"Eh, apa artinya ini?" Lee Pin melototkan mata.
Ciok Pan Tan membentak: "Berani kau melukai anak buah lembah Cui-goat-kok" Sudah bosan hidup ?" "Ha, ha..." Anak Srigala Lee Pin tertawa, "Siapa kau ?" "Ciok Pan Tan, murid pertama dari ketua lembah Cui-goat-kok." Ciok Pan Tan memperkenalkan dirinya.
"Maksudmu?" Lee Pin merasa terganggu "Kau telah melukai beberapa anak buah kami, kau harus membikin suatu pertanggungan." Ciok Pan Tan berkukuh.
"Nah, terimalah tanggung jawabku." berkata Lee Pin yang segera meloncat, cepat sekali, bret, terdengar suara sobekan baju, serangan tadi ditujukan kepada Ciak Pan Tan, dan betul-betul orang yang dijadikan sasaran tidak berdaya, sebagian baju depannya pecah2 masih terlihat goresan kuku si Anak srigala dikulit dadanya.
Ciok Pan Tau mundur dengan wajah pucat, Lee Pin berteriak "Hayo, siapa lagi yang berani menentang aku." In-tie Hwesio menampilkan dirinya.
"Biar aku yang mengusir kau," Dia berkata, Lee Pin memperhatikan hwesio tersebut, tiba-tiba dia tertawa: "Ha ha, ha . . . .
Kau ?" "Mengapa ?" In-tie Hwesio tidak puas.
"Sampai dimanakah ilmu kepandaianmu" Sudahkah terpikir olehmu, siapa yang sedang berada didepannya?" Berkata Si Anak srigala.
"Aku tahu." Berkata In-tie Hwesio, "Kau adalah Anak Srigala Lee Pin yang ganas dan telengas.
Aku melarang kau memasuki daerah Tionggoan.
Daerah ini bukan tanah kekuasaanmu pergilah pulang ketempat asalmu." "Bagus, Aku memang ganas.
Aku cukup telengas, Tapi aku ganas kepada mereka yang tidak menggunakan aturan, aku telengas kepada mereka yang bersifat kejam.
Kau melarang aku memasuki daerah Tionggoan, apa alasanmu " Hendak berkuasa sendiri, takut pada campur tanganku" Ha ha, ha..." "Tutup mulut." In-tie Hwesio membentak, disertai dengan satu terjangan kuat, Dia memukul kearah batok kepala si Anak Srigala.
Lee Pin menunjukan senyumnya, dia diserang mendadak, tapi gerakannya lebih cepat dari In-tie Hwesio sebelum terjangan itu sampai didepan dirinya, dia sudah berpencak silat aneh luar biasa, dia sering kali menerkam, dan mengurung si hwesio dengan bayangannya.
In-Tie Hwesio harus mempertahankan diri dari gencaran serangan Lee Pin, dia menyelubungkan dirinya didalam pertahanan kuat, Dan lenyaplah harapannya untuk menandingi Anak Srigala itu.
Didalam sekejap mata, keadaan In-tie Hwe-sio semakin terjepit.
Tiba-tiba Su-to Yan berteriak: "Hentikan pertempuran ini !" Siuuut, tubuh Lee Pin melayang tinggi, tiba-tiba dia sudah berada didepan Su-to Yan.
Meninggalkan In-tie Hwe-sio yang masih bengong kesima.
"Mengapa pertanyaan.
kau menghentikannya?" Lee Pin mengajukan "Kau mencari aku, bukan?" Balik bertanya Su-to Yan kepada pemuda yang dibesarkan dalam asuhannya binatang srigala itu.
"Betul." Lee Pin menganggukkan kepala, "Apa maksud tujuanmu?" .
Bertanya Su to Yan.
"Kau ada membawa kitab catatan ilmu pedang Maya Nada, bukan?" Bertanya Lee Pin memancar sinar matanya yang tajam.
Lagi lagi kitab catatan ilmu Pedang Maya Nada !
Su to Yan menganggukkan kepala.
"Betul, Kau juga ingin merebut kitab ini?" Dia sudah bersiap-siap untuk menandingi jago muda yang kuat itu.
"Ha, ha, ha, ha..." Lee Pin tertawa.
"Dugaanmu meleset." "Meleset?" Su-to Yan belum dapat percaya kepada keterangan si Anak Srigala, Apa maksud tujuan jago itu, bila bukan merebut catatan ilmu Pedang Maya Nada " Lee Pin berkata: "Aku datang didaerah Tionggoan untuk menyaksikan dengan lebih dekat, perkembangan ilmu silat didaerah ini.
Kudengar tradisi umum didaerah ini sangat buruk sekali, sudah lazim dan kejadian yang jamak, bila seseorang yang berkepandaian tinggi menghina yang lemah, merebut barang silemah, menindas di bawah kekuasaannya, suatu tradisi nasional yang sangat buruk didalam dunia persilatan.
Dan desas-desus itu telah kusaksikan sendiri, Kau adalah satu korban ketamakan mereka itu.
Aku suka kepadamu, aku ingin bersahabat denganmu." Si Anak Srigala mengulurkan tangannya Su-to Yan menarik diri.
Dia belum sepaham dengan apa yang apa Lee Pin katakan.
"Ha, ha..." Lee Pin tertawa lagi, "Takut kepadaku " Seorang anak yang dibesarkan oleh srigala" Ketahuilah, Srigala itu galak, tamak, tapi manusia lebih galak dan lebih tamak dari srigala." "Hm," Su-to Yan berdengus, "Mengapa harus takut?" "Bagus.
Kudengar kau berkepandaian tinggi, ingin sekali aku mendapat bukti itu," berkata Lee Pin.
"Aku selalu siap menerima tantanganmu." berkata Su-to Yan.
Disaat itu, kekuatan lembah Cui goat kok dan kekuatan Siauw lim pay telah bersatu padu untuk menghadapi Su-to Yan dan Lee Pin, mereka menggabungkan diri, mengurung kedua orang, para hwesio dan orang-orang berbaju hitam mengurung semakin ketat.
Mereka berada dibawah pimpinan In-tie Hwesio dan Ciok Pan Tan.
Kejadian tersebut tidak lepas dari sudut mata Lee Pin, tiba-tiba saja anak srigala ini mengeluarkan suara pekikan panjang.
Wajah In-tie Hwesio berubah.
"Awas.," Dia peringatan.
"Lee Pin memanggil pasukan srigalanya." memberikan Betul saja, sayup-sayup terdengar suara lolongan srigala, semakin lama semakin dekat, binatang-binatang ini saling sahut, menerima panggilan Lee Pin.
Wajah In tie Hwesio semakin pucat, pasukan srigala itulah yang paling ditakuti, dan betul saja Lee Pin membawa anak buah ganas itu, Ratusan ekor Srigala mendatangi tempat itu, sebentar kemudian, sudah terjadi perkelahian diantara manusia, Korban saling berjatuhan.
Srigala-srigala diajak memasuki daerah Tionggoan adalah srigala-srigala pilihan Lee Pin besar dan ganas, cukup terlatih.
Beberapa orang berbaju hitam sudah mendapat gigitan Su-to Yan turut menyaksikan terjadinya drama tersebut, dia mengajukan protes: "Hei, mengapa kau tidak melarang binatang peliharaan-mu mengganggu orang?" Anak Srigala Lee Pin mengeluarkan lain pekikan, maka pasukan Srigala mundur keluar rimba, belum mau pergi, disana mereka mengurung semua orang.
Su-to Yan masih belum puas, "Mengapa kau tidak memberi perintah untuk melepaskan kurungan?" Dia menegur Lee Pin.
"Prakarsamu patut mendapat pujian.
Tapi kau tidak tabu, hati manusia itu lebih kejam dari hati srigala, Kau hendak menolong mereka, tapi mereka hendak mencelakakan dirimu, seekor srigala yang sudah kenyang makan tidak mengganggu mangsanya, tapi seorang manusia yang sudah lebih dari cukup masih menghendaki sesuatu yang melebihinya.
Bila tidak memandang dirimu, aku akan membiarkan kawan-kawanku itu mendapat kepuasan." Su-to Yan berkata: "Kukira, kita harus mempunyai rasa kasih.
Sedapat mungkin menghindari pertumpahan darah." "Ha, ha...
Dimisalkan tidak ada bantuan kawan-kawan ini.
mungkinkah kita dapat menghindari pertumpahan darah?" Apalagi srigala Lee Pin, tidak dapat menyetujui filsafat hidap Su-to Yan.
Si pemuda bungkam.
Berkat bantuan pasukan Srigala Lee Pin, Su-to Yan berdua bebas dari gangguan anak buah Siauw-lim-pay dan lembah Cui-goat kok.
"Saudara Su-to, kemana kau hendak pergi?" Lee Pin mengajukan pertanyaan.
"Aku harus kembali kedalam lembah Hui ln." Berkata Su-to Yan.
"Eh, kau tidak ada maksud untuk menghadiri pesta Tiongyang, di Siauw-lim-sie?" Lee Pin pernah menerima kabar tentang adanya pesta Tiongyang digereja Siauw-lim-Sie, dan tujuan utama dari pesta itu adalah hendak mendapatkan kitab pelajaran ilmu pedang Maya Nada yang berada didalam tangan Su-to Yan, Maka dia mengajukan pertanyaan seperti tadi.
Su-to Yan menggelengkan kepalanya, dia sedang berpikir, kitab catatan ilmu pedang Maya Nada harus dikembalikan kepada Ie Han Eng, bagaimana menyerahkan kepada si Bidadari, dari lembah Huiin itu" Dia telah mengetahui bahwa orang tua mereka telah mengikatkan perjodohan, dan inilah yang membingungkan dirinya.
Terdengar suara Lee Pin: "Aku agak tertarik juga kepada kepribadimu, aku bersedia menemanimu ke gereja Siauw-lim-sie, jangan takut kepada mereka, kawan-kawanku selalu siap sedia." Yang diartikan dengan kawan-kawan sianak srigala adalah pasukan anjing srigalanya binatang-binatang itu berjumlah besar, mengikuti mereka jauh dibelakang.
Su-to Yan segera menduga bahwa si Anak Srigala ingin membesarkan hatinya, agar tidak takut kepada para hwesio Siauwlim-pay, tujuan nya yang hendak mengembalikan kitab catatan ilmu Pedang Maya Nada kepada Ie Han Eng dianggap melarikan diri dari kenyataan, menghindari pertemuan.
"Aku bukan takut kepada mereka." Su-to Yan memberi penjelasan "Belum pernah ada orang yang kutakuti, Aku harus mengembalikan catatan ilmu pedang Maya Nada dilembah Hui-in.
inilah maksud tujuanku." "Bagus, Aku menemani kau pergi ke lembah Hui-in." Demikian Lee Pin menawarkan jasa baiknya.
Su-to Yan tidak menolak, mereka segera menuju kearah lembah Hui-in digunung Bu-san.
Mereka melakukan perjalanan dengan kecepatan luar biasa, ternyata Lee Pin ada niatan untuk mengadu ilmu meringankan badan, langkahnya menderu-deru, hendak meninggalkan Su-to Yan.
Dan tentu saja, Su-to Yan mengikuti kemauan kawan baru itu, tanpa memperhitungkan jarak perjalanan, mereka mengadu lari.
Singkatnya cerita, Su-to Yan dan Lee Pin telah tiba di gunung Busan.
Lee Pin harus mengakui, ilmu meringankan tubuh Su-to Yan tidak berada dibawah dirinya, mereka tiba di waktu yang hampir bersamaan.
Menghitung jumlah hari, mereka masih mempunyai waktu untuk menghadiri pesta Tiongyang digereja Siauw limsie, Dengan tertawa Lee Pin berkata kepada kawannya: "Saudara Suto, sekarang baru awal bulan sembilan, setelah menyelesaikan urusanmu, masih cukup waktu untuk pergi kegunung Siong-san.
Maukah kau mengunjungi pesta keramaian itu?" Gunung Siong-san adalah letak tempat gereja Siauw limsie.