Halo!

Si Rase Emas Chapter 28

Memuat...

Sudah jelas aku akan memperlihatkan diri", terdengar suara itu.

Dan membarengi dengan habisnya suara tersebut tampak sesosok tubuh telah mencelat dengan cepat sekali.

"Kau.....?" Tiba2 Siangkoan Wanggwe telah berseru dengan suara yang nyaring waktu melihat jelas orang yang muncul itu.

Muka Siangkoan Hujin juga telah berobah memucat.

"Benar!" Kata orang yang baru muncul itu, yang ternyata seorang lelaki dengan bentuk tubuh yang tinggi besar dan juga memiliki wajah yang buruk dan menakutkan.

Orang tersebut memiliki sepasang mata yang memancarkan sinar tajam, rambutnya panjang berombak tidak teratur, dan berkata.

"Akulah Siang-mo-kiam (Sepasang pedang iblis) yang mencarimu Siangkoan Tat ....., apakah kalian masih mengenaliku?

......

aku datang untuk menuntut balas atas klematian saudara seperguruanku ....

yang telah kalian binasakan itu!" Saat itu, Siang-mo-kiam telah tertawa dingin dengan suara yang tawar disusul dengan kata2nya.

"Hmm......., bersiap2lah untuk mampus" Katanya dengan suara tawar.

Siangkoan Tat segera sadar, cepat sekati ia menjawab.

"Siang-mo-kiam....!, dulu aku mengampuni jiwamu tidak membunuhmu dengan harapan bahwa kau akan insyaf dan sadar kembaIi kejalan yang benar.

Tetapi rupanya engkau malah etap deogan sifat2mu yang dulu, jahat dan berhati buruk." "Hahaha , ..jadi engkau menyesal ?" Tanya Siang-mo-kiam dengan suara mengejek tawar.

Siangkoan hanya mendengus saja, jadi apa maksudmu datang kemari" "Mengambil kepala mu......

!", jawab Siang-mo-kiam."Heeemmmm!" "Lihat serangan !" Bentak Siang-mo kiam dengan suara yang nyaring sekali.

"Wuttt.......!" Angin serangan itu demikian kuatnya, sehingga menimbulkan angin yang mendesir.

Tetapi biar bagaimana Siangkoan Tat memang merupakan scorang jago tua yang memiliki kepandaian yang sangat tinggi, walaupun dia terdesak begitu disebabkan cara lawannya menyerang seperti juga melancarkan serangan yang membokong, namun dia tidak menjadi gugup.

Dan secepat kilat pula sepasang tangannya telah diangkat untuk menangkis.

Dengan mengeluarkan suara dengusan, disamping kagum dan juga terkejut, tampak Siang-mo-kiam telah menarik pulang kedua tangannya, dan mengeluarkan suara teriakan yang menggeledek, kemudian dengan cepat melancarkan serangan lagi dengan tangan kanannya yang berputar, sedangkan tangan kirinya meninju dengan cepat.....

Wuttt.........!, angin serangannya terdengar sangat kuat.

Kali ini Siangkoan Tat dapat menyaksikan kekuatan tenaga dalam lawan pada kedua telapak tangannya.

Siangkoan Tat menangkis pukulan lawannya dengan mengibaskan tangan kanannya dan tangan kirinya justeru telah terjulurkan untuk mencengkeram dada lawannya !

Tentu saja apa yang dilakukan Siangkoan Tat ini membuat Siang- mo-kiam jadi terkejut.

Siang-mo-kiam tertawa mengejek, tahu2 kedua tangannya itu telah dirangkapkan.

Dan sepintas saja, telah terlibat babwa dia memang bermaksud untuk menjepit sepasang tangan dari Siangkoan Tat.Tangan kanan dari Siangkoan Tat dengan cepat telah berganti lagi memukul dan "Bukkk....!" Dia berhasil menghantam bahu lewannya sampai ter-huyung2 kebelakang.

Tetapi Siangkoan Tat sendiri merasakan betapa tangannya yang terjepit hampir patah itu membuat dia kesakitan sekali.

Untung saja disebabkan Siangkoan Tat telah mengempos semangat dan tenaga dalamnya dia dapat bertahan tidak sampai tulang pergelangan tangannya itu terjepit patah.

---oo~dwkz.0.Tah~oo--- BAGIAN 17 TANPA mem-buang2 waktu lagi, Siangkoan Tat telah melancarkan serangan lagi.

Lalu Siang-mo-kiam dengan cepat mengulurkan tangan kanannya yang dibalik, akan mencengkeram punggung dari lawannya.

Gerakan yang dilakukan oleh Sian-mo-kiam benar2 merupakan serangan yang berbahaya sekali, coba Siangkoan Tat memiliki kepandaian yang tanggung?, tentu dia sudah dapat dicelakainya.

Siangkoan Tat cepat2 menggeserkan kakinya, dia bergerak untuk mengelakkan diri dan dia telah mengeluarkan suara seruan nyaring, kemudian dia melancarkan serangan yang kuat sekali.......

"Wuttt...

!" Dan dua kekuatan tenaga dalam yang dahsyat saling bentur lagi.

"Brukkk......

!" Bukan main kerasnya benturan itu.

Siangkoan Hujin dan Siangkoan Nio memandang pertempuran itu dengan perasaan kuatir.

Pertempuran itu telah berlangsung puluhan jurus, Siang-mo-kiam selalu melancarkan serangan2nya dengan jurus2 mematikan.Sehingga membuat Siangkoan Tat menghadapinya dengan ilmu2 andalannya .....

yaitu dengan mengerahkan tenaga dalamnya dan disalurkan kearah kedua telapak tangannya kedua belah telapak yang kemudian diputar dengan sangat cepat, penggunaan jurus ini menyebabkan Siang-mo-kiam sukar menebusnya.

Jangankan serangan yang dilancarkan oleh Siang-mo-kiam, umpama kata ada yang menyiram dengan seember airpun tidak nantinya ada setitik air yang dapat menerobos masuk dalam lingkaran tangan dari Siangkoan Tat.

Siang-mo-kiam melihat itu, rupanya jadi maah bukan main...

dengan mengeluarkan suara marahnya dia telah memperhebat setiap serangannya.

Tidak mengherankan jika terlihat betapa setiap serangan yang dilancarkan itu mengandung kekuatan angin yang menupakan serangan bergelombang.

Saat itu, dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras, tampak Siang-mo-kiam melancarkan serangan, sehingga setiap serangan yang dilakukan Siangkoan Tat dapat didorongnya.

Dan Buukkkkk..........!

bunyi benturan keras sekali, disaat itu terlihat masng2 mundur menjauhkan diri.

Maka bisa dibayangkan atas terjadinya benturan itu.

Dengan cepat sekali terlihat, betapa angin serangan dari kedua orang tersebut telah saling bentur ditengah udara dan tubuh mereka terjengkang kebelakang, Dengan cara demikian, berarti mereka telah mengurangi daya desak dan daya tekan dari tenaga serangan lawan mereka, sehingga mereka tidak perlu mempergunakan kekerasan untuk dapat mnangkisaya.

---oo~Dewikz.0.Tah~oo--- Serangan Siang-mo-kiam memang memberikan hasil yang memuaskan padanya.Sebab tampak Siangkoan Tat berdiri menjublek dengan wajah yang memucat.

Dia telah memandang kearah lawannya dengan sorot mata yang tajam, wajahnya yang memucat itu memperlihatkan bahwa dia sesungguhnya telah tergempur oleh tenaga serangan yang dilancarkan oleh lawannya.

Maka dari itu Siang-mo-kiam rupanya tidak mau mem-buang2 kesempatan yang ada, dia telah meniejakkan kedua kakinya ketanah, tubuhnya dengan cepat mencelat menerjang untuk melancarkan serangan yang mematikan.

Tetapi saat itu biarpun dalam keadaan tergempur begitu, Siangkoan Tat tidak jeri atau gentar menghadapi serangan lawannya ini.

Hanya yang berkuatir atas keselamatan Siangkoan Tat adalah Siangkoan Hujin dan siangkoan Nio.

Kedua wanita ini, saling pendang sejenak, kemudian Siangkoan Hujin melihat Siang-mo-kiam telah menerjang maju lagi, dia ingin melompat membantui suaminya Itu.

Dia yakin suaminya telab terluka dan jika serangan Siang-mo- kiam itu di biarkan, akan membawa akibat yang buruk buat suaminya.

Hingga dia berfikir tidak dapat dia menyaksikan saja, meskipun Siangkoan Tat suaminya sama sekali tidak memperlihatkan sikap yang gugup atau panik atas serangan yang dilancarkan oleh lawannya.

Dan serangan yang meluncur datang deri Siang-mo-kiam itu malah telah dipandanginya dengan sorot mata yang tajam, dan diam2 Siangkoan Tat telah mengerakkan tenaga murninya pada kedua lengannya, kemudian menyalurkan pada kedua telapak taagannya.

Waktu serangan yang dilancarkan oleh Siang-mo kiam tiba, dengan mengeluarkan suara bentakan.......

tampak Siangkoan Tatmenggerakkan sepasang tangannya ...........

seketika itu juga dua kekuatan tenaga dalam saling bentur menggetarkan sekirar tempat.

Tubuh Sangkoan Tat terpental terpelanting keatas tanah, terkapar dalam keadaan terluka parah.

Siangkoan Hujin sang melihat ini jadi mengeluarkan seruan kaget, begitu pula Siangkoan Nio, dia menjerit terkejut.

Dengan mengeluarkan suara pekik mengandung kemarahan, tampak Siangkoan Hujin telah melompat ......

dia telah menerjang untuk melancarkan serangan.

"Wuttt.......!" Angin serangannya berseliwiran.

"Ha...ha...ha...ha....!" Siang-mo-kiam tertawa mengejek.

"Hemmm....., engkau juga harus mampus betina sialan" Katanya sambil mengulurkan tangannya, berkelit dari serangan yang dilancarkan Siangkoan Hujin dan tangannya dikibaskannya itu telah menyampok menghantam batok kepala dan Siangkoan Hujin.

Melihat serangannya dapat dielakkan oleb lawannya, Siangkoan Hujin jadi tambah murka, dengan mengeluarkan suara pekik melengking tampak Siangkoan Hujin telah mengempos semangatnya dan melancarkan serangan lagi dengan pukulan- pukulan yang berangkai, dan merupakan serangan maut.

Sedangkan Siangkoan Nio berlari-lari menghampiri tubuh ayahnya yang menggeletak ditanah, dan langsung menubruknya sambil menangis "Ayah......!" Siangkoan Nio memeriksa keadaan tubuh ayahnya......

terkejut sekali gadis tersebut, karena dia melihat ayahnya Siangkoan Tat sudah tidak bernapas lagi.

Siangkoan Nio segera tersadar, bahwa ayahnya sudah tidak bernyawa lagi.

Siangkoan Nio telah mengeluarkan suara pekik yang nyaring seperti orang kalap menangis berduka sekali, kemudian gadis itu tidak sadarkan diri..........Siangkoam Hujin yang melihat keadaan anaknya itu, tambah terkejut.

Post a Comment