"Diam!" serunya menggeletar. "Kau tidak mengetahui, apa2! Sejak Monggolia berdiri, negeri Kim telah bersepakat dengan kerajaan Song untuk hidup berdampingan secara damai. Sebab itulah ayahmu telah datang kekerajaan Kim untuk melakukan tugas muhibah. Kelak, dikemudian hari Monggolialah yang akan menghancurkan kerajaan Song! Kau jangan mengira bahwa Tuli berbudi luhur terhadapmu, sesungguhnya ia hendak memperalat dirimu untuk mengabdi kepada Monggolia untuk menghancurkan negeri Song dan negeri Kim!" Melihat Wanyen Hong demikian, gusarnya, Gokhiol, tidaklah heran apa bila ia senantiasa membunuh Busu2 dari Monggolia! lapun lekas2 menyahut dengan tegas.
"Kongcu, aku bukan orang yang tidak mengenal budi.
Hari ini aku telah menerima budi kebaikanmu yang sudah rela menolong jiwaku, maka biarlah kelak seteiah berhasil membalas dendam aku akan, kembali datang bersujud, dihadapan Kongcu!" Setelah berkata demikian pemuda kita memberi hormat dan membalikkan tubuhnya.
Sementara itu Hay Yan melihat gurunya bersitegang dan gusar, tergesa-gesa mendampingi Gokhiol keluar dari istana. "Suhu bermaksud baik, mengapa kau tidak menuruti perkataannya?" Gokhiolpun menggelengkan kepalanya.
"Suhumu tak mau membantu aku dalam menuntut balas, sebaliknya malah ia minta aku mangingkari ayah angkatku Jendral Tuli. Manakah dapat aku menyetujui pendapatnya?" Hay Yan menghantarkan sipemuda keluar dari rimba Ang-Liu-Wi, lalu berpisah dengan airmata bercucuran, hancur hatinya. Ketika ia kembali kedalam, tampak gurunya sedang mencekal pedang musika Mo-Hwee-Kiam dengan wajah beragi-api. Terdengarlah teriakannya penuh kemurkaan.
"Yan-jie, tangkap dia! Bawalah dia kembali kesini!" Mendengar titah gurunya itu, Hay Yan menjadi terkejut.
"Suhu!, apakah yang kau maksudkan dengan kata2-mu itu ?" Wanyen Hong membuka mulutnya.
"Dia mengetahui rahasiaku. Sekarang dia kembali kegunung Mo-thian Nia. Jika kelak ia mewariskan kepandaian gurunya yaitu Wan Hwi Sian yang menjadi tokoh kaum To Kauw, niscaya ia akan menyumbangkan tenaganya untuk kepentingan bangsa Monggolia! Dia akan menjadi musuh yang berbahaya! Lebih baik apabila kita siang2 menangkapnya dan mengasingkannya! Janganlah kita sampai meninggalkan bibit bencana dikemudian hari!" "Tapi.... suhu; bukankah ia puteranya Tio Hoan"!" Hay Yan menegurnya dengan cemas.
"Diam! Kau tidak tahu apa2. Jika Tio Hoan sendiri dapat mengetahuinya, ia pasti takkan mengijinkan puteranya memandang musuh. sebagai ayah angkatnya.
Kini baiklah kau menangkapnya untuk dikurung kembali: Lekas kau pergi dan jangan gagaI!. Kalau sampai kau secara diam2 membantunya, aku... bunuh kau."
---oo0dw0oo---
Begitulah tatkala Gokhiol tengah melanjutkan perjalanannia atau se-konyong2 dari belakangnya terdengar suara halus berseru : "Tio Kongcu! Berhentilah dulu!" Pemuda kita berpaling kebelakang maka tampaklah o!ehnya Hay Yan berlari datang menyusul. la menjadi.
heran dan berdiri menanti. Dilihatnya airmuka sicantik dingin, sedangkan ditangannya mencekal pedang Mo-hweekiam.
"Siocia, apakah kau ingin ikut ke Mo-thian Nia?" Pemuda kita bertanya dengan tersenyum.
"Guruku menyuruh kau kembali, katanya ia masih ada sesuatu yang ingin diucapkan kepadamu secara pibadi." "Ha-ha-ha! Kau tak usah mendustai aku," sahul Gokhiol.
"Sedangkan tadi saja aku telah mempunyai firasat yang kurang baik. Gurumu menginginkan agar aku memisahkan diri dari bangsa Monggol dan kembali mengabdi kepada kerajaan Song. Tentu ini menyuruh kau untuk menangkap aku, bukan?" Hay Yan diam tak bergerak, akhirnya dengan suara gemetar ia berkata : "Baiklah, setelah kau mengetahuinya juga, akupun akupun tak perlu berdusta pula. Memang pada tahun yang lalu suhu telah menyuruh aku mengurungmu dibawah tanah justru karena ia mengetahui hahwa kau adalah anak angkat dan Jenderal Tuli. Dan kelak dikemudian hari kau pasti akan menjadi musuh negeri Kim dan Song. Selain dari pada itu, suhupun merasa kuatir bahwa kau telah diperkuda oleh Im Hian Hong Kie-su untuk mencari tahu tentang rahasianya. Sebab itulah sekalipun aku hendak, menolongmu, aku masih lebih dipangaruhi oleh perasaan takut dimarahi oleh guruku..." "Dan sekarangpun kau takut kalau2 gurumu menjadi gusar hingga terpaksa kau menangkap aku juga" Gokhiol memotong perkataan sigadis. "Bukankah begitu, Siocia?" Tampak sepasang mata sigadis bersinar.
"Kau belum habis mendengar penjelasanku! Jika aku bermaksud menangkapmu, untuk apa aku harus membuka mulut panjang-lebar" Suhu menyuruh kau untuk tidak kembali ke Holim dan beliaupun berjanji akan membunuh Im Hian Hong Kie-su!" "Huh, janganlah membuat aku tertawa. Apakah kau belum tahu bahwa aku ini seorang jantan" Im Hian Hong Kie-su adalah musuh ayahku, aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku tak perlu bantuan suhumu!" "Tio Kongcu, jika bukan diobati oleb guruku, siapa lagi yang dapat menyelamatkan hidupmu" Paling2 kau masih dapat bertahan selama tiga hari saja! Hal ini sudah membuktikan bahwa kau masih bukan tandingan musuhmu. Maka kalau bukan dengan pertolongan guruku, siapa lagi yang dapat membantumu" Dapatkah kau dengan mendongkol menuntut balas seorang diri?" Pemuda kita tak mau mengalah dan iapun menyahut : "Kau jangan meng-agung2kan kepandaian gurumu dihadapanku. Diluar langit masih ada langit yang lebih tinggi. Demikian pula halnya dengan kaum rimba persilatan. Dibalik jago, masih ada lagi yang lebih jago daripadanya. Kau belum tahu bahwa guruku Wan Hwi Sian adalah seorang tokoh kelas satu didunia persilatan.
Aku menuntut ilmu kepada beliau, dan akupun pasti akan membunuh lm Hian Hong Kie-su! Lihatlah nanti!" Tengah mereka sedang ber-cakap2, tiba2 desiran angin menyambar dari atas bukit. Menyusul mana berkelebatlah satu, bayangan. Tahu2 orang itu sudah berada dihadapan mereka! Bukan kepalang rasa kaget hati pemuda kita. Orang itu kiranya bukan lain dari Wan Hwi Sian! Buru2 Gokhiol menjatuhkan diri dihadapan gurunya.
"Kedatangan suhu sungguh tepat pada waktunya. Siocia ini....
Tapi Hay Yan cepat2 menjura.
"Boanpwe Hay Yan anak perempuan Hay An Peng dari Hay-Kee-Chun." Dewa Kera Terbang menatap dengan suram kepada gadis itu, lalu berkata. "Yan-jie, lebih baik sekarang kau lekas2 kembali ke Hay-Kee-Chun! Hay An Peng telah binasa dibunuh orang " Hay Yan menjadi pucat, ia sangsi apakah berita itu benar atau tidak.
"Yan-jie, pulanglah dan beritahukan kepada gurumu.
jika ingin mencari Im Hian Hong Kie-su untuk menuntut balas, pinto dapat membantunya. Tapi kuminta supaya hal ini jangan sampai bocor. Nanti kelak kita dapat bertemu pula." Begitulah selesai berkata maka Wan Hwi Siang mengajak Gokhiol pergi meninggalkan tempat itu.
Hay Yan menggigil tubuhnya.
"Orang itu adalah gurunya Gokhiol, kiranya tidaklah ia akan mendustai aku," pikirnya dalam hati.
Dengan satu, lompatan ia menyusul kedua murid dan guru itu sambil berseru. "Boanpwee mohon bertanya kepada to-tiang, sekarang ini Im Hian Hong Kie-su berada dimana?" Wan Hwi Sian berpaling kebelakang, lalu menjawab : "Dia tidak berketentuan tempat tinggalnya. Maafkanlah Pinto tidak dapat menjelaskannya. Jika gurumu Wanyen Hong Kongcu, memerlukan aku, maka dalam waktu sepuluh hari ini boleh ia bertemu dengan aku diatas bukit Sai-cu-giam di Kiam Kok." Hay Yan berpikir, bagaimana orang ini dapat mengetahui akan gurunya yang memang adalah puteri dari kerajaan Kim" Ia menengadah pula tapi kedua orang itu sudah berada jauh sekali. lapun membalikkan tubuhnya dan berlari menuju... Hay-Kee-Chun.
Ketika ia sampai di Hay-Kee-Chun, dilihatnya pintu masuk kedalam rumah terkunci rapat. Keadaan sunyi senyap. la dobrak pintu itu dan masuk kedalam rumah. la menjerit bahna kagetnya! Hay An Peng rebah diatas tanah dengan tidak bernyawa lagi! la, menubruk tubuh orang itu seraya menangis menggerung-gerung. Didapatkan olehnya, pada bagian bawah kuping Hay An Peng darah yang sudah-kering dan disitu masih menancap sebuah senjata rahasia! Dicabutnya senjata itu yang ternyata bukan lain adalah... Kui-cu Liu-seng! Sambil menggertakkan giginya ia mendesis seorang diri : "Im Hian Hong Kie-su! Tunggulah pembalasanku!" Akhirnya Hay Yan menutupi jenazah. Hay An Peng dengan selimut, kemudian ia berlari ke Kota Hitam pula.