Halo!

Pedang Wucisian Chapter 37

Memuat...

Su-to Yang tidak keberatan.

Dia berkata: "Betul.

Setelah menyerahkan kitab, kita boleh pergi kesana." Dikala mereka tiba di puncak Leng-heng, didepan mereka telah melintang seorang tua berbaju putih, inilah salah satu dari Sepasang Manusia Jibaku, si Seng-mo Leng Kho Tiok.

Dengan tertawa tergelak-gelak, Seng-mo Leng Kho Tiok berkata: "Ha ha ha...

Bocah Su-to Yan, tidak kusangka, kau masih mempunyai hubungan erat dengan pihak Tong-hay." Su-to Yan ingat akan kejadian lama, bagaimana dia dipukul rusak oleh tokoh jahat ini, beruntung ada laki-laki berbaju hijau dari daerah Tong-hay yang memberi obat Tong-hay Sin-kiauw, maka luka-luka itu dapat direkatkan kembali.

Dendam sakit hari itu belum diselesaikan, ternyata Seng-mo Leng Kho Tiok telah mendahului dirinya, menghadang ditengah jalan, Lee Pin belum kenal kepada orang tua berbaju putih yang berani menghadang perjalanan mereka, dia mengajukan pertanyaan : "Saudara Su-to, siapakah "Dia adalah Seng-mo Leng Kho Tiok," Su-to Yan memberi keterangan.

Lee Pin terkejut, nama Sepasang Manusia Jibaku itu pernah mendengung ditelinga setiap jago rimba persilatan, termasuk juga si Anak Srigala, dan disini dia dapat menemukan salah satu dari mereka.

Mendapat sorotan mata Lee Pin yang bercahaya agak liar, Sengmo Leng Kho Tiok terkejut.

Melirik kearah Su-to Yan sebentar, dia bergeram: "Hei ditangan siapa kitab ilmu pedang Maya Nada itu." Lee Pin maju dua langkah, dia membentak: "Hei, kau juga menghendaki ilmu Pedang Maya Nada?" "Kau siapa ?" Seng-mo Leng Kho Tiok belum kenal kepada si Anak Srigala.

"Orang yang menghendaki jiwamu." Berkata Lee Pin yang segera lompat menerkam, ceker-cekernya yang tajam berhasil menarik sobek baju orang itu.

Seng-mo Leng Kho Tiok terkejut, dia sangat tidak memandang mata kepala si anak muda yang berwajah muka panjang karena itu dia tidak membikin persiapan.

Kecepatan Lee Pin memang luar biasa, karena itu, dia berhasil menyobekkan bajunya, Karena ini, dia sangat marah, "sret" kipas jibaku telah keluar dari tempatnya, menotok pergelangan tangan Lee Pin.

Lee Pin berlompat-lompatan, menyobek dan menerkam, gesit sekali.

Karena Seng-mo Leng Kho Tiok telah menyiapkan diri, maka serangan berikutnya tidak berhasil lagi.

Seng-mo Leng Kho Tiok tidak memandang mata kepada lawannya yang masih muda, hanya dua kali lompatan, dia berhasil keluar dari kurungan dan incaran jari si anak Srigala.

"Pantas kau berani datang lagi kegunung Bu-san, kiranya sudah mendapat bala bantuan" Kekuatan tukang pukulmu ini agak lumayan." Dia melirik kearah Su-to Yan.

Lee Pin bergeram marah: "Hai, masih hendak merasakan tajamnya kuku jariku lagi ?" Dia sudah siap menubruk itu waktu rombongan srigala telah dipisahkan jauh, dengan maksud agar tidak mengganggu perjalanan mereka.

Tanpa panggilan Lee Pin, para srigala tak akan menampilkan diri, hal itu penting, mengingat munculnya ratusan ekor binatang yang seperti itu akan mengejutkan semua orang.

Mendengar berdengus: cemohan Lee Pin, Seng-mo Leng Kho Tiok "Huh, dengan ilmu kepandaian yang kalian punyai, berani menentang Seng-mo Leng Kho Tiok " "Bagaimana bila aku meminta bantuan pasukan srigalaku?" Lee Pin teringat kepada kawan-kawannya.

Seng mo Leng Kho Tiok terkejut "Aaaa...." Dia membuka mulut.

"Kau si Anak Srigala Lee Pin?" "Kau memang lihay." Lee Pin memberi pujian.

"segala tebakanmu tepat!" Mengetahui bahwa dugaannya tidak salah, bulu tengkuknya Seng-mo Leng Kho Tiok bangun berdiri, pasukan Srigala adalah kekuatan yang terganas, siapakah yang dapat meloloskan diri dari kepungannya binatang haus darah itu" Belum pernah ada orang yang dapat meloloskan diri dari keroyokan srigala, apa lagi Srigala Lee Pin yang terlatih baik.

Jilid 9 DENGAN adanya bantuan Lee Pin beserta pasukan srigalanya, tentu tidak mungkin menangkap Su-to Yan.

Tapi Seng-mo Leng Kho Tiok tidak mau menyerah begitu saja, maka dia mengadakan gertakan: "Kau dengan binatang liarmu itu memang ditakuti orang, Tapi bukan berarti tanpa tandingan Bila kau tidak berhati-hati, semua induk pasukanmu itu menjadi korban lain kekuatan, tahu ?" "Siapakah yang dapat memusnahkan pasukan Srigalaku?" Lee Pin tidak percaya.

"Pernah dengar nama Thian-lam Lo-sat?" Bertanya Seng-mo Leng Tiok.

Giliran wajah Lee Pin yang berubah.

Racun Thian-lam Lo-sat sangat terkenal, bila anak murid golongan itu yang menghadapi pasukan srigalanya, bila mereka menggunakan racun jahat untuk menghadapi binatang-binatangnya, tentu sulit untuk mendapat kemenangan.

"Ketua partay dari golongan Thian-lam Lo-Sat telah berada di daerah ini, hanya satu pekikan panjang, aku dapat memangginya datang, Seng-mo Lee Kho Tiok meneruskan gertakannya: "Lee Pin, baik-baiklah kau diam disini, jangan turut campur dengan urusanku." Kemudian, dihadapinya Su-to Yan dan membentak: "Bagaimana dengan kitab ilmu Bersediakah kau menyerahkannya ?" Pedang Maya Nada itu" Sret, Su-to Yan telah menarik keluar pedang Lay-hong.

"Ha, ha ha . . . " Seng-mo Leng Kho Tiok tertawa.

"Masih belum kapok" Sudahkah kau lupa, bahwa jiwamu hampir mati di tanganku, tahu" Bila tidak ada sibrengsek dari Tong-hay itu, mana mungkin kau dapat mempertahankan diri sampai hari ini?" "Jangan banyak kepadamu." komentar.

Kitab tidak akan kuserahkan Mata Seng-mo Leng Kho Tiok mendelik, srek, dia mengeluarkan kipas jibaku, dibuka dan ditutupkan, kemudian menusuk jalan darah leng-tay lawannya, Gerakan tadi sangat cepat sekali.

Sedari merekatkan kekuatan dingin Kiu-han Sin-kun Ko Cio dan kekuatan panas Hauw thian Mo kun Thiat Kiam-Seng kedalam tubuh dirinya, Su-to Yan belum menggunakan kekuatan istimewa itu menempur orang tangan kanan yang memegang pedang mendapat tambahan hawa dingin, menangkis kipas Seng-mo Leng Kho Tiok.

Trannggg . . . .

Tangan Seng-mo Leng Kho Tiok yang memegang kipas hampir beku karenanya, sangat dingin sekali.

Didalam hati tokoh tua ini berkata, oh, bukankah itu kekuatan Kiu-han-ciang dari ketua lembah Cui-goat-kok, bagaimana dapat berada didalam tubuh bocah ini " Rasa bingung Seng-mo Leng Kho Tiok belum dapat tempat pemecahan, tiba-tiba datang lain pukulan, itulah tangan kiri Su-to Yan yang membawa kekuatan panas Hauw-thian Mo-kun Thiat Kiam Seng.

Seng mo Leng Kho Tiok mengeluarkan jeritan panjang, dia tidak sanggup menahan rasa hawa dingin, lebih-lebih lagi tidak sanggup menerima hawa panas yang menyusul datang, memukul dua kali dan dengan membawa suara lengkingannya yang panjang, dia melarikan diri.

Tentu saja didalam keadaan terluka.

Siapakah yang sanggup menahan kekuatan yang terdingin dan terpanas" Manakala kita mengisi air panas dan air es di suatu gelas secara bergantian, pasti gelas itu pecah segera.

Masih untung bagi Seng-mo Leng Kho Tiok yang mempunyai latihan sangat dalam, tubuhnya tidak hancur pecah, Mulai saat itu, dia harus mencari daya upaya untuk mengatasi dua macam kekuatan Su-to Yan yang luar Sebentar kemudian, bayangan Seng-mo Leng Kho Tiok sudah lenyap tidak terlihat.

Lee Pin terbelalak matanya lebar-lebar, mana mungkin seorang memiliki dua macam ilmu yang bertentangan" Tapi itulah kenyataan, Su-to Yan mempunyai kekuatan dingin, juga memiliki kekuatan panas, Sungguhlah suatu ke jadian yang tidak masuk diakal.

Su-to Yan mengeluarkan keluhan napas lega.

Diapun tidak tahu, bahwa dirinya mempunyai kedua kekuatan maha hebat hu, Berkat adanya perekat obat Tong-hay Sin-ciauw, dia dapat menyedot kekuatan si Dewa Panas Hauw-thian Mo-kun Thiat Kiam Seng dan Si ketua lembah Cui-goat-kok Kiu-han sin-kun Ko Cio yang memiliki sifat dingin.

Dia masih merasakan hawa dingin dibagian kanan dan hawa panas di bagian kiri tubuhnya.

Lee Pin maju, menghampiri kawan itu, "Saudara Su-to," dia berkata, "Tidak kusangka, kau memiliki ilmu yang sehebat tadi," Su-to Yan menyengir.

"Aku sendiripun tidak tahu," Dia berkata terus terang, "inilah kejadian untuk pertama kalinya, aku menggunakan ilmu-ilmu tadi." Gangguan Seng-mo Leng Kho Tiok telah mereka sisihkan, dan kedua pemuda, itu melanjutkan perjalanan.

Ie Han Eng adalah cucu dari keluarga Yang Mulia Ie Siauw Hu yang dijunjung tinggi oleh setiap tokoh rimba persilatan, betul dia tidak berkepandaian silat, tidak seorangpun berani memasuki atau mengganggu lembah Hui-in.

Mereka tidak berani mengacau lembah Hui-in, ini melepaskan kesempatan untuk merebut kitab Maya Nada, berkumpul di luar lembah tersebut, ada juga yang menutup tersebut, seperti si pedang Utara Auw-yang le dan Pedang Kong-Sun Giok, mereka akan mengganggu orang yang Orang yang memata-matai lembah Hui-in bukan Kong-Sun Giok dan Auw-yang Ie dua orang saja, Golongan Thian-lam Lo-sat juga tidak melepaskan kesempatan ini.

Bercerita Su-to Yan dan Lee Pin yang mendekati lembah Hui-in, tiba-tiba mereka dihadang oleh delapan orang berbaju hitam, itulah orang-orang dari golongan Thian-lam Loo-sat.

"Berhenti!" bentakan.

Kedelapan orang berbaju hitam mengeluarkan Su-to Yan dan Lee Pin memperhatikan kedelapan orang yang berani menghadang perjalanan mereka.

"Siapa kalian?" si Anak Srigala membentak.

"Atas perintah ketua kami, kalian dilarang meneruskan perjalanan." berkata salah satu dari orang-orang berbaju hitam itu.

"Siapa ketua kalian?" Bertanya Su-to Yan.

"Siapakah yang tidak kenal kepada ketua Thian-lam Loo-sat Lam Kiong It?" "Aha, kalian dari golongan Thian-lam Loo-soat?" "Tidak salah." "Lekas minggir !" Lee Pin membentak.

"Agar tidak menjadi korban penasaran.

Kalian bukanlah tandingan kami orang." Delapan orang itu mendapat tugas untuk menghadang Su-to Yan, tentu saja harus mentaati perintah ketuanya.

Tidak seorangpun dari mereka yang mengundurkan diri, Bukan saja tidak mau mengundurkan diri, malah mereka mengurung lebih dekat lagi, Masing-masing mengeluarkan senjata.

Su-to Yan dan Lee Pin saling pandang, mereka menganggukkan kepala, itulah suatu tanda, bergebrak untuk menyingkirkan halangan mengganggu jalan "Ciaaaatttt..." Terdengar suara Lee Pin yang melengking, dia telah menerjang orang berbaju hitam itu.

Su-to Yan tidak mau ketinggalan dia mendorong sebelah tangannya, tangan kanan yang dingin dapat membekukan jalan peredaran darah lawan.

Terdengar suara jeritan-jeritan yang riuh, hanya satu gebrakan, delapan orang berbaju hitam telah gugur berjatuhan, dua orang mati dibawah cengkraman Lee Pin, dan sisanya mendapat luka parah.

Post a Comment