"Orang she Ci itu tubuhnya bungkuk, bukan lain dari Patjiu Wan kau Ci Tian-coan yang belum lama ini diculik orang, wajahnya kuning dan pucat, menandakan kesehatannya belum pulih sekali .
Yan penting dia sudah bebas dari ancaman maut .
Semua orang Tian-te hwe langsung mengerumuninya untuk memberi hormat dan menanyakan keadaannya .
"Ci suhu, mari duduk sini!" ajak Kiam Seng sambil menunjuk kursi yang masih kosong tadi, Ci Tian-coan menghampiri Wi Siau-po dan menjura dalam-dalam kepadanya, "Apakah Wi hiocu baik-baik saja?" Siau Po membalas hormat .
"Ci samko, semoga kau juga baik-baik saja!" katanya, "Bagaimana dengan usaha obat koyomu" Apakah banyak kemajuan?" Ci Tian-coan menarik nafas panjang .
"Aku tidak berdagang lagi," sahutnya gundah, "Sebawahanmu ini telah diculik oleh begundalnya Go Sam-kui .
Hampir saja nyawa ini melayang .
untung ada Bhok Siau ongya dan Liu Loenghiong yang datang memberikan pertolonganku .
Mendengar keterangannya, orang-orang Tian-te hwe langsung tertegun, "Oh, Ci samko, rupanya hari itu kau diserbu orangnya pengkhianat bangsa Go Samkui itu..." seru Hoan Kong .
"Benar! Rombongan pengkhianat itu menyerbu toko obatku dan menawan aku," kata Tian Coan memberikan keterangan lebih jauh, "Yo It-hong si anjing buduk itu mencaci maki aku dengan serabutan dan mulutku juga ditempel dengan koyo, katanya biar aku si kunyuk tua mati kelaparan!" Mendengar disebutnya nama Yo It-kong, Hoan Kong dan yang lainnya tidak sangsi lagi bahwa perbuatan itu dilakukan oleh begundalnya Go Sam-kui .
Mereka langsung menghadap Sou Kong dan Pek Han-hong untuk menyatakan maaf .
"Kami mohon maaf atas kelancangan kami yang sembarang menuduh kemarin ini! Kenyataannya kalian demikian baik hati .
Kami pihak Tian-te hwe sangat bersyukur karenanya!" Tidak apa-apa," sahut Sou Kong, "Kami tidak berani menerima pernyataan maaf kalian, Kami hanya bekerja atas perintah Siau ongya dan kami tidak berani menyebut diri kami telah berjasa dalam hal ini." Suara Han Hong terdengar tawar, Hal ini membuktikan dia sendiri tidak puas menolong Ci Tian-coan, Rupanya dia masih ingat kematian saudaranya, Pek Hansiong .
"Siau ongya cerdas sekali," pikir Siau Po dalam hatinya, Dia sudah mengerti duduknya persoalan Ci Tian-coan yang menyebabkan kesalahpahaman dengan pihak Bhok ongya, "Aku telah menahan adik perempuannya, sekarang dia menolong Ci samko .
Apakah dia mempunyai maksud tertentu agar aku melepaskan adiknya" sementara ini, biarlah aku pura-pura tidak tahu, biar aku lihat dulu perkembangannya..!" Karena itu, dia hanya berdiam diri, Ketika itu para pelayan, mulai menyuguhkan arak dan hidangan, Kiam Seng mempersilahkan para tamu untuk mulai bersantap .
Pihak Tian-te hwe menerima baik serta mengucapkan terima kasih .
Mereka langsung minum dan bersantap tanpa ragu-ragu lagi, Apalagi di sana ada Tian Coan dan Liu Tay-hong, tidak mungkin mereka berniat buruk .
Setelah minum tiga cawan, Liu Tay-hong mengelus kumis dan janggutnya, Kemudian terdengar dia bertanya .
"Para laote sekalian, siapakah yang menjadi pemimpin kalian di kotaraja ini?" "Di kotaraja ini," sahut Hoan Kong .
"Orang kami yang paling tinggi kedudukannya ialah Wi hiocu!" "Bagus!" kata Liu Tay-hong .
Dia meneguk araknya kembali "Sekarang aku ingin tahu, apakah Wi hiocu dapat bertanggung jawab dalam urusan perselisihan yang terjadi antara pihak Tian-te hwe dengan kami?" Siau Po belum paham apa maksud pihak Bhok ong-ya, karena itu dia segera mendahului menjawab .
"Lopek, kalau kau hendak membicarakan sesuatu, utarakanlah langsung! Aku, Wi Siau-po, bahkan masih kecil, kalau urusan kecil aku bisa bertanggung jawab, tapi kalau urusan besar, aku tidak sanggup memikulnya!" Mendengar kata-kata Siau Po, kedua pihak sama-sama terkejut Mereka mengerutkan alisnya sambil berpikir .
"Cara omong bocah ini benar-benar serampangan! Sudah tentu dia ingin mengingkari kebaikan orang, ucapannya tidak seperti orang gagah!" Terdengar Liu Tay-hong berkata lagi .
"Kalau kau tidak bisa bertanggung jawab, urusan ini tidak dapat diselesaikan Oleh karena itu, laote, harap kau sampaikan kata-kataku kepada gurumu, Tan congtocu, Supaya gurumu itu yang datang sendiri untuk membereskannya!" "Untuk urusan apakah Lopek ingin bicara dengan guruku?" tanya Siau Po .
"Tapi, baiklah, Lopek tulis saja sepucuk surat, nanti kami menyuruh orang menyampaikannya." Orang tua she Liu itu tertawa datar .
"Kau ingin tahu apa urusannya?" tanyanya menegaskan, "Urusan kematian saudara Pek Han-siong di tangan Ci samya! Bagaimana urusan ini harus diselesaikan" Dalam hal ini, kami ingin meminta pendapat Tan congtocu, itulah maksud kami mengundangnya!" Mendengar sampai disini, Ci Tian Coan langsung berdiri .
"Bhok siau ongya dan Liu Loenghiong," katanya dengan suara gagah .
"Kalian telah menolong aku dari tangannya si pengkhianat bangsa .
Dengan demikian aku terbebas dari siksaan, Bagiku, hal ini membuat aku bersyukur dan berterima kasih sebanyakbanyaknya, Mengenai urusannya Pek taihiap, dia terbinasa di tanganku, Dalam hal ini, aku bersedia mengganti satu jiwa dengan satu jiwa pula .
Aku bersedia menyerahkan jiwa tuaku ini, karena itu, aku minta Siau ongya dan Liu loenghiong jangan menyulitkan Wi hiocu dan Tan cong-tocu kami .
Saudara Hoan, pinjamkanlah golokmu padaku!" dia mengulurkan tangannya untuk menyambut golok Hong Kong .
Rupanya Ci Tian-coan ingin membunuh diri untuk menyelesaikan urusan ini .
"Tahan!" cegah Wi Siau-po .
"Ci samko, sabarlah! Kau duduklah dulu! jangan samko emosi, Kau toh sudah berusia lanjut, mengapa pikiranmu begitu pendek" Aku menjadi hiocu Ceng-bok tong dari perkumpulan Tian-te hwe, bukan" Kalau kau tidak mendengar kata-kataku, berarti kau melanggar perintah dan kau tidak menghormati aku sebagai ketuamu!" Orang-orang Tian-te hwe paling takut mendengar kata "tidak mendengar perintah!" Tidak terkecuali Ci Tian-coan yang sudah berusia lanjut itu, Bergegas dia menjura kepada Siau Po dan berkata, "Ci Tian-coan sadar atas dosanya, sekarang Tian Coan akan mendengar perintah hiocu!" Siau Po merasa puas .
Terdengar dia berkata .
"Pek tayhiap sudah menutup mata, seandainya Ci samko mengganti dengan selembar jiwanya, Pek tayhiap tetap tidak akan hidup kembali .
Karena itu, kalau kita bicara soal ganti mengganti urusan ini tetap saja tidak dapat diselesaikan!" Pandangan semua orang segera beralih kepada Siau Po .
Kata-katanya sungguh luar biasa, Mereka ingin tahu apa lagi yang akan dikatakannya, "Mungkinkah nanti dia mengoceh tidak karuan?" Tentu saja pihak Tian-te hwe yang paling mengkhawatirkan hal ini, Malah ada seseorang yang berkata dengan suara lirih: "Nama Tian-te he dalam dunia kangouw sudah terkenal sekali .
Tidak sepantasnya hancur di tangan hiocu cilik yang belum tahu apa-apa ini .
Kalau dia mengoceh sembarangan, kelak di kemudian hari, kita tentu tidak mempunyai muka lagi untuk bertemu dengan orang lain!" Siau Po seakan tidak memperdulikan sikap para hadirin ataupun rekan-rekannya yang menatap kepadanya dengan pandangan cemas, Dia melanjutkan kata-katanya, kali ini kepada Bhok Kiam Seng .
"Siau ongya," demikian katanya, "Kali ini Sia ongya datang ke kotaraja dari Inlam yang jauh berapa orangkah yang Siau ong-ya bawa" Apakah semuanya sudah hadir di sini" Bukankah masih ada kurang beberapa orang?" Kiam Seng merasa heran mendengar kata-ka si bocah .
"Hm!" Dia mendengus dingin, "Wi hiocu, apa maksud kata-katamu barusan?" "Tidak banyak artinya, Siau ong-ya," sahut bocah cilik seenaknya .
"Jiwa Siau ongya san berharga, lain dengan jiwaku, Wi Siau-po yang tidak ada artinya ini, Karena jiwa Siau ongya sangat berharga, berbahaya sekali kalau Siau ongya mebawa orang yang terlalu sedikit untuk melindungimu .
Bagaimana kalau kurang waspada, Siau ongya ditawan oleh penjahat bangsa Tatcu" Bukankah hal ini akan menjadi kerugian besar dan sama sekali tidak boleh terjadi?"
Bhok Kiam-Seng menatap bocah di depannya dengan pandangan tajam, Alisnya menjungkit ke atas, "Kawanan anjing bangsa Tatcu hendak menawan aku?" tanyanya dengan nada sinis .
Tidak semudah apa yang kau katakan, Wi hiocu!" Siau Po tertawa .
"Memang ilmu silat Siau ongya tinggi sekali," katanya, "Di seluruh negeri ini, mungkin sulit lagi dicari tandingannya, jarang sekali ada orang yang sanggup melawan Siau ongya .
Mungkin bangsa Tatcu tidak sanggup menawan Siau ongya, tapi bagaimana dengan orang lainnya" Anggota lain dari Bhok onghu maupun sahabat-sahabat Siau ongya belum tentu selihay Siau ongya sendiri Nah, bagaimana kalau di antara mereka ada yang terjatuh ke tangan bangsa Tatcu" Bukankah kejadian itu akan membawa kesusahan dalam hati Siau ong-ya?" Wajah si pangeran muda itu langsung berubah hebat .
Dia pasti tidak merasa puas .
"Wi hiocu!" bentaknya dengan suara keras "Apakah hiocu sedang menyindiri aku?" "Tidak, Siau ongya, Sekali-sekali tidak!" sahu Siau Po tenang, "Bukan begitu maksudku, seumurku ini, aku sudah sering dihina orang, tetap aku sendiri tidak pernah menghina siapa pun Orang telah mencekal lenganku Nah, lihatlah sendiri buktinya, Ketika itu aku benar-benar kesakitan sehingga seperti mengalami kematian lalu hidup kembali, itulah akibat perbuatan Pek jihiap yang tenaga dalamnya tidak ada tandingannya .
Lebih-lebih dua jurus Heng-sau Ciang kun da Kao-san Liu Sui yang hebat luar biasa! Kala kedua jurus ini dipakai untuk menolong sahabat kalian, tentu sangat tepat dan akan berhasil dengan baik .
Apalagi kalau dipakai untuk menyambar sesuatu, misalnya kambing atau kerbau, tentu lebih berhasil lagi!" Wajah Pek Han-hong menjadi merah padam .
Dia merasa malu sekaligus mendongkol .
Hamp saja dia mengumbar hawa amarahnya, tetapi untunglah dia masih bisa mengendalikan diri .