Aku bukan orang Liong hwa hwe, kenapa kau sudi memberitahukan aku?" "Kau lain!
kau ahli waris Tokko Bing, cepat atau lambat kau pasti tercantum didalam Pang?" "Kau salah!" tukas Koan San gwat.
"Aku tidak akan menjadi anggota namakupun tidak akan tecantum disana.
Kalau aku perihatin akan seluk beluk hal ini adalah karena guruku.
Meski aku tidak tahu menahu tentang Liong hwa hwe, tapi sepak terjang yang misterius dan aturan aturan yang kejam dapat di pastikan, bahwa Liong hwa hwe adalah kumpulan setan"." Ki Houw tertawa tebar, ujarnya : "Lebih baik jangan kau berpandangan cupat, masuk atau tidak kedalam daftar bukan kau yang putuskan.
Banyak anggota Liong hwa hwe yang tidak ingin tercantum namanya namun mereka tidak berani menolak, malah yang namanya tercoretpun akan berusaha memulihkan nama baiknya, umpamanya mereka berdua?" Koan San gwat bertanya, "Benarkah begitu?" "Benar." It lun menyahut lirih : "Lohu memang tidak rela, namun terpaksa harus jadi anggota.
Setelah nama kami tercoret kami masih giat berlatih dan memperdalam ilmu, tujuan untuk kembali memperoleh kedudukkan diatas Pang," "Kenapa begitu?" tanya Koan San gwat heran.
Mulut It lun sudah terbuka sekian saat akhirnya ia menyahut perlahan : "Lohu ingin menjawab pertanyaan ini tapi Lohu tidak tahu kenapa?" Kata Koan San gwat kurang percaya : "Mana ada aturan demikian didunia ini".." "Kalau kau terjun didalam, kau akan paham sendiri !" Koan San gwat hendak mengajukan pertanyaan lagi, Ki Houw sudah menyela dengan tidak sabar, "Sebetulnya bagaimana keputusanmu?" Maka Koan San gwat ambil putusan tegas, sahut : "Aku ingin mendengar seluk beluknya, kedua arang ini akulah yang bertanggung jawab!
Mereka pasti tidak akan membocorkan rahasia"." "Warga Liong Hwa hwe hanya boleh bertanggung jawab kepada dirinya sendiri." Tapi dengan congkak Koan San gwat berkata "Segala urusan pasti ada asal mula nya menurut angapanku aturan aturan tengik itu perlu diganti saja." "Bagus" puji Ki Houw.
"Tekadmu patut dipuji, agaknya aku harus memberi kelonggaran kepada kau, mari silakan, kita bicara didalam saja." Rasul ungu tiba tiba berkata: "Mo kun kedudukan dan batas batas aturan tidak memberi peluang untuk kau memutuskan hal ini." Mendelik mata Ki Houw dampratnya: "Sian it ping!
Apakah kau sedang bicara dengan aku ?" Rasul ungu gemetar dan tergagap tak mampu menjawab cepat Ki Houw angkat tangan menyilahkan tamunya, sinar matanya memancarkan hawa membunuh.
Koan San gwat hanya tersenyum saja katanya: "Jangan main licik, anggapmu aku tidak tahu maksud hatimu?" "Syukur bila kau paham!
silahkan" lalu ia mendahului melangkah masuk kedalam pintu, kedua baris bocah bocah kecil itu menguntit dibelakangnya, terakhir tinggal si Rasul ungu itu yang masih menunggu diambang pintu.
Lu bi wi berkata: "Ling cu!
Losiu kuatir didalam diatur tipu daya untuk menjebak kita!" "Memang!
tapi maju lebih selamat dan pada mundur!" sahut Koan San gwat.
"Apa maksud ucapan Ling cu?" bertanya Lu Bu wi tidak mengerti.
Kata Koan San gwat: "Aku menyesal membawa kalian berdua masuk kedalam pertikaian ini, tapi urusan sudah terlanjur, meski sekarang masih ada kesempatan mundur, tapi mereka pasti tidak tinggal diam, mereka di pihak gelap kita menjadi empuk belaka, ada istilah lebih baik nekad menerjang masuk, mari kita lihat apa sih yang terdapat didalam sana?" "Kalau begitu terserah perintah Ling cu," kata Lu bu wi.
Lau Sam thay menimbrung: "Jiwaku ditolong oleh Ling cu, selanjutnya apa yang Ling cu ingin lakukan bolehlah"." Dengan langkah lebar Koan San gwat mendahului masuk kedalam pintu, unta sakti juga mau ikut, segera Koan San gwat menepuk lehernya seraya berkata : "Sahabat tua, kau tunggu saja disini, jikalau aku tidak bisa ke luar, kau tahu bagaimana kau harus berbuat bukan?" Unta sakti manggut manggut.
Maka rombongan mereka lantas lenyap dibalik pintu.
Di dalam ruang pendopo yang amat luas, banyak orang sedang duduk berkeliling, mereka duduk berhadapan satu sama lain .
Lok Saiu hong duduk disamping Koan San gwat, sebelahnya Lu Bu wi dan Lau Sam thay, dibelakang mereka duduk pula Ban li bu in dan It lun bing gwat, mereka duduk setengah bundar.
Dihadapan mereka Ki Houw, hanya Rasul ungu yang berdiri tegak di dampingnya, setelah hening sejenak, Ki Houw mulai buka suara, katanya : "Apa saja yang ingin kau ketahui?" Koan San gwat berpikir sebentar lalu bertanya "Dimanakah Siau se thian berada?" Di puncak Sin li hong di gunung Bu san dalam kabut mega nan putih!" "Apakah guruku juga ada di sana?" "Sudah tentu!
Dia sudah satu Hwe cu periode yang lalu." "Untuk apa dia berada disana?" "Menikmati hidup bahagia." "Apa gerangan yang terjadi dengan Liong hwa hwe?" "Sebuah serikat atau organisasi yang sangat rahasia dan menakjupkan, anggotanya segala golongan dari tokoh tokoh silat aneh berbagai tempat, hanya beberapa gelintir orang punyu nama, di Kangouw, umpamanya gurumu adalah salah satu diataranya?" "Masih ada siapa lagi ?" "Hal itu tidak bisa kujelaskan!" "Apa pula yang terjadi dengan Hong sin pang ?" "Liong hwa hwe ada seratus delapan anggota, terbagi Sian ( dewa ), Mo ( iblis ) dan Kui (setan ) san pang (tiga tingkat).
Sian pang ada tiga puluh enam, Mo pang ada tujuh puluh dua, kedua pang jni dinamakan Hong sin pang.
Masih ada lagi wakil pang.
Ia yang disebut Kui pang, para petugas macam Sip cay yu hun dan lain lain itu termasuk anggota Kui pang".." Apa yang didengarnya persis dan hampir sama dengan dugaan Koan San gwat semula, maka ia bertanya lebih mendalam: "Bagaimana membedakan Mo pang dan Kui pang ?" "Menurut kepandaian silat mereka, yang berkepandaian tinggi masuk daftar Siang pan, kalau sedang masuk Mo pang, kalau lebih jelek lagi Kui pang, tapi dalam hal ini ada batas yang cukup keras.
Liong hwa hwe membuka rapat anggota setiap dua puluh tahun sekali, pada waktunya tentu terjadi banyak perubahan, misalnya ada anggota Sian pang yang melorot, ada pula anggota Mo pang yang naik pangkat?" "Kau sendiri ditingkat mana?" "Aku disebut Thian ki mo kun, sudah tentu berkedudukan di Mo pang, malah aku menjadi pemimpin dari kawanan iblis ini, bagi seluruh warga Mo pang, aku punya hak kuasa yang tak dapat dilawan mereka." "Ibuku, bibi dan pamanku adakah juga termasuk tingkat Mo pang?" tiba tiba Lok Siau hong menyeletuk.
"Benar, maka mereka pun harus perintahku." "Kalau Ouw hay it siu bagaimana?" "Dia termasuk tokoh dalam Sian pang!" Lok Siau hong mendengus, jengeknya menjebi bibir : "Manusia keparat yang tidak becus itu juga bercokol di Sian pang?" Ki Houw tertawa besar, ujarnya : "Benar, maka tadi kukatakan Mo belum tentu lebih rendah dari Sian.
Kehidupan kaum iblis semestinya jauh lebih menyenangkan dari alam kedewaan, kalian sudah melihat dua bait syair diatas pintu gerbang itu bukan, itu lebih membuktikan bahwa ucapanku bukan bualan belaka." Koan San gwat merenung lalu tanyanya pula : "Kecuali punya hak kuasa di Mo pang, dapatkah kau mengurus orang lain?" "Dalam hal ini perlu kujelaskan, kecuali kedudukan mereka dalam Mo pang akupun menjadi Si hoat ciang sing ( pelaksana hukum) dalam Hong sin pang, maka semua tokoh tokoh dalam Sian dan Mo aku dapat bertindak terhadap mereka, cuma terhadap tokoh tokoh dalam Sian pang sedikit banyak aku berlaku rada sungkan ?" "Apakah guruku iuga dapat kau kekang dengan jabatanmu itu?" Sedikit berubah air muka Ki houw, sahutnya tersekat "Tidak!
Kedudukannya sebagai Hwe cu, tingkat ini sejajar dengan aku, siapapun tiada hak mengurusi orang lain!" Mendadak it lun bing gwat menyeletuk bicara: "Tapi Hwe cu punya hak membatasi segala gerak gerikmu bila perlu kaupun harus mendengar perintah Hwe cu." Ki Houw kelihatan marah serunya: "Liong hwa hwe yang akan datang, aku punya banyak kesempatan untuk merebut kedudukan Hwe cu itu, tatkala itu aku tidak akan dicemooh dan dirintang oleh mereka." Tiba tiba Koan San gwat meninggikan suaranya bertanya : "Siapakan pendiri Liong hwa hwe ini?" Berubah air muka Ki Houw, It lun dan lain lain, malah Ban li lebih emosi teriaknya bengis : "Bocah keparat!
Kau dilarang tanya hal itu!" Koan San gwat jadi heran, katanya : "Apakah benar tidak boleh tanya hal itu?" "Benar." Ki Houw dengan muka kelam.
"Ini larangan yang paling keras, sekarang kau sudah belum masuk anggota, maka kau tidak terhukum, kau sudah melanggar larangan paling besar!" "Kulau begita ganti pertanyaan lain, Kuasa yang paling tinggi dalam Hong sin pang?" Sejenak ragu ragu akhirnya Ki Houw menjawab : "Su tay hwe cu.
Mereka tidak punya kuasa kupersilakan renungkan arti dari pada kedua hurup "Thian ki" itu." Koan San gwat mengejek dengan seringai dingin, katanya : "Jadi hak kuasamulah yang tertinggi di Siau se thian !" Benat!
"sahut Ki Houw takabur, "Kecuali Thian gwat Thian (langit diluar langit) ?" Koan San gwat melanjutkan : "Apa yang dinamakan Thian gwat thian?" Berubah pula air muka Ki Houw, seolah olah sudah melanggar suatu kesalahan paling besar, kedua matanya jelalatan celingukan kian kemari, demikian juga It lun dan Ban li sama berubah pucat dan gemetar, mereka pasang kuping mendengar apa apa dengan cermat.