Baru sekarang Tan Kin-Iam mengerti duduk persoalannya dan dia menjadi senang sekali, Tentu saja thay-kam yang dimaksudkan adalah muridnya sendiri dan hal ini tidak diketahui oleh pihak Bhok onghu .
"Bhok Siau ongya, Liu loyacu dan Gouw toako, kalian bertiga terlalu sungkan," katanya sambil tertawa .
"Pihak Bhok onghu dengan perkumpula Tian-te hwe kami ibarat tangan dan kaki dari sesosok tubuh, Karenanya, kalau orang sendiri memerlukan bantuan, sudah seharusnya kami mengulurkan tangan, janganlah Siau ongya rnenyebut-nyebut tentang budi pertolongan Hiocu Wi Siau-Po adalah muridku yang rendah, dia masih sangat muda dan belum mengerti apa-apa, tidak pantas menerima penghargaan Siau ongya yang demikian tinggi." berkata sampai di sini .
Tan Kin-lam berpikir "Siau Po bekerja dalam istana untuk mencari tahu tentang rahasia pemerintah sekarang ia telah melakukan pekerjaan ini, pasti rahasianya akan diketahui oleh orang-orang dunia kangouw, Karena itu, kalau hal ini dirahasiakan pula kepada pihak Bhok onghu, tentu kelak akan timbul kesan yang buruk." Ketika tuan rumah masih berpikir, Gouw Lip-sin berkata: "Kami ingin sekali bertemu dengan Wi hiocu agar kami dapat mengucapkan terima kasih secara langsung!" Kin Lam tertawa .
"Kita semua merupakan sahabat baik, walaupun di balik semua ini ada terselip rahasia yang maha besar dan maha penting, tapi tidak dapat aku menyembunyikannya dari kalian, Gouw toako, thay-kam dalam istana adalah muridku sendiri, Wi Siau-po... .
Siau Po, lekas kau temui para cianpwe ini!" Tentu saja kata-katanya yang terakhir ditujukan kepada sang murid .
"lya," sahut Siau Po yang mendekam di balik dinding, Dia segera muncul kembali memberi hormat kepada Bhok Kiam-seng beserta rombongannya .
Kiam Seng, Liu Tay-hong dan Gouw Lip-si langsung bangkit Mereka merasa heran sekali Ketika membalas hormat, mereka menatap Siau Po lekat-lekat .
Hal ini benarbenar di luar dugaan mereka, Hiocu dari Tian-te hwe menyelundup ke dalam istana kerajaan Ceng dan bekerja sebaga thay-kam .
Malah usianya masih begitu muda, Bagai mana seorang bocah yang masih begitu kecil dapat menjalankan tugas yang demikian hebat dan dapat pula yang menolong jiwa Gouw Lip-sin bertiga! Siau Po tertawa manis ketika berhadapan dengan Gouw Lip-sin .
"Gouw loyacu, harap kau sudi memaafkan .
Selama di istana, boanpwe sudah mendustai loyacu sekalian, boanpwe tidak menyebutkan nama boanpwe yang sebenarnya." Gouw Lip-sin mengerti .
"Hiocu berada di tempat yang berbahaya, sudah selayaknya hiocu harus bersikap hati-hati," katanya "Mula-mula aku juga sudah berkata kepada muridku Go Piu tentang kau yang masih begitu muda .
Aku heran dengan kecerdasanmu hatimu pun sangat mulia, Kami menganggap kau seorang yang luar biasa sekali .
Kami penasaran mengapa dalam istana kerajaan Ceng ada seorang thay-kam seperti dirimu .
Siapa sangka kau justru hiocu dari Tian-te hwe .
Namun sekarang aku tidak merasa heran lagi." Gouw Lip-sin mengacungkan jempolnya memuji Siau Po .
Gouw Lip-sin adalah sute atau adik seperguruan Liu Tay-hong .
Dalam dunia kangouw, namanya juga cukup tersohor Karena itu pujiannya bukan pujian kosong, Hati Tan Kin-lam senang bukan main melihat Siau Po, muridnya demikian dihargai .
Tapi dia tidak menunjukkannya di luar, Di mulut dia hanya berkata: "Saudara Gouw, jangan terlalu memuji muridku yang bodoh ini, nanti dia jadi besar kepala!" Liu Tay-hong pun tertawa, Dia mendongakkan kepalanya dan berkata .
"Tan Cong tocu, kau seorang diri saja sudah sanggup merebut seluruh kedudukan dalam dunia kangouw, ilmu silatmu lihay sekali Namamu pun terkenal di mana-mana, rupanya itu masih belum seberapa, Setelah berhasil membangun Tian-te hwe dengan jumlah anggota yang besar, sekarang kau juga mempunyai murid yang usianya begini muda, namun keberanian dan kecerdikannya benar-benar luar biasa, Dia membawa kecemerlangan pada wajahmu!" Kin Lam merangkapkan sepasang tangannya dan menjura kepada Liu Tay-hong .
"Liu loyacu, pujianmu padaku juga terlalu tinggi," sahutnya .
"Nanti aku bisa jadi bangga tidak karuan!" "Tapi, Tan Cong tocu, aku si tua she Liu ini memang biasa berterus terang!" kata Liu Tay-hong .
"Orang yang pantas dihormati seperti dirimu, aku rasa jumlahnya tidak banyak, Kau benar-benar membuatku kagum!" Cong tocu, apabila kita berhasill mengusir bangsa Tatcu dan Cu Ngo taycu kita naik di atas tahta kerajaan, kauluh orang yang paling cocok menjadi perdana menterinya!" Kin Lam tersenyum .
"Aku yang rendah kurang bijaksana juga tidak mempunyai kepandaian apa-apa, mana berani aku menerima kedudukan yang begitu tinggi?" sahutnya .
Tepat pada saat itu Cian laopan ikut memberikan pendapat nya .
"Liu loyacu, kalau bangsa Tatcu sudah berhasil diusir dan Cu Sam taycu sudah naik tahta untuki membangun kembali kerajaan Beng kita yang maha besar, Untuk kedudukan Jenderal besar Peng Maj taygoanswe, kami pasti akan mengangkatmu!" Liu Tay-hong membuka matanya lebar-Iebar dan menatap Cian Laopan dengan tatapan tajam .
"A.. .
pa yang kau katakan?" tanyanya, "Siapa iti Cu Sam taycu?" Laopan segera menjelaskan "Setelah Sri Baginda Liong Bu wafat dengan mengorbankan diri demi negara, yang tinggal hanya Cu Sam taycu seorang, Beliau sekarang berada di Taiwan, Kalau kelak di kemudian hari kita berhasil merampas kembali negara ini, otomatis Cu Sam tayculah yang bakal menjadi raja!" Liu Tay-hong langsung berjingkrak bangun mendengar kata-katanya .
"Tian-te hwe sudah menolong adik seperguruanku beserta muridnya, Untuk ini kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur Tetapi, meskipun demikian, urusan raja kita nanti, tidak dapat kita biarkan begitu saja .
Cian laote, orang yang akan menjadi junjungan kita nanti adalah Cu Ngo taycu! Sri Baginda Eng Lok adalah raja yang sah, dialah turunan sejati dari kerajaan Beng yang Maha Agung! Seluruh dunia telah mengetahuinya .
Karena itu janganlah kau sembarangan bicara!" Tempo hari perselisihan yang terjadi antara kedua saudara Pek dan Ci Tian-coan juga disebabkan masalah yang sama .
Memang ada dua putera mahkota keturunan kaisar dinasti Beng .
Pihak The-seng kong di Taiwan dan Tian-te hwe menjunjung Tong ong, sedangkan pihak Bhok onghu memihak pada Kui ong, Memang negara sudah dirampas oleh kerajaan Ceng .
seharusnya kedua belah pihak bersatu untuk merebut kembali tanah Tionggoan, tapi perselisihan sudah berlangsung sekian lama dan masih belum bisa diselesaikan juga .
Tan Kin-Iam gagah dan pintar Dia memaklumi keadaan yang terbentang di depannya dan dia juga dapat mengendalikan dirinya .
Sekarang saatnya mereka harus bersatu, perselisihan harus dikesampingkan dahulu, Biarlah sang waktu yang akan memastikan apakah Tong ong atau Kui ong yang akan menjadi raja kelak, karena itu dia segera tertawa lebar dan berkata, "Liu loyacu, harap jangan marah dulu, Soal siapa keturunan yang sah dari Kerajaan Beng tentu memerlukan waktu dan sekarang belum tiba saatnya untuk membicarakan .
Di detik ini, marilah kita duduk bersantap! Mana pelayan" Lekas sajikan barang hidangan! kami hendak berpesta, minum sepuasnya! Asal kita dapat bersatu hati dan bekerja sama untuk mengusir bangsa penjajah, kelak kemudian semuanya bisa dirundingkan!" "Tan Cong tocu, aku merasa kata-kata Cong tocu itu keliru sekali." Bhok Kiam-seng ikut bicara .
"Kalau nama kurang tepat, maka kata-kata pun tidak lurus, dan kalau katakata tidak lurus, usaha tidak akan berhasil .
Kami menunjang Cu Ngo taycu, tidak sedikit pun kami mengharapkan pangkat atau bagian Apabila Cong tocu sudah mengetahui bahwa ini adalah kehendak Thian yang Maha kuasa dan bersedia demi Cu Ngo taycu, maka kami dari keluarga Bhok, baik atasan maupun bawahan bersedia menjadi pesuruh bagi Tan Cong tocu, tugas apa pun tidak akan kami tolak!" Tan Kin-lam tersenyum .
Dia menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan .
"Di langit tidak ada dua matahari, di dunia pun tidak ada dua raja yang memimpin," katanya, "Bukankah Cu Sam taycu masih sehat wal'afiat dan jumlah penduduknya terdiri dari laksaan jiwa dan siap menunjangnya apabila waktunya telah tiba nanti?" Dalam urusan ini, Liu Tay-hong paling keras kepala, Dia tetap berkeras dengan pendiriannya .
"Tan Cong tocu menyebut-nyebut jumlah tentara yang ada laksaan jiwa, apakah dengan demikian Tan Cong tocu ingin mengatakan bahwa pihak kalian akan meraih kemenangan dengan mengandalkan orang banyak" Apakah dengan demikian Tang Cong tocu bermaksud menghina kami" Satu hal yang perlu kau ketahui, rakyat di seluruh negeri yang jumlahnya lebih dari ribuan laksa jiwa semua mengetahui perihal Sri Baginda Eng Lok yang telah mengorbankan jiwa di Birma, sedangkan beliaulah raja terakhir dinasti Beng! Karena itu, kalau kita tidak memilih anak cucunya yang memegang tampuk pemerintahan kelak, mana mungkin rakyat akan menghormatinya " Bukankah dengan demikian kalian juga seharusnya merasa iba terhadap raja kita yang wafat secara kecewa?" Mengucapkan kata-katanya yang terakhir, suara Tay Hong jadi tidak jelas, Dia merasa terharu sekali .
Sebetulnya kedatangan Tan Kin-lam di kotaraja ini justru karena mendengar perselisihan antara Tian-te hwe dan pihak Bhok onghu yang menunjang junjungan masing-masing .