"Tunggu! Kau tak perlu mencari dia!" Liu Bie mencegahnya "dia menyangka bahwa kalian berdua telah dapat dibereskan oleh Ang-bian Kim-kong, maka tak lama lagi pasti ia akan datang sendiri kesini." "Tapi Iblis itu berkepandaian tinggi sekali, mungkin kita bertiga bukanlah tandingannya!" ujar Hay Yan dengan kuatir. "Siauw-tit, janganlah kecil hati," ujar Liu Bie. Dia pergi ke Jie-Liong San bersama gurumu. Gak Hong Taihiap sudah memasang perangkap sedemikian rupa bahwa didepan gurumu ia akan membuka rahasia Ibis itu. Maka waIaupun ia dapat meloloskan diri, tentunya tak lain ia akan bersembunyi disini. Sedangkan Gak Hong dan gurumupun akan mengejarnya sampai kemari. Sebaliknya kita ikhtiarkan dahulu agar tidak sampai ketahuan olehnya bahwa kau dan Gokhiol dalam keadaan bebas." Begitulah ketiga muda-mudi itu bersepakat untuk menunggu kedatangannya Wan Hwi Sian, Iblis jahanam itu.
---oo0dw0oo---
KEMBALI pada Gorisan yang telah dilocoti kedoknya, oleh Im Hian Hong Kie-su. Dengan mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya yang sempurna ia berhasil melarikan diri. Dalam hatinya ia tak habis2nya mencaci.
"Selama sepuluh tahun aku berhasil menyembunyikan wajahku, seorangpun tak ada yang tahu bahwa aku Gorisan. Dasar sial! Gak Hong telah menyingkap rahasianya dihadapan Wanyen Hong. Perbuatannya kelak akan kubalas! Tapi, kini Wanyen Hong telah mengetahui bahwa akulah yang telah memperkosa dirinya, pasti ia takkan diam begitu saja. Ah!, masih beruntung aku mempunyai siasat lain, yakni dengan tertawannya Gokhiol dan Hay Yan. Lebih baik kedua anak muda itu kupindakan tempat persembunyiannya!" Bagaikan terbang ia berlari kembali ke Mo-thian Nia dan lantas masuk ke Leng-Wan-Kwan. Tapi ia tidak melihat Ang-bian Kim-kong! Setelah dua kali ia berteriak memanggil dan masih tak ada yang menyahut, iapun mulai merasa curiga, Cepat2 ia lari kebelakang dan samar-samar didengarnya ada orang berteriak, "Suhu, lekas kau tolongi kami! Ang-bian Kim-kong telah menotok aku bersama Hay Yan." Maka dilihatnya Gokhiol sedang, duduk meringkuk bersama2 Hay Yan, masing2 terborgol pada sebuah tiang besar. Gorisan. merasa bersyukur dalam hatinya, tapi ia masih ber-pura2 untuk bertanya : "Apakah si Lhama yang telah kau sampaikan suratku kepadanya" Dimana dia sekarang?" Gokhiol seperti kehabisan tenaga menyahut : "Pagi2 sekali,ia telah berangkat... suhu... lekas bebaskanlah jalan darahku!" Gorisan mengawasi kedua muda-mudi itu dengan sepasang matanya yang buas. Gokhiol tiba2 berteriak sambil terbelalak matanya ia berteriak : "Suhu, wajahmu....! Bagaimana bisa berobah begitu menakutkan?" Rupanya muka palsu Gorisan telah terpukul rusak oleh Im Hian Hong Kie-su, sehingga kini kelihatan muka aslinya yang bopeng dan menakutkan seperti iblis.
Hay Yan yang sedari tadi hanya turut menyaksikan, kini tak dapat mengekang lagi kegusarannya lebih lama, "Wan Hwi Sian kini rahasiamu sudah terbongkar, kaulah jahanam yang telah menyamar sebagai Im Hian Hong Kie-su. Pantas kau menipu aku untuk datang kemari, hingga aku kena ditawan Lhama jahanam itu." Gorisan termenung sebentar, lalu berkata dengan dingin : "Anak manis, kaupun telah mengetahui rahasiaku! Maka akupun tak sungkan2 lagi untuk memberitahukan padamu bahwa aku adalah ayah kandungmu sendiri yang bernama Gorisan, keponakan raja Wanyen Ping dari negeri Kim.
Turutlah aku pulang kenegeri See-hek untuk mengecap kebahagiaan. Janganlah ikuti ibumu yang hidup se-olah2 dalam neraka dan sengsara...." Hay Yan meludahi muka Wan Hwi Sian.
"Jahanam! aku tidak mempunyai ayah yang berhati binatang! Aku tidak mengakui kau sebagai ayahku. Hatimu melebihi binatang alas. Kaulah iblis yang telah membunuh Tio Hoan!" Bukan kepalang gusarnya Wan Hwi Sian dimaki habis2an oleh anaknya sendiri. "Anak haram! Kuperingatkan kamu bahwa Tiang Jun dan Hay Peng telah mati ditanganku! Jangan kurang ajar.
Aku tak sungkan untuk menurunkan tangan dan jangan sesalkan aku apabila nasibmu seperti kedua orang itu. Bila terpaksa aku berani membunuh kau, mengerti!" Gorisan mengangkat tangannya dan memukul tiang batu dihadapannya sampai somplak.
"Hay Yan" ujarnya dengan ganas, "kau boleh pilih mana yang lebih kau suka, mati atau hidup. Apabila ingin hidup, kau harus menyebut ayah kapadaku. Tapi kalau membangkang, tulang igamu akan kucabut satu per satu." Gorisan menggeram dan mengangkat tangan kanannya.
Seketika itu Gokhiol dapat melihat bahwa jari2 tangan orang hanya ada ... empat! Kini pastilah bahwa orang itu adalah musuh besarnya, pembunuh ayahnya.
Tetapi ia segera mengekang nafsunya dan ber-pura2 bermain sandiwara. "Suhu, sabarlah. Bukankah Hay Yan adalah darah dagingmu sendiri" Biarlah nanti per-lahan2 aku akan membujukinya." Maka berpikirlah Gorisan seorang diri, "Tak salah, Hay Yan adalah darah dagingku sendiri, apabila aku mengampuninya kemungkinan besar aku dapat memperalatnya demikian rupa hingga Wanyen Hong tak berani menuntut balas kepadaku" Maka sambil mengerutkan alisnya ia berkata kepada Gokhiol : "Baiklah, aku akan mengampuni dianya. Tapi, sebaliknya apa kau bersedia untuk berkorban meggantikan tempatnya?" "Tapi, suhu!" teriak Gokhiol, "sebab apa kau ingin mengambil jiwaku?" "Tatkala aku menerima kau sebagai muridku, maka kau telah berjanji apabila aku menginginkan kau mati, kau harus mati, Lagipula kini kau sudah mengetahui bahwa aku adalah musuh besarmu yang telah membunuh ayahmu, Maka apabila tidak ini hari juga aku membunuh kau, kelak kemungkinan besar kau sendiri yang akan mengambil jiwaku!" Gokhiol meratap mohon ampun, tapi dibalas oleh Gorisan dengan bentakan : "Diantara kamu berdua salah satu harus mati, dalam tanganku. Lagipula tak seberapa lama lagi Gak Hong bersama Wanyen Hong akan tiba disini." Akhirnya Gokhiol berkata bersedia untuk menggantikan tempat sigadis, sebaliknya Hay Yan tak mau mengerti dan menyerahkan dirinya untuk menerima kematiannya, berbareng mana ia memaki pula Gorisan dengan habis2an.
Gorisan niengangkat tangannya! "iblis! Jahanam!, hari ini kau tidak membunuh aku, tapi pada suatu hari dan suatu ketika aku pasti akan membunuhmu!, hati2-lah." Gorisan yang digerecoki oleh kedua anak muda itu menjadi mendongkol. "Hah!, dasar dua2nya sialan. lebih baik apabila tidak ada satu orangpun diantara kalian yang boleh hidup! Aku akan menghantarkan jiwamu keneraka!" Gorisan menggosok-gosokan tangannya, dan sinar kehijau2an keluar dari telapak tangannya. Tapi dalam keadaan yang sangat kritis itu, kedua muda-mudi itu mendadak lompat bangun. "Gorisan," ujar Gokhiol, "jangan kau anggap bahwa kami dengan begitu saja ingin mengantarkan jiwa" kepadamu" Huh! sebaliknya kau akan, menemui ajalmu!" Berbareng itu dua buah pedang menyambar kearah muka si Iblis! Gorisan terperanjat! Tahulah kini bahwa ia sedang dipermainkan oleh anak2 muda itu. Dengan tipu "Angsa-putih menyeblok air." kedua tangannya menyapu amat dahsyatnya hawa dingin yang menyerang dua bilah pedang itu, sehingga tersampok miring.
Gorisan tidak berhenti disitu saja, sambil menggeram ia melompat maju, kedua tangannya mencengkeram kepala anak2 muda itu! Gerakannya bukan main cepatnya! Tapi dalam keadaan yang sangat gawat, terdangar suara bentakan yang merdu. Menyusul mana sebuah bayangan menyerang Gorisan. Gorisan awas matanya, ia tahu bahwa ada gadis muda mengayunkan pecut yang menggeletar bagaikan seekor ular sedang melibat mangsanya.
Tanpa pikir panjang lagi dengan sepasang telapak tangannya mengibas keatas. Tapi sigadis beralis hijau itu tengah menggunakan ilmu pecut Hong-bwee cie dari Tiang-Pek Bu-pay yang lihay sekali! Adapun diujung pecut itu terdapat semacam rumput yang sangat beracun dan dinamakan Tauw-kan-Cie adapun bisanya sangat hebat, hingga dapat membunuh seekor banteng. Kalau yang terluka adalah manusia, maka ia akan menderita dengan perlahan-lahan dan tidak Iantas menemui ajalnya. Bahkan ilmu menutup jalan darahpun takkan dapat menolong. Gorisan menjambret pecut orang dengan maksud untuk mematahkannya, tapi sebaliknya duri2 pada pecut itu segera melukai telapak tangannya" Rasa sakit yang tak terhingga menembus sampai keulu hatinya. Ia menjerit saking kesakitan.
Gorisan tak mengetahui akan adanya racun yang begitu hebat pada pecut sigadis. Kini ia buru2 menjatuhkan badannya ketanah dan sambil ber-guling2-an bagaikan harimau terluka ia berlari keluar.
Sementara itu Kim Gan Bie mengejarnya dari belakang dan dengan tipu Tok-coa Ko-su atau ular-berbisa-melilit pohon, pecutnya menyambar punggung lawannya. Duri2 itu bagaikan jarum yang lembut menembus masuk. Gorisan mencelat keatas, tapi saking cepatnya sepotong kulitnya terbeset! Gorisan terperanjat bukan kepalang. Untung sekali ilmu meringankan tubuhnya sangat lihay, sehingga ia dapat meloloskan diri dan kabur meninggalkan Leng Wan Koan.
Setelah berada pada jarak yang agak jauh, barulah Gorisan menarik napas lega. la berpikir seorang diri.
"Apakah gadis tadi bukannya murid "Tiang Pek Lo-ni" yang benama Kim Gan Liu Bie" Entah senjata yang telah digunakannya tadi" Hm, apabila tidak sekarang juga kucabut nyawanya, dikemudian hari mereka akan menyusahkan diriku saja." Segera... dikeluarkannya senjata rahasia yang terkenal...
Kiu-ciu Lui-Seng!....
Ketika Gorisan menoleh, maka dilihatnya dibelakangnya Liu Bie sedang mengejarnya. Sekelebat saja ia mendapat akal yang licik. Se-konyong2 ia menjerit dan ber-pura2 jatuh. Liu Bie tidak sadar bahwa orang ber-pura2, hingga begitu sampai dekat, tiba2 sekelompok benda hitam menyambar kearahnya, bagaikan kupu2 beterbangan. Celaka! senjata rahasia itu sudah dekat kepadanya dan.... sukar untuk dielakkannya! Se-konyong2 segumpalan angin meng-gulung2 menyambar dari atas tebing. Dalam sekejap mata saja Kiu-cui Lui-Seng yang berjumlah belasan itu kena tertolong oleh gumpalan angin tadi dan berjatuhan bagaikan daun2 yang rontok tertiup angin! Diatas tebing berdiri dua orang yang bukan lain dari Im Hian Hong Kie-su bersama Wanyen Hong! Gorisan terperanjat, wajahnya pucat pasi. Selagi ia ingin melarikan diri, sipenunggu Puncak Gunung Hantu sudah membentaknya: "Gorisan! Kau ingin lari kemana?" Berbareng tangannya memukul. Segera terasa angin menyambar, dengan dibarengi suara men-deru2 dan ...
Gorisan jatuh terguling. Im Hian Hong Kie-su cepat2 melemparkan pedang kepada Gokhiol, "Tio Peng, ambillah pedangmu ini! Binasakanlah pembunuh ayahmu!" Gokhiol menyambut pedang tersebut, yang bukan lain dari Ang-liong Kiam! Sinar merah gemerlapan diudara, pedang pusaka warisan, dari ayahnya telah kembali ditangannya! Sipemuda berlari menerjang. Sungguh gerakannya sangat hebat dan luar biasa. la menikam! Pada saat genting itu, Gorisan masih dapat mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya. Dengan tipu Siauw-pit Wan-teng atau Kera-melompat-ditebing, ia berlari-Iari menuruni tebing yang curam itu.
Maka dengan sendirinya serangan Gokhiol tidak menemukan sasarannya. Selain itu Gokhiol tak berdaya untuk mengudak musuhnya.
Wanyen Hong yang menyaksikannya dari atas, merasa penasaran. Ia berteriak : "Gorisan! Jangan kira kau akan luput dari ujung pedangku!" Sambil menggerakkan pedangnya, ia berlari dengan ringannya menyusul. Itulah gerakan Ya-cee Tam-hay atau Setan air mengintai laut. Dengan pedangnya ia menusuk batok kepala Gorisan.
Im Hian Hong Kie-su merasa kuatir terhadap keselamatan sang puteri. Sebab kepandaian Gorisan sudah lebih sempurna dari pada Wanyen Hong.
"Kongcu hati2-lah" teriaknya memperingatkan.
Baru saja Im Hian Hong Kie-su memberitahukannya atau Gorisan sudah berbalik dan menyerang! Dengan tipu mencuri buah Toh, diatas pohon menjambret kaki sang puteri! Sekali bergebrak tubuh Wanyen Hong sudah terangkat tinggi diudara.
"Mundur!" serunya mengguntur, "kamu sekalian harus mundur kembali kedalam Kuil! Kalau kamu membangkang aku tak akan sungkan lagi melemparkan Wanyen Hong kedalam jurang! Boleh kamu saksikan sendiri bagaimana tubuh nanti akan hacur luluh!" Mendengar ancaman hebat itu, mau tak mau Liu Bie, Hay Yan dan Gokhiol menjadi keder. Nampaknya ditangan sang puteri masih tercekal pedang Mo-Hwee-Kiam.
Badannya ber-goyang2 hendak jatuh. Dengan bermandikan peluh Gokhiol menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu. Gorisan tertawa dingin. "Gak Hong, denagarlah," ujarnya, "Aku akan menghitung sampai tiga. Dan apabila setelah itu kau masih belum menggelinding dari sini, janganlah sesalkan aku, Gorisan telah berlaku kejam!" "Satu... "Kita mundur" teriak Hay Yan yang kuatir ibunya akan mendapat celaka." "Dua... Gokhiol maju kedepan. Hay Yan menjerit dan menarik pemuda kita dengan penuh kecemasan.
"Tiga!" Tapi diluar dugaan.... "Rasakanlah pedang nonamu!" Adapun suara tadi datangnya dari bawah tebing! Gorisan tiba2 merasakan tumitnya ditusuk pedang sampai tembus ketulangnya! Saking sakitnya ia menjerit sekeras-kerasnya. Menyusul tubuhnya terjungkal masuk kedalam jurang! Dikakinya pedang tersebut masih tertancap tak terlepas.
Berbarengan dengan kejadian tersebut, Wanyen Hong tak ayal lagi melepaskan dirinya. Syukur sekali tangannya masih keburu menjambret sebuah batu besar yang menonjol dipinggiran tebing. Kini tubuhnya bergantungan diudara.
Tiba2 ia merasakan kakinya ada yang pegang. Wanyen Hong memandang kebawah dan melihat Tai-tai. Tahulah ia kini bahwa Gorisan telah kena ditusuk oleh pedang sitolol! "Tai-tai, bagaimana kau sampai berada disini?" tanya Wanyen Hong dengan heran bercampur girang.
"Kongcu," jawab Tai-tai tertawa, "Aku sudah menanti disini setengah harian lamanya." Pada waktu itu Im Hian Hong Kie-su dan lain2-nya sudah sampai diatas tebing. Lalu dengan mengulurkan tangannya Wanyen Hong berhasil ditarik keatas. Sedangkan Liu Bie dengan pecutnya telah membantu Tai-tai naik keatas.
Sampai diatas Wanyen Hong memeluk Tai-tai seraya berkata dengan terharu : "Tai-tai, kau telah menolong jiwa aku, maka sejak hari ini juga aku mengangkatmu sebagai puteriku sendiri!" Rupanya sebelum semua peristiwa terjadi, Liu Bie telah mengajak Tai-tai ke Mo-Thian Nia. Maksudnya ialah tak lain sebagai penunjuk jalan saja. Setelah tiba ditempat tujuan, Tai-tai disuruh untuk menanti dibawah gunung.
Sebaliknya Tai-tai setelah menempuh jarak demikian jauhnya ditambah pula mendaki gunung yang terjal, merasa letih. lapun berjalan dengan seenaknya sambil mengasoh disana sini. Tatkala itu ia berada dipertengahan kaki gunung, tatkala melihat kebetulan sekali tubuh majikannya sedang diangkat tinggi oleh Gorisan.