Halo!

Pendekar Bunga Chapter 47

Memuat...

Namun belum lagi pemuda ini sempat melihat orang yang melancarkan serangan itu, telah dirasakannya menyambar kembali serangan gelap itu.

Kembali Eng Song menangkisnya.

Dan kembali pula Eng Song merasakan serangan hawa dingin yang bukan main.

170 Kolektor E-Book Seketika itu juga si pemuda telah teringat kepada seseorang yang memiliki senjata yang demikian.

Dan Eng Song segera teringat bahwa senjata yang disentilnya itu pasti Sin Tan, peluru ajaib yang dimiliki oleh Cu Sing Hong.

Teringat kepada gadis yang berpakaian serba putih itu, Eng Song jadi mendengus mendongkol.

Entah apa maunya gadis itu mempermainkan dirinya?.

Maka dari itu, sambil mengerahkan tenaga murni ditubuhnya, Eng Song telah membalikkan tubuhnya.

Dan dilihatnya seorang wanita yang cantik bukan main, dengan pakaian serba putih, tengah berdiri dijarak kejauhan dengan dirinya.

Gadis itu tampak tenang sekali, dia tengah memandang kearah Eng Song dengan seulas senyum tersungging dibibirnya, senyuman mengejek.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hal ini telah membuat Eng Song jadi tambah mendongkol.

"Hemmm, kiranya Cu Sing Hong Kouwnio! Apa maksudmu melancarkan serangan gelap padaku?" tegur Eng Song dengan suara yang tawar.

Muka gadis itu tampak berobah hebat waktu Eng Song menyebut namanya.

Tampaknya dia kaget sekali pemuda ini mengenali dirinya dan tahu namanya.

"Siapa engkau?" tegurnya dengan suara dingin.

"Mengapa kau mengetahui aku bernama Cu Sin Hong.

Eng Song tertawa dingin.

"Engkau belum menjawab pertanyaanku, maka mana ada bagusnya jika aku menjawab pertanyaanmu itu?" ejek Eng Song.

Muka si gadis telah berobah dengan hebat, dia memandang dengan sorot mata yang tajam bukan main.

"Hemmmmm...

kau terlalu kurang ajar pemuda ceriwis!" katanya.

"Memang aku telah melihat sejak tadi, bahwa engkau bukanlah sebangsa manusia baik-baik!" Tetapi Eng Song telah tertawa dingin.

"Hemmmm, engkau belum menjawab pertanyaan yang tadi!" katanya memperingati si gadis.

Si gadis mendengus, lalu katanya : "Aku menginginkan jiwamu!" "Tentu harus ada sebabnya!" "Karena engkau telah membinasakan Ciang Ku Su..." "Hanya itu saja?!" "Ya!" "Dan.....

apa hubunganmu dengan Ciang Ku Su?" tanya Eng Song lagi.

"Tidak perlu kau tahu! Sekarang kau beritahu kepadaku, dari mana engkau mengetahui namaku?!" bentak si gadis dengan suara yang dingin.

"Apakah kau lupa tempo hari pada seorang bocah yang bersama Ang Sam Kay?" tanya Eng Song dengan suara yang tawar.

"Itulah aku!" 171 Kolektor E-Book "Ohhh...! si gadis telah mengeluarkan suara seruan tertahan.

Memang dia mengenal Ang Sam Kay, maka diingatkan dengan pengemis tua yang telah almarhum tersebut, mau tidak mau dia telah teringat kembali pada bocah yang bersama pengemis itu.

Namun disaat itu, si bocah masih terlalu kecil, sedangkan sekarang telah menjadi seorang pemuda yang demikian tampan.

"Ohhh, kiranya engkau!!" kata gadis itu kemudian dengan sikap yang dingin sekali.

"Tidak tahunya hanyalah bekas pengemis cilik belaka!" Mendengar disebut dirinya bekas pengemis cilik, hati Eng Song mendongkol juga.

"Sekarang, apa maksudmu melancarkan serangan membokong pudaku?" tegur Eng Song kemudian.

"Hemm, aku tidak membokong, kalau aku mau, akupun dapat melancarkan serangan dengan cara berterang." "Jelaskanlah, apa yang kau inginkan dariku?" "Aku ingin main-main dengan kau beberapa jurus!" "Boleh! Boleh! Akupun ingin mengetahui kehebatan ilmumu!" Dan setelah berkata begitu, Eng Song telah bersiap-siap untuk menghadapi gadis cantik tetapi memiliki kepandaian yang tinggi dan Sin Tan yang sangat sakti menimbulkan hawa dingin yang bukan main.

Dengan sendirinya, disamping itu juga, diantara keheningan yang ada pada mereka, terlihat jelas sekali, betapa Cu Sing Hong telah bersiap-siap melancarkan serangan.

Gadis cantik itu telah berdiri dengan sikap yang angker sekali, dia telah memandang tajam pada Eng Song dan tangannya terangkat perlahan-lahan.

Dan Eng Song juga yang mengetahui bahwa gadis ini sangat tinggi kepandaiannya, dengan sendirinya tidak mau meremehkannya.

Eng Song juga telah cepat-cepat bersiap-siap untuk menghadapi serangan yang bagaimana bentuknyapun dari gadis tersebut.

"Nah, kau terimalah seranganku ini!!" kata C u Sing Hong dengan suara yang nyaring.

Membarengi dengan suara bentakannya itu, tampak dia telah mendorong dengan mempergunakan kedua telapak tangannya.

Eng Song merasakan samberan serangkum angin serangan yang bukan main hebatnya.

Dan tenaga serangan itu menderu-deru keras sekali, menimbulkan tekanan pada jalan pernapasannya.

Cepat-cepat Eng Song telah mengerahkan tenaga dalamnya, dia menyalurkan enam bagian tenaga murninya dan kemudian telah mengeluarkan suara seruan, dia menangkis serangan dari Cu Sing Hong.

"Bukkkkk......!" keras bukan main telah terjadi benturan ditengah udara.

Tubuh Eng Song tahu-tahu telah terpental! Inilah suatu kejadian yang tidak pernah diduganya, karena dia telah terpental begitu keras dan juga terlontarkan bagaikan tubuhnya seperti daun kering belaka.

172 Kolektor E-Book Tentu saja Eng Song jadi kaget bukan main, karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa kekuatan tenaga serangan gadis yang bertubuh lemah gemulai itu ternyata luar biasa kuatnya.

Mau tidak mau memang dia jadi terperanjat dan cepat-cepat berusaha mengembalikan keseimbangan tubuhnya dengan jalan berjumpalitan ditengah udara, sehingga waktu tubuhnya meluncur turun ditanah, dia telah turun dengan kedua kakinya terlebih dulu.

Di antara menderu angin serangan si gadis, maka Eng Song, juga merasakan betapa tekanan pada beberapa jalan darahnya.

Segera pula pemuda ini menyadarinya bahwa telah terjadi penekanan oleh tenaga tersembunyi dari si gadis pada beberapa jalan darahnya.

Cepat-cepat Eng Song telah mengempos semangatnya, dia menyalurkan tenaga murninya.

Di antara suara bentakan yang dikeluarkannya, maka kedua tangan Eng Song telah bergerak-gerak.

Dari kedua telapak tangannya telah mengalir keluar bungkah-bungkah tenaga dalam yang bergelembung, bagaikan titik-titik bunga yang berguguran.

Tentu saja si gadis Cu Sing Hong jadi terperanjat bukan main.

Dia heran berbareng kaget, sampai mengeluarkan seruan nyaring dan cepat menarik pulang tenaga maupun kedua tangannya.

Hal ini disebabkan dia merasakan gelembung-gelembung dari tenaga dalam Eng Song telah mengurung dirinya.

Dengan mengeluarkan suara tertawa dingin, tampak Cu Sing Hong telah menggerakkan kedua tangannya, berulang kali.

Dengan cepat pula dia telah melancarkan serangan membalas, dia telah melancarkan serangan-serangan dengan mempergunakan tenaga dalam yang tinggi sempurna.

Tetapi Eng Song tadi kena dilontarkan begitu disebabkan kurang waspada.

Sekarang dia telah bersikap jauh lebih tenang dan waspada.

Dengan sendirinya serangan si gadis Cu Sing Hong yang kali inipun telah dapat dihadapinya.

Dia telah berusaha untuk dapat membendung meluncurnya tenaga serangan yang tengah menyambar kearahnya tidak hentinya itu.

Di antara semua itu, di antara mendesirnya angin serangan yang demikian hebat, telah membuat punah seluruh kekuatan yang ada pada tenaga serangan Cu Sing Hong.

Namun si gadis cantik yang berpakaian serba putih itu jadi sangat penasaran sekali.

Dia telah mengeluarkan suara seruan yang keras sekali.

Dan di antara semua itu, dia telah melancarkan pukulan-pukulan yang mematikan.

Setelah beberapa kali serangannya dapat digagalkan, maka kali ini Cu Sing Hong melancarkan serangannya sambil dibarengi dengan melepaskan beberapa Sin Tannya.

Dia telah menyentilnya.

Dengan cepat beberapa buah peluru saktinya itu telah menyambar kearah Eng Song.

Eng Song terkejut, karena merasakan dirinya di serang hawa dingin yang bukan main.

Dan hawa dingin itu seperti juga telah menyelinap kedalam tulang sumsumnya.

173 Kolektor E-Book Tentu saja Eng Song cepat mengempos semangat dan tenaga dalamnya.

Biar bagaimana dia tidak mau jika harus mengalami nasib harus menderita kedinginan disebabkan peluru sakti itu.

Dia juga telah mengeluarkan suara keras, lalu cepat-cepat memutar-mutar kedua tangannya, tidak hentinya, untuk melindungi tubuhnya.

Dengan cara demikian memang Eng Song berhasil juga untuk melindungi dirinya dari serangan hawa dingin yang luar biasa.

Di antara semua itu, Eng Song terpaksa telah mengeluarkan ilmu simpanannya.

"Jagalah serangan!" berseru Eng Song dengan suara yang bengis.

Karena Eng Song sangat gusar sekali melihat kelicikan gadis itu, dia tidak berlaku shejie lagi, telah melancarkan serangan dengan mempergunakan tenaga yang sangat kuat sekali, dan tenaga dalamnya itu telah meluncur cepat sekali menyambar kuat kearah si gadis Cu Sing Hong.

Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song benar-benar merupakan gerakan yang sangat mematikan.

Tentu saja Cu Sing Hong juga menyadari hal itu, maka dengan cepat dia telah melompat mundur.

Mereka berhadap-hadapan tidak melancarkan serangan dulu.

Setelah saling tatap seperti juga saling menakar kekuatan lawan masing-masing, tahu-tahu secara berbareng keduanya telah melompat menyerang maju sambil melancarkan serangan yang bukan main hebatnya.

Apa lagi memang Eng Song juga memiliki kepandaian yang bukan main tinggi yang diterima dari kedua gurunya yang merupakan tokoh rimba persilatan.

Dengan sendirinya si gadis cantik yang bernama Cu Sing Hong berulang kali harus menderita rasa keterkejutan yang tidak kepalang.

Saat itu, di antara menderunya angin serangan yang luar biasa kuatnya, tampak tubuh kedua orang ini telah berkelebat-kelebat dengan gerakan yang cepat sekali.

Post a Comment