Dengan demikian kata-kataku disertai bukti." Eng Him senang sekali mendengar ucapan Siau Po .
Dia yakin cara itu memang bagus sekali .
"Pemikiran kongkong ini baik sekali!" pujinya, "Mengenai ilmu silat, kepandaian aku yang rendah masih terbatas, Karena itu, biarlah Pi cit tanyakan dulu kepada orangorangku, silahkan kongkong duduk menunggu, sebentar Pi cit akan kembali lagi!" Go Eng-him memberi hormat kemudian masuk ke dalam, Tidak lama kemudian, dia sudah muncul kembali bersama salah satu orangnya, yakni Yo Ek-ci, orang yang kemarin dibantu Siau Po untuk memenangkan perjudian sebanyak seribu enam ratus tail .
Ek Ci mengenali thay-kam cilik ini .
Cepat-cepat dia memberi hormat .
wajahnya tampak kelam .
Mungkin Eng Him sudah memberitahukan maksud kedatangan si thaykam cilik sebagai utusan raja ini .
Siau Po tertawa dan berkata .
"Yo toako, jangan khawatir! Tadi malam kau berjudi di istana Kong Cin ong, tidak sedikit orang yang melihatmu Tidak mungkin kau disangka sebagai penyerbu gelap di istana!" "ltu memang benar! Tapi aku takut ada orang jahat yang ingin memfitnahku," kata Ek Ci .
Di adalah kepala pengawal Go Eng-him, karenanya dia juga bertanggung jawab atas para bawahannya, "Aku khawatir ada orang yang mengatur cerita burung bahwa sengaja Go sicu mengajak aku ke istana Kong Cin ong, tetapi di belakangnya aku justru telah mengatur penyerbuan ke istana raja...." "Iya... .
Kekhawatiranmu memang beralasan juga." kata Siau Po .
"Kongkong, kaulah yang dapat menolong kami." kata Ek ci kemudian, "Menurut Go sicu, kongkong sudah memberi penjelasan kepada Sri Baginda tentang bebasnya kami dari sangkaan, Kami benar-benar berterima kasih atas kebaikan kongkong, Musuh Peng Si ong banyak sekali, Pihak-pihak itu juga mempunyai aneka ragam ilmu silat yang berlainan namun ilmu keluarga Bhok istimewa serta mudah dikenali..." "Aih! Sayang sekali!" kata Siau Po yang cerdik, Sayang di sini tidak ada orang keluarga Bhok, kalau tidak, kita dapat memintanya menjalankan beberapa jurus ilmu keluarga itu!" "llmu tangan kosong dan ilmu pedang keluarga Bhok sangat terkenal dan sudah tersiar luas di wilayah Inlam," kata Ek Ci .
"Karena itu, hamba ingat beberapa jurus di antaranya, kalau kongkong suka, hamba akan berusaha menjalankannya, kawanan penyerbu itu datang membawa golok serta pedang, Bagaimana kalau hamba tunjukkan beberapa jurus ilmu pedang Keng Hong kiam?" Siau Po memperlihatkan mimik gembira .
"Bagus sekali kalau Yo toako mengenal ilmu silat keluarga Bhok, Aku tidak mengerti ilmu pedang dan untuk mempelajarinya juga memerlukan waktu yang cukup lama, sebaiknya kau mainkan jurus tangan kosong saja, nanti aku akan mencobanya." "Kongkong telah berhasil membekuk Go Pay, nama kongkong terkenal di empat penjuru dunia!" kata Ek Ci .
"Aku yakin ilmu silat kongkong pasti lihay sekali, Kongkong, mana yang aku tidak paham,harap Kongkong sudi memberikan petunjuk!" Yo Ek-ci segera menuju tengah ruangan dan mulai bersilat dengan perlahan .
Maksudnya agar si thay-kam cilik dapat melihat dengan jelas .
Ilmu silat keluarga Bhok memang terkenal sejak dua ratus tahun yang lalu, itulah sebabnya, meskipun belum lancar sekali, tapi Yo Ek-ci mengenalnya dan dapat menjalankan nya dengan baik, Pada dasarnya dia memang lihay, Banyak sudah dia mendengar dan mengalami sendiri, pengetahuan nya pun luas sekali .
"Sungguh bagus!" kata Siau Po memuji ketika melihat Ek Ci menjalankan jurus "Heng-sau cian kun" Begitu pun ketika orang itu menjalankan juru Kao-san Liu Sui .
"Bagus sekali!" pujinya sekali lagi ketika Ek Ci berhenti menunjukkan permainannya, "Dalam waktu yang sesingkat ini, aku tidak dapat mempelajari semuanya sekaligus .
Karena itu, di depan Sri Baginda nanti, aku akan menunjukkan dua jurus itu saja, Dengan demikian Sri Baginda bisa menanyakan kepada para siwi, apakah mereka mengenal jurus tersebut .
Coba kau katakan, apakah kau tahu asal-usuI kedua jurus tadi?" Selesai berkata, Siau Po pun segera menjalan kan kembali kedua jurus Heng-sau Ciang kun da Kao-san Liu Sui tersebut .
"Bagus! Kongkong bagus sekali!" seru Ek memuji "Kongkong dapat menjalankan kedua jurus tadi dengan baik sekali! Setiap ahli silat tentu akan mengenalnya, Kongkong memang cerdas sekali, Dengan sekali lihat saja kongkong dapat mengikutinya .
Kongkong, dengan demikian keluarga Go pasti luput dari ancaman bahaya!" Go Eng-him berulang kali menjura kepada Siau Po seraya berkata .
"Kongkong, keluarga Go yang terdiri dari seratus jiwa lebih semuanya mengandalkan pertolongan kongkong untuk menyelamatkannya!" Mendengar ucapan Go Eng-him, Siau Po berpikir dalam hati .
"Keluarga Go ibarat mempunyai gunung emas dan bukit permata, Dengannya aku tidak perlu membicarakan harga!" Dia pun menganggukkan kepalanya dan berkata, "Bukankah kita adalah sahabat sejati" Siau ongya, jangan bicara soal budi pertolongan Dengan berkata demikian, kau menganggap aku seperti orang luar saja, Lagipula, Siau ongya, aku memang berusaha menoIongmu, tapi berhasil atau tidaknya toh masih belum ketahuan!" "Baiklah, kongkong, Aku mengerti..." kata Eng Him .
Siau Po berdiri, dia mengambil bungkusaan berisi senjata dan pakaian dalam tadi, Diam-diam dia berpikir .
"Barang-barang ini untuk sementara tidak boleh aku serahkan kepadanya." Kemudian dia pun bertanya, "Sri Baginda, juga berpesan agar aku bertanya kepadamu, bukankah dari sekian pembesar Inlam ada seorang yang bernama Yo It-kong?" Go Eng-him tertegun saking herannya .
"Yo It-kong adalah seorang pembesar yang pangkatnya masih rendah," pikirnya dalam hati .
Di memang datang ke kotaraja, tapi belum sempat menghadap Sri Baginda, mengapa Sri Baginda bisa mengetahui tentang dirinya?" Tapi secepatnya di menjawab: "Yo It-kong adalah seorang camat yang baru diangkat untuk kecamatan Kiokceng di Inlam sekarang dia memang ada di kotaraja menunggu kesempatan untuk bertemu dengan Sri Baginda," "Sri Baginda menyuruh aku menanyakan Sia ongya tentang orang itu," kata Siau Po .
"Beberap hari yang lalu Yo It-kong telah berbuat sewenang-wenang dalam sebuah rumah makan di kotaraja ini, dia membiarkan para pengikutnya menghajar orang .
Sri Baginda ingin tahu apakah tabiatnya sekarang sudah berubah atau belum?" Mendengar pertanyaan itu, Go Eng-him terkejut setengah mati .
Yo It-kong mendapat pangkat camat karena menyogok uang sebanyak empat laksa tail kepada Go Sam-kui .
Dari jumlah itu, Go En him sendiri menarik sebanyak tiga ribu tail .
Ini yang membuatnya terperanjat, cepat-cepat menjawab .
"Nanti Pi cit memberikan pelajaran kepadanya!" kemudian dia menoleh kepada Yo Ek-ci dan berkata, "Kau segera perintahkan orang memanggil Yo It-kong .
Pertamatama, hajar dia dengan rotan sebanyak lima puluh kali!" Setelah itu dia berkata lagi kepada Siau Po .
"Kongkong, tolong laporkan kepada Sri Baginda bahwa Go Sam-kui kurang teliti dalam memilih pejabat .
Karena itu Go Sam-kui minta maaf dan bersedia diturunkan pangkatnya! Tentang Yo It-kong dia akan segera dipecat dan untuk selamalamanya tidak akan terpilih kembali .
Sebagai penggantinya akan diminta Lie Pou tayjin memilih orang yang cakap!" Siau Po tertawa .
"Ah, dia tidak perlu dihukum demikian berat!" "Tapi Yo It-kong sungguh lancang dan nyalinya besar sekali, perbuatannya ini sampai diketahui Sri Baginda," kta Go Eng-him .
"Sebenarnya hukuman itu malah terlalu ringan, seharusnya dia mendapatkan hukuman kematian .
Nah, Yo Ek-ci, hajar lah dia yang keras!" "Baik, Siau ongya!" sahut Yo Ek-ci .
Siau Po tertawa .
"Aku rasa jiwa orang she Yo itu bisa tidak ketolongan," pikirnya dalam hati, Kemudian dia berkata kepada Go Eng-him: "Baiklah, Siau ongya, sekarang juga aku hendak kembali ke istana untuk memberikan laporan kepada Sri Baginda, Terutama aku harus melatih dulu kedua jurus Heng-sau ciang kun dan Kao-san Liu Sui itu!" Selesai berkata, thay-kam cilik itu memberi hormat kemudian membalikkan tubuhnya untuk berjalan pergi .
Go Eng-him mengiakan dan membalas penghormatannya, Kemudian dengan sigap dia mengeluarkan sebuah bungkusan besar dari balik pakaiannya dan dengan kedua tangannya dia angsurkan kepada Siau Po seraya berkata .
"Kui kongkong, budimu yang besar sulit Pi cit balas, Begitu pula kebaikan congkoan, So tayjin beserta beberapa siWi Tayjin .
Karena itu, Pi cit harap kongkong sudi membantu bicara dengan mereka dan sekalian tolong sampaikan bingkisan Pi cit yang tidak berharga ini .
Kalau nanti Sri Baginda menanyakan apa-apa kepada kongkong, harap mereka sudi membantu kongkong bicara sehingga dapat mencuci rasa penasaran ayah Pi cit!" Siau Po menyambut bungkusan itu yang berupa uang, Sembari tertawa dia berkata .
"Siau ongya hendak meminta bantuanku, boleh saja!" Sudah satu tahun lebih Siau Po berdiam dalam istana, Meskipun usianya masih muda, tapi di sudah mengerti banyak cara bicaranya seorang thay-kam dan dia dapat bersikap baik dalam hal ini Eng Him beserta Ek Ci mengantarkan Siau Po keluar Sikap mereka menghormat sekali .
Ketika Siau Po sudah berada di dalam joli, di mengeluarkan bungkusan yang diberikan Go Eng him .
Ketika dia membukanya, ternyata isinya uang kertas senilai sepuluh laksa tail .