"Paman, mari kita pergi dari sini...."
Ci Sian berkata halus dan ucapannya itu membuyarkan dunia mimpi aneh dan Kam Hong yang tadi seperti terpesona oleh kenyataan itu.
"Baik, mari kita pergi...."
Kata Kam Hong yang memegang tangan Ci Sian dan bangkit berdiri. Sejenak Kam Hong memandang ke arah Yu Hwi, lalu berkata,
"Nona Yu, demi untuk kebaikan namamu sendiri, seyogianya kalau engkau pulang dan menerangkan kepada Suhu Yu Kong Tek akan keputusan yang kau ambil agar pertalian jodoh antara kita itu dapat dibatalkan atau diputuskan secara resmi."
Yu Hwi membalas pandang mata Kam Hong, lalu menoleh kepada kekasihnya yang masih menunduk, kemudian dia berkata dengan suara lembut kepada Kam Hong, tidak berani lagi memandang rendah bekas tunangan itu yang ternyata telah menjadi seorang yang memiliki kesaktian hebat.
"Baiklah, sekali waktu aku akan mengunjungi Kong-kong."
Setelah menerima janji ini, Kam Hong lalu menarik tangan Ci Sian diajak keluar dari gedung itu. Tidak ada seorang pun yang bergerak menghalangi, dan dengan langkah-langkah tenang mereka keluar dari dalam gedung. Akan tetapi ketika mereka tiba di pintu gerbang depan, nampak bayangan tiga orang berkelebat dan ternyata tiga orang kakak beradik she Cu itu telah berdiri di depan mereka, wajah mereka pucat.
"Hemm, apa lagi yang kalian kehendaki?"
Kam Hong bertanya dengan berkerut, siap untuk menghadapi mereka kalau saja mereka hendak menggunakan kekerasan. Cu Han Bu melangkah maju dan menjura sambil berkata.
"Saudara Kam Hong, kami hanya hendak bertanya di mana kau temukan jenazah nenek moyang kami itu. Kiranya itu adalah hak kami untuk menanyakan di mana adanya jenazah leluhur kami."
"Tentu saja, akan tetapi sayang sekali, jenazah kuno itu telah kubakar...."
"Dibakar....?"
Terdengar Seng Bu dan Kang Bu berteriak.