Seng-mo Leng Kho Tiok telah melarikan diri, iman sipemuda yang terpegang kuat jatuh runtuh, tubuhnya menggelesot, dan dia jatuh.
Dia masih berada didalam daerah berbahaya, bukan mustahil bila Seng-mo Leng Kho Tiok menerka kekosongan tenaganya, dan itu waktu, bila dia tidak cepat cepat lari dari tempat itu, pasti celaka.
Su-to Yan bangun dan melanjutkan perjalanannya.
Hanya belasan langkah, dia tidak kuat.
sekali lagi jatuh ditanah, "Celaka." Sipemuda mengeluh.
"Mungkinkah aku ditakdirkan untuk mati ditempat ini?" Dia memiliki ilmu It-bok Cin khie, dengan ilmu ini, dia berusaha mengembalikan tenaganya.
Dia duduk bersila, menerangkan matanya dan mengatur jalan peredaran darahnya.
Berapa lama kemudian, Su-to Yan berhasil memutarkan jalan peredaran darah sehingga beberapa kali, pukulan Seng-mo Leng Kho Tiok terlalu kuat, tidak berhasil menghancurkan semua kekuatannya.
Perlahan-lahan, Su-to Yan membuka kedua matanya.
Tiba-tiba . . . "Aaaa...." dia berteriak kaget.
Dihadapannya telah berdiri seorang tua berbaju hitam, entah kapan datangnya orang ini, tiada tanda tanda dan tiada terdengar suara geseran angin yang ditimbulkan boleh langkah langkah kakinya, Orang tua berbaju hitam sedang memperhatikan perubahan perubahan wajah Su-to Yan, mengetahui bahwa pemuda itu telah melek mata, dia berkata: "Kau masih menderita luka." sikapnya cukup ramah.
Su-to Yan menganggukan kepala, dia mempunyai kesan yang agak baik kepada orang tua berbaju hitam yang berdiri dihadapannya.
Orang tua itu berkata lagi: "Luka yang kau derita cukup parah, paling cepat, kau harus menggunakan waktu selama tiga bulan, baru dapat memulihkan semua kekuatan dan tenagamu." Tiga bulan " Su-to Yan mengerutkan alis, siapakah orang tua ini" Matanya cukup tajam, hati nya sepintas lalu, luka didalam tubuhnya telah dapat disebut tepat, Tiga bulan untuk memulihkan semua tenaganya lagi" Sungguh suatu jangka waktu yang cukup lama.
Bagaimana usahanya untuk menolong Cin Bwee dilembah Cui goatkok" Akh, sungguh kejadian yang memusingkan kepala.
Orang tua berbaju hitam itu masih mengoceh terus, katanya: "Seng-mo Leng Kho tidak telah melarikan diri, Tapi dia mempunyai otak yang tidak cukup lihay, seharusnya dia tahu, bahwa kau juga menderita luka, luka yang kau derita lebih berat dari dirinya, Mana kala dia sadar dari kelengahan ini, pasti dia akan Su-to Yan membuka mulut: "Bagaimana kah sebutan cianpwee yang mulia?" "Aku?" Orang tua berbaju hitam tertawa, "Pernah dengar nama Su-mo Min Kho Siong?" Ternyata salah satu dari pasangan dua Manusia Jibaku, orang tua berbaju hitam adalah Su-mo Min Kho Siong.
Su-to Yan terbelalak.
"Cianpwee..,.
Cianpwee yang bernama Su-mo-Min Kho Siong?" Dia agak gugup.
Mungkinkah ada kejadian yang begitu kebetulan" Belum lama Seng-mo Leng Kho Tiok munculkan diri, dan kini dia berhadapan dengan Su mo Min Kho Siong, sepasang Manusia Jibaku yang telah lama mengasingkan diri, manusia-manusia yang sudah lama tiada khabar cerita bermunculan didalam rimba persilatan kembali.
Su-mo Min Kho Siong menganggukkan kepala, dia berkata: "Semua pokok persoalan ditimbulkan karena ilmu pedang Maya Nada." "Ilmu pedang Maya Nada?" Su-to Yan tidak mengerti, lagi-lagi ilmu pedang itu yang menjadi buah bibir orang, Bagaimanakah kehebatan dari ilmu pedang Maya Nada" Su-mo Min Kho Siong memberi keterangan: "Kau cucu Su-to Pek Eng, bukan?" "Betul." "ltulah, Su-to Pek Eng menyerahkan ilmu pedang kedalam lembah Hui-sin, maka tidak seorangpun yang berani membuktikannya, Setelah kau meminta kembali ilmu pedang itu, seharusnya menekunkan didalam lembah Hui-sin, disana tidak terganggu Mengapa kau meninggalkan tempat tersebut?" "ilmu pedang tidak berada didalam tanganku." Su-to Yan berteriak.
"tidak seorangpun yang akan percaya keteranganmu." Berkata Su-mo Min Kho Siong.
"Betul." Timbrung satu suara lain, "tidak seorangpun yang akan percaya kepada keterangannya, termasuk aku." Disana bertambah seorang tua berwajah putih, mempunyai potongan badan tinggi besar, orang inilah yang mengganggu percakapan Su-to Yan dan Su-mo Min kho Siong.
Kemudian, orang tua berwajah putih itu menatap Su-mo Min kho Siong dan berkata kepadanya: "Sahabat lama, belum melupakan diriku bukan?" Su-mo Min kho Siong menganggukkan kepala, Dengan tenang ia berkata: "Kukira siapa yang datang.
Ternyata kawan lamaku, siapakah yang tidak kenal kepada Jie Han Liu yang ternama." Hati Su-to Yan terkejut, dia sedang berhadapan dengan ayah Jie Ceng Peng, orang tua berwajah putih inikah yang bernama Jie Han Liu" Sungguh tidak disangka sama sekali.
Dengan senyum riang, Jie Han Liu berkata: "Su-mo Min kho Siong, tahukah akan maksud kedatanganku ke tempat ini ?" "Masih belum tahu," Berkata orang yang ditanya, "Tapi kukira ada hubungan dengan ilmu Pedang Maya Nada, bukan ?" "Salah besar!" Berkata Jie Han Liu "Ketahuilah, bahwa Su-to Yan ini adalah cucu dari Su-to Pek Eng, seorang sahabat baikku juga, bagaimana aku dapat membiarkan sengsara dan terlantar didalam dunia persilatan" Aku ada maksud untuk mengajaknya pulang.
Aku wajib menjaga cucu sahabat lama." "Ha, ha, ha..." Su-mo Min kho Siong tertawa.
"Kau memang pandai menggunakan istilah kata kata Sastra, bagaimana cara-cara kau menjaganya keamanan orang-orang" Mengurungnya didalam suatu kamar.
Istilah "Diamankan", ini sudah terlalu umum.
tidak guna kau menggunakan kata-kata diplomatik lama." Jie Han Liu naik darah, ia membentak.
"Su-mo Min Kho Siong, kau kira aku takut kepadamu?" "Ha, ha, ha . . . " Su-mo Min Kho Siong tertawa.
Jie Han Liu mendekati Su-to Yan, dan mulut orang tua berwajah putih itu mengaco: "Aku wajib memeriksa keadaan luka yang diderita oleh cucu dari seorang kawan lama." Su-mo Min Kho Siong menghadang perjalanan Jie Han Siu.
"Tunggu dulu!" Dia membentak.
Jie Han Liu meremehkan ancaman itu, dia membelakanginya dan masih mendekati Su - to Yan.
Su-mo Min Kong Siong membalikkan tangan cepat sekali, pukulannya sudah menempel digeger orang.
Jie Han Liu merendengi nama Ciok Pek Jiak, tentu saja mempunyai ilmu kepandaian yang ada isinya, sengaja menjajal kecepatan Su-mo Min Kho Siong, dia berputar, tangan kirinya termiring-miring membacok orang itu.
Su-mo Min Kho Siong tidak berani menerima bacokan tangan, dengan sepasang kaki, dia menendang, maksudnya menyingkirkan serangan.
Jie Han Liu menyusul dengan enam pukulan tangan kosong.
Su-mo Min Kho Siong dipaksa mundur ke belakang.
Tangannya telah menarik keluar sebuah panji hitam, inilah senjata yang menggantikan kipasnya, ternyata kipas aku Wajib Jibaku telah dihancurkan oleh beberapa musuh kuatnya, itu akibat dari suka ikut campur urusan orang lain.
Dikala masa mudanya, Su-mo Min Kho Siong sering melakukan perbuatan-perbuatan mulia, menolong siapa yang membutuhkan pertolongan, karena itu dia menanam banyak bibit permusuhan dan kekuatan musuh Su-mo Min Kho Siong bergabung menjadi satu, mereka mengeroyoknya.
Tentu saja Su-Min Kho Siong tidak sanggup melayani seranganserangan ribuan tangan, akhirnya dia melarikan diri, kipas hancur, demikian kisah cerita lenyapnya semula dari Manusia Jibaku ini.
Sedari saat itu, dia bersumpah, tidak mau usil perkara lagi, dan senjatanya digantikan oleh panji hitam, semacam senjata yang mempunyai banyak persamaan dengan kipas.
Bercerita Jie Han Liu yang melayani serangan-serangan panji hitam Su-mo Min Kho-Siong.
Mereka menemukan tandingan, Bilamana Su-mo Min Kho Siong dapat menyerang dengan gencar suatu saat, Jie Han Liu pun mempunyai kekuatan untuk mengadakan serangan balasan.
Dia mendesak orang berbaju hitam itu.
Su-mo Min Kho Siong mengebut panji hitam, terdengar suara benturan yang keras, untuk sementara mereka terpisah.
Su-to Yan menyaksikan suatu pertandingan seru dari kedua jago itu.
Dikala mereka hendak meneruskan pertarungan itu, lain bayangan melesat maju, bayangan itu berteriak: "Hai, aku hendak turut serta didalam keramaian ini." "ltulah Seng-mo Leng Kho tidak yang balik kembali, Dia menghentikan pertempuran yang terjadi diantara Su-mo Min Kho Siong dan Jie Han Liu.
Terdengar lagi suara Seng-mo Leng Kho-Tiok: "Kalian tidak menduga kepadaku, bukan?" Su-mo Min Kho Siong berdengus: "Kedatanganmu untuk kedua kakinya sudah berada didalam perhitunganku." Jie Han Liu tertawa, dia menyapa orang itu: "Ah, bagaimana keadaanmu selama belasan tahun belakangan ini?" "Atas perhatianmu, aku mengucapkan terima kasih." Berkata Seng-mo Leng Kho Tiok" Mengapa kalian mengadu urat" Ada yang sedang dicekcokkan?" Jie Han Liu berkata: "Ha, ha...
Kedatanganmu juga bermaksud memiliki ilmu pedang Maya Nada" Bagus kita boleh mengadu kekuatan." "Dugaanmu tidak benar." Berkata Seng-mo Leng Kho Tiok.
"Aku tidak ada maksud untuk mengangkangi ilmu pedang Maya Nada." "Huh," Su-mo Min Kho Siong berdengus.
"Siapa yang percaya kepada keterangan ini?" Seng mo Leng Kho Tiok mendelikkan matanya dia berkata: "Orang menyebut kita sebagai Sepasang Manusia Jibaku, seharusnya kita bekerja sama gandeng-bergandeng menjelajahi rimba persilatan.
Tapi kau tidak, kau berdiri ditempat yang bertentangan dengan diriku, selalu bersitegang, Ketahuilah, bahwa ilmu pedang Maya Nada belum tentu berada didalam tangannya, Tapi dia lihay, dibiarkan hidup didalam dunia rimba persilatan bagaimana kita dapat mempertahankan gengsi kita!
Dia akan menggantikan kedudukan semua tokoh-tokoh silat termasuk kita berdua, untuk melenyapkan bahaya latent, lebih baik kita menyingkirkan Su-to Yan.
Su-mo Min Kho Siong menggoyangkan kepalanya.
"Aku tidak sependapat dengan pendirianmu." Dia berkata.
Jie Han Liu juga mengemukakan pendapatnya, menyelak "Mungkin saudara Seng-mo Leng Kho Tiok tidak tahu, bahwa aku mempunyai hubungan baik dengan kakek pemuda ini, tidak dapat kubiarkan dia jatuh kedalam tangan orang, Aku melarang kau membunuhnya." Seng-mo Leng Kho Tiok mendelikan mata, Su-mo Min Kho Siong tertawa gelak-gelak.
"Ha., ha, ha . . . .
Betul . . . .
Betul . . . .
" Dia memberi tanggapan atas keterangan Jie Han Liu.
"Saudara Jie Han Lui ini melarang kau membunuh Su-to Yan, dia akan melarang setiap orang mendekati Su-to Yan.
Hanya dia seorang yang boleh mendekatinya, Maka dikemudian hari, tentu saja ilmu pedang Maya Nada akan jatuh ke dalam tangannya." Jie Han Liu bergeram!