Halo!

Naga Beracun Chapter 117

Memuat...

Akan te tapi ia sengaja tidak memperlihatkan sikap mengenalnya, sehingga membuat wanita cantik itu semakin penasaran

Andaikata gadis buntung itu tidak mengenalnya, hal itu masih pantas karena ia belum lama merajalela di dunia persilatan

Akan tetapi nama besar ayahnya! Kalau gadis buntung ini tidak mengenal nama ayahnya, hal ini hanya membuktikan bahwa si buntung ini bukan orang kang-ouw dan tidak mempunyai pengalaman sama sekali dalam dunia persilatan

Tentu saja disamping penas aran, iapun semakin memandang rendah

Kam Cin, engkau bocah lancang dan tak tahu diri!

bentak Bi Tok Siocia

Cepat engkau berlutut minta ampun, dan aku hanya akan menghukum dengan bekerja di sini selama satu bulan

Kalau tidak, te rpaksa aku akan membuntungi tanganmu yang satu lagi!

Bi Tok Siocia, terus terang saja, aku datang untuk berurusan dengan Cia Ma

Kenapa engkau mencampuri, bahkan seolah-olah engkau yang berkuasa di sini

Apakah sekarang Cia Ma sudah pensiun dan yang menjadi mucikari baru adalah engkau!

Aku penguasa di sini dan engkau tidak perlu tahu! Hayo cepat berlutut atau aku akan menyuruh orang-orangku untuk menangkapmu dan membuntungi tangan kananmu!

Cin Cin melirik

Kini delapan orang tukang pukul yang tadi sudah siap dengan golok mereka, bahkan ditambah dua orang lagi yang nampak bengis

Ia te rsenyum

Mereka itukah orangorangmu

Kalau mereka berani maju hendak membuntungi tangan kananku, jangan salahkan aku kalau tangan mereka sendiri yang akan buntung!

Bi Tok Siocia memberi isyarat kepada anak buahnya

Siapa yang dapat membuntungi tangan kanannya, akan kuberi hadlah besar!

Mendengar ini, serentak sepuluh orang laki-laki yang sudah te rbiasa mempergunakan kekuatan dan kekerasan untuk memaksakan kehendak mereka itu, menyerang dengan golok mereka te rhadap Cin Cin

De ngan sikap te nang, mulut masih tersenyum Cin Cin memungut kembali golok rampasannya yang tadi ia lepaskan ke atas lantai dan begitu ia menggerakkan golok itu, nampak sekali lagi gulungan sinar berkilauan yang membuat para pengeroyoknya te rkejut dan bingung, karena bayangan gadis itu lenyap terbungkus gulungan sinar golok

Kemudian, te rdengar je rit mengaduh, disusul golok-golok beterbangan, darah muncrat dan potongan tangan-tangan jatuh ke lantai

Dalam waktu berapa menit saja, sepuluh orang pengeroyok itu telah mengaduh-aduh, tangan kiri memegangi tangan kanan yang telah buntung sebatas pergelangan, persis seperti tangan Cin Cin, hanya mereka itu kehilangan tangan kanan.! Cin Cin menghadap ke arah Bi Tok Siocia, melempar golok rampasannya ke atas lantai dan berkata dengan nada mengejek,

Sudah kukatakan, siapa hendak membuntungi tanganku, berarti akan kehilangan tangannya sendiri!

Bukan main marahn ya hati Bi Tok Siocia, akan tetapi diam-diam iapun terkejut

Dari gerakan golok gadis buntung itu, ia dapat melihat bahwa gadis itu memang lihai sekali dan memiliki gerakan yang amat ganas dan dahsyat

Bocah sombong! Engkau dari partai mana dan siapa gurumu

'' Cin Cin tersenyum mengejek

Aku tidak berpartai, dan siapa guruku tidak perlu kau kenal

Guruku te rlalu mulia untuk dikenal oleh seorang seperti engkau!

Keparat busuk, engkau sombong dan sudah bosan hidup!

Iapun mencabut sepasang goloknya yang tipis dan kecil, namun berkilauan saking tajamnya

Hayo keluarkan senjatamu!

ia membentak sambil memutar sepasang goloknya sehingga nampak dua gulungan sinar yang berbelit-belit dan menyambar-nyambar

Cin Cin maklum bahwa lawannya tidak boleh disamakan dengan para pengeroyok tadi, maka iapun menggerakkan tangan kanannya ke balik jubahnya dan nampaklah sebatang pedang yang berkilauan dan bentuknya seperti naga

Melihat Cin Cin sudah mencabut sebatang pedang, wanita cantik itu mengeluarkan seruan nyaring dan iapun sudah menyerang dengan ganasnya

Cin Cin menggerakkan pedangnya menyambut dan segera di ruangan depan itu terjadi pertandingan yang membuat semua orang tertegun dengan hati penuh ketegangan

Bayangan dua orang wanita itu tidak dapat te rlihat ole h mereka karena saking cepatnya gerakan mereka

Bayangan merah terbungkus gulungan sinar pedang dan golok sehingga sukar dibedakan di antara mereka

Para pengeroyok yang kehilangan tangan kanan itu saling membalut di antara mereka dan masih te rdengar mereka merintih dan mengeluh

Tentu saja tak seorangpun di antara mereka berani maju lagi

Kini, Bi Tok Siocia benar-benar te rkejut! Tak disangkanya sama sekali bahwa gadis buntung yang tidak mengenal namanya, dan agaknya tidak pula mengenal nama ayahnya, yang nampaknya belum berpengalaman di dunia kangouw, ternyata memiliki ilmu kepandaian yang demikian hebatnya! Bukan hanya ilmu pedangnya ganas dan dahsyat, dan te naga sin-kang gadis buntung itu bahkan te rlalu kuat baginya, juga pedang di tangan gadis itu mengingatkan ia akan seorang tokoh yang pernah ia dengar dari ayahnya

Tranggg.......! Cringgg......!

Sepasang golok itu berte mu pedang dan tubuh Bi Tok Siocia meloncat ke belakang

Tahan!

serunya nyaring

Apa hubunganmu dengan Tung-hai Mo-li?

Hem, sudah kukatakan, engkau tidak berhak untuk mengenal nama suboku!

Wajah Bi Tok Siocia berubah

Aih, kalau engkau murid Tung-hai Mo-li, berarti kita segolongan

Kita tidak semestinya bermusuhan!

Cin Cin tersenyum mengeje k

Siapapun yang menipu dan menje bak gadis -gadis dusun untuk dijadikan pelacur, tentu akan kumusuhi!

Bi Tok Siocia menggerakkan kedua pundaknya dan menyimpan sepasang goloknya

Terserah, aku tidak ingin mencampuri lagi

Subomu kenal baik ayah, kalau aku memusuhimu, tentu ayah akan marah kepadaku,

katanya dan sekali ia meloncat

Bi Tok Siocia lenyap dari situ, entah ke mana

Melihat betapa pemimpin mereka melarikan diri, para tukang pukul yang kehilangan tangan kanan itu serentak menjatuhkan diri berlutut dengan muka pucat, takut kalau mereka akan dibunuh gadis buntung yang amat lihai itu

Lihiap, ampunkan kami......

kata si muka hitam mewakili teman-te mannya

Pergilah kalian, dan ingat

Kalau lain kali aku melihat seorang yang buntung tangan kanannya melakukan kejahatan, akan kubuntungi pula le hernya!

Mendengar ucapan ini, sepuluh orang tukang pukul itu lalu lari meninggalkan tempat itu, meninggalkan golok dan tangan mereka yang berserakan di lantai

Cia Ma yang tadi juga menyaksikan semua itu, kini te rgopoh-gopoh menghampiri Cin Cin dan menjatuhkan diri berlutut di depan Cin Cin sambil menangis

Aih, tidak kusangka........engkau, Cin Cin......engkau telah menolongku.

Cin Cin mengerutkan alisnya

Cia Ma, aku kesini bukan untuk menolongmu, melainkan untuk menghajarmu! Engkau manusia jahat, siapa yang ingin menolongmu?

Nenek itu menangis,

Tapi..........tapi...engkau telah mengusir iblis-iblis itu dari sini

Cin Cin maklum bahwa te ntu telah terjadi sesuatu di sini

Suruh bersihkan ruangan ini, baru kita bicara.

Cia Ma cepat memanggil para pelayan dan memerintahkan mereka membersihkan te mpat itu dan ia sendiri mengajak Cin Cin untuk duduk dan bicara di dalam

Setelah mereka duduk di dalam, Cin Cin berkata, suaranya ketus karena ia masih tak senang mengingat akan semua pengalamannya dahulu dengan nenek ini

Nah, sekarang ceritakan apa yang te rjadi dan mengapa perempuan tadi berada di sini menguasai te mpat ini.

Terjadinya sudah setahun yang lalu

Pada suatu hari, perempuan yang minta disebut Siocia itu datang ke sini dan memaksa aku menyerahkan rumah ini dan semua isinya kepadanya

Ia bahkan membunuh para pembantuku, dan menyiksaku, memperlakukan aku sebagai seorang tahanan, bahkan kadang memukuliku......

dan nenek itu menangis lagi

Cin Cin tersenyum di dalam hatinya

Kini ia mengerti

Kiranya Bi Tok Siocia, iblis betina itu, telah mengambil alih kekuasaan di tempat ini demi keuntungannya sendiri

Hal itu berarti bahwa Cia Ma te rhukum dan te rsiksa

Sebelum ia turun tangan, nenek ini sudah menderita siksaan dari orang lain yang lebih jahat lagi

-ooo0dw0ooo-

Hemm, kalau saja tidak te rjadi hal itu kepadamu, te ntu sekarang ini engkau yang kubuntungi le ngannya, bukan anak buah perempuan itu!

hardiknya

Wajah nenek itu menjadi pucat dan iapun menjatuhkan diri berlutut lagi di depan kaki Cin Cin

Maafkan aku.....li-hiap, maafkan aku

Memang aku dahulu bersalah kepadamu ...

akan te tapi .....orang telah menjual dirimu kepadaku......maafkan aku.....

Ia menangis lagi

Bangkit dan duduklah! Sekarang dengar baikbaik

Kau panggil ke sini semua gadis yang ditahan di sini, juga para pelacur yang menjadi anak buahmu

Suruh mereka berkumpul sekarang juga di sini

Cepat!

Bergegas nenek itu terseok dan te rbongkok masuk ke dalam dan tak lama kemudian ia muncul kembali, diikuti ole h limabelas orang gadis manis yang berpakaian sebagai gadis dusun dan sepuluh orang gadis yang pesolek dan berpakaian indah

Agaknya para penghuni rumah pelesir itu sudah mendengar akan peris tiwa hebat terjadi di situ, maka begitu berhadapan dengan Cin Cin yang masih duduk dengan te nangnya, limabelas orang gadis dusun itu serentak menjatuhkan diri berlutut di depan Cin Cin sambil menangis dan mohon pertolongannya

Cin Cin mengangkat kedua tangannya,

Bangkitlah kalian semua dan jangan menangis

Sekarang coba kalian ceritakan, seorang demi seorang, bagaimana kalian dapat berada di te mpat ini

Merekapun bercerita bahwa mereka dibujuk oleh anak buah Nyonya Lu dan kadang oleh nyonya cantik itu sendiri, untuk diberi pekerjaan pada seorang hartawan atau bangsawan

Orang tua mereka dan mereka te rbujuk dan mau dibawa pergi, dan tidak tahunya mereka ditahan di rumah ini dan di paksa untuk menjadi calon pelacur

Post a Comment