Halo!

Pendekar Bunga Chapter 26

Memuat...

93 Kolektor E-Book Tetapi belum lagi mereka sempat untuk kabur, dan disaat Ang Sam Kay serta Eng Song hanya mengawasi dengan terheran-heran, suara tertawa itu telah terdengar semakin keras.

Dan kelima Liok Sian Wie San semakin gugup dan ketakutan setengah mati, tubuh mereka juga menggigil.

Ang Sam Kay jadi mengerutkan sepasang alisnya.

Kalau menurut penglihatannya bahwa kepandaiannya yang dimiliki Liok Sian Wie San cukup lumayan, walaupun tidak dapat disebut sempurna, namun memang cukup tinggi.

Maha dari itu, siapakah pemilik suara tertawa yang terdengar menyeramkan itu, yang telah membuat keenam Liok Sian Wie San telah ketakutan begitu rupa? Sedangkan orangnya belum muncul, baru mendengar suara tertawanya saja, Liok San Wie San telah ketakutan setengah mati.

Dengan sendirinya, Ang Sam Kay dapat menduganya, setidak-tidaknya pemilik suara itu adalah seorang yang memiliki kepandaian yang tinggi dan juga memiliki tangan yang telengas sekali.

Satu lagi bukti yang bisa diperlihatkan bahwa orang itu memiliki kepandaian yang tinggi.

Karena pertamanya suara tertawanya terdengar perlahan, tetapi kemudian didalam waktu yang singkat sekejap mata saja, telah terdengar begitu dekat, hal ini tentu saja memperlihatkan bahwa Ginkang (ilmu meringankan tubuh) dari orang yang memiliki suara tertawa yang menyeramkan itu sangatlah tinggi.

Dan belum lagi Ang Sam Kay sempat untuk berpikir terlebih jauh, disaat itulah telah terdengar suara tertawa yang jelas dan tampak muncul tiga sosok tubuh yang berkelebat cepat sekali.

Kelima orang Liok Sian Wie San tampak jadi begitu gugup.

Mereka telah berdiri dengan tubuh yang agak gemetar.

Malah tubuh dari kawan mereka yang seorang yang telah terbinasa itu, yang tadinya telah terangkat sebagian, telah terlepas dan jatuh ambruk ditanah kembali.

Tampaknya mereka ketakutan bukan main, dan ketiga sosok tubuh yang baru muncul itu seperti juga tiga orang yang sangat ditakuti oleh mereka.

"Liok Sian Wie San...!" terdengar salah seorang dari ketiga orang tersebut telah membentak dengan suara yang keras bukan main.

"Biarpun kalian melarikan diri keujung bumi sekalipun, tetap saja kalian harus mampus!!" "Ihhh....!" terdengar salah seorang diantara ketiga orang itu yang lainnya, dengan suara seperti juga dia sangat terkejut sekali, "Rupanya seorang dari Liok Sian Wie San telah mampus! Hmmm! Ini meringankan beban kita!" Liok Sian Wie San tampak tambah ketaktuan bukan main.

Mereka semua berdiri dengan muka yang agak pucat.

Dan rupanya disebabkan mereka menyadari juga bahwa mereka tidak mungkin untuk dapat melarikan diri, dengan sendirinya mereka jadi nekad.

Cepat sekali mereka telah mengeluarkan suara bentakan dan tahu-tahu kelima Liok Sian Wie San telah menerjang serentak dengan gerakan yang cepat sekali.

"Kami akan mengadu jiwa dengan kalian!" teriak dua orang Liok Sian Wie San.

"Kalian terlalu mendesak kami!!" Dan setelah itu, kelima orang dari Liok Sian Wie San telah mengempos semangat mereka dan telah melancarkan serangan yang beruntun sekali.

Gerakan yang dilakukan oleh kelima Liok Sian Wie San ini memiliki kekuatan yang bukan main, dan juga mengandung tenaga lwekang yang dahsyat.

Hal ini disebabkan mereka memang menyadari, bahwa mereka harus mengerahkan seluruh kekuatan tenaga dalam yang ada padanya untuk dapat menyerang lebih dahulu dari ketiga orang yang menakuti hati mereka.

94 Kolektor E-Book Ketiga orang yang baru tiba itu telah mendengus dengan suara yang dingin, salah seoraag telah berkata : "Souwciu Sam Sat (Tiga Momok dari Souwciu) paling pantang memberikan kesempatan kepada korbannya untuk hidup terus! Kalian memang harus mampus!!" Di saat itu serangan kelima dari Liok Sian Wie San telah tiba.

Mereka memang telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka.

Namun dengan tenang, ketiga orang yang menamakan dirinya sebagai Souwciu Sam Sat itu telah mengeluarkan suara tertawa gelak-gelak, kemudian telah bergerak dengan gerakan yang cepat serta gesit.

Malah tampak mereka telah menggerakkan kedua tangan mereka masing-masing.

Gerakan mereka begitu cepat dan hebat sekali, maka terjadi suatu hal yang mengerikan! Dengan tidak terduga-duga, kelima orang Liok Sian Wie San telah terpental dengan mengeluarkan suara yang mengerikan sekali.

Dan yang lebih hebat serta mengerikan adalah kesudahannya, tampak lima batok kepala bergelinding! Rupanya kelima orang Liok Sian Wie San telah terbinasa oleh Souwciu Sam Sat dengan batok kepala masing-masing telah terputus dari batang leher! Mengerikan bukan main kematian mereka, sehingga Ang Sam Kay serta Eng Song telah memandang dengan perasaan ngeri.

Karena Liok Sian Wie San telah menemui kematian yang sangat mengerikan seperti itu.

Terlebih-lebih waktu mereka bisa melihat jelas wajah dari ketiga orang yang menamakan diri mereka sebagai Souwciu Sam Sat.

Hati mereka semakin ngiris.

Mereka melihatnya ketiga orang yang bergelar Souwciu Sam Sat itu masing-masing memiliki wajah yang sangat buruk sekali, sehingga wajah mereka menyerupai muka seekor kera.

Dan lebih mirip sebagai muka tengkorak.

Dengan sendirinya hal ini membuat mereka jadi begitu buruk.

Mungkin pula sebagai manusia yang paling buruk di permukaan bumi.

Kenyataan seperti ini, tentu saja cocok dengon gelaran mereka, yang bergelar sebagai Souwciu Sam Sat, memang wajah mereka mirip sekali sebagai tiga orang momok yang sangat menakutkan sekali.

Di antara semua itu, diantara keheningan yang mengerikan itu, diantara kesemua yang ada itu, didengarnya ketiga orang momok yang sangat menakutkan bukan main itu telah mengeluarkan suara tertawa gelak-gelak yang sangat menakutkan sekali.

Sedangkan Ang Sam Kay telah menghampiri orang momok tersebut.

Dia telah merangkapkan sepasang tangannya menjurah.

"Terima kasih atas bantuan kalian bertiga yang telah membereskan nyawa kelima orang manusia jahat itu....!" kata Ang Sam Kay.

Tetapi dengan tidak terduga, ketiga orang momok yang bergelar Souwciu Sam Sat itu telah mengeluarkan suara tertawa mengejek.

"Hemmm, apa bagusnya kami menolongi kalian berdua pengemis busuk? Kalian tidak ada artinya dimata kami! Kami melakukan semuanya ini bukan untuk kepentingan kalian berdua, tetapi untuk kepentingan kami sendiri! Karena kalian telah menyaksikan peristiwa seperti ini maka kalian berdua, setan kecil dan tua bangka, harus mampus!" "Hahh?" Tentu saja Ang Sam Kay jadi kaget berbareng heran, dicampur oleh perasaan mendongkol.

Tetapi belum lagi Ang Sam Kay sempat untuk melampiaskan kemendongkolannya itu dengan memaki ketiga momok tersebut, disaat itu salah seorang diantara mereka malah telah menggerakkan tangan kanannya dengan gerakan yang bukan main cepatnya.

95 Kolektor E-Book Malah, Ang Sam Kay merasakan samberan angin serangan itu luar biasa sekali.

Hal ini membuktikan bahwa tenaga serangan yang dilancarkan oleh momok tersebut memiliki kekuatan yang bukan main.

Tentu saja Ang Sam Kay jadi gusar bukan main, karena dia segera mengetahui bahwa serangan yang dipergunakan oleh momok yang seorang ini mengandung tenaga membunuh.

Jelasnya memang momok tersebut bermaksud ingin membinasakan Ang Sam Kay.

Dan mungkin juga mereka menduga bahwa Ang Sam Kay hanyalah pengemis biasa yang hanya mengerti sedikit-sedikit ilmu silat.

Dengan cepat Ang Sam Kay mengempos tenaganya, karena dia rnengetahuinya bahwa ketiga momok dari Souwciu tersebut memang merupakan momok yang bukan sembarangan, dan tidak boleh dipandang enteng.

Biar bagaimana Ang Sam Kay tidak mau mengambil risiko buat dirinya.

Di saat dia menangkis, Ang Sam Kay juga telah menyalurkan tenaga dalamnya, maka dari kedua telapak tangannya telah mengalir keluar kekuatan serangkum angin serangan yang dahsyat.

Waktu kekuatan tenaga dalam dari Ang Sam Kay membentur tenaga momok yang melancarkan serangan padanya itu, maka momok itu telah mengeluarkan suara teriakan kaget dan tubuhnya telah terhuyung mundur.

"Ihhhh......!" berseru kedua Momok yang lainnya waktu mereka melihat apa yang dialami oleh kawan mereka.

"Rupanya pengemis busuk tua ini memiliki kepandain yang lumayan!!" Dan tanpa membuang-buang waktu lagi, kedua Momok ini juga telah melancarkan serangan kepada Ang Sam Kay.

Namun sekarang disebabkan mereka telah mengetahui bahwa Ang Sam Kay memiliki kepandaian yang tinggi, dengan sendirinya mereka juga melancarkan serangan yang kuat dan cepat sekali.

Malah tenaga mereka merupakan tenaga maut yang dapat menghancur lumatkan batu gunung yang keras bagaimanapun juga.

Ang Sam Kay tidak jeri.

Karena diapun telah mendongkol melihat ketelengasan tangan dari ketiga Sam Sat ini, dengan sendirinya dia juga telah mempergunakan kekuatan yang bukan main dahsyatnya untuk melayani ketiga lawannya ini.

Dengan cara demikian, Ang Sam Kay berarti telah dikeroyok oleh ketiga lawannya itu, yang masing-masing memang ternyata memiliki kepandaian yang bukan main.

Eng Song melihat Ang Sam Kay dikeroyok begitu rupa, jadi memandang dengan perasaan berkuatir sekali.

Biar bagaimana dia jadi memandang dengan perasaan tegang, karena dia juga merasakan bahwa tenaga serangan dari ketiga Sam Sat itu tentunya merupakan tenaga yang mematikan, sebab kalau tidak, tentunya Ang Sam Kay dengan mudah dapat melayaninya dan meloloskan diri.

Namun kenyataan seperti ini mau tidak mau telah mengejutkan hati Eng Song, dia melihat Ang Sam Kay telah terdesak sampai tampaknya sibuk sekali untuk melayani kesana-kemari dengan gerakan yang tidak hentinya.

Dan diantara menderu angin serangan itu, Eng Song melihat debu telah mengepul tinggi, disamping daun-daun kering yang telah berterbangan terhembus oleh angin serangan dari keempat orang yang tengah bertempur ini.

Sam Sat juga tampaknya terkejut bukan main.

Tadinya mereka menyangka bahwa pengemis tua ini hanyalah pengemis biasa saja dan memiliki kepandaian yang biasa pula.

Namun siapa tahu pengemis tua ini justeru memiliki kepandaian yang demikian tinggi.

Dengan sendirinya, mau tidak mau memang hal ini membuat Sam Sat jadi begitu kaget dan telah mengeluarkan seluruh kepandaian mereka untuk merubuhkan Ang Sam Kay.

96 Kolektor E-Book Pengemis tua Ang Sam Kay juga telah berpikir didalam hatinya, bahwa ia menghadapi Sam Sat tidak dapat dengan mempergunakan cara biasa.

Post a Comment