Halo!

Naga Beracun Chapter 113

Memuat...

bentak Cin Cin marah

Siong Ki mengerutkan alisnya

Nona, semua orang juga tahu bahwa ketua He k-houw-pang telah mengalah kepadamu

Kenapa engkau sebagai tamu begitu tidak tahu diri dan mendesaknya terus

Begitukah kelakuan seorang gagah?

dia menghardik marah

Lai Kun telah dapat menguasai dirinya

Siong Ki, mundurlah dan biarlah aku yang menghadapi nona ini.

Bagaimanapun juga, sebagai ketua Hekhouw-pang dia harus bertanggung jawab dan kalau dia mengandalkan murid keponakannya ini, berarti dia takut

Sementara itu ketika Cin Cin mendengar Lai Kun menyebut nama pemuda tinggi tegap dan tampan yang memiliki tenaga sin-kang yang jauh le bih kuat daripada te naga Lai Kun, ia terbelalak

Siong Ki! Sahabatnya bermain-main sejak mereka berdua masih sama-sama kecil

Ia ingat betul

The Siong Ki ini adalah pute ra supenya

The Ci Kok, seorang di antara tokoh He k?houw-pang yang juga gugur dalam penyerbuan musuh

The Ci Kok adalah saudara seperguruan dan sahabat baik ayahnya, dan ia sendiri adalah sahabat baik Siong Ki ketika masih kecil

Hem, kiranya engkau The Siong Ki

Bagus sekali! Siong Ki, tidak malukah engkau te rhadap arwah ayahmu, mendiang supek The Ci Kok

Engkau kini membantu seorang pengecut besar yang jahat, yang entah dengan cara bagaimana telah dapat menjadi ketua Hek-houw-pang! Lai Kun adalah seorang yang curang, kejam dan jahat! Karena ucapan ini dikeluarkan dengan suara lantang sekali, maka semua orang mendengarnya, dan kini Siong Ki te rbelalak memandang wajah yang cantik itu

Mata itu! Mulut itu!

Kau.......kau......Cin Cin.......!

katanya gagap saking terkejut dan herannya

Kam Cin.............!

Cin Cin...........!

te rdengar seruan-seruan dari mulut para tokoh lama He k-houw-pang yang kini mengenal pute ri mendiang Kam Seng Hin yang dahulu menjadi ketua Hek-houw-pang

Sementara itu, wajah Lai Kun berubah pucat bagaikan mayat ketika diapun kini mengenal Cin Cin.! Cin Cin pantas saja kalau gadis itu amat membencinya! Kedua kakinya menggigil dan jantungnya berdebar penuh rasa malu dan takut

Cin Cin, kenapa engkau menuduh sekeji itu?

Siong Ki berteriak membantah

Akupun baru tiba, baru sekarang sempat pulang ke sini dan aku melihat betapa Hek-houw-pang memperoleh kemajuan pesat di bawah pimpinan paman guru Lai Kun! Kenapa engkau datang-datang menghina dan mencaci-maki susiok Lai Kun

Kenapa

Engkau dahulu tidak seperti ini

Cin Cin!

Gadis itu memandang wajah Siong Ki dan te rsenyum mengejek

Kenapa

He mm, kenapa engkau tidak tanya saja kepada yang bersangkutan

Lai Kun memang nampak berhasil, akan te tapi sebetulnya dia hanya menari-nari di atas mayat para tokoh He k-houw-pang, te rmasuk mayat ayahmu sendiri! Dia seorang pengecut, keji dan jahat dan bahkan bukan saja tidak pantas menjadi ketua Hek-houw-pang, bahkan menjadi anggota Hek-houw-pang pun dia tidak pantas!

Cin Cin, apa alasanmu menuduh sekeji itu?

Siong Ki berseru penasaran

Siong Ki, akupun sudah mendengar akan kemajuan Hek-houw-pang

Akan te tapi, kenapa pemerintah membantunya, dan banyak pihak mendukung dan mengagumi He k-houw-pang

Karena perjuangan para pimpinan He k-houw-pang yang dahulu

Lai Kun sendiri, apa sih jasanya

Dia hanya menemukan hadiah jas a mereka yang gugur! Dia telah menipu kalian, dia orang jahat!

Nanti dulu, Cin Cin

Engkau masih mengenalku, bukan.

Ketika engkau masih kecil, aku sering menggodamu.

Thio Pa juga berseru sambil menghampiri gadis itu

Tentu saja aku mengenalmu, paman Thio Pa!

kata Cln Cin

Sejak malam tadi aku sudah mengenalmu

Engkau seorang di antara sute mendiang ayahku yang baik dan jujur, dan engkaulah yang jauh lebih pantas menjadi ketua He k-houw-pang daripada si jahat ini!

Cin Cin menudingkan te lunjuknya kepada Lai Kun yang sejak tadi menundukkan muka saja

Cin Cin, keponakanku yang baik

Engkau kini telah menjadi seorang gadis dewasa yang memiliki ilmu kepandaian tinggi

Kami seluruh warga He khouw-pang merasa gembira dan bangga, anakku

Akan te tapi, kenapa engkau bersikap begini te rhadap suheng Lai Kun

Apa alas annya maka engkau memaki dan mengatakan dia jahat?

Kini Cin Cin memandang ke sekeliling, lalu berkata dengan suara meninggi,

Semua orang yang memiliki telinga, dengarkanlah keteranganku ini

Lihat ini dia yang mengaku diri sebagai ketua He k-houw-pang, yang te rpandang oleh seluruh manusia sebagai orang yang berjas a dan gagah berani dan budiman, lihat baik-baik

Dimana kegagahannya

Lihat, dia hanya menunduk

He ii, Lai Kun, coba kau mengangkat mukamu dan pandanglah dunia, lalu katakan te rus te rang apa yang telah kau lakukan dahulu!

Semua orang kini memandang kepada Lai Kun, te rmasuk isteri dan kedua orang pute ranya yang wajahnya sebentar pucat sebentar merah dan semua orang te rheren-heran

Lai Kun tetap menunduk, mukanya pucat sekali, nampak lunglai

Cin Cin, demi Tuhan, apa yang telah dia lakukan maka engkau menghinanya seperti ini?

Siong Ki hampir tidak sabar lagi melihat betapa gadis itu menyiksa Lai Kun dengan sikap dan katakatanya

Cin Cin tidak memperdulikan Siong Ki, lalu berseru lagi

Dia terlalu pengecut untuk mengakui perbuatannya

Paman Thio Pa, coba katakan, apa yang diceritakan oleh Lai Kun kepada kalian semua te ntang diriku, ketika enambelas tahun yang lalu dia mengantarku untuk menjadi murid Hung-ho Sin-liong Si Han Beng?

Biarpun bingung dan ragu, te rpaksa Thio Pa menjawab,

Lai-suheng mengatakan bahwa ketika dia mengantarmu ke sana, di Lok-yang kalian diserbu perampok

Lai-suheng melawan para perampok dan engkau melarikan diri

Setelah berhari-hari dicari tidak dia temukan, maka dia kembali ke sini dan engkau menghilang.

Hemm, sudah kuduga

Sekarang dengarlah kalian semua baik-baik

Lai Kun memang mengantarku menuju ke Hong-cun, akan tetapi ketika tiba kota Ji-goan, dia bersekongkol dengan seorang pelacur dan dia telah menjual aku pada seorang mucikari, menjual aku ke rumah pelacuran di Ji-goan!

Terdengar seruan-seruan kaget, heran dan tidak percaya

Siong Ki sendiri terbelalak memandang kepada Lai Kun

demikian pula para tokoh Hekhouw-pang yang lain

Akan te tapi Lai Kun tetap menunduk

Dia telah menjual aku dan kalau saja aku tidak menggunakan akalku sendiri, kemudian ditolong oleh guruku yang sakti, tentu kini aku telah menjadi seorang pelacur hina atau sudah membunuh diri! Nah, sekarang aku tidak membunuhnya, hanya menelanjangi perbuatan kotor dan rendah itu dalam kesempatan ini, apakah orang masih mengatakan bahwa aku kejam?

Terdengar tangis isteri Lai Kun, dan semua orang memandang kepada Lai Kun dengan alis berkerut

Kam Cin atau Cin Cin adalah puteri mendiang Coa Seng Hin, ketua Hek-houw-pang, dan ia merupakan keturunan dari keluarga Coa, walaupun sebagai cucu luar

Dan ia telah dijual kepada rumah pelacuran oleh Lai Kun, orang yang mereka anggap te rhormat dan pantas menjadi pimpinan mereka itu

Pandang mata begitu banyak orang kepadanya, dirasakan seperti ujung ratusan pedang yang menodongnya dan membuatnya tersudut

Lai Kun sudah lama menyesali perbuatannya itu, namun dia tidak berani menceritakannya kepada siapapun, tidak berani mengakui perbuatannya

Kini, semua itu terbongkar dan dia tidak mungkin dapat mengelak, tak mungkin dapat menyangkal karena Cin Cin sendiri telah berdiri di situ sebagai seorang gadis yang memiliki ilmu kepandaian amat tinggi

Hukuman ini terlampau berat baginya, lebih berat daripada hukuman mati sekalipun

N amanya telah hancur

Kehormatannya telah lenyap dan dari seorang ketua yang disegani, dihormati semua orang, kini dia menjadi seorang pengkhianat dan pengecut yang akan dipandang rendah selamanya

Aku telah berdosa...........!!

Tiba-tiba ia berte riak, tangannya bergerak dan diapun roboh dengan jari-jari tangan kanan menancap di kepalanya sendiri

Isterinya dan dua orang anaknya menje rit dan menubruk tubuh yang sudah menjadi mayat itu karena Lai Kun te was seketika

Tentu saja pesta itu menjadi bubar

Para tamu merasa sungkan dan ikut prihatin, lalu mereka membubarkan diri, bahkan tidak sempat berpamit karena bingung siapa yang harus dipamiti dalam keadaan seperti itu

Seluruh Hek-houw-pang berkabung, bukan hanya karena kematian Lai Kun, akan te tapi te rutama sekali karena te rbongkarnya perbuatan ketua He k-houw-pang itu sungguh merupakan tamparan bagi He k-houwpang, mencemarkan nama baik perkumpulan itu

Karena menjadi murid Tung-hai Mo-li yang berwatak dingin dan keras, maka pada lahirnya Cin Cin kadang bersikap dingin dan juga te gas, bahkan dapat menjadi ganas

Namun di dasar batinnya sebetulnya ia memiliki perasaan yang halus dan mudah merasa iba kepada orang lain

Ketika ia disambut oleh para tokoh Hek-houw-pang dengan baik dan hormat sebagai seorang anak hilang yang kini pulang, apalagi mengingat ia adalah keturunan te rakhir dari keluarga Coa dan telah memiliki ilmu kepandaian tinggi, Cin Cin menanggapi dengan tenang dan dingin saja

Akan tetapi ia merasa iba kepada isteri Lai Kun dan kedua orang puteranya yang belum dewasa

Melihat wanita itu bersama kedua orang pute ranya menangisi jenazah Lai Kun, ia menghampiri mereka

Semua orang memandang cemas, khawatir kalau-kalau gadis itu akan melampias kan dendamnya pada keluarga Lai Kun

Juga is teri Lai Kun memandang dengan ketakutan ketika melihat Cin Cin mendekatinya

Akan tetapi Cin Cin menyentuh pundaknya dan berkata

Bibi, maafkanlah aku

Bukan maksudku menyusahkan hati bibi yang tidak kukenal, juga kedua orang adik ini

Bukan pula maksudku membuat paman Lai Kun membunuh diri, aku hanya ingin membalas perlakuannya yang amat keji terhadap diriku dahulu.

Wanita itu memandang dengan mata basah sinar matanya memandang heran akan te tapi disusul keharuan

Aku.........aku.......tahu memang suamiku yang bersalah

Tak kusangka dia sekeji itu......aih, tak kusangka sama sekali.

Mudahmudahan kelak aku dapat mendidik kedua orang pute raku agar tidak memiliki watak seperti ayah mereka.......

Perkabungan atas kematian Lai Kun itu merupakan pula penyambutan atas pulangnya Cin Cin dan Siong Ki

Terutama Cin Cin yang boleh dibilang menjadi nona rumah di Hek-houw-pang mengingat ia adalah keturunan keluarga pimpinan He k-houw-pang

Akan tetapi, karena ia sendiri merasa rikuh telah menjadi sebab sehingga He khouw-pang berkabung, Cin Cin tidak mau lama tinggal di situ

Para paman, bibi dan saudara-saudara di He khouw-pang

Aku tidak dapat tinggal lama di sini.

Akan tetapi, engkau belum lama tiba, belum sempat kita bicara

Kami ingin sekali mendengar pengalamanmu sejak pergi dari sini!

kata seorang wanita tua yang dahulu sering mengasuh Cin Cin

Cin Cin, kami semua sudah sepakat untuk mengangkat engkau menjadi ketua baru He khouw-pang,

kata pula Thio Pa

Benar sekali kata-kata susiok Thio Pa

Cin Cin,

kata pula Siong Ki

Engkau yang paling te pat menjadi ketua He k-houw-pang

Post a Comment