Halo!

Naga Beracun Chapter 119

Memuat...

Entahlah, sudah enambelas tahun aku tidak berte mu dengannya

Bagaimana aku dapat mengenalnya

Ketika itu, usianya baru lima tahun......

Melihat kesedihan membayang pada wajah isterinya, Lie Koan Tek lalu memegang tangan isterinya dan berkata,

Mari kita bayangi gadis itu!

Isterinya hanya mengangguk dan merekapun memasuki kembali kota Lok-yang, diam-diam membayangi gadis itu dengan hati penuh keraguan

Sebetulnya, setelah apa yang ia lakukan di kota Ji-goan, hati Cin Cin sedikit banyak merasa puas

Bukan saja ia telah memberi hukuman kepada Cia Ma seperti yang telah ia inginkan, bahkan yang le bih memuaskan hatinya, ia dapat membebaskan banyak gadis dusun sebelum te rlambat, dapat menghajar para tukang pukul, dan terutamasekali, ia dapat menyadarkan kembali Cia Ma sehingga nenek itu bertobat dan akan mene bus dosa dengan mengubah jalan hidupnya

Biarpun Cia Ma pernah menahannya dan bahkan pernah memukulinya, akan te tapi harus ia akui bahwa Cia Ma juga pernah bersikap lembut dan ramah kepadanya

Ia diberi pakaian indah, ia dipaksa untuk belajar kesenian, menari dan bernyanyi, sungguhpun semua itu diberikan kepadanya, agar harganya naik di mata calon pembelinya! Urusannya dengan Cia Ma yang selama ia belajar ilmu, menjadi satu di antara dendamnya, telah beres

Kini tinggal mencari ibunya, baru setelah itu, ia akan mencari Coa Hong San untuk melaksanakan perintah subonya, atau kembali kepadanya untuk melaporkan tentang kegagalannya membunuh Pangeran Cian Bu Ong

Ia telah melakukan perjalanan semalam suntuk dari Ji-goan menuju ke Lok-yang

Kini ia merasa lelah dan juga perutnya te rasa lapar

Ketika ia memasuki kota Lok-yang yang masih sepi, tiba?tiba hidungnya dis ambar bau sedap masakan

Ia menoleh dan melihat sebuah rumah makan kecil di te pi jalan

Agaknya dari sanalah datangnya uap yang sedap tadi

Rasa laparnya semakin menggila ketika sedap masakan menyerang hidungnya dan iapun segera menghampiri rumah makan itu

Pelayan tunggal di rumah makan itu menghampiri ketika Cin Cin duduk di bangku menghadapi meja

Nona hendak makan apakah?

tanyanya sambil membersihkan meja itu dengan kain yang selalu disampirkan di pundaknya

Sikapnya sederhana dan sopan, maka hati Cin Cin juga merasa senang

Seringkali ia harus mulai menghadapi makanan di rumah makan dengan hati jengkel karena sikap pelayannya yang genit dan kurang ajar

Aku ingin makan bubur ayam dan minum panas yang tidak terlalu pahit,

katanya

Pelayan itu mengangguk dan memesankan makanan itu kepada tukang masak, kemudian dia bergegas menyambut tamu lain yang duduk di sebelah luar, yaitu Lie Koan Tek dan Coa Liu Hwa

Karena memang bubur ayam di Lo-yang te rkenal le zat, suami isteri itupun memesan bubur ayam dan air the

Cin Cin yang bersikap acuh te rhadap sekelilingnya, tidak tahu bahwa sejak memasuki kota Lok-yang, suami is teri itu selalu membayanginya, bahkan kini duduk tak jauh darinya, di sebelah luar sedangkan ia duduk di sebelah dalam rumah makan itu

Ketika pelayan menghidangkan pesanannya, Cin bertanya

Apakah kalian menyewakan kamar di sini?

Pada waktu itu, biasanya rumah makan juga menyewakan kamar-kamar, semacam losmen kecil

Ah, kebetulan sekali, masih ada kamar kosong di loteng, nona.

Bagus, suruh bersihkan sebuah kamar di loteng untukku

Aku akan tinggal di sini beberapa hari,

katanya sambil mulai makan bubur ayam yang masih mengepul panas

Lie Koan Tek dan is terinya mendengar gadis itu memesan kamar, dan merekapun mulai makan bubur ayam

Mereka melihat pelayan tadi menghampiri si gadis dan mengatakan bahwa kamar telah siap, yaitu kamar nomor dua di loteng

Lie Koan Tek dan is terinya kini merasa yakin bahwa gadis itulah yang membuat geger di kota Jigoan

Kini, setelah mulai makan, Cin Cin mengeluarkan lengan kirinya yang buntung sehingga semua orang dapat melihat bahwa lengan kirinya buntung dan ujung le ngan itu dibalut kain putih bersih

Dan agaknya bukan hanya Lie Koan Tek dan isterinya yang melihat kenyataan itu

Beberapa orang yang sedang sarapan di rumah makan saling berbisik

N amun gadis itu acuh saja dan melanjutkan sarapannya

Coa Liu Hwa mengamati gadis itu

Mulut dan matanya seperti Cin Cin, pikirnya

Akan tetapi Cin Cin tidak buntung le ngannya, dan kalau gadis itu pute rinya, maka te lah terjadi perubahan yang luar biasa

Hatinya perih rasanya ketika melihat betapa gadis itu menggunakan sendok menyuapi mulut sendiri dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya kini disembunyikan di bawah meja

Empat orang laki-laki yang baru saja memasuki rumah makan itu dan kebetulan melihat Cin Cin mengeluarkan lengan buntungnya, nampak te rkejut

Mereka adalah Lok-yang Su-liong (Empat Naga dari Lok-yang), yaitu empat orang saudara jagoan yang boleh dibilang menguasai daerah Lokyang, menjadi orang yang dianggap kepala di antara semua golongan hitam

Seluruh tempat maksiat, rumah pelesir, rumah judi, bahkan perusahaan keamanan di kota itu selalu memberi upeti kepadanya, akan tetapi, semenjak munculnya Bi Tok Sio cia, kekuasaan mereka tertekan dan mereka berempat juga ditundukkan oleh iblis betina itu sehingga mereka menjadi pembantupembantu Bi Tok Sio cia

Kini, mendengar bahwa Bi Tok Siocia dikalahkan seorang pendekar dan melarikan diri, empat orang jagoan ini merasa mendapatkan kekuasaan mereka kembali dan pagi hari itu, mereka memulai dengan pesta merayakan kembalinya kekuasaan mereka itu dengan sarapan pagi di rumah makan

Ketika mereka duduk, kebetulan hidangan untuk Cin Cin dikeluarkan pelayan dan gadis itu te rpaksa mengeluarkan le ngan kirinya yang buntung dan yang tadinya ia sembunyikan saja di saku jubahnya

Dapat dibayangkan betapa kaget rasa hati empat orang jagoan itu Baru semalam mereka mendengar bahwa Bi Tok Siocia dipaksa melarikan diri oleh seorang gadis pendekar yang buntung le ngan kirinya, kini di rumah makan itu, mereka melihat seorang gadis yang lengan kirinya buntung sedang makan bubur ayam! Timbul perasaan khawatir di hati empat orang jagoan itu

Jangan-jangan gadis itu seperti juga Bi Tok Siocia, hendak menguasai semua rumah pelesir dan rumah perjudian! Jangan-jangan mereka berempat kembali hanya akan menjadi pembantu saja

Melihat betapa gadis itu sederhana saja seorang diri, bertangan sebelah buntung, tidak mempunyai banyak anak buah seperti halnya Bi Tok Siocia, maka empat orang itu memandang rendah dan sengaja hendak mencari gara-gara agar gadis itu merasa takut dan segera pergi dari kota Lok-yang, tidak lagi merupakan ancaman baginya

Heii, twako, kabarnya ada gadis berle ngan buntung yang hendak menjagoi di daerah kita

Benarkah itu?

tanya seorang di antara mereka pada orang pertama dari Lok-yang Su-liong, yaitu seorang berusia limapuluhan tahun yang bertubuh jangkung kurus seperti pemadatan

Dua orang rekannya mengeluarkan suara tawa dari hidung secara mengejek dan mereka semua melirik ke arah Cin Cin yang masih makan bubur dengan te nangnya

Kabarnya ia seorang pendekar!

kata orang ke dua

Kalau ia benar pendekar, sebaiknya jangan te rlalu lama berada di sini.

Belum te ntu pendekar

Siapa tahu kalau ia hanya seorang tokoh lain yang ingin merajai di rumah ini,

kata pula orang ke tiga

Kini si jangkung mengeluarkan suara dan suaranya memang serasi dengan tubuhnya yang jangkung kurus

Suaranya kecil seperti suara wanita

Hemm, kalau ia ingin menjagoi, berarti ia belum mendengar nama Lok-yang Su-liong! Kalau ia cerdik, sebaiknya ia tidak mencampuri urusan dunia kang-ouw di sini, karena ia te ntu akan berhadapan dengan kita dan dengan banyak saudara kita yang lain.

Lie Koan Tek dan Coa Liu Hwa saling pandang, mereka berdua maklum benar bahwa empat orang jagoan itu sedang mencari gara-gara terhadap gadis le ngan buntung yang masih makan dengan sikap tenang dan santai itu

Mereka mengambil keputusan untuk menjadi penonton saja karena mungkin dalam percakapan antara gadis itu dan empat orang berandal ini akan terungkap siapa adanya gadis itu, benar ia Cin Cin seperti yang mereka duga ataukah bukan

Mereka pura-pura tidak melihat dan melanjutkan makan bubur, akan tetapi diam-diam menaruh perhatian terhadap gadis itu

Tentu saja Cin Cin maklum bahwa dirinya yang dimaksud dalam percakapan orang itu, akan te tapi ia tidak mau mencari perkara, ia ingat akan pesan subonya bahwa ia tidak boleh mencari perkara dan membuat permusuhan

Ia tidak mengenal mereka dan ia dapat menduga bahwa mungkin mereka adalah pimpinan penjahat di kota Lok-yang ini yang sudah mendengar akan sepak-terjangnya di rumah pelesir Ang-hwa di kota Ji-goan

Ia tidak perduli karena andaikata ia tidak ada hubungan dengan Cia Ma atau andaikata ia tidak melihat delapan orang gadis dusun dalam kereta, iapun tidak akan usil mencari perkara dengan rumah pelesir itu Iapun mengambil keputusan untuk diam saja tidak menanggapi mereka, asalkan mereka tidak mengganggunya, baik dengan omongan maupun dengan perbuatan

Post a Comment