Halo!

Pendekar Bunga Chapter 37

Memuat...

"Itu urusan kedua! Aku mementingkan untuk memperoleh bocah itu! Aku telah merobah pikiranku jika engkau mau menyerahkan bocah itu kepadaku, maka gelar It Sat Kang-ouw boleh kau ambil untukmu! Silahkan! Asal kau mau membiarkan aku membawa pergi bocah ini!" "Hemmm, sebelum kau dapat membinasakan diriku maka jangan harap engkau dapat membawa bocah itu!" 132 Kolektor E-Book Mendengar perkataan hantu yang memakai jubah warna hitam itu, tentu saja Eng Song jadi kaget setengah mati.

Apakah hantu masih bisa terbinasakan oleh salah seorang lawannya? Apakah hantu? penasaran seperti kedua hantu itu memang dapat menguasai diri mereka dan saling tempur, lalu saling mengambil jiwa lawannya dengan jalan membunuh?! Apakah hantu memang dapat hidup kembali?! Karena berpikir begitu, Eng Song jadi semakin tertarik disamping juga diliputi oleh perasaan takut yang bukan malu terhadap penglihatannya terhadap kedua hantu yang sangat mengerikan itu.

Di saat itulah, cepat bukan main, tampak Eng Song melihatnya jelas, betapa si hantu yang memakai jubah warna hitam telah mengeluarkan suara erangan yang sangat menakutkan sekali, tampak tubuhnya telah mencelat dengan kecepatan yang bukan main.

Tentu saja suara erangan yang diperdengarkannya itu sangat menakutkan sekali.

Di samping juga memang suara tertawa dan erangan dari hantu berpakaian jubah warna hitam itu menggetarkan sekitar ruangan tersebut.

Tampak dia telah menerjang untuk mencekik hantu yang memakai jubah warna putih.

Tampak jelas sekali, dia ingin membinasakan si hantu berjubah putih itu.

Tetapi, tampaknya hantu yang berjubah putih itu juga tidak jeri sama sekali.

Dia telah mengeluarkan suara teriakan yang nyaring bukan main.

Dengan kecepatan yang bukan main dia telah membalas melancarkan serangan.

Tubuhnya tetap ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun juga.

Hanya kedua tangannya yang telah digerakkan untuk melancarkan serangan.

Dan aneh! Dari kedua telapak tangannya itu seperti juga meluncur angin yang berkekuatan seperti topan.

Dan juga hantu yang memakai jubah warna hitam itu tampaknya berani sekali.

Dia tidak merasa jeri menghadapi serangan yang begitu dahsyat dari lawannya.

Dengan kecepatan yang bukan main dia telah menggerakkan juga kedua tangannya.

Dia telah mengibas dengan kedua lengan bajunya yang longgar itu.

Dibarengi juga oleh suara bentakannya di campur oleh suara erangan, dengan sendirinya, suasana disaat itu didalam ruangan kuil, terlalu mengerikan sekali.

Malah terlihat, akibat kibasan lengan jubahnya itu, maka terlihat jelas sekali, betapa angin serangan itu telah menggagalkan serangan kedua telapak tangan dari hantu berbaju putih.

Melihat cara kedua hantu itu bertempur satu dengan yang lainnya, Eng Song semakin yakin bahwa kedua sosok hantu ini memang adalah hantu yang sesungguhnya.

Karena kedua hantu itu hanya menggerakkan kedua tangan masing-masing tanpa saling menyentuh.

Lagi pula tubuh mereka juga tetap berdiri tegak ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun juga.

133 Kolektor E-Book Jika memang kedua hantu itu adalah manusia, tentunya mereka melakukan pertempuran bukan dengan cara seperti itu, mau tidak mau memang mereka harus saling bentur dan saling serang dengan saling menyentuh bagian tangan mereka atau tubuh.

Namun kenyataannya kedua hantu itu saling tempur dengan hanya berdiri tegak seperti itu.

Pertempuran macam apakah itu?! Di saat itu tampak hantu yang memakai jubah warna putih telah mengeluarkan suara teriakan yang nyaring bukan main, tampak dia juga telah melancarkan serangan dengan mempergunakan tenaga yang bukan main kuatnya.

JILID 8 KARENA angin serangan dari kedua telapak tangannya itu yang menghantam meja sembahyang telah menyebabkan alat sembahyang berterbangan.

Dengan sendirinya Eng Song tambah terkejut, karena dia menganggap bahwa itulah ilmu sihir dari seorang hantu penasaran yang dapat menerbangkan benda-benda tanpa menyentuhnya! Eng Song jadi tambah yakin saja bahwa kedua sosok hantu ini memang hantu yang sesungguhnya dan dia jadi tambah ngeri dan takut saja.

Maka dari itu, Eng Song telah mementang sepasang matanya lebar-lebar.

Dia bermaksud kalau memang dia memiliki kesempatan untuk mengambil langkah seribu.

Dan juga memang dia bermaksud akan melarikan diri jika kedua hantu sedang terpecah perhatiannya.

Namun sampai disaat itu, Eng Song merasakan sepasang lututnya seperti juga sudah tidak bertenaga.

Dengan sendirinya dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

Cepat bukan main, saat itu hantu yang berpakaian serba hitam telah mengeluarkan suara erangan yang menyerupai pekikan marah.

Tubuhnya tampak tergetar, mungkin juga hal ini disebabkan oleh kuatnya tenaga serangan yang dilancarkan oleh hantu berpakaian serba putih itu.

Dan hantu berbaju hitam itu rupanya tidak mau kalah, karena dengan mengeluarkan suara teriakan yang mengandung kemarahan dia telah membalas menyerang dengan mengebut ngebutkan kedua lengan jubahnya yang longgar itu.

Cepat dari kedua lengan jubahnya itu telah meluncur keluar serangkum angin serangan yang terlalu kuat sekali, menerjang kearah hantu yang memakai baju serba putih.

Dan dua tenaga kekuatan raksasa yang tidak terlihat oleh pandangan mata telah saling bentur ditengah-tengah udara dengan dahsyat sekali.

Dan suara menggelegar itu menyaingi kerasnya suara petir.

Eng Song sendiri merasakan telinganya seperti juga akan tuli oleh suara yang mengelegar itu.

Rupanya kedua hantu itu telah saling terjang dan saling tempur semakin hebat.

Karena mereka telah bertarung dengan mengeluarkan kepandaian dan kekuatan yang mereka miliki.

134 Kolektor E-Book Cuma saja, kepandaian dari kedua hantu itu dimata Eng Song bagaikan ilmu sihir.

Maka dari itu, Eng Song telah memandang dengan perasaan kagum dan juga mengandung perasaan ngeri yang bukan main.

Saat itu, dengan mengeluarkan suara tertawa yang mengikik, tampak hantu yang memakai jubah warna putih telah melancarkan serangan lagi.

Angin serangan yang dahsyat kembali telah menerjang kearah hantu yang berjubah hitam itu.

Gerakan yang dilakukan oleh hantu berjubah putih itu bukan main kuatnya.

Karena dia selalu serangan dengan menambahkan kekuatan tenaga yang bukan main hebatnya, dan tenaga serangan yang dahsyat itu selalu pula mendesak kearah hantu yang berjubah hitam.

Rupanya hantu berjubah hitam itu memang agak terdesak juga oleh serangan-serangan lawannya, karena beberapa kali dia telah mengeluarkan suara teriakan kaget dan telah melompat mundur untuk menjauhkan diri dari lawannya.

Namun rupanya juga memang si hantu yang berjubah hitam inipun penasaran bukan main, sebab selain dia sering melompat, iapun sering melompat maju untuk membalas menyerang lagi.

Dengan sendirinya pertarungan seperti ini mau tidak mau telah membuat Eng Song jadi kagum sekali.

Si bocah juga tengah membayangkan, betapa jika dia sendiri yang memiliki kepandaian seperti kedua hantu itu, niscaya akan merupakan kepandaian yang luar biasa sekali di dalam rimba persilatan.

Saat itu, hantu yang memakai baju hitam itu telah menghantam lagi.

Dan hantu berbaju putih telah memunahkannya dengan menangkisnya.

Lalu cepat bukan main, hantu berbaju putih telah melompat kebelakang.

"Tahan............!" teriak hantu berbaju putih itu dengan suara nyaring.

Hantu berbaju hitam itu menahan serangannya, lalu dengan sikap yang geram dia telah membentak garang sekali : "Mengapa harus berhenti............

ayo maju.........

mari kita bertempur seribu jurus lagi.........

akan kulayani!!" Dan sambil membentak begitu, hantu yang memakai jubah warna hitam telah mengeluarkan suara tertawa yang mengejek dan bersiap-siap untuk melancarkan serangan lagi kepada lawannya.

Tetapi hantu yang memakai jubah warna putih itu telah tertawa dingin.

"Jika pertempuran ini diteruskan, tentu tidak akan membawa paedahnya buat kau, karena percuma saja, kau akan menderita kekalahan yang besar............

maka dari itu lebih baik kau mengalah saja dan menyerahkan bocah itu kepadaku, dan urusan ini kita bikin habis............!!" Mendengar perkataan hantu berbaju putih itu, Eng Song merasakan semangatnya seperti juga terbang dari raganya, dia kaget setengah mati.

Kalau memang hantu berbaju putih itu telah memintanya dari hantu berjubah hitam, dan hantu berjubah hitam itu mengijinkannya, bukankah berarti Eng Song akan diajaknya oleh hantu berjubah putih itu dan dengan sendirinya pula akan menyebabkan Eng Song mati? 135 Kolektor E-Book Dia jadi menggidik sendirinya berpikir sampai kesitu.

Biar bagaimana memang dia paling takut berurusan dengan hantu.

Untuk menghadapi penderitaan hidup yang bagaimana beratpun tidak akan membuat Eng Song jeri.

Tetapi berhadapan dengan hantu, jelas dia merasa ngeri.

Di samping itu terlihat juga bahwa Eng Song memang telah lemas.

Biarpun dia telah bersiap-siap akan melarikan diri, namun disebabkan seluruh tenaganya seperti telah lenyap, dengan sendirinya dia jadi tidak bisa melarikan diri.

Saat itu terdengar hantu yang memakai jubah warna hitam telah membentak dengan suara yang bengis : "Hemmmmmmmm, enak saja kau bicara seperti juga bocah itu adalah turunan nenek moyangmu! Baik! Baik! Kalau memang kau dapat membinasakan diriku, ambillah bocah itu! Dan terimalah ini.........! Dan membarengi dengan suara bentakannya yang bukan main kerasnya tampak si hantu yang memakai jubah warna hitam telah melancarkan serangan pula.

Serangkum angin serangan yang bukan main hebatnya telah menerjang kearah hantu yang berpakaian serba putih itu dengan dahsyat.

Hantu yang memakai jubah warna putih itupun telah merasa terkejut.

Karena tenaga serangan hantu hitam kali ini luar biasa cepatnya.

Biar bagaimana memang kenyataannya hantu hitam itupun memiliki tenaga yang tidak lemah, lagi pula memang hantu berbaju hitam itu juga memiliki kepandaian yang luar biasa.

Mau tidak mau hantu berbaju putih itu harus dapat menangkis dan memunahkan tenaga serangan dari hantu berbaju putih itu.

Gerakan yang dilakukannya itu bukan main kuatnya karena dia memang memiliki kekuatan yang dahsyat juga.

Kembali dua kekuatan tenaga yang sangat tangguh telah saling bentur ditengah-tengah udara.

Dan suara benturan dari dua kekuatan tenaga raksasa itu bagaikan ledakan suatu barang yang dahsyat bukan main dan memekakkan anak telinga.

Dengan sendirinya, mau tidak mau memang si hantu berbaju putih itu merasakan tubuhnya tergetar.

Dia telah mengeluarkan suara seruan yang nyaring dan dia juga telah melancarkan serangan susulan.

Dengan cara demikian rupanya hantu berbaju putih itu ingin membuat si hantu berbaju hitam itu tidak memiliki kesempatan sama sekali buat melakukan serangan membalas padanya.

Namun kenyataannya hantu berbaju hitam itu memang liehay.

Post a Comment