bentak Cin Cin marah
Siong Ki mengerutkan alisnya
Nona, semua orang juga tahu bahwa ketua He k-houw-pang telah mengalah kepadamu
Kenapa engkau sebagai tamu begitu tidak tahu diri dan mendesaknya terus
Begitukah kelakuan seorang gagah?
dia menghardik marah
Lai Kun telah dapat menguasai dirinya
Siong Ki, mundurlah dan biarlah aku yang menghadapi nona ini.
Bagaimanapun juga, sebagai ketua Hekhouw-pang dia harus bertanggung jawab dan kalau dia mengandalkan murid keponakannya ini, berarti dia takut
Sementara itu ketika Cin Cin mendengar Lai Kun menyebut nama pemuda tinggi tegap dan tampan yang memiliki tenaga sin-kang yang jauh le bih kuat daripada te naga Lai Kun, ia terbelalak
Siong Ki! Sahabatnya bermain-main sejak mereka berdua masih sama-sama kecil
Ia ingat betul
The Siong Ki ini adalah pute ra supenya
The Ci Kok, seorang di antara tokoh He k?houw-pang yang juga gugur dalam penyerbuan musuh
The Ci Kok adalah saudara seperguruan dan sahabat baik ayahnya, dan ia sendiri adalah sahabat baik Siong Ki ketika masih kecil
Hem, kiranya engkau The Siong Ki
Bagus sekali! Siong Ki, tidak malukah engkau te rhadap arwah ayahmu, mendiang supek The Ci Kok
Engkau kini membantu seorang pengecut besar yang jahat, yang entah dengan cara bagaimana telah dapat menjadi ketua Hek-houw-pang! Lai Kun adalah seorang yang curang, kejam dan jahat! Karena ucapan ini dikeluarkan dengan suara lantang sekali, maka semua orang mendengarnya, dan kini Siong Ki te rbelalak memandang wajah yang cantik itu
Mata itu! Mulut itu!
Kau.......kau......Cin Cin.......!
katanya gagap saking terkejut dan herannya
Kam Cin.............!
Cin Cin...........!
te rdengar seruan-seruan dari mulut para tokoh lama He k-houw-pang yang kini mengenal pute ri mendiang Kam Seng Hin yang dahulu menjadi ketua Hek-houw-pang
Sementara itu, wajah Lai Kun berubah pucat bagaikan mayat ketika diapun kini mengenal Cin Cin.! Cin Cin pantas saja kalau gadis itu amat membencinya! Kedua kakinya menggigil dan jantungnya berdebar penuh rasa malu dan takut
Cin Cin, kenapa engkau menuduh sekeji itu?
Siong Ki berteriak membantah
Akupun baru tiba, baru sekarang sempat pulang ke sini dan aku melihat betapa Hek-houw-pang memperoleh kemajuan pesat di bawah pimpinan paman guru Lai Kun! Kenapa engkau datang-datang menghina dan mencaci-maki susiok Lai Kun
Kenapa
Engkau dahulu tidak seperti ini
Cin Cin!
Gadis itu memandang wajah Siong Ki dan te rsenyum mengejek
Kenapa
He mm, kenapa engkau tidak tanya saja kepada yang bersangkutan
Lai Kun memang nampak berhasil, akan te tapi sebetulnya dia hanya menari-nari di atas mayat para tokoh He k-houw-pang, te rmasuk mayat ayahmu sendiri! Dia seorang pengecut, keji dan jahat dan bahkan bukan saja tidak pantas menjadi ketua Hek-houw-pang, bahkan menjadi anggota Hek-houw-pang pun dia tidak pantas!
Cin Cin, apa alasanmu menuduh sekeji itu?
Siong Ki berseru penasaran
Siong Ki, akupun sudah mendengar akan kemajuan Hek-houw-pang
Akan te tapi, kenapa pemerintah membantunya, dan banyak pihak mendukung dan mengagumi He k-houw-pang
Karena perjuangan para pimpinan He k-houw-pang yang dahulu
Lai Kun sendiri, apa sih jasanya
Dia hanya menemukan hadiah jas a mereka yang gugur! Dia telah menipu kalian, dia orang jahat!
Nanti dulu, Cin Cin
Engkau masih mengenalku, bukan.
Ketika engkau masih kecil, aku sering menggodamu.
Thio Pa juga berseru sambil menghampiri gadis itu
Tentu saja aku mengenalmu, paman Thio Pa!
kata Cln Cin
Sejak malam tadi aku sudah mengenalmu
Engkau seorang di antara sute mendiang ayahku yang baik dan jujur, dan engkaulah yang jauh lebih pantas menjadi ketua He k-houw-pang daripada si jahat ini!
Cin Cin menudingkan te lunjuknya kepada Lai Kun yang sejak tadi menundukkan muka saja
Cin Cin, keponakanku yang baik
Engkau kini telah menjadi seorang gadis dewasa yang memiliki ilmu kepandaian tinggi
Kami seluruh warga He khouw-pang merasa gembira dan bangga, anakku
Akan te tapi, kenapa engkau bersikap begini te rhadap suheng Lai Kun
Apa alas annya maka engkau memaki dan mengatakan dia jahat?
Kini Cin Cin memandang ke sekeliling, lalu berkata dengan suara meninggi,
Semua orang yang memiliki telinga, dengarkanlah keteranganku ini
Lihat ini dia yang mengaku diri sebagai ketua He k-houw-pang, yang te rpandang oleh seluruh manusia sebagai orang yang berjas a dan gagah berani dan budiman, lihat baik-baik
Dimana kegagahannya
Lihat, dia hanya menunduk
He ii, Lai Kun, coba kau mengangkat mukamu dan pandanglah dunia, lalu katakan te rus te rang apa yang telah kau lakukan dahulu!
Semua orang kini memandang kepada Lai Kun, te rmasuk isteri dan kedua orang pute ranya yang wajahnya sebentar pucat sebentar merah dan semua orang te rheren-heran
Lai Kun tetap menunduk, mukanya pucat sekali, nampak lunglai
Cin Cin, demi Tuhan, apa yang telah dia lakukan maka engkau menghinanya seperti ini?
Siong Ki hampir tidak sabar lagi melihat betapa gadis itu menyiksa Lai Kun dengan sikap dan katakatanya
Cin Cin tidak memperdulikan Siong Ki, lalu berseru lagi
Dia terlalu pengecut untuk mengakui perbuatannya
Paman Thio Pa, coba katakan, apa yang diceritakan oleh Lai Kun kepada kalian semua te ntang diriku, ketika enambelas tahun yang lalu dia mengantarku untuk menjadi murid Hung-ho Sin-liong Si Han Beng?
Biarpun bingung dan ragu, te rpaksa Thio Pa menjawab,
Lai-suheng mengatakan bahwa ketika dia mengantarmu ke sana, di Lok-yang kalian diserbu perampok
Lai-suheng melawan para perampok dan engkau melarikan diri
Setelah berhari-hari dicari tidak dia temukan, maka dia kembali ke sini dan engkau menghilang.
Hemm, sudah kuduga
Sekarang dengarlah kalian semua baik-baik
Lai Kun memang mengantarku menuju ke Hong-cun, akan tetapi ketika tiba kota Ji-goan, dia bersekongkol dengan seorang pelacur dan dia telah menjual aku pada seorang mucikari, menjual aku ke rumah pelacuran di Ji-goan!
Terdengar seruan-seruan kaget, heran dan tidak percaya
Siong Ki sendiri terbelalak memandang kepada Lai Kun
demikian pula para tokoh Hekhouw-pang yang lain
Akan te tapi Lai Kun tetap menunduk
Dia telah menjual aku dan kalau saja aku tidak menggunakan akalku sendiri, kemudian ditolong oleh guruku yang sakti, tentu kini aku telah menjadi seorang pelacur hina atau sudah membunuh diri! Nah, sekarang aku tidak membunuhnya, hanya menelanjangi perbuatan kotor dan rendah itu dalam kesempatan ini, apakah orang masih mengatakan bahwa aku kejam?
Terdengar tangis isteri Lai Kun, dan semua orang memandang kepada Lai Kun dengan alis berkerut
Kam Cin atau Cin Cin adalah puteri mendiang Coa Seng Hin, ketua Hek-houw-pang, dan ia merupakan keturunan dari keluarga Coa, walaupun sebagai cucu luar
Dan ia telah dijual kepada rumah pelacuran oleh Lai Kun, orang yang mereka anggap te rhormat dan pantas menjadi pimpinan mereka itu
Pandang mata begitu banyak orang kepadanya, dirasakan seperti ujung ratusan pedang yang menodongnya dan membuatnya tersudut
Lai Kun sudah lama menyesali perbuatannya itu, namun dia tidak berani menceritakannya kepada siapapun, tidak berani mengakui perbuatannya
Kini, semua itu terbongkar dan dia tidak mungkin dapat mengelak, tak mungkin dapat menyangkal karena Cin Cin sendiri telah berdiri di situ sebagai seorang gadis yang memiliki ilmu kepandaian amat tinggi
Hukuman ini terlampau berat baginya, lebih berat daripada hukuman mati sekalipun
N amanya telah hancur
Kehormatannya telah lenyap dan dari seorang ketua yang disegani, dihormati semua orang, kini dia menjadi seorang pengkhianat dan pengecut yang akan dipandang rendah selamanya
Aku telah berdosa...........!!
Tiba-tiba ia berte riak, tangannya bergerak dan diapun roboh dengan jari-jari tangan kanan menancap di kepalanya sendiri
Isterinya dan dua orang anaknya menje rit dan menubruk tubuh yang sudah menjadi mayat itu karena Lai Kun te was seketika
Tentu saja pesta itu menjadi bubar
Para tamu merasa sungkan dan ikut prihatin, lalu mereka membubarkan diri, bahkan tidak sempat berpamit karena bingung siapa yang harus dipamiti dalam keadaan seperti itu
Seluruh Hek-houw-pang berkabung, bukan hanya karena kematian Lai Kun, akan te tapi te rutama sekali karena te rbongkarnya perbuatan ketua He k-houw-pang itu sungguh merupakan tamparan bagi He k-houwpang, mencemarkan nama baik perkumpulan itu
Karena menjadi murid Tung-hai Mo-li yang berwatak dingin dan keras, maka pada lahirnya Cin Cin kadang bersikap dingin dan juga te gas, bahkan dapat menjadi ganas
Namun di dasar batinnya sebetulnya ia memiliki perasaan yang halus dan mudah merasa iba kepada orang lain
Ketika ia disambut oleh para tokoh Hek-houw-pang dengan baik dan hormat sebagai seorang anak hilang yang kini pulang, apalagi mengingat ia adalah keturunan te rakhir dari keluarga Coa dan telah memiliki ilmu kepandaian tinggi, Cin Cin menanggapi dengan tenang dan dingin saja
Akan tetapi ia merasa iba kepada isteri Lai Kun dan kedua orang puteranya yang belum dewasa
Melihat wanita itu bersama kedua orang pute ranya menangisi jenazah Lai Kun, ia menghampiri mereka
Semua orang memandang cemas, khawatir kalau-kalau gadis itu akan melampias kan dendamnya pada keluarga Lai Kun
Juga is teri Lai Kun memandang dengan ketakutan ketika melihat Cin Cin mendekatinya
Akan tetapi Cin Cin menyentuh pundaknya dan berkata
Bibi, maafkanlah aku
Bukan maksudku menyusahkan hati bibi yang tidak kukenal, juga kedua orang adik ini
Bukan pula maksudku membuat paman Lai Kun membunuh diri, aku hanya ingin membalas perlakuannya yang amat keji terhadap diriku dahulu.
Wanita itu memandang dengan mata basah sinar matanya memandang heran akan te tapi disusul keharuan
Aku.........aku.......tahu memang suamiku yang bersalah
Tak kusangka dia sekeji itu......aih, tak kusangka sama sekali.
Mudahmudahan kelak aku dapat mendidik kedua orang pute raku agar tidak memiliki watak seperti ayah mereka.......
Perkabungan atas kematian Lai Kun itu merupakan pula penyambutan atas pulangnya Cin Cin dan Siong Ki
Terutama Cin Cin yang boleh dibilang menjadi nona rumah di Hek-houw-pang mengingat ia adalah keturunan keluarga pimpinan He k-houw-pang
Akan tetapi, karena ia sendiri merasa rikuh telah menjadi sebab sehingga He khouw-pang berkabung, Cin Cin tidak mau lama tinggal di situ
Para paman, bibi dan saudara-saudara di He khouw-pang
Aku tidak dapat tinggal lama di sini.
Akan tetapi, engkau belum lama tiba, belum sempat kita bicara
Kami ingin sekali mendengar pengalamanmu sejak pergi dari sini!
kata seorang wanita tua yang dahulu sering mengasuh Cin Cin
Cin Cin, kami semua sudah sepakat untuk mengangkat engkau menjadi ketua baru He khouw-pang,
kata pula Thio Pa
Benar sekali kata-kata susiok Thio Pa
Cin Cin,
kata pula Siong Ki
Engkau yang paling te pat menjadi ketua He k-houw-pang