Aku akan menyerangmu!
"Seng Hwee Sin Kun, terimakasih atas peringatanmu!" sahut Tio Bun Yang.
"Aku sudah siap menyambut seranganmul" "Bagusi Lihat serangan!" bentak Seng Hwee Sin Kun sambil menyerangnya.
Tio Bun Yang berkelit, kemudian berbisik kepada monyet hulu putih.
"Kauw heng, turunlah!" Monyet hulu putih langsung meloncat turun, sedangkan Seng Hwee Sin Kun mulai menyerang lagi.
Tio Bun Yang cepat-cepat berkelit menggunakan Kiu Kiong San Tian Pou (Ilmu Langkah Kilat), kemudian halas menyerang dengan ilmu Giok Siauw Bit Ciat Kang Khi (Ilmu Suling Kumata Pemusnah Kepandaian), mengeluarkan jurus San Pang Te Liak (Gunung Runtuh Bumi Retak).
"Ha ha ha!" Seng Hwee Sin Kun tertawa gelak.
'Bagus!
Engkau masih mampu menyerangl" Ketua Seng Hwee Kauw itu mengelak, sekaligus balas menyerang dengan ujung lengan jubahnya.
Tio Bun Yang tidak berkelit, melainkan menangkis serangan itu dengan jurus Hoan Thian uoan Te (Membalikkan Langit Memutarkan Bumi).
Blaml Terdengar suara benturan.
Seng Hwee Sin Kun berdiri tak bergeming di tempat, sedangkan Tio Bun Yang terpental beberapa langkah.
Dapat dibayangkan, betapa terkejutnya pemuda itu.
"Ha ha hal" Seng Hwee Sin Kun tertawa.
"Hebat juga engkau, mampu menangkis seranganku!
Nah, sambut lagi seranganku" Seng Hwee Sin Kun menyerangnya dengan sepasang telapak tangan.
Mendadak Tio Bun Yang bersiul panjang sambil menggerakkan sulingnya.
Seng Hwee Sin Kun tersentak ketika menyaksikan gerakan suling itu, karena tampak kacau balau dan membuat matanya berkunang-kunang.
Ternyata Tio Bun Yang menggunakan Cit Loan Kiam Hoat (Ilmu Pedang Pusing Tujuh Keliling), mengeluarkan jurus Ban Kiam Hui Thian (Selaksa Pedang Terbang Di Langit).
Tampak suling itu berkelebatan tidak karuan ke arah Ser.g Hwee Sin Kun.
"Haaah?" Bukan main terkejutnya Seng Hwee Sin Kun.
Ia segera meloncat ke belakang.
Akan tetapi, suling itu tetap berkelebatan menyerangnya, bahkan membuatnya pusing sekali.
Breeetl Jubah Seng Hwee Sin Kun telahi berlubang.
"Hiyaatl" teriaknya sambil mengibaskan lengan jubahnya, kemudian secepat kilat meloncat ke samping.
Akan tetapi, Tio Bun Yang terus menyerangnya, sehingga Seng Hwee Sin Kun kalang kabut menghindar ke sana ke mari.
"Kakak Bun Yang" seru Lie Ai Ling sambi bertepuk tangan.
"Terus serang dia, jangan membiarkan dia lolos!" Suara seruan itu membangkitkan kegusaran Seng Hwee Sin Kun.
Mendadak ia bersiul panjang sambil bersalto ke belakang secepat kilat.
Ketika melayang turun, sepasang matanya telah dipejamkan.
Tentunya membuat Tio Bun Yang terheran heran.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa terkekeh-kekeh.
"Coba serang aku lagi!" Tio Bun Yang mengerutkan kening.
Ia tidak tahu apa sebabnya Seng Hwee Sin Kun memejamkan sepasang matanya.
Kemudian ia mulai menyerang lagi menggunakan Cit Loan Kiam Hoat.
Akan tetapi, kali ini Seng Hwee Sin Kun dapat berkelit dengan mudah sekali, bahkan mampu balas menyerang.
Tio Bun Yang tersentak.
Kini ia sudah tahu bahwa Seng Hwee Sin Kun mengandalkan ketajaman pendengarannya.
Hal itu dikarenakan sepasang matanya berkunang-kunang dan merasa pusing menghadapi ilmu pedang tersebut, maka kini ia menghadapi ilmu pedang itu dengan mata dipejamkan.
Walau mata dipejamkan, namun Seng Hwee Sin Kun lebih dapat bergerak dengan gesit menghindari serangan-serangan yang dilancarkan Tio Bun Yang, bahkan balas menyerangnya.
Setelah pertarungan melewati belasan jurus, mendadak Seng Hwee Sin Kun bersiul panjangi dan berdiri diam.
Tio Bun Yang menyaksikannya.
Ia pun berhenti menyerang, namun memandangnya dengan penuh perhatian.
Berselang sesaat, wajah Tio B-uti Yang tampak berubah karena melihat sepasang telapak tangan Seng Hwee Sin Kun berubah agak kehijau-hijauan.
Pemuda itu tahu, bahwa Seng Hwee Sin Kun akan mengeluarkan ilmu andalannya.
Oleh karena itu, ia segera menyimpan sulingnya lalu menghimpun Kan Kun Taylo Sin Kang.
Tak seberapa lama kemudian, sepasang telapak tangan Seng Hwee Sin Kun mengeluarkan hawa yang panas sekali.
Betapa terkejutnya Siang Koan Goat Nio, Li AI Ling, Lu Hui San dan Ngo Tok Kauwcu menyaksikannya.
"Hati-hati Kakak Bun Yangl" seru Lie Ai Ling, tak tertahan.
Sementara itu, monyet bulu putih yang berdiri tak jauh dari tempat itu pun tampak tegang sekali Mendadak Seng Hwee Sin Kun membentak keras sambil menyerang Tio Bun Yang dengan Seng Hwee Ciang Hoat (Ilmu Pukulan Api Suci) mengeluarkan jurus Seng Hwee Sauh Thian (Api Suci Membakar Langit).
Sepasang telapak tangan Seng Hwee Sin Kun yang kehijauhijauan berkelebatan ke arah Tio Kun Yang.
Tak ada waktu bagi Tio Bun Yang untuk berkelit, maka terpaksa menangkis menggunakan Kan Kun Taylo Ciang Hoat (Ilmu Pukulan Alam Semesta), mengeluarkan jurus Kan Kun Taylo Bu Pien (Alam Semesta Tiada Batas).
Blaaam!
Kedua tenaga sakti itu beradu sehingga menimbulkan suara ledakan dahsyat.
Perlu diketahui, ilmu Kan Kun Taylo Sin Kang berfungsi untuk bertahan sekaligus membalikkan Iweekang pihak lawan, sedangkan pan Yok Hian lliian Sin Kang berfungsi melindungi diri.
Akan tetapi, terjadi suatu hal yang sungguh di luar dugaan.
Ternyata Kan Kun Taylo Sin Kang hanya mampu membalikkan sebagian kecil Seng Hwee Sin Kang itu, sebaliknya Seng Hwee Sin Kung tersebut malah dapat membobolkan pertahanan Kan Kun Taylo Sin Kang.
Maka, ketika terjadi benturan.
Seng Hwee Sin Kang pun menerobos menyerang Tio Bun Yang.
Itu membuat Tio Bun Yang terhuyung-huyung ke belakang beberapa langkah dengan wajah pucat pias, dan pakaiannya pun telah hangus.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa gelak.
"Giok Siauw Sin Hiap, hari ini engkau pasti pampus!
Ha ha ha.
" Seng Hwee Sin Kun mulai menyerangnya lagi.
kali ini Tio Bun Yang bergerak cepat menghindar menggunakan Kiu Kiong Sen Tian Pou (Ilmu Langkah Kilat).
Ia memang berhasil menghindar, namun Seng Hwee Sin Kun terus menyerangnya Tio Bun Yang kewalahan berkelit, sehingga terpaksa menangkis dengan mengeluarkan jurus Kan Kun Taylo Hap It (Segala-galanya Menyatu Di Alam Semesta).
Blaaam!
Terdengar suara benturan dahsyat.
Seng Hwee Sin Kun terhuyung-huyung be berapa langkah, sedangkan Tio Bun Yang terpental beberapa depa, barulah bisa berdiri tegak.
Betapa terkejutnya Siang Koan Goat Nio, Lie Ai Ling, Lu Hui San dan Ngo Tok Kauwcu, karena melihat dada Tio Bun Yang telah hangus.
"Bun Yang.
" jerit Siang Koan Goat Nio.
"Kakak Bun Yang!" teriak Lie Ai Ling denga suara gemetar.
Lu Hui San dan Ngo Tok Kauwcu juga menjerit tak tertahan.
"Ha ha ha!" Seng Hwee Sin Kun tertawa gela "Giok Siauw Sin Hiap, engkau memang harus mampus hari ini!
Ha ha ha !" Kini Tio Bun Yang tahu jelas dirinya bukan tandingan Seng Hwee Sin Kun, karena itu harus meloloskan diri.
Mendadak ia bergerak ke arah Kam Hay Thian yang tergeletak pingsan itu, sekaligus menyambarnya dan berseru.
"Mari kita pergi!" Lu Hui San, Siang Koan Goat Nio, Lie I Ling dan Ngo Tok Kauwcu langsung melesat pergi secepat kilat.
"He he he!" Seng Hwee Sin Kun tertawa kekeh-kekeh "Giok Siauw Sin Hiapl Engkau tidak akan bisa kabur!" Seng Hwee Sin Kun melesat ke arahnya.
Sepasang telapak tangannya tampak memancarkan cahaya kehijau-hijauan.
Ternyata ia telah menghimpun Seng Hwee Sin Kang sampai pada puncaknya, bahkan mengeluarkan jurus yang paling dahsyat untuk menyerang Tio Bun Yang, yaitu jurus Thian Te Seng Hwee (Api Suci Langit Humi).
Apabila Tio Bun Yang terkena pukulan itu, biarpun tidak mati, tapi pasti terluka parah, pada waktu bersamaan, tampak sosok bayangan putih melesat secepat kilat menghadang Seng Hwee Sin Kun, sekaligus menangkis serangannya.
Sosok bayangan putih itu ternyata monyet hulu putih.
Di saat itu pula Tio Bun Yang melesat pergi dengan mengapit Kam Hay Thian.
Daaaarf Terdengar suara seperti ledakan.
Monyet bulu putih berhasil menangkis serangan Seng Hwee Sin Kun.
Akan tetapi, monyet itu terpental berapa depa dan bulunya telah hangus, begitu pula dadanya.
Namun monyet itu masih mampu melesat pergi menyusul Tio Bun Yang.
Sedangkan Seng Hwee Sin Kun terhuyung-huyung beberapa langkah, kemudian mulutnya memuntahkan darah segar.
Leng Bin Hoatsu dan lainnya segera menghampirinya.
Seng Hwee Sin Kun menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur pernafasannya.
"Kauwcul Bagaimana keadaanmu?" tanya Lena Bin Hnatsu.
"Aaaah " Seng Hwee Sin Kun mengheli nafas panjang.
"Aku sama sekali tidak menyangka, kalau monyet bulu putih itu memiliki lwekang begitu tinggi.
Aku...
aku telah terluka dalam." "Kauwcul Bagaimana kalau kami pergi kejar mereka?" tanya Pek Bin Kui.
"Tidak usah!" Seng Hwee Sin Kun mengg4 lengkan kepala.
"Mari kita kembali ke markas saja!" Sementara itu, Tio Bun Yang dan lainnya telah berhenti di dalam sebuah rimba.
Tio Bun Yang segera memeriksa luka Kam Hay Thian, lal mengeluarkan sebutir pil dan dimasukkannya ke mulut pemuda itu.
"Bun Yang, bagaimana lukamu?" tanya Sian Koan Crnnl Nio cemas.
"Cuma luka ringan," sahut Tio Bun Yang dai memberitahukan.
"Namun Kam Hay Thian mengalami luka parah, maka kita harus segera membawanya ke Pulau Hong Hoang To.
Kalau tidak " dia pasti akan mati." "Kalau begitu...." Lu Hui San cemas sekali "Mari kita segera berangkat, jangan membuang buang waktu lagi" Di saat bersamaan, muncullah monyet bulu putih terhuyung-huyung lalu roboh di hadapan Tio Bun Yang, "Kauw hengl" seru Tio Bun Yang sambil mendekatinya.
"Engkau terluka?" Monyet bulu putih manggut-manggut, kemudian bercuit lemah sambil memandang Tio Bun Yang dengan mata redup.
"Kauw heng____" Tio Bun Yang segera menggendongnya.
"Aaaakh!
Tubuhmu telah hangus, engkau..." Monyet bulu putih bercuit lemah lagi.
Tio Bun Yang segera mengambil sebutir pil lalu dimasukkannya ke mulut monyet butu putih.
Berselang sesaat, monyet bulu putih itu puri bercuit-cuit sambil menunjuk ke atas.
"Kauw heng...." Tio Bun Yang memandangnya dengan air mata berderai-derai.
"Engkau menyuruhku membawamu ke Gunung Thian San, tempat tinggalmu?" Monyet bulu putih manggut-manggut, kemudian menunjuk dadanya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Apa" Dadamu terluka parah?" Monyet bulu putih mengangguk dan terus menunjuk ke atas, lalu menunjuk dirinya sendiri.
"Aku harus segera membawamu ke Gunung Thian San" Engkau sudah tidak bisa bertahan lama?" tanya Tio Bun Yang dengan suara bergemetar.
Monyet bulu putih mengangguk.