Halo!

Pendekar Bunga Chapter 33

Memuat...

Kalau begitu yang mengeluarkan suara jeritan yang sangat mengerikan sekali tadi adalah si hweshio ini.

Siapa yang membunuhnya? Dengan hati berdebar, Ang Sam Kay telah menjejakkan kakinya.

Bergegas dia telah berlari kedepan untuk melihat keadaan diluar kuil.

Tetapi kembali dia melihat beberapa sosok tubuh menggeletak.

Waktu didekati, ternyata tiga orang hweshio telah menggeletak tidak bernapas lagi.

Kematian mereka juga sama dengan hweshio yang satu itu, mengerikan sekali.

Tentu saja hal ini telah membuat Ang Sam Kay semakin diliputi tanda tanya dan rasa bingung yang bukan main.

Dia mengawasi sekitar tempat itu.

Tidak dilihatnya seorang manusiapun disekitar tempat itu.

Dan yang terlihat hanyalah kesunyian belaka.

Dengan sendirinya, mau tidak mau Ang Sam Kay jadi semakin heran saja.

Mengapa sekaligus bisa berjatuhan korban-korban yang terdiri dari hweshio-hwesio dikuil ini? Lagi pula, mengapa mereka telah mengalami kematian yang demikian mengerikan? Dengan sendirinya, mau tidak mau memang harus diakui, bahwa didalam hal ini pasti ada seseorang yang telah melakukan kekejaman ini dengan melampiaskan segala kemurkaannya.

Dan juga, yang dilihat dari mayat-mayat hweshio itu, maka bisa di tarik kesimpulan bahwa orang yang melakukan pembunuhan tersebut merupakan orang yang memiliki kepandaian yang sangat tinggi karena hweshio yang telah menemui ajalnya itu tidak sempat mengadakan perlawanan, dan telah menemui kematiannya dengan cara yang begitu mengerikan sekali.

Belum sempat untuk Ang Sam Kay memeriksa ketiga mayat hweshio itu, dia telah mendengar suara jerit yang melengking mengerikan sekali dari dalam kuil.

Secepat terbang Ang Sam Kay telah mencelat untuk berlari untuk menuju keruangan dalam kuil itu.

118 Kolektor E-Book Tetapi ketika dia sampai diruangan tengah dari kuil ini, yang hanya diterangi oleh lampu obor, maka terlihatlah ditengah lantai menggeletak sesosok tubuh pula.

Waktu didekati, sosok tubuh itu ternyata sesosok mayat pula! Mayat inipun telah menemui kematian dengan cara yang sama dengan hweshio-hwesio lainnya.

Dan hweshio yang seorang ini menemui kematiannya dengan cara yang menakutkan sekali.

Di bawah cahaya lampu obor yang tergantung di dinding, maka terlihat jelas sekali, wajah hweshio ini memperlihatkan perasaan ketakutan yang bukan main.

Melihat mayat-mayat yang bergelimpangan tersebut, tentu saja Ang Sam Kay jadi menggidik ngeri.

Tadi sore baru saja dia bertemu dengan mereka dan bercakap-cakap.

Namun siapa sangka, sekarang mereka telah menggeletak menjadi mayat-mayat yang sudah tidak bernyawa lagi.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hati Ang Sam Kay jadi ngiris.

Siapa pembunuhnya? Dengan cepat dan tanpa membuang-buang waktu lagi, Ang Sam Kay telah memburu kedalam ruangan kuil itu.

Telah lima hweshio yang menemui ajalnya dan tinggal tiga orang hweshio lagi.

Dan ketiga hweshio itu tidak boleh dibiarkan terbunuh oleh pembunuh yang kejam itu.

Namun Ang Sam Kay terlambat.

Karena telah terdengar beruntun suara jeritan yang saling susul, memecahkan dan merobek-robek kesunyian malam.

Suara pekik itu bukan main kerasnya dan juga mengerikan, seperti juga orang yang mengeluarkan suara jeritan tersebut menerima kematian dengan sangat menderita sekali.

Waktu Ang Sam Kay berhasil memburu keruangan dalam, dia melihat tiga sosok tubuh menggeletak diatas lantai.

Tiga mayat hweshio! Berarti seisi penghuni kuil tersebut telah dibinasakan ludes oleh pembunuh yang kejam itu.

Dan di saat itulah, mata Ang Sam Kay yang jeli telah berhasil melihatnya betapa sesosok bayangan dengan gerakan yang gesit sekali telah melayang keluar dari ruangan dalam.

Tanpa membuang-buang waktu, Ang Sam Kay memburu dan menghadangnya.

"Berhenti!" bentaknya.

Tetapi bayangan tersebut tetap berlari menerjang kearah Ang Sam Kay.

Malah sosok bayangan tersebut telah berkata dengan suara yang dingin.

"Jangan usil mencampuri urusanku!" dan tangan kanannya telah digerakkan.

Dan luar biasa sekali! Tubuh Ang Sam Kay telah terpental.

Waktu sosok bayangan tersebut menggerakkan tangan kanannya, Ang Sam Kay merasakan betapa meluncur serangan angin serangan yang bukan main kuatnya.

Dan angin serangan itu telah menerjang kearah Ang Sam Kay dengan kekuatan raksasa.

Maka tanpa ampun lagi, karena memang tidak menduga sebelumnya sehingga tidak mengadakan persiapan dan kewaspadaan, tubuh Ang Sam Kay telah terpental keras sekali.

119 Kolektor E-Book Lalu tubuh Ang Sam Kay ambruk diatas lantai.

Namun Ang Sam Kay penasaran sekali.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring bukan main, telah menjejakkan kakinya mengejar pula bayangan itu, yang telah berlari keluar kuil.

Dengan mengempos dan mengerahkan Ginkangnya (ilmu berlari cepatnya), Ang Sam Kay mengejarnya.

Dia penasaran bukan main tadi dia dirubuhkan dengan cara begitu.

Namun biarpua penasaran dan mendongkol, Ang Sam Kay juga telah berlaku hati-hati.

Dia mengejar deagan penuh kewaspadaan, sebab biar bagaimana memang dia menyadarinya bahwa orang yang tengah dikejarnya ini memiliki kepandaian yang tinggi sekali.

Terbukti kedelapan pendeta itu yang telah kena dibinasakan dengan cara yang mengenaskan sekali.

Mau tidak mau hal ini tentu saja membuat Ang Sam Kay jadi menyadari, bahwa kedelapan hweshio itu menerima kematian mereka tanpa berdaya memberikan perlawanan.

Berarti mereka telah terbinasa dengan cara yang mudah, dan kepandaian orang yang membunuhnya memang sangat tinggi sekali.

Mau tidak mau hal ini telah menjadi pemikiran Ang Sam Kay.

Dia menduga-duga, entah siapa pembunuh ini sebenarnya? Dan apa maksud orang ini melakukan pembunuhan yang begitu bengis dan kejam.

Mau tidak mau memang Ang Sam Kay telah merasakan hatinya gusar bukan main, dia ingin mengetahui tampang dari pembunuh yang kejam itu.

Itulah sebabnya Ang Sam Kay telah mengempos seluruh kemampuannya untuk mengejar sosok bayangan itu.

Tetapi sosok bayangan itu sendiri telah mengetahuinya bahwa dirinya dikejar seseorang, oleh pengemis tua itu.

Dia telah mempercepat larinya.

Dengan penuh perasaan penasaran, Ang Sam Kay mengejarnya terus.

Mereka telah berlari-lari dengan cepat keluar dari kuil, meninggalkan kota itu.

Di luar kota ini memang keadaan alam terbuka dan luas sekali, ditumbuhi oleh pohon yang banyak bukan main.

Sehingga agak sulit bagi Ang Sam Kay melakukan pengejaran terhadap sosok bayangan tersebut.

Hal itu disebabkan sosok bayangan itu selalu berlari-lari dengan tubuh yang menyelinap-nyelinap dari pohon yang satu kepohon yang satunya lagi.

Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini memang membuat Ang Sam Kay harus mementangkan matanya lebar-lebar dan memperhatikan sekelilingnya lebih waspada lagi.

Tiba-tiba, ketika Ang Sam Kay kehilangan jejak dari buruannya itu, dia telah merasakan samberan angin dingin yang tajam sekali.

Ang Sam Kay mengetahui bahwa dirinya tengah dibokong dengan serangan menggelap.

Maka dari itu, dengan cepat dia telah mengengoskan kesamping.

Dua buah piauw telah menyambar lewat didekat batok kepalanya.

Ang Sam Kay menggilik, coba kalau tadi dia terlambat mengelakkan samberan dari senjata itu, tentunya ia akan binasa dengan batok kepala ditancapi dua batang piauw itu.

Dengan cepat Ang Sam Kay membalikkan tubuhnya, dilihatnya orang buruannya tengah berdiri disisi sebatang pohon didekatnya dengan sikap yang tenang.

120 Kolektor E-Book Ternyata selain memakai baju yang serba hitam dan ringkas orang itu juga telah mengenakan sebuah topeng untuk menutupi wajahaya.

Dengan sendirinya, mau tidak mau di dalam hal ini telah membuat Ang Sam Kay tidak berhasil melihat wajah orang itu dan juga tidak bisa mengenali siapa dia sesungguhnya?! "Hemmmm, kau terlalu usil!" terdengar orang berkata dengan suara dingin.

"Seharusnya kau tidak perlu mencampuri urusaa ini! Tetapi karena kau terlalu banyak ingin tahu, maka engkau juga diberikan ganjaran yang setimpal dengan perbuatanmu!!" Dan membarengi dengan perkataannya itu, tampak sosok tubuh dari orang bertopeng itu telah bergerak menerjang ke Ang Sam Kay.

Dia menggerakkan tangan kanannya melancarkan serangan pada pengemis tua itu.

Dan serangan yang dilancarkannya itu dengan mempergunakan tangannya, mengandung kekuatan yang bukan main dahsyatnya.

Ang Sam Kay yang menerima serangan tersebut, apa lagi melihat kelima jari tangan dari orang berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng itu, berlumuran darah, yang tentunya darah dari hweshio-hweshio yang telah dibunuhnya, dengan sendirinya Ang Sam Kay jadi diliputi kemarahan yang bukan main.

Biar bagaimana rasa keadilan yang melekat dihatinya telah membuat Ang Sam Kay bertindak guna mengetahui siapa adanya pembunuh yang kejam ini.

Memang didalam rimba persilatan terdapat sebuah peraturan bahwa tidak boleh seseorang mencampuri urusan dendam seseorang.

Dan hal itu harus dihormatinya.

Biarpun Ang Sam Kay melihat ada seseorang tengah melakukan pembunuhan karena urusan sakit hati yang telah lalu, maka Ang Sam Kay tidak boleh mencampurinya.

Namun, biar bagaimana Ang Sam Kay berpikir tidak mungkin hweshio-hweshio yang baik hati itu bisa memiliki ganjalan hati dengan orang ini dan tidak mungkin pula orang tersebut memiliki dendam dengan hweshio-hweshio yang baik hati itu.

Dengan sendirinya, Ang Sam Kay menarik kesimpulan bahwa orang ini melakukan pembunuhan terhadap hweshio-hweshio itu karena dia sedang melakukan sesuatu untuk merebut sesuatu barang atau juga ingin memiliki suatu pusaka yang dimiliki hweshio-hweshio tersebut, atau benda berharga lainnya.

Dengan sendirinya, Ang Sam Kay ingin sekali dapat membuka topeng yang dikenakan orang itu, agar dia dapat melihat jelas wajahnya, sehingga dengan begitu dia akan mengetahui siapa sesungguhnya pembunuh ini.

Tetapi, gerakan orang itu sangat cepat sekali, didalam waktu yang sangat singkat, telapak tangan kanannya itu telah meluncur datang.

Namun Ang Sam Kay terpaksa menangkis sambil bermaksud mencengkeram pergelangan tangan orang itu.

Tetapi Ang Sam Kay kecele, karena dia hanya menangkap angin belaka.

Orang bertopeng itu telah menarik pulang tangan kanannya itu.

Rupanya serangannya yang dilancarkannya itu hanyalah merupakan serangan menggertak belaka.

Dan serangan yang sesungguhnya adalah tangan kirinya, yang dengan gerakan yang cepat bukan main telah menerobos dan menghantam telak sekali dada Ang Sam Kay.

121 Kolektor E-Book "Bukkkkk!" Ang Sam Kay tidak dapat mengelakkan diri dari serangan telapak tangan kiri dari orang itu.

Post a Comment