Dan Cu Sing Hong jadi penasaran bukan main.
Tidak biasanya dia begini sulit untuk merubuhkan seorang lawan saja.
Apa lagi memang Cu Sing Hong melihat lawannya ini hanyalah seorang pemuda yang berusia masih muda.
Cepat-cepat Cu Sing Hong telah merobah cara bersilatnya, dia telah mengeluarkan suara siulan yang sangat tinggi sekali, melengking nyaring, lalu dibarengi dengan kedua tangannya yang telah digerakkan untuk melancarkan serangan yang luar biasa kuatnya.
Serangan yang dipergunakan oleh si gadis ini menyambar bagaikan gelombang badai yang menerjang kearah Eng Song, memaksa Eng Song mau tidak mau melompat mundur untuk menjauhkan diri sementara dari si gadis.
"Hemmm, jangan harap kau dapat meloloskan diri dari seranganku!" mengejek Cu Sing Hong dengan suara yang nyaring sekali.
Si gadis juga bukan hanya sekedar membentak belaka, karena dengan cepat dia telah melancarkan serangan yang beruntun dan dahsyat.
Eng Song merasakan semakin lama semakin bertambah kuat saja.
Sedangkan Cu Sing Hong penasaran karena dia melihat Sin Tannya tidak memberikan hasil sama sekali.
174 Kolektor E-Book Initah yang telah membuatnya jadi begitu mendongkol bukan main.
Dengan cepat dia telah melancarkan serangan belasan jurus.
Tetapi tidak satu juruspun yang memberikan hasil padanya.
Tentu saja Cu Sing Hong tambah penasaran saja menghadapi kenyataan seperti ini.
Dengan cepat bukan main, dia telah mengulangi beberapa jurus serangannya.
Dan setiap serangannya memang ditambahi tenaga serangan yang lebih dahsyat.
Setelah bertempur sekian lama, akhirnya Eng Song merasakan bahwa telah cukup dia mengalah menerima serangan-serangan dari si gadis she Cu tersebut.
Dengan cepat, dikala dia berhasil mengelakkan serangan si gadis yang terakhir, dia telah mementang kedua tangannya, lalu dia telah mementangnya dengan mengeluarkan suara bentakan keras.
Dengan dibentangnya kedua telapak tangannya itu, maka meluncur serangan tenaga dalam yang berkelompok-kelompok kearah Cu Sing Hong.
Serangan seperti ini merupakan serangan yang sangat berbahaya sekali, sebab dengan adanya serangan seperti ini telah membuat si gadis seperti juga telah terkurung oleh angin serangan Eng Song.
Kembali tenaga dalam mereka telah saling bentur satu dengan yang lainnya.
Dan tampak juga betapa angin serangan yang terjadi bergulung-gulung begitu keras dan kuat saling bentur ditengah udara telah buyar.
Tetapi Eng Song tidak mau menyudahi sampai di situ, dengan beruntun dia telah menyusuli pula dengan serangan-serangan berikutnya.
Pukulan-pukulan yang dilancarkannya itu bukan main kuatnya dan mengandung tenaga yang mematikan.
Cu Sin Hong sendiri menyadarinya, jika dia bertempur terus menerus dengan pemuda ini mempergunakan cara demikian, tentu dirinya suatu saat akan menderita kerugian yang tidak kecil.
Karena memang Cu Sing Hong telah melihatnya bahwa kepandaian yang dimiliki Eng Song merupakan kepandaian yang bukan sembarangan.
Maka dari itu, mau tidak mau ia harus bersungguh-sungguh melancarkan serangan berusaha untuk merubuhkan lawannya ini.
Di saat itulah, dengan sikap yang agak kalap, Cu Sing Hong telah melancarkan serangan disertai timpukan Sin Tannya lagi.
Dengan mempergunakan dikala Eng Song mengerahkan tenaga dalamnya untuk melawan hawa dingin yang datang begitu deras, maka tampak si gadis telah melancarkan serangan dengan telapak tangannya.
Gerakan yang dilakukannya itu demikian hebatnya, sehingga telak sekali dada Eng Song telah kena dihajar oleh telapak tangannya.
"Bukkkkk!" Tubuh Eng Song terhuyung kebelakang.
Tetapi dia tidak rubuh, sedangkan telapak tangan si gadis tetap melekat di dada Song.
175 Kolektor E-Book Hal ini disebabkan Eng Song saat itu tengah mengerahkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya untuk melindungi tubuhnya dari serangan hawa dingin Sin Tan si gadis.
Siapa tahu, telapak tangan si gadis berhasil singgah didadanya, sehingga telapak tangan itu telah melekat, karena kedua kekuatan dari kedua orang yang tengah saling tempur ini telah saling tarik menarik.
Tentu saja Cu Sing Hong jadi kaget setengah mati, dia sampai mengeluarkan seruan tertahan.
Wajah Cu Sing Hong juga telah berobah hebat, karena dia telah beberapa kali berusaha menarik pulang tangannya, namun selalu gagal.
Apa lagi waktu Eng Song terhuyung itu akibat terpukul telapak tangannya, si gadis cantik Cu Sing Hong harus maju juga kedepan.
Tubuhnya jadi doyong, namun melihat keadaan sudah menjadi demikian rupa, maka Cu Sing Hong tidak memiliki pilihan lainnya.
Dia terpaksa mengerahkan tenaga dalamnya untuk membinasakan Eng Song dengan mempergunakan kekuatan tenaga dalamnya itu untuk menindih kekuatan murni ditubuh Eng Song.
Kenyataan seperti ini tentu saja telah membuat Eng Song jadi terperanjat.
Dia telah mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali, dan membusungkan dadanya.
Maksud Eng Song ingin membuat telapak tangan si gadis terlepas dari dadanya.
Namun telapak tangan Cu Sing Hong tetap juga melekat keras-keras didadanya, dan malah telah dirasakan oleh Eng Song, dari telapak tangan gadis itu telah meluncur keluar kekuatan yang bukan main.
Dengan cara demikian, Eng Song jadi tersadar, jika dia tidak cepat-cepat memberikan perlawanan dengan mempergunakan tenaga murninya, tentu dirinya akan dicelakai oleh Cu Sing Hong.
Apa lagi memang Eng Song mengenal gadis ini sebagai seorang gadis yang memiliki adat begitu telengas.
Cepat-cepat Eng Song telah mengempos semangatnya, dia menyalurkan pada dadanya.
Maka biarpun tubuh Eng Song maupun Cu Sing Hong masing-masing berdiam saja, kenyataannya mereka tengah mengadu kekuatan tenaga dalam yang dahsyat sekali.
Cu Sing Hong semakin lama tambah penasaran ssja, dia sampai mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali, dan menambahkan kekuatan tenaga lwekangnya pada telapak tangannya itu.
"Rubuhlah kau!!" bentak Cu Sing Hong waktu dia melampiaskan kemendongkolannya dengan mengerahkan pula tenaga yang jauh lebih besar pada telapak tangannya.
Tetapi Eng Song tetap berdiri tegak ditempatnya semula.
Malah dia telah tertawa mengejek, dengan suara yang dingin : "Hemm, apa yang rubuh? Bayangannya?" ejekan dengan mata mengawasi angker sekali kepada Cu Sing Hong.
Muka Cu Sing Hong jadi berobab merah padam, dia gusar bukan main diejek demikian oleh Eng Song.
176 Kolektor E-Book Di antara mendesirnya angin serangan yang kuat bukan main, maka tampaklah Eng Song juga tidak mau kalah dibandingkan si gadis.
Cepat-cepat Eng Song telah menyalurkan tenaga dalamnya dan menyalurkannya untuk menindih telapak tangan si gadis.
Kenyataannya telah terjadi suatu persoalan yang dahsyat.
Dengan mengeluarkan suara raungan yang melengking nyaring, tampak si gadis Cu Sing Hong yang tengah penasaran bukan main, telah melancarkan pukulan-pukulan yang luar biasa kuatnya.
Mau tidak mau Eng Song memang harus mengelakkan diri dari tekanan tenaga dalam gadis itu, karena dia merasakan napasnya mulai sesak.
Cu Sing Hong telah mengeluarkan suara bentakan juga, lalu melompat turun ditanah, disaat telapak tangan Cu Sing Hong terbuka juga akhirnya.
Dengan sepasang mata masing-masing terpentang lebar-lebar mereka saling mengawasi.
Maka tampak jelas sekali, betapa dari mata mereka memancarkan sinarnya yang sangat kuat sekali mengancam dan mengandung hawa pembunuhan.
Eng Song yang tengah mendongkol sekali, diam-diam terpaksa harus mengakui bahwa gadis yang menjadi lawannya ini memang sesungguhnya merupakan lawan yang tangguh dan berat sekali.
Di saat itu, cepat bukan main Cu Sing Hong yang tidak mau membuang-buang waktu, telah meloncat tinggi sekali, dia telah melancarkan serangan dengan kedua telapak tangannya yang diputar-putar di tengah udara.
Gerakan yang dilakukan oleh Cu Sing Hong ini sesungguhnya diambil dari jurus ilmu simpanannya.
Jika memang dia tidak sedang berhadapan dengan lawannya yang tangguh, tentunya dia tidak akan mempergunakan gerakan seperti ini.
Eng Song menangkisnya lagi.
"Brakkkk...!" bentrokan yang terjadi keras bukan main.
Dan meminjam tekanan tenaga serangan Cu Sing Hong, Eng Song telah melompat kebelakang lagi.
"Tahan dulu.....!" teriak Eng Song dengan suara yang nyaring.
"Ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu!" Dan dengan cepat sekali, dia telah mengeluarkan suara siulan untuk membuang tekanan tenaga dalam yang ada pada dadanya.
Sedangkan Cu Sing Hong sendiri telah mengeluarkan bentakan yang keras sekali : "Apa yang kau ingin katakan?" tanyanya.
"Hemmm...
memang harus kuakui, kepandaianmu sangat tinggi! Antara dirimu dengan diriku tidak terdapat bentrokan suatu apapun juga, maka dari itu, untuk apa kita saling tempur dengun cara demikian? Bukankah tidak ada artinya?" Tetapi Cu Sing Hong telah tertawa dingin.
"Hemmm...
enak saja kau bicara!" katanya dengan suara yang tawar.
"Setelah kau membuat aku letih demikian rupa, apakah dengan mudah begitu saja kau mau menyudahi urusan sampai disini saja!" Dan setelah berkata begitu, Cu Sing Hong mengambil sikap seperti juga ingin melakukan penyerangan lagi.
177 Kolektor E-Book Tentu saja Eng Song jadi terkejut, dan bersiap-siap? untuk menyambuti jika memang Cu Sing Hong melancarkan serangan padanya.
"Jadi apa yang kau inginkan sebenarnya?" "Jiwamu!" "Mengapa?" "Jelasnya kau harus mampus!" "Mengapa begitu?" "Kau harus mampus.
Titik." berseru Cu Sing Hong dengan suara mendongkol dan gusar bukan main.
"Dan...
terimalah serangan dariku!" Dan setelah berkata begitu, dengan cepat sekali, Eng Song telah diserang oleh Cu Sing Hong kuat sekali, angin serangan yang kali ini menyambar memiliki kekuatan yang tidak kepalang.
Dan Eng Song mana berani meremehkan dan memandang enteng pada serangan yang dilancarkan oleh gadis tersebut? Cepat-cepat dia telah menggerakkan kedua tangannya, dia telah menangkisnya.
"Bukkkkk!" Keras bukan main tenaga bentrokan itu.
Tetapi di saat keadaan disekitar tempat tersebut tengah tergetar.
Eng Song telah berkata lagi : "Apa gunanya lagi semua ini? Bukankah kita sudah melihat bahwa kepandaian kita berimbang! Tidak mungkin salah seorang diantara kita keluar sebagai pemenang, setidak tidaknya kita akan binasa bersama!" "Cissss......!" meludah Cu Sing Hong dengan suara yang dingin mengandung kemarahan.
"Engkau ingin mati bersamaku? Hemmmmm......
yang jelas engkau yang harus mampus!" "Kau terlalu berkepala batu, nona!" kata Eng Song yang kembali jadi naik darah dan telah mengeluarkan suara seruan nyaring.