Kie Bouw jadi mengempos semangatnya, dia merasakan bahwa kekuatan dari Kim Long Kun selalu merangseknya.
Maka dari itu, sedikitpun Kie Bouw tidak boleh untuk berlaku ayal.
Dia telah mengerahkan seluruh kekuatannya, dan tetap saja Kie Bouw tidak berhasil untuk dapat menindih kekuatan Kim Long Kun.
Sedangkan Kim Long Kun sendiri jadi terkejut karena biarpun dia telah berusaha beberapa kali nyengerahkan kekuatan tenaga dalamnya, namun selalu gagal.
Hal ini telah membuat Kim Long Kun tambah penasaran saja, dia melancarkan serangan yang kuat lagi.
Berulang kali Kim Long Kun telah menambah kekuatan tenaga dalamnya itu, tetapi selalu pula gagal.
Tidak pernah dia berhasil mendesak Kie Bouw.
Sedangkan Kie Bouw sendiri juga bukannya tinggal diam saja, karena dia juga berulang kali telah berusaha menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya.
Tetapi usahanya selalu gagal.
Dengan adanya kejadian ceperti ini bisa ditarik kesimpulan bahwa kepandaian mereka memang hampir berimbang, mereka juga jadi cepat2 mengerahkan seluruh kekuatan yang ada pada mereka.Tubuh mereka juga telah berdiam diri ditem masing2 tanpa bergerak.
Dan terlihat, betapa gerakan dari Kie Bouw agak kuat dari tekanan tenaga dalam Kim Long Kun.
Terlihat jelas, betapa gerakan2 dari Kie Bouw telah dapat menindih sedikit2 gerakan Kim Long Kun Dianatara mendesisnya supara napas dari Kim Long Kun, tampak betapa Kie Bouw mulai dapat mendorong per-lahan2 Kim Long Kun.
Sepasang kaki Kim Long Kun telah tergeser sedikit demi sedikit dari tempatnya semula.
Tetapi Kie Bouw juga sampai sebegitu lama masih belum dapat untuk merubuhkan lawannya, dengan sendirinya telah membuat Kie Bouw penasaran dan mendongkol.
Begitu juga haInya dengan Kim Long Kun, dia pun jadi sangat penasaran.
Sedangkan kelima tojin lainnya dan si Tojin yang telah terluka parah itu, berdiri diam saja, menyaksikan jalannya pertempuran itu dengan hati yang berdebar keras.
Dan juga terlihat jelas sekali, betapa tenaga dalam dari kedua orang pemuda itu seimbang dan berada disebelah atas mereka.
Dan keenam tojin itu menyadarinya, jika mereka harus melawan salah seorang diantara kedua pemuda itu, jelas mereka bukan tandingannya.
Teringat pertempuran mereka tadi dengan Kie Bouw, mereka jadi bergidik.
Karena mereka telah melihatnya bahwa kepandaian Kie Bouw bukan merupakan kepandaian yang sembarangan.
Apa lagi sekarang ini Kie Bouw telah mengerahkan sebagian besar tenaga dalamnya, dengan sendirinya telah membuat keenam Tojin itu jadi merasa keder.
Dan mereka menyaksikan pertempuran itu dengan hati yang tergoncang.Se-tidak2nya mereka menguatirkan sekali keselamatan Kie Bouw.
Sebab kalau Kie Bouw bisa dibinasakan atau dicelakai Kim Long Kun, keenam Tojin ini terancam bahaya juga.
Inilah yang telah membuat Kie Bouw diharapkan oleh keenam Tojin itu sebagai pemenangnya.
Tampak Kie Bouw saat itu telah menyedot hawa udara dalam2.
kemudian dikumpulkan pada pusarnya.
Dan dari Tantiannya itu, dia telah menyalurkan pada kedua tangannya.
Keenam puluh delapan jalan darah dikedua lengah telah dibukanya.
Dengan cara begitu, tenaga murninya yang sakti telah dapat berkumpul semua disitu.
Lalu dengan disertai oleh suara bentakannya yang nyaring, Kie Bouw telah meodesak.
Dia mendorong, tenaga dorongnya bukan main kuatnya.
Tampak gelombang tenaga dorongan Kie Bouw mengejutkan pemuda yang bergelar Bwe Hoa Siucai.
Dia sampai mengeluarkan suara seruan kaget saking terperanjatnya.
Dan tampak tubuhnya telah terpental.
Kemudian terbanting ditanah.
Waktu dia bangkit berdiri dengan cepat, dia telah memuntahkan darah.
Rupanya gempuran Kie, Bouw yang diterimanya telah membuat dia terluka didalam.
Kenyataan seperti ini tentu saja membuat ke enam Tojin itn jadi girang bukan main.Dengan mengeluarkan suara seruan nyaring, mereka memuji kehebatan Kie Bouw.
Tentu saja Kim Long Kun jadi murka bukan main.
Mukanya tampak berobah merah padam dan sangat menakutkan sekali.
Napasnya juga memburu keras, dengan keringat tampak mengucur dari keningnya, dia telah melangkah demi selangkah.
Tampak sikapnya itu sangat mengancam sekali.
Dan yang sangat menyeramkan adalah sorot matanya.
Dari matanya itu memanncarkan sinarnya yang mengandung hawa membunuh.
Terlihat jelas juga, betapa tenaga dalam yang tengah dikerahkan itu telah membuat tubuhnya menggigil.
Pemandangan itu membuat hati Kie Bouw bergidik juga, namun dengan cepat Kie Bouw dapat memulihkan kembali ketenangan hatinya.
Dia mendesis dan kemudian ber-siap2 untuk menghadapi serangan lawannya.
Kie Bouw juga menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya pada kedua telapak tangannya, dia bermaksud akan menangkis dan menghadapi serangan lawannya itu dengan kekerasan.
Hal ini disebabkan Kie Bouw memang telah memakluminya bahwa lawannya itu telah terluka parah.
Dengan sendirinva, jika memang dia menghadapinya dengan kekerasan juga, berarti tenaga menyerang, dari lawannya telah berkurang banyak.
Dan kesempatan untuk merubuhkan Kim Long Kun memang sangat besar.Saat itu, rupanya Kim Long Kun juga menyadari bahwa kondisi tubuhnya cukup lemah.
Dan dia memang telah terluka didalam.
Maka dari itu, dia tidak berani sembarangan melancarkan serangannya.
Walaupun dia sangat bernafsu dan murka sekali, tetapi dia tidak berani sembarangan melancarkan serangannya itu.
Dan tenaga dalam yang tengah disalurkan pada kedua lengannya itu telah diperhitungkan benar2.
Dengan cepat sekali dia telah berhasil mengumpulkan seluruh kekuatannya.
Dan merasakan saatnya tiba, dengan mengeluarkan suara raungan, tubuh Kim Long Kun telah mencelat.
Dia melayang ditengah udara.
Kedua tangannya itu juga telah digerakkannya.
Gerakannya itu merupakan pukulan maut.
Karena cepat dan kuat sekali.
Angin serangan yang mendesir juga dahsyat sekali.
Didalam jarak pisah empat tombak saja Kie Bouw sudah merasakan rangsekan angin serangan itu.
Dengan sendirinya, mau tidak mau telah membuat Kie Bouw terkejut juga.
Dia menyadari serangan ini tentunya serangan yang sangat mematikan.
Dengan cepat Kie Bouw mementang matanya, dia mengawasi dengan seksama serangan itu.
Disaat itulah, dengan cepat sekali dia telah menyambuti serangan Kim Long Kun waktu serangan itu tiba.
"Bukkk..........
"Keras sekali tenaga benturan itu, karena dua kekuatan yang dahsyat telah saling bentur ditengah udara.
Tentu saja hasil benturan itu telah menggetarkan keadaan sekitar tempat itu.
Tampak tubuh Kie Bouw tergoncang keras sekali, tetapi dia tidak sampai terguling.
Tetapi akibat dari benturan kedua tenaga yang dahsyat itu adalah akibat yang buruk buat Kim Long Kun.
Karena tubuh Kim Long Kun tampak telah tergoncang keras, kemudian dia telah terhuyung lalu terjungkel rubuh diatas tanah dengan keras sekali.
Serangan yang diterima oleh Kie Bouw merupakan serangan yang dahsyat.
Namun disebabkan Kie Bouw menangkisnya dengan kekuatan yang dahsyat lagi, dengan sendirinya Kim Long Kun telah menerima tenaga membalik yang jauh lebih hebat dari tenaga serangannya, dan membuat tubuh Kim Long Kun melayang ditengah udara.
Kemudian ambruk bergulingan diatas tanah, dengan memuntahkan darah segar.
Kembali Kim Long Kun telah terluka didalam akibat gempuran yang diterimanya.
Dan lukanya yang kali ini malah jauh lebih parah dari lukanya yang pertama tadi.
Hal ini disebabkan tenaga gempurannya sendiri yang memang hebat.
Maka dari itu, waktu tenaga itu telah membalik lagi, maka tenaga gempuran itu memakan dirinya sendiri.
Kim Long Kun jadi mengeluh, tubuh dan mukanya mengeluarkan keringat2 juga tubuhnya gemetaran keras, terlihat betapa dia sangat menderita sekali.Melihat lawanya terluka begitu macam, dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring, Kie Bouw telah melompat menerjang maju.
Sedikitpun juga dia tidak mau memberikan kesempatan kepada Iawannya untuk mengatur jalan pernapasannya.
Kie Bouw melancarkan serangan dan angin serangannya mendesir menyambar kearah Kim Long Kun, angin yang kuat seperti itu memang bisa membinasakan lawan.
Sedangkan keadaan Tojin dari Hoa-san Pay itu tetah mengawasi dengan sorot mata yang mata terpentang lebar dan tajam dengan mulut ternganga, mereka merasa tenang dan girang sendirinya melihat Kim Long Kun akan segera dirubuhkan oleh Kie Bouw.
Kie Bouw mencelat sambil mengeluarkan juga suara bentakan yang sangat keras.
Dia melayang ditengah udara dengan gerakan yang cepat sekali.
Sepasang tangannya dipergunakan untuk serangan yang menyambar kearah Kim Long Kun dengan samberan yang sangat dabsyat sekali.
"Braaakk.......!" Angin serangan itu telah ditahan oleh Kim Long Kun, karena dia memang sudah tidak memiliki kesempatan untuk mengelakkannya.
Sehingga terjadi benturan yang sangat keras sekali.
Benturan itu memang merupakan benturan yang sangat kuat dan dahsyat.
Sama hebatnya dua batu besar saling bentur ditengah udara.
Dan celakanya buat Kim Long Kun, karena justru dia tengah terluka cukup berat.
Dengan sendirinya tenaga tangkisan yang dilakukannya itu tidak sekuat semula.Kontan tubuhnya melayang, setelah6 terlambung dia ambruk diatas tanah, terbanting keras sekali.
Hanya terdengar suara .
"Ngeeekkkk.......
!" Dari mulutnya.
Kemudian tidak terdengar apa-apa lagi, tubuhnya diam tidak berkutik pula........
rupanya dia telah berhenti menjadi manusia, alias mati..........
Sedangkan Kie Bouw tetap berdiri tegak dengan napas memburu.
Keenam tojin itu girang bukan main, tetapi mereka tidak berani mengganggu Kie Bouw dulu dengan berbagai pertanyaan, mereka menyadarinya Kie Bouw tengah mengatur jalan pernapasannya yang agak tergoncang.
Setelah mengatur jalan pernapasaanya yang pulih kembali, Kie Bouw telah menyeka keringatnya.
Dia melirik kearah mayat Kim Long Kun Bwe Hoa Siucai yang menggeletak tidak bernyawa, Keenam Tojin Hoa-san Pai itu telah menghampirinya, mereka telah menjura menyatakan terima kasihnya.