .
Dia berharap dengan kesabaran dapat membujuk pihak Bhok onghu, Dia juga merasa gembira mengetahui Siau Po telah menolong Gouw Lip-sin bertiga sehingga karenanya Bhok Kiam-seng dan yang lainnya sengaja datang untuk belajar kenal dan mengucapkan terima kasih .
Dia tidak menyangka sekarang bisa timbul lagi persengketaan yang sama, bahkan seperti api yang disiram minyak .
"Tentang Sri Baginda Eng Lok yang wafat di Birma, semua orang memang sudah mengetahuinya," kata Tan Kin-Iam kemudian Nadanya sabar sekali dan dia juga terharu melihat Liu Tay-hong sampai menangis karena teringat pengorbanan rajanya itu .
"Kejadian itu membuat seluruh rakyat murka .
Hal ini dapat dimengerti Namun Bhok Siau ongya dan Liu loyacu, semasa sakit hati kita belum terbalaskan, mana boleh kita bertikai" sekarang merupakan waktunya kita semua harus kompak dalam bekerja sama untuk membinasakan dan memusnahkan musuh kita, terutama Go Sam-kui yang telah berkhianat .
Hal ini juga demi membalaskan kematian Sri Baginda Eng Lok .
Demi semua ini, kita tidak boleh tercerai berai! Kita juga harus membalaskan sakit hati Bhok Lo ongya!" Yang dimaksud dengan Bhok Lo ongya adalah ayah Bhok Kiam-seng .
Mendengar ucapan terakhir Tan Kin-lam, Bhok Kiam-seng dan Liu Tay-hong langsung melonjak bangun .
"Benar! Benar!" teriak mereka serentak "Tepat sekali!" Malah beberapa di antara mereka ada yang mengucurkan air mata dan tubuhnya gemetar .
"Lebih baik sekarang kita jangan masalahkan siapa yang akan menjadi raja kelak," kata Tan Kin-lam kembali, "Bhok ongya, Liu loyacu dan seluruh rakyat di negeri ini, tidak ada satu pun yang tidak merasa benci kepada Go Sam-kui .
Baiklah kita mengambil keputusan, siapa saja yang berhasil membunuh Go Sam-kui, maka pihaknyalah yang akan kita angkat menjadi raja!" "Benar!" sambut Bhok Kiam-seng, Dialah yang paling keras keinginannya untuk membunuh Go Sam-kui Musuh besar pembunuh ayahnya, "Benar, Siapa yang dapat membinasakan Go Sam-kui, dialah yang kita junjung!" "Bhok ongya," kata Tan Kin-lam, kali ini khusus ditujukan kepada pangeran muda dari Inlam itu .
"Sekarang marilah kita buat perjanjian janji antara perkumpulan Tian-te hwe kami dengan pihak Bhok onghu kalian, Kalau pihak Bhok onghu yang berhasil membunuh Go Sam-kui, maka seluruh anggota Tian-te hwe bersedia menerima segala titah Bhok onghu!" "Kalau pihak Tian-te hwe yang berhasil membunuh Go Sam-kui," sahut Bhok Kiamseng cepat Maka seluruh anggota keluarga Bhong ongha, mulai dari Bhok kiam-seng semua akan tunduk kepada perintahnya Tan Cong tocu dari Tian-te hwe!" Sebagai penutup dari janji itu, kedua pihak mengulurkan tangannya dan saling tepuk sebanyak tiga kali, Tapi baru saja mereka saling menepuk satu kali, tiba-tiba terdengar suara tawa nyaring dari wuwungan rumah yang tinggi kemudian disusul dengan seseorang yang berkata .
"Bagaimana kalau aku yang berhasil membunuh Go Sam-kui?" Mendengar suara tawa dan pertanyaan itu, beberapa orang langsung menegur .
"Siapa itu?" Yang menegur adalah beberapa mata-mata Tian-te hwe yang bersembunyi di atas genteng .
Setelah itu terdengar pula suara nyaring lainnya disusul dengan melompat turunnya sesosok bayangan yang terus berkelebat dan masuk lewat jendela tanpa menimbulkan suara sedikit-pun, Hal ini membuktikan bahwa orang yang datang menguasai ginkang (ilmu meringankan tubuh) yang cukup tinggi .
Hong Ci-tiong dan Ci Tian-coan berada di sebelah timur, sedangkan Liu Tay-hong dan Gouw Lip-sin berada di sebelah barat, Serempak mereka menghambur menyerang ke arah sosok bayangan tadi .
Tetapi rupanya orang itu gesit sekali, dia melompat tinggi dan mencelat melewati keempat orang yang sedang menyerang ke arahnya dan tahutahu dia sudah sampai di hadapan Tan Kin-lam dan Bhok Siau ongya .
Keempat penyerangnya terdiri dari jago-jago kelas satu di dunia kangouw pada saat itu, Tetapi mereka tidak sanggup berbuat apa-apa .
Hal ini membuktikan betapa hebatnya tamu yang tidak diundang itu, Dalam waktu yang lain, mereka segera membalikkan tubuh dan menyerang kembali Ci Tiong mencekal bahu kanan orang itu, Tian Coan mencekal iga kanan, Liu Tay-hong mencekal bahu kiri dan Lip Sin memeluk pinggang orang itu dengan kedua tangannya .
Diperlakukan sedemikian rupa, orang itu tidak mengadakan perlawanan sama sekali, Sembari tertawa dia bertanya .
"Beginikah caranya sahabat-sahabat Tian-te hwe memperlakukan tamunya?" sekarang ini semua orang dapat melihat tegas tampang tamu yang tenang dan periang itu .
Dia adalah seorang pemuda berusia kurang lebih dua puluh tiga atau empat tahun, dia memakai jubah hijau yang panjang, tubuhnya tinggi kurus, roman-nya seperti seorang sastrawan .
Tan Kin-lam segera merangkapkan sepasang tangannya untuk menjura .
"Ciok Hi (panggilan seperti tuan, tapi dengan maksud merendahkan diri) siapakah she dan namamu yang mulia?" tanyanya, "Apakah kau sahabat dari pihak kami?" Sastrawan itu tertawa .
"Kalau bukan sahabat, tentu aku tidak akan datang kemari!" Ucapan itu disusul dengan tubuhnya yang menciut seperti segumpal daging sehingga cekalan ke-empat penyerangnya jadi terlepas .
Hong Ci-tiong benar-benar keheranan dibuatnya, Setelah itu, tamu yang tidak diundang tersebut tertawa lagi, Tapi saat ini tubuhnya mencelat lagi ke atas dan berubah menjadi bayangan yang berkelebat seperti sebelumnya .
Sekarang Tan Kin-lam sendiri yang turun tangan Sembari tertawa panjang, ketua pusat Tian-te hwe bergerak bangun sekaligus meluncurkan tangan kanannya, Apabila tamu tak diundang itu berhasil melepaskan diri dari serangan Ci Tiong, maka kali ini dia tidak dapat mengelakkan cekalan Tan Kin-lam pada kakinya .
Dia merasa kakinya tercengkeram kuat seperti dililit oleh rantai besi .
Tapi dia tidak takut, dia malah tertawa panjang sambil mengirimkan sebuah tendangan ke arah orang yang mencekal kakinya itu .
Hebat sekali tendangan itu, arahnya pun ke muka orang! Tapi Tan Kin-lam bisa menyelamatkan dirinya, Tangan kirinya dengan gerakan cepat menyambar sebuah meja kecil yang kemudian digunakan untuk menangkis, Brakkkk! Rusakiah meja kecil itu yang mana kemudian menjadi potongan-potongan kecil .
Setelah itu, tangan kanan ketua pusat Tian-te hwe itu, yang tetap memegang kaki orang, digerakkan ke kanan kemudian dihentakkan ke belakang sehingga orang itu menjadi limbung lalu terbanting di atas lantai .
Tapi, ilmu orang itu ternyata lihay sekali, Tidak menunggu sampai tubuhnya menyentuh tanah, tiba-tiba dia mencelat bangun dan terus melesat dengan kecepatan seperti terbang untuk melayang terus ke belakang dan akhirnya berdiri tegak dengan punggung menyandar pada tembok .
Untuk sesaat, Hong Ci-tiong dan tiga orang lainnya langsung tertegun Tangan mereka masing-masing menggenggam secarik kecil dari pakaian tamu tak diundang itu! Menyaksikan kejadian itu, para hadirin yang lain segera bersorak memuji, bahkan Liu Tay-hong pun tidak mau ketinggalan Gouw Lip-sin berdiri dengan perasaan jengah sekaligus kagum .
Kin Lam tertawa dan berkata .
"Tuan, kalau kau menganggap dirimu seorang sahabat, mengapa kau tidak duduk dan minum teh bersama?" Pemuda itu merangkapkan sepasang tangannya dan menjura dalam-dalam .
"Kebetulan aku memang ingin sekali minum teh!" katanya sambil berjalan menghampiri Dia memberi hormat sekali lagi kepada para hadirin, kemudian duduk di kursi paling bawah .
Orang-orang yang hadir dalam ruangan itu ma sih memperhatikannya lekat-lekat Apabila merek tidak menyaksikan kepandaian pemuda itu denga mata kepala sendiri, sudah pasti mereka akan menduganya sebagai seorang pelajar yang lemah, Kin Lam tertawa .
"Harap Tuan jangan terlalu merendah," katanya .
"Jangan bersikap sungkan, silahkan duduk di kursi utama!" Sastrawan itu mengibaskan tangannya .
"Cayhe (aku yang rendah) tidak berani," sahutnya, "Dapat duduk bersama para orang-orang gagah dari dunia kangouw saja, sudah merupakan sebuah kebanggaan bagiku, Untuk apa aku dudu di atas" Tan Cong tocu, barusan Cong tocu menanyakan nama dan sheku dan aku belum menjawab nya, maafkan kelakuanku yang kurang sopan .
ak yang rendah she Lie sedangkan namaku Si Hoa." Baik Tan Kin-lam ataupun Liu Tay-hong belum pernah mendengar nama itu .
Apalagi hadirin yan usianya lebih muda .
Karena itu, mereka menyangka jangan-jangan yang dikatakannya nama palsu .
"Maaf, aku merasa malu, Pendengaranku berkurang sekali sehingga aku belum pernah mendengar she dan nama tuan yang mulia!" Anak muda itu tertawa .
"Orang bilang, ketua pusat Tian-te hwe pandai bergaul dan memperlakukan siapa pun dengan baik, ternyata berita itu bukan cerita bohong, Misalnya setelah mendengar namaku barusan, Cong tocu memberikan pujian setinggi langit, pasti aku akan memandang rendah dirimu meskipun aku tidak akan mengatakannya secara terus terang, Aku adalah orang yang baru menginjakkan kaki keluar gubuk, aku sendiri tidak menghargai diri ini, bagaimana aku dapat mengharapkannya dari orang lain?" Selesai berkata, dia pun tertawa terbahak-bahak .
Kin Lam tersenyum .
"Saudara Lie, pertemuan ini membuat hatiku senang sekali," katanya, "Kau tahu, pertemuan ini juga bisa membuat namamu terangkat ke atas, karena itu, nanti kau bisa buktikan sendiri, setiap bertemu dengan orang, mereka akan menyatakan kekagumannya!" Memang benar apa yang dikatakan Tan Kin-lam .
Sebab sudah pasti orang-orang dari Bhok onghu dan anggota Tian-te hwe akan memujinya, Orang yang tergolong jago kelas satu sebanyak empat orang saja tidak dapat menandinginya, jangan kata meringkusnya .