Halo!

Pendekar Bunga Chapter 45

Memuat...

Karena dia sudah tidak memperdulikan serangan Eng Song pada dirinya.

Yang diinginkan olehnya asal dapat menghantam telak batok kepala Eng Song.

Tentu saja hal ini telah mengejutkan Eng Song, sebab pemuda ini menyadari betapa hebatnya tenaga serangan yang pergunakan oleh Ciang Ku Su.

Dan yang paling berbahaya adalah tengan kiri dari Ciang Ku Su, yang telah meluncur akan menghantam batok kepalanya.

Dengan mengeluarkan seruan keras, Eng Song menarik pulang tangan kanannya, dia akan mengibaskan tangan kanannya itu untuk menangkis.

162 Kolektor E-Book Dan disaat itulah, Eng Song yang mengangkat kepalanya untuk menangkis serangan tangan kiri Ciang Ku Su, jadi mementang matanya karena dia sangat terkejut bukan main.

Dilihatnya tangan kiri dari Ciang Ku Su hanya memiliki empat jari belaka, sebab jari kelingkingnya telah terputuskan! Tentu saja apa yang dilihatnya ini tidak pernah diduga sebelumnya.

Dengan mengeluarkan suara raungan Eng Song menangkis keras.

Tubuh Ciang Ku Su terpental keras dan ambruk bergulingan ditanah.

Namun sebagai seorang yang memiliki kepandaian yang bukan main tingginya, dia telah melompat bangun kembali tanpa kurang suatu apapun juga.

Saat itu Eng Song telah berdiri tegak dengan sikap yang bengis sekali.

"Hemmm....

kiranya engkau! Kebetulan sekali, memang aku tengah mencari-cari engkau! Siapa tahu Ciang Ku Su ternyata adalah musuh besarku juga!!" mendesis Eng Song dengan suara yang dingin.

Ciang Ku Su sebetulnya tengah murka sekaIi karena dirinya bisa dirubuhkan begitu rupa oleh lawannya, dia bermaksud akan melancarkan serangan lagi dengan gerakan yang cepat.

Namun mendengar perkataan Eng Song, dia jadi melengak kaget dan heran.

"Hemmm, siapa kau sesungguhnya?" bentak Ciang Ku Su bengis.

"Aku she Ma dan bernama Eng Song! Namun keluargaku tidak memiliki sangkut paut apa dengan peristiwa ini! Namun engkau ingat tidak dengan Ang Sam Kay? Pengemis tua yang malang dan telah kau hadiahi dengan telapak tangan kirimu didadanya itu setelah kau membinasakan kedelapan hweshio pengurus kuil Ban song sie?" Mendengar perkataan Eng Song, muka Ciang Ku Su berobah hebat.

Dia sampai mengeluarkan seruan terperanjat dan undur kebelakang beberapa langkah.

Tampaknya dia terkejut bukan main dan telah memandang dengan sorot mata bertanya tanya.

"Hemmmm....

engkau ada sangkut paut dan hubungan apa dengan Ang Sam Kay?!" tegurnya kemudian dengan suara yang bengis.

"Aku adalah orang yang pernah ditolong oleh paman Ang Sam Kay, maka dari itu, akupun sekarang harus membalaskan sakit hatinya! Ohhh, Thian sungguh memiliki mata, sehingga aku telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan pernbunuh Ang Sam Kay!" Muka Ciang Ku Su berobah lagi, tampak tubuhnya juga agak tergetar.

Saat itu Eng Song yang telah yakin bahwa orang ini adalah yang telah membinasakan Ang Sam Kay, telah mengeluarkan suara bentakan yang keras bukan main.

Tampak tubuhnya telah mencelat tinggi sekali, dia telah melancarkan serangan dengan mempergunakan kedua telapak tangannya.

Karena mengetahui bahwa orang yang ada dihadapannya sebagai lawan ini adalah orang yang tengah dicari-carinya yang telah membinasakan Ang Sam Kay, maka Eng Song melancarkan serangan yang jauh lebih hebat dari serangannya yang semula.

Cepat sekali serangan Eng Song menyambar datang, dan tenaga serangan itu menderu-deru keras bukan main.

Di saat itulah, terlihat sesuatu hal yang sangat mengerikan sekali.

163 Kolektor E-Book Dengan cepat bukan main, Ciang Ku Su tidak mau diam.

Dia juga telah menangkisnya.

Biar bagaimana kagetnya Ciang Ku Su, tetap saja dia harus menangkisnya, karena dia menyadarinya bahwa tenaga-tenaga serangan yang dipergunakan oleh Eng Song merupakan serangan yang mematikan.

Maka dari itu, Ciang Ku Su tidak mau jika harus bercelaka dibawah tangan Eng Song.

Itulah sebabnya dia telah menangkisnya.

Dia melakukan tangkisannya itu dengan mengerahkan hampir seluruh kekuatan tenaga lwekangnya.

Dan terjadilah bentrokan yang hebat sekali.

Celakalah buat Ciang Ku Su! Karena begitu tenaga mereka saling bentrok dengan keras, disaat itu pula telah terjadi benturan yang tidak kepalang tanggung.

Dan tampak jelas sekali, tubuh dari Ciang Ku Su telah terpental keras.

Sedangkan Eng Song telah berdiri tegak dengan tubuh yang kaku, mengandung kekuatan tenaga dalam yang melindungi seluruh tubuhnya itu.

Mata Eng Song juga telah memandang dengan sorot mata sangat tajam sekali.

Tampakaya dia begitu bernafsu sekali untuk turun tangan mencabut nyawa dari orang yang telah membinasakan Ang Sam Kay.

Memang dihadapan kuburan Ang Sam Kay, Eng Song pernah bersumpah bahwa ia akan membalaskan sakit hatinya.

Maka dari itu, sekaranglah saatnya.

Melihat Ciang Ku Su telah rebah terguling-guling ditanah begitu rupa, dia telah mendengus dengan suara mengejek.

"Hemmmm....!" dengusnya.

Dan juga Eng Song telah menggerakkan kedua tangannya dengan cara terbuka, dia menggerakkan perlahan-lahan, seperti sedang menebarkan sesuatu! Dan tampaklah, dikedua telapak tangan Eng Song berbintik-bintik merah, sehingga tampaknya bagaikan ada cairan darah yang memenuhi kedua telapak tangannya itu.

Dan yang mengejutkan hati Ciang Ku Su, dia telah melihatnya, betapa dari kedua telapak tangan Eng Song seperti mengalir keluar angin serangan yang berkelompok kecil-kecil, sehingga menyerupai bunga-bunga tenaga gempuran.

Ciang Ku Su mengeluh.

Namun biar bagaimana memang Ciang Ku Su memiliki kepandaian yang tinggi, dia mana mau dicelakai begitu rupa oleh lawannya.

Dengan cepat telah melompat berdiri, berusaha untuk menjauhkan diri.

Namun serangan gelombang dari tenaga dalam dari yang telah mengalir keluar itu bagaikan bunga-bunga yang telah berguguran mengurung diri Ciang Ku Su.

Merasakan betapa tekanan dari gelebung tenaga serangan itu bukan main hebatnya, menimbulkan perasaan sakit dan napasnya menyesak, Ciang Ku Su mengeluarkan suara jeritan kaget, lalu berusaha menyalurkan seluruh kekuatan yang ada padanya.

Disertai oleh gerangannya yang menyeramkan, dia telah menggerakan kedua tangannya dengan sekaligus juga mengerahkan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya.

164 Kolektor E-Book Maka disaat itulah telah terjadi suatu hal yang sangat mengejutkan.

Karena begitu tenaga dalam yang disalurkan oleh Ciang Ku Su itu menyambar datang, maka itulah telah terdengar suara bentrokkan yang keras sekali.

Disusul juga oleh terpentalnya tubuh Ciang Ku Su keras sekali.

Dia telah terguling-guling ditanah dan mengeluarkan suara erang kesakitan.

Tampaknya akibat bentrokan tenaga dalam diantara mereka berdua, maka Ciang Ku Su merasakan tenaga dalamnya itu telah bergolak, sehingga hawa murni ditubuhnya telah tergempur dan dia telah menderita luka yang tidak ringan.

Sedangkan Eng Song sendiri juga terkejut sekali, karena waktu tenaganya saling bentrok dengan tenaga serangan Ciang Ku Su, dia merasakan pergelangan tangannya nyeri dan napasnya menyesak.

Dia cepat-cepat mengerahkan tenaga dalamnya dan menyalurkannya.

Untuk memulihkan goncangan yang diterimanya.

Dengan cepat sekali, dia telah mengeluarkan bentakan lagi dan melancarkan serangan pula.

Gerakan yang dilancarkan oleh Eng Song merupakan serangan yang mengandung tenaga menggempur yang bukan main hebatnya, sehingga tubuh dari Ciang Ku Su telah bergoyang goyang akan rubuh.

Ciang Ku Su mati-matian telah berusaha mempertahankan diri dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada padanya, namun dia gagal.

Tubuhnya telah terpental lagi.

Ketika ambruk diatas tanah, dia telah memuntahkan darah segar.

Tentu saja hal ini mau tidak mau memang membuat Ciang Ku Su jadi pecah nyalinya.

Tadinya dia menyangka bahwa pemuda ini tentunya tidak sehebat apa yang dilihatnya sekarang.

Setidak-tidaknya usia Eng Song yang masih begitu muda, tentu hanya memiliki kepandaian biasa saja.

Maka dari itu, tadi dia telah memandang sebelah mata dan meremehkannya.

Namun siapa sangka, sekarang Ciang Ku Su telah melihatnya bahwa tenaga serangan Eng Song luar biasa.

Malah yang hebat, dia telah berulang kali dirubuhkan oleh Eng Song.

Inilah suatu hal yang belum pernah terjadi seumur hidupnya, mau tidak mau mengejutkan hatinya.

Apa lagi sekarang ini memang dia telah memuntahkan darah.

Dengan murka dia memandang bengis kepada Eng Song, biar bagaimana dia jadi kalap dan nekad dan bermaksud akan mengadu jiwa dengan Eng Song untuk mati bersama-sama.

Hal itu disebabkan karena Ciang Ku Su merasa malu telah dirubuhkan berulang kali oleh lawannya.

Maka dari itu, dengan sendirinya dia telah bermaksud menebus rasa malunya itu.

Dia bertekad biar bagaimana memang harus dapat membinasakan Eng Song.

Namun kenyataannya, Eng Song terlalu tangguh.

Dengan tenang, Eng Song juga telah membalas tatapan Ciang Ku Su.

Sikap Eng Song tenang dan menanti saja.

Dia telah tersenyum mengejek juga.

165 Kolektor E-Book Dengan tubuh gemetaran karena mengerahkan dan menyalurkan seluruh tenaga yang ada padanya, Ciang Ku Su tahu-tahu telah menjejakan kakinya.

Tubuhnya telah mencelat ketengah-tengah udara dengan gerakan yang cepat sekali.

Dia telah melancarkan serangan yang luar biasa bukan main, mengandung kekuatan yang mematikan.

Di saat itulah, dengan cepat Eng Song mengempos semangatnya.

Dia menangkis lagi.

"Bukkkkkkk!!" buyarlah gelembung-gelembung dari tenaga dalam Eng Song, karena bentrokan yang terjadi.

Tetapi tenaga yang bergelembung dan telah buyar itu bukan untuk lenyap.

Melainkan telah mengurung diri Ciang Ku Su, lalu menimpah dari berbagai arah.

Dengan cepat sekali terdengar suara jeritan yang keras, disertai oleh tubuh Ciang Ku Su yang telah berguling-guling ditanah.

Dengan sendirinya, hal ini memperlihatkan bahwa Ciang Ku Su menderita sekali.

Maka dari itu, tidak membuang kesempatan yang ada, Eng Song kembali telah mengempos semangat dan tenaga dalamnya, dia telah melancarkan serangan lagi dengan gerakan yang luar biasa kuatnya.

"Bukkkkk!" tubuh Ciang Ku Su telah dihantam telak sekali oleh tenaga serangan Eng Song.

Tubuh Ciang Ku Su telah melambung ketengah udara dengan cepat, dan tampaknya akan terbanting keras ditanah.

Namun Ciang Ku Su benar-benar kedot.

Sebelum tubuhnya terbanting ditanah, dia telah berjumpalitan dengan tubuh yang mengejang kaku, dan bagaikan selempeng papan, tubuh itu meluncur turun.

Ketika kedua kakinya hinggap diatas tanah, maka secepat kilat dia telah melancarkan serangan dengan kekuatan tenaga dalam yang bukan main hebatnya.

Rupanya Ciang Ku Su selain bersakit hati juga penasaran sekali.

Maka dari itu, tanpa memperhitungkan kembali bahaya yang bisa menimpah dirinya, dia telah melancarkan serangan yang begitu hebat.

Gerakan yang dilakukannya itu bukan main kerasnya dan mengandung tenaga serangan yang dahsyat sekali, sehingga terlihat betapa kedua tangannya itu seperti bertambah panjang beberapa dim, dan telah terjulurkan akan mencengkeram berbareng menghantam dada Eng Song.

Eng Song mendengus tertawa dingin mengejek, tahu-tahu tubuhnya telah berputar.

Dengan cara berputar begitu, maka tenaga serangan dari Ciang Ku Su telah di lenyapkan.

Post a Comment