Halo!

Naga Beracun Chapter 118

Memuat...

Mereka diancam bahwa kalau tidak menurut, mereka akan disiksa bahkan diancam akan dilaporkan kepada yang berwajib karena menipu, dengan tuduhan bahwa mereka dan orang tua mereka telah memiliki hutang yang banyak

Cia Ma, sekarang keluarkan semua harta milikmu, kirim pulang semua gadis ini ke dusun masing-masing dan bekali uang sekucupnya

Laksanakan hari ini juga!

kata Cin Cin

Kemudian Cin Cin juga bertanya kepada sepuluh orang gadis yang te lah menjadi pelacur di te mpat itu

Mereka yang ingin melanjutkan pekerjaan mereka sebagai pelacur tanpa dipaksa siapapun, ia tidak ambil perduli

Akan tetapi di antara mereka yang ingin terlepas dari cengkeraman mucikari dan ingin pulang, iapun memerintahkan Cia Ma untuk mengirim mereka pulang ke dusun masing-masing dan dibekali uang sekucupnya

Cin Cin sendiri yang mengatur pemberian bekal uang, dan melihat bahwa Cia Ma benar-benar melaksanakan perintahnya

Tentu saja para gadis itu menjadi girang bukan main dan berterima kasih

Setelah semua itu dilaksanakan dan Cin Cin tinggal di situ untuk mengawasi pelaksanaan sampai menginap semalam, ia memanggil Cia Ma yang nampak le su dan le mas karena semua harta miliknya dibagi-bagi dan diberikan sebagai bekal kepada para gadis yang dipulangkan ke dusun masing-masing

Cia Ma, engkau sudah tua, dan dengan sisa hartamu, engkau dapat hidup menganggur sampai mati

Mulai hari ini, tutup rumah pelesir ini

Kalau lain hari aku lewat di sini dan melihat bahwa rumah pelesir ini masih kaubuka dan engkau menyeret gadis -gadis dusun menjadi pelacur, menjadi sumber keuntunganmu dengan memaksa mereka menggunakan berbagai cara, aku akan membakar rumahmu ini dan kule mparkan engkau hidup-hidup dalam kobaran apinya!

Sambil menangis Cia Ma berjanji, bersumpah dan sekali ini ia tidak bermain-main

Baru saja ia te rhindar dari malapetaka

Selama setahun, semenjak kekuasaannya dirampas Bi Tok Siocia, ia hidup bagaikan orang hukuman, sengsara dan te rsiksa

Dan kini melihat betapa Cin Cin yang biar tangan kirinya buntung kini menjadi seorang pendekar wanita yang demikian sakti, yang membuntungi tangan sepuluh orang tukang pukul, bahkan berhasil mengusir Bi Tok Siocia, mengeluarkan ancaman seperti itu, ia bergidik dan benar-benar takut dan ngeri

Ia bertobat

Setelah membereskan urusan di rumah pelesir Ang-hwa di mana ia dahulu pernah tinggal, dalam sehari membasmi rumah pelesir itu dan mengubahnya menjadi sebuah rumah tinggal janda tua Cia Ma yang tidak lagi mau melakukan pekerjaan hina seperti semula, Cin Cin meninggalkan kota Ji-goan dan pergi ke Lok-yang

Ia ingin mencari ibunya dulu sampai dapat ia te mukan

Kini ia dapat mencari lebih mudah setelah mengetahui bahwa ibunya telah menjadi isteri Lie Koan Tek, pendekar Siauw-lim-pai yang cukup te rkenal itu

Setelah bertemu dengan ibunya, baru ia akan kembali kepada subonya, Tung-hai Mo-li Bhok Sui Lan, untuk melaporkan kegagalannya membunuh Pangeran Cian Bu Ong seperti yang dipesankan gurunya, iapun belum dapat menemukan musuh gurunya yang ke dua, yaitu Can Hong San yang membunuh suheng dari subonya yang bernama Can Siok

Sebetulnya ia merasa malu untuk bertemu subonya

Pertama ia belum dapat menemukan Can Hong San, pembunuh ayahnya sendiri, yaitu Can Siok suheng subonya

Ke dua, ia gagal untuk membunuh Pangeran Cian Bu Ong, bahkan kehilangan sebelah tangannya dalam usahanya itu

Akan te tapi bagaimanapun ju ga, kalau ia sudah dapat berte mu ibunya, ia harus melapor kepada subonya

-ooo0dw0ooo- Berita tentang rumah pelesir Ang-hwa di kota Jigoan itu segera te rsiar dengan cepat luas

Dalam berita itu dikabarkan bahwa rumah pelesir itu diserbu seorang gadis cantik yang bertangan buntung, namun lihai bukan main dan bahwa rumah pelesir itu dibubarkan dan semua gadis nya dipulangkan oleh pendekar wanita itu

Berita ini te ntu saja menggemparkan, karena belum pernah te rjadi seorang pendekar wanita mencampuri urusan rumah pelesir dan membebaskan para pelacur! Berita itu tersiar cepat dan luas sampai ke kota Lok-yang

Sejak te rsiarnya berita itu, rumahrumah pelesir di berbagai kota yang berdekatan te rutama di Lok-yang di mana te rdapat banyak rumah pelesir, menambah jumlah tukang pukul mereka untuk menjaga kemungkinan kalau kalau te mpat merekapun akan diserbu oleh pendekar wanita tangan buntung itu

Tidak ada yang tahu siapa nama pendekar wanita itu, karena berita itu hanya mengabarkan bahwa pendekar ini buntung tangan kirinya

Sepasang suami isteri yang bermalam di sebuah hotel di kota Lok-yang, mendengar pula akan berta itu

Mereka merasa te rtarik dan pada sore itu mereka bercakap-cakap di kamar mereka, membicarakan berita yang cukup menggemparkan itu

Sungguh aneh sekali berita itu, kita harus menyelidikinya!

berulang-ulang sang suami berkata kepada is terinya, sambil mondar-mandir menggendong kedua tangan di belakang pinggulnya

Isterinya mengikuti gerakan dan langkah suaminya dengan pandang matanya, lalu te rsenyum geli dan bertanya,

Sejak mendengar berita itu, engkau nampak gelisah dan selalu memikirkannya

Apa sih yang aneh dengan berita itu?

Suami itu tinggi besar dan gagah, brewokan namun rapi, usianya enampuluh tahun lebih akan tetapi masih nampak kokoh dan gagah

Dia bukan lain adalah Lie Koan Tek, pendekar Siauw-lim-pay bersama isterinya, yaitu Coa Liu Hwa yang kini telah berusia empatpuluh enam tahun, namun masih tetap cantik

Mereka berdua memang sedang berada di Lok-yang setelah menemui Lai Kun dan mendengar bahwa ketika Lai Kun mengantarkan anak Coa Liu Hwa, yaitu Kam Cin, ke rumah Huang-ho Sin liong Si Han Beng, di dalam perjalanan dekat Lok-yang, anak itu hilang, mungkin terbawa para perampo k

Apakah engkau tidak merasa aneh

Mana pernah ada seorang pendekar wanita menyerbu rumah pelesir dan membebaskan para pelacur

Seolah ia tidak mempunyai pekerjaan lain saja

Bias anya, mendekati rumah begituan saja merupakan pantang bagi seorang pendekar wanita yang menjaga nama baiknya

Pula, kabarnya pendekar wanita yang buntung tangan kirinya itu lihai sekali, kabarnya malah ia telah mengalahkan Bi Tok Siocia yang tadinya menguasai rumah pelacuran itu

Ini menarik sekali!

Siapa sih Bi Tok Siocia itu?

tanya Coa Liu Hwa

Seorang tokoh sesat yang belum lama muncul

Akan te tapi kabarnya ia adalah pute ra atau murid dari datuk besar di Liong-san, yaitu Ouw Kok Sian.

Aihh, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita,

kata wanita itu

Nanti dulu, jangan te rgesa mengatakan tidak ada hubungann ya

Aku yakin bahwa kalau sampai ada seorang pendekar wanita yang demikian lihai mengamuk di rumah pelesir, hal itu tentu berarti bahwa ia mempunyai urusan dengan tempat itu, berarti ia marah dan membenci te mpat itu

Kemudian, kita teringat bahwa anakmu hilang di sekitar daerah ini

Nah, bukankah menarik sekali untuk menyelidiki siapa pendekar wanita itu?

Coa Liu Hwa terbelalak dan suaranya gemetar ketika ia bertanya,

Kau pikir ia itu Cin Cin..

?

Suaminya menggeleng kepala

Aku tidak menduga sejauh itu

akan tetapi setidaknya, peristiwa itu menarik sekali dan siapa tahu pendekar wanita itu mempunyai hubungan atau mengetahui dimana adanya anakmu yang hilang.

Kalau begitu, mari kita cari ia sekarang juga!

Mendengar ini, Lie Koan Tek te rsenyum, dan diam-diam ia merasa kasihan kepada isterinya yang te lah kehilangan pute rinya dan amat merindukannya

Sekarang sudah malam, ke mana kita akan mencarinya

Besok saja pagi-pagi kita berangkat melakukan penyelidikan

Kurasa, tidak begitu sukar untuk mencari seorang gadis cantik yang tangan kirinya buntung.

Coa Liu Hwa menyetujui, akan tetapi malam itu ia gelisah tak dapat tidur karena memikirkan pute rinya

Apalagi ketika ia membayangkan betapa pute rinya itu kini buntung tangan kirinya! Pada keesokan harinya, pagi-pagi sekali suami isteri ini sudah meninggalkan rumah penginapan

Mereka hendak pergi ke kota Ji-goan di mana te rjadi peristiwa di rumah pelesir Ang-hwa seperti yang mereka dengar beritanya itu dan hendak memulai pencarian mereka dari sana

Pagi itu suasana di jalan raya masih sunyi, dan ketika mereka berjalan sampai di pintu gerbang, hanya ada beberapa orang berlalu-lalang melalui pintu gerbang sebelah selatan

Tiba-tiba Lie Koan Tek merasa betapa tangannya dipegang is terinya dan jari tangan isterinya mencengkeram tangannya kuat-kuat

Hampir dia berte riak kaget, akan tetapi ketika dia memandang isterinya, dia melihat Lui Hwa te rbelalak memandang ke depan

Dia cepat ikut pula memandang dan te rnyata yang menarik perhatian isterinya adalah seorang gadis yang berjalan perlahan memasuki pintu gerbang itu

Seorang gadis yang cantik manis, akan te tapi yang pada hari yang sunyi itu berjalan seorang diri dengan langkah perlahan dan muka ditundukkan tanpa memperdulikan keadaan sekeliling, seolah ia sedang te nggelam dalam lamunan

Memang sejak ia kehilangan tangannya yang dibuntungi Thian Ki, walaupun ia te lah dapat mengatasi kedukaannya, namun Cin Cin yang tadinya tidak pernah melamun dan yang selalu berwatak riang je naka dan lincah itu, kini seringkali termenung seorang diri

I a tadinya merasa amat benci dan mendendam kepada Thian Ki

Yang teringat hanya bahwa pemuda itu telah membuntungi tangan kirinya

Akan te tapi kemudian, setelah panasnya hati yang mengeruhkan pikirannya mereda dan ia mempertimbangkannya, iapun menyadari bahwa Thian Ki bukan sengaja membuntungi tangan kirinya, melainkan te rpaksa melakukan hal itu untuk menyelamatkan nyawanya

Thian Ki adalah seorang tok-tong (anak beracun)! Tubuhnya beracun, sehingga siapapun yang menyerangnya, akan menyerang tubuh yang beracun dan menjadi keracunan

Ketika tangan kirinya mencengkeram pundak Thian Ki, hawa beracun memasuki tangannya dan agaknya racun itu sedemikian jahatnya sehingga tidak mungkin dapat dilenyapkan dari tangannya

Kalau Thian Ki tidak cepat membuntungi tangan kirinya, racun itu akan menjalar naik dan kalau sampai ke jantungnya, iapun pasti akan tewas

Masih terbayang wajah Thian Ki yang pucat dan matanya yang penuh kedukaan setelah membuntungi tangan kirinya itu! Anehnya, sejak itu, tak pernah ia mampu melupakan Thian Ki! Mula-mula, wajah pemuda itu selalu teringat olehnya dengan perasaan mengandung benci, namun lambat laun, kebencian itu semakin berkurang oleh pengertian

Suami is teri Lie Koan Tek dan Coa Liu Hwa memandang kepada gadis itu penuh perhatian, te rutama sekali Liu Hwa

Ketika mereka melihat gadis itu berjalan sambil menundukkan muka seperti sedang tenggelam dalam renungan, tangan kirinya dimasukkan dalam saku jubahnya, mereka hampir yakin bahwa inilah gadis pendekar yang mereka cari itu

Kalau bukan gadis pendekar tangan kiri buntung, mengapa gadis itu menyembunyikan tangan kirinya ke dalam saku jubahnya

Bagaimana

Apakah wajahnya.......!?

Tanya Lie Koan Tek berbisik

Isterinya menggeleng kepala ragu

Post a Comment