Untung saja dengan cepat dia berhasil mengerahkan tenaga dalamnya pada kedua kakinya.........
dan dia tidak sampai rubuh terguling.
Dan tampak jelas kelima tojin yang masih sehat ini jadi begitu gugup.
Sedangkan yang seorang telah terluka parah itu telah berdiri dengan muka pucat.
Kelima tojin itu telah melihat Kie Bouw melancarkan serangan lagi kepada mereka.
Maka dari itu karena melihat keempat kawan mereka telah dapat dibinasakan dan juga dilukai ......
nyali kelima tojin itu telah pecah.
Namun karena serangan Kie Bouw telah datang menyambar, dan membuat mereka harus memusatkan seluruh kekuatan yang ada.Mereka telah cepat2 menggerakkan pedang mereka untuk menangkisnya.
Tetapi gerakan mereka kalah cepat.
Saat itu rupanya kelima tojin itu sudah kehabisan tenaga dan lagi pula Kie Bouw memang melancarkan serangan dengan menggunakan serangan yang kuat.....
membuat kelima pedang lawannya terpental lepas dari cekalan.
Tubuh mereka jedi ter-huyung2 seperti akan rubuh, membuat muka kelima tojin itu jadi pucat.
Akhirnya mereka telah berdiri berdiam diri saja, tampaknya mereka jadi pasrah.
Sedangkan Kie Bouw tidak melancarkan serangan lagi, malah telah membuang ranting ditangan nya.
"Pergilah kalian.........
!
Lain waktu jangan sembarangan mengganggu orang !" Kata Kie Bouw diagin.
Kelima Tojin itu tampak ragu.
Mereka telah diusir seperti anjing kepentung dan sangat memalukan.
"Siapakah kau sesungguhnya ?" Tanya si tojin yang per-tama2 menyerang Kie Bouw.
"Aku she Thang dan bernama Kie Bouw !" Menjelaskan Kie Bouw tawar.
"Oh .........!" Kelima tojin itu berobah air muka mereka memperlihatkan kekagetan.
"Kenapa ?" "Kalau begitu ...........'' "Mengapa ?" "Kau..........
kau pendekar muda yang digelari sebagai Rase Emas, bukan ?""Benar !" "Oohhh ...., maafkanlah kami !
Ternyata kami telah salah mata !" Kie Bouw jadi heran.
"Salah mata ?" "ya.....!" "Mengapa begitu ?" "Ternyata kau bukan orang yang sedang kami cari !" Kata si tojin,.
"Coba kalian ceritakan.......!" "Beberapa saat yang lalu, kami pihak Hoa-san Pai telab menerima kedatangan seorang pemuda yang mirip dengan kau, mengaku bergelar Bwe Hoa Siucai, dan namanya Kim Long Kun.
Dia meminta kitab Hoa-san Pit-kip.
Tentu saja permintaannya kami tolak.
Tetapi siapa tahu akhir2 ini dia sering membinasakan murid2 Hoa-san Pai yang dijumpainya, mungkin untuk melampiaskan sakit hati dan rasa kecewanya ....
maka dari itu kami telah menerima perintah dari Ciangbunjin (ketua) kami.....
dan meminta kami mengejar dan membinasakan pemuda itu!
" "Hmmm......, untung saja aku bukan orang yang tidak memiliki kepandaian, coba kalau tidak, bukankah berarti telah dibinasakan oleh kalian yang menyerang tanpa tanya dulu?" Kelima Tojin itu tampak tersipu malu, setelah menyadari bahwa diantara mereka memang terjadi salah paham, mereka jadi saling meminta maaf.
---oo.dwka.0.Tah.oo--- BAGIAN 15 TETAPI disaat itulah terdengarlah suara orang telah tertawa dingin."Hemmm........, badut2 yang lucu sekali !" Suara menggema nyaring sekali.
Dan terlihat sesosok bayangan telah melompat keluar dengan gerakan yang ringan sekali dari atas cabang pohon yang tidak jauh dari tempat itu.
Kie Bouw dan kelima tojin itu telah menoleh.
Dan Kie Bouw jadi terkejut.
Karena dia melihatnya betapa yang keluar itu adalah seorang pemuda.
Yang mengejutkannya adalah pakaian dan muka pemuda itu memang mirip dengan dia.
Dan kalau memang Kie Bouw tidak sedang berada, ber-sama2 dengan tojin2 itu, tentu ia akan menyangka dirinya tengah bertemu dengan bayangan dirinya sendiri.
Kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw jadi memandang bengong.
Dia telah mengawasi orang itu dengan tatapan bengong dan tidak mengerti.
Sedangkan pemuda yang baru muncul telah tertawa.
Dan suara tertawanya itu sangat dingin sekali serta mengandung ejekan.
"Hemm........., tadi aku telah menyaksikan pertunjukkan yang lucu sekali." Dan setelah berkata begitu, pemuda tersebut mengeluarkan suara tertawa lagi.
Sikapnya mengejek sekali.
Sedangkan kelima tojin itu segera mengenalinya, bahwa pemuda inilah yang sesungguhnya mereka cari.
"Bwe Hoa Siucay.........
!" Kata mereka berbareng."Hemm..........., rupanya kalian masih mengenali diriku, heh?" Kata pemuda itu dengan suara yang tawar.
"Dan juga........, aku pun ingin merasakan tanganmu l" Kata Kie Bouw yang sudah mendongkol sejak tadi, Dengan cepat Kie Bouw telah mengeluarkan suara seruan yang nyaring.
Membarengi mana dia telah mengerahkan kedua tangannya, dia telah melancarkan serangan.
Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang sangat kuat sekali.
Dengan sendirinya telah membuat pemuda itu terkejut juga.
Tadinya dia tidak memandang sebelah mata kepada Kie Bouw, walaupun dia menyadari bahwa.
Kie Bouw sangat tangguh.
Tetapi waktu tenaga serangan Kie Bouw telah menyambar datang, dia merasakan kuatnya tekanan, tenaga serangan tersebut barulah dia terkejut.
Dan saking kagetnya dia telah mengeluarkan suara seruan kaget.
Dan cepat2 dia telah mengelakan diri dari serangan angin pukulan Kie Bouw.
Dengan gerakan yang gesit, dia berhasil mengelakkan serangan Kle Bouw.
Tetapi Kie Bouw tidak berhenti sampai disitu saja, karena dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali, tahu2 tangan kanannya telah berkelebat.
Dia telah melancarkan pukulan dengan mempergunakan telapak tangannya.
Dan Kie Bouw mempergunakan serangan dari jarak jauh mengendalikan kekuatan teanaga lwekangnya.
Pemuda yang bergelar Bwe Hoa Siucai jadi terkejut lagi, dia mengeluarkan suara siulan panjang.
Tetapi kali ini dia tidak barusaha mengelakkan diri, melainkan dia telah mengangkat tangan kanannya.Dia menangkisnya.
Bukkk ..........
Benturan itu terjadi kuat sekali.
Keadaan disekitar tempat itu tergetar.
Dan tampak tubuh pemuda yang bergelar Bwe Hoa Siucai Kim Long Kun itu terhuyung!, Begitu juga Kie Bouw.
Tubuh Kie Bouw tergetar, kemudian terhuyung seperti akan terjengkang.
Untung Kie Bouw bergerak cepat.
Dia telah mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya.
Dan tenaga dalamnya itu disalurkan pada kedua telapak kakinya.
Maka Kie Bouw berhasil berdiri tetap lagi, hal ini membuat dia tidak sampai terjungkal.
Tetapi rupanya pemuda Kim Look Kun telah jadi murka dan mendongkol.
Disaat itu dengan mengeluarkan suara tertawa yang sangat mengerikan sekali telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras.
Tahu2 kedua tangannya telah bergerak.
Dia telah melancarkan serangan dengan kuat sekali, karena dia ternyata memang memiliki kekuatan tenaga dalam yang sangat tinggi sekali.
Kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw merasakan samberan angin serangan.
Dan angin serangan itu kuat bukan, dan Kie Bouw menyadarinya bahwa serangan lawannya hebat sekali.
Dengan mengeluarkan suara seruan, Kie Bouw tidak mau menyingkir, tetapi telah menangkisnya.Gerakan yang dilakukan oleh Kien Bouw merupakan kekerasan dilawan keras.
Bukkkkkkk ............!
Kembali dua kekuatan yang dahsyat telah saling bentur, dan mereka saling terhuyung lagi.
Disaat itulah Kie Bouw telah menjejakkan kakinya ditanah.
Dengan mengeluarkan suara seruan panjang, tubuhnya mencelat tinggi ketengah udara.
Disaat itulah Kie Bouw telah melancarkan serangan dengan kedua tangannya.
Tentu saja serangan Kie Bouw ini merupakan serangan yarg berbahaya.
Kim Long Kun jadi mengeluarkan seruan.
Tampaknya dia kaget sekali.
Tetapi dia juga tangguh, maka dari itu dia tidak menjadi gugup Dengan cepat dia menangkisnya.
Namun begitu Kim Long Kun menangkis, hatinya jadi mencelos sendirinya.
Karena tenaganya seperti amblas.
Kekuatan tenaga serangan Kie Bouw seperti kapas.
Maka begitu kekuatan Kim Long Kun membentur kekuatan Kie Bouw jadi amblas lenyap.
Inilah yang telah melngejutkannya, cepat2 Kim Long Kun merobah cara bertempurnya, dia menarik pulang kedua tangannya, dan telah melompat mundur.
Gerakan yang dilakukannya itu merupakan gerakan yang sangat cepat dan gesit.Dan terlihat jelas sekali, betapa Kim Long Kun juga mengempos semangatnja, dia berhasil menjauhkan diri dari Kie Bouw.
Tetapi Kie Bouw penasaran, dengan mengeluarkan suara teriakan yang sangat nyaring dia telah melancarkan serangan lagi.
Tentu saja gerakan yang dilakukannya itu merupakan gerakan selain cepat juga dahsyat, angin serangannya telah berseliwan cepat dan ketat sekali.
Kim Long Kun jadi terkejut lagi, dan cepat2 mengempos semangatnya melakukan penangkisan, tetapi sedikitpun dia tidak menyangka bahwa kepandaian yang dimiliki oleh Kie Bouw merupakan kepandaian yang benar2 luar biasa sekali.
Disaat itulah, tenaga mereka saling bentur di tengah udara .......
dhukkk......!
Tanpa ampun lagi, maka terlihatlah tubuh Kim Long Kun Bwe Hoa Siucai teIah terpental keras.
Dia ambruk ditanah.....
juga terdengar suara jeritan kagetnya, dengan cepat dia melompat berdiri.
Rupanya walaupun serangan Kie Bouw hebat sekali, dan mengejutkannya tapi dia tidak sampai terluka.
Dengan penuh kemarahan yang meluap2, Kim Long Kun telah melompat, melancarkan serangan, tampaknya dia penasaran sekali, serangannya hebat bukan main.
Tentu Kie Bouw tidak memandang rendah serangan lawannya, Kie Bouw yakin lawannya memiliki kepandaian yang tinggi, dengan cepat sekali Kie Bouw mengempos semangatnja.
Dia telah menyalurkan tenaga pada kedua telapak tangannya, dan menangkisnya.
Dan karena keduanya rnemang memiliki tenaga dan kepandaian yang sama tingginya, telah membuat mereka jadi saling mengadu kekuatan.Keduanya tetap berdiri ditempat masing2, tangan mereka saling melekat.
Hanya teanga dalam mereka yang tersalur dan berusaha untuk saling tekan.
Kalau memang salah seorang diantara mereka ada yang lebih lemah tenaga dalamnya, tentu akan binasa.
Bertempur mempergunakan tenaga dalam seperti ini, jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan pertempuran mempergunakan sedjata tajam.