Halo!

Naga Beracun Chapter 112

Memuat...

Ini merupakan tantangan sekaligus penghinaan yang gawat.! Ketua He k-houw-pang dikatakan takut melawan seorang gadis yang buntung tangan kirinya! Apalagi tantangan itu hanya untuk menguji kepandaian, bukan perkelahian matimatian! Untuk menutupi kemarahannya, Lai Kun te rtawa

Ha-ha-ha, kalau nona bermaksud meramaikan pesta kami, kenapa tidak nona sendiri saja memperlihatkan ilmu silatmu untuk menambah kegembiraan?

-ooo0dw0ooo-

Pangcu, aku datang bukan untuk memamerkan kepandaianku, melainkan untuk membuktikan apakah benar He k-houw-pang dipimpin oleh orang yang berilmu tinggi, sehingga menjadi sebuah perkumpulan yang kuat dan terkenal

Kalau s udah membuktikan sendiri, barulah aku percaya dan aku mau menyerahkan bingkis an kepada Hekhouw-pang untuk menghormatinya.

Ia berhenti sebentar, lalu memandang ke sekeliling, ke arah semua tamu yang kini mulai memperhatikan kemunculan gadis yang bicara keras te rhadap ketua Hek-houw-pang itu

Tentu saja ada kecualinya, yaitu kalau pangcu takut melawanku, te rpaksa aku pergi dan akan mengabarkan bahwa He k-houw-pang dipimpin oleh seorang pengecut.

Pangcu, biarkan aku yang menghadapinya!

te riak beberapa orang tokoh He k-houw-pang merasa penasaran dan marah mendengar ketua mereka ditantang dan dianggap pengecut oleh seorang gadis yang buntung tangan kirinya

Akan tetapi Lai Kun mengangkat tangan memberi isyarat kepada mereka untuk duduk kembali

Pada waktu itu, Thio Pa bangkit dan menghampiri Cin Cin, sambil mengangkat kedua tangan memberi hormat dan berkata dengan suara lantang

Nona, kalau nona mendendam terhadap empat orang anggota He k-houw-pang kemarin itu, maka akulah yang bertanggung jawab karena mereka itu adalah murid-muridku

Pangcu tidak tahu menahu te ntang itu

Oleh karena itu, harap nona jangan mengganggu pangcu yang se dang merayakan ulang tahun perkumpulan kami

Kalau nona hendak menguji biarlah aku Thio Pa yang maju melayani nona! Pangcu kami adalah suhengku, maka kalau nona dapat mengalahkan aku, sama saja dengan dapat mengalahkan suheng

Cin Cin memandang kepada laki-laki setengah tua itu dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya

Paman Thio Pa, aku sudah tahu bahwa engkau seorang laki-laki sejati yang gagah perkasa dan patut menjadi pimpinan Hek-houw-pang

Akan tetapi aku belum tahu sampai di mana kehe batan pangcu dari He k-houw-pang

Ketahuilah semua yang mendengarkan ucapanku ini, aku sama sekali bukan menantang pangcu He k-houw-pang karena urusan empat orang yang kurang ajar itu

Tidak, aku menantang pangcu untuk melihat sampai di mana kepandaiannya, setelah itu baru aku akan memperkenalkan diri.

Karena berkali-kali ditantang oleh gadis itu, di depan banyak orang pula, apalagi gadis itu mengatakan banwa kalau dia tidak berani berarti dia seorang pengecut, bangkit juga kemarahan di hati Lai Kun

Nona, sungguh engkau te rlalu mendesak

Karena engkau datang sebagai tamu, maka tidak baik kalau tuan rumah menolak permintaan tamu

Baiklah, mari kita bermain-main sebentar untuk memeriahkan pesta perkumpulan kami.

Cin Cin sudah melompat ke atas panggung yang sengaja didirikan di ruangan te mpat pesta itu

Panggung ini sedianya untuk pertunjukan tarian dan nyanyian, dan para pemusik sudah bersiapsiap dengan alat musik mereka, bahkan tadi sudah sempat memperdengarkan lagu-lagu merdu namun belum ada yang menari atau menyanyi karena saatnya belum tiba

Melihat betapa panggung itu akan dijadikan tempat pi-bu (pertandingan silat) maka para pemusik cepat-cepat turun melalui tangga

Cin Cin berdiri di tengah panggung yang kosong itu dan dengan suara lantang, te rdengar oleh semua tamu yang kini memandang dengan hati te gang, ia berkata,

Pangcu dari He k-houw-pang, ingin sekali aku membuktikan sendiri kehebatan pemimpin Hek-houw-pang yang terkenal!

Lai Kun sudah menjadi marah

Anak perempuan itu te rlalu sombong, sama sekali tidak memandang kepada He k-houw-pang, bahkan lagaknya meremehkan dia

Kalau dia tidak melayani, tentu namanya sebagai ketua Hek-houw-pang akan menjadi buah tertawaan orang-orang dunia persilatan

Nona, kami datang memenuhi tantanganmu!

serunya lantang dan tubuhnya melayang ke atas panggung pula

Kini mereka sudah saling berhadapan dan melihat senyum dan pandang mata gadis cantik itu, kembali Lai Kun mendapat perasaan seolah dia tidak asing dengan gadis ini

Akan te tapi begitu melihat tangan kiri yang buntung itu, diapun membantah lagi perasaannya sendiri dan yakin bahwa dia tidak pernah mengenal seorang gadis yang buntung tangan kirinya

Diapun sudah siap siaga, berdiri di depan gadis itu dengan sikap berwibawa seorang ketua perkumpulan besar

Melihat gadis itu kini menaruh buntalan kain hijau di sudut panggung, dan melihat betapa buntalan itu menonjol panjang, Lai Kun dapat menduga bahwa gadis itu menyimpan sebatang pedang dalam buntalannya

Maka, sebagai sikap seorang yang tingkatnya jauh le bih tinggi, diapun bertanya

Nona, dalam pi-bu ini, apakah nona hendak menggunakan senjata

Silakan keluarkan pedangmu kalau nona menghendaki demikian, akan kuhadapi dengan tangan kosong saja.

Ucapannya le mbut namun lantang dan te rdengar oleh semua orang

Tentu saja ucapan ini dimaksudkan untuk membalik pandangan rendah dari gadis itu te rhadap dirinya

Pangcu, sudah kukatakan tadi bahwa aku hanya ingin melihat sampai di mana kelihaianmu

Aku tidak ingin membunuhmu, kenapa harus menggunakan senjata

Sebaliknya, kalau pangcu ingin membalaskan empat orang murid He k-houwpang yang kuhajar kemarin, silakan kalau hendak menggunakan pedang

Aku tidak takut menghadapi senjatamu dengan tangan kosong!

Betapa sombongnya! Bahkan tangannyapun hanya tinggal sebuah, akan te tapi gadis itu menantang untuk menghadapi senjata ketua Hek-houw-pang dengan sebelah tangan saja! Wajah Lai Kun berubah kemerahan

Gadis ini te rnyata memiliki mulut yang tajam pula, pandai bicara sehingga dia merasa tersudut

Maklum bahwa kalau saling serang dengan kata-kata dia akan te rdesak dan kalah, Lai Kun lalu berseru dengan nyaring dan berwibawa,

N ona, kita sudah saling berhadapan di sini

Nah, kalau engkau hendak menantang bertanding, maju dan mulailah!

Cin Cin tersenyum gembira

Inilah saatnya yang ia tunggu-tunggu, inilah saat pelaksanaan, inilah dendam yang te lah menekan batinnya selama bertahun-tahun

Tak disangkanya sama sekali bahwa Lai Kun kini telah menjadi ketua Hek-houwpang, menggantikan ayahnya yang te lah tewas, sungguh tidak berhak orang itu menjadi ketua He k-houw-pang

Pertama, karena dia bukan keturun keluarga Coa yang menjadi pendiri dan pimpinan He k-houw-pang

Ayahnya adalah mantu dari keluarga Coa

Dan kedua, orang seperti Lai Kun ini tidak pantas memimpin Hek-houw-pang

Dia seorang pengecut dan berwatak rendah, tega menjual keponakan yang dipercayakan ke rumah pelacuran!

Bagus, bersiaplah engkau, Lai Kun!

te riak gadis ini mengejutkan semua orang karena tibatiba saja gadis itu tidak menyebut pangcu lagi, melainkan nama ketua itu begitu saja

Tentu saja Lai Kun marah bukan main, maka melihat gadis itu menampar dengan tangan kanan, diapun mengerahkan semua te naga sin-kangnya untuk menangkis

Maksudnya sekali tangkis dia akan membuat gadis terpelanting karena kalah tenaga

Dukkkl!

Dua buah lengan itu bertemu de ngan kerasnya dan akibatnya bukan Cin Cin yang te rpelanting, melainkan Lai Kun yang terpental dan te rhuyung karena kuda-kudanya tidak kuat menahan gempuran tenaga dahsyat dari lengan kecil gadis itu!

Ahh............!

Tentu saja Lai Kun te rkejut bukan main dan para pimpinan Hek-houw-pang juga para tamu mengira bahwa ketua itu mengalah dan tidak mengerahkan seluruh tenaganya

Lai Kun benarbenar te rkejut karena maklum bahwa dia kalah jauh dalam hal te naga sin-kang

Karena tahu bahwa lawannya ternyata amat kuat, Lai Kun cepat menggerakkan tubuhnya dan melakukan penyerangan dengan sungguh-sungguh

Tentu s aja dia segera memainkan silat andalan perkumpulannya, yaitu He k-houw-kun (Silat Macan Hitam) yang menjadi ciri khas dan nama dari perkumpulan itu

Gerakannya kuat dan ganas, seperti seekor harimau hitam yang buas

Namun, dibandingkan Cin Cin, tingkat kepandaian ketua ini masih terlalu jauh di bawahnya

De ngan mudah saja Cin Cin menghindarkan diri dari serangkaian serangan bertubi itu, bahkan setiap kali ia menangkis , tubuh Lai Kun terpental dan te rgetar

Baru delapan jurus saja, tiba-tiba tubuh Lai Kun te rjengkang oleh sebuah tendangan kaki kiri Cin Cin yang secara aneh melayang dari samping mengenai dadanya

Dessss..........bukkk!

Pinggul ketua He k-ouwpang itu te rbanting keras ke atas panggung dan te rdengar seruan-seruan kaget

Karena malu, Lai Kun menahan rasa nyeri dan cepat meloncat bangun dan menyerang lagi dengan nekat

Dia telah dihina di depan orang banyak

Sebagai ketua He k-houw-pang, dia roboh dalam waktu kurang dari sepuluh jurus! Maka, dia menyerang matimatian

Baru tiga jurus dia menyerang, sebuah tamparan tangan kanan Cin Cin kembali membuat dia te rpelanting keras dan sejenak tidak mampu bangkit karena kepalanya te rasa pening oleh tamparan yang mengenai le hernya tadi

Dia menjadi semakin marah dan penasaran

Lebih baik mati daripada dihina seperti ini, tekadnya dan setelah nanarnya hilang, dia meloncat dan menyerang lagi dengan nekat, hanya untuk roboh te rjengkang kembali karena disambut te ndangan Cin Cin

Tiga kali ketua itu roboh dan Cin Cin berdiri tegak dengan tenang dan senyum simpul

Begini sajakah kepandaian ketua He k-houwpang

Kalau begini, engkau tidak pantas menjadi ketua He k-houw-pang, Lai Kun!

terdengar gadis itu berseru yang membuat marah para pimpinan He k-houw-pang, juga membuat heran para tamu yang hadir

Para sute dari ketua itu menjadi bingung

Mereka maklum bahwa kalau ketua itu sendiri dibuat permainan ole h gadis itu, apalagi mereka, pasti bukan tandingan gadis buntung itu

Dan untuk melakukan pengeroyokan, tentu s aja hal itu akan membuat hancur nama besar Hek-houwpang, maka mereka hanya dapat memandang dengan muka pucat

Lai Kun yang merasa terhina sekali, menjadi nekat dan dia ingin melawan sampai mati! Maka dia merangkak bangun dan biarpun tubuhnya masih te rhuyung, dia berusaha keras untuk menyerang lagi, walau pandang matanya berkunang

Dia menerjang membabi buta dan sambil tersenyum mengejek Cin Cin sudah siap menyambutnya dengan te ndangan

Akan te tapi tiba-tiba berkelebat bayangan orang dan tubuh Lai Kun yang tadinya te rhuyung dan siap menerima te ndangan itu te rtarik ke belakang sehingga te ndangan Cin Cin luput

Ehh........?

Lai Kun memandang dan te rnyata yang menarik le ngannya ke belakang sehingga luput dari te ndangan lawan adalah pemuda yang baru tiba, yaitu Siong Ki.! Merasa dirinya dikeroyok, marahlah Cin Cin

Bagus, ketua Hek-houw pang curang dan hanya berani mengeroyok, terpaksa kuberi hajaran!

Ia menampar dengan gerakan kilat ke arah muka Lai Kun, akan tetapi Siong Ki tidak membiarkan saja gadis yang dianggapnya liar itu memukul paman gurunya

Diapun menangkis dan karena tadi dia melihat betapa lihainya gadis itu, ketika menangkis diapun mengerahkan te naga sin-kangnya

Dukk!

Keduanya terkejut karena merasa betapa kuatnya tenaga masing-masing dan mereka merasa tangan mereka tergetar hebat

Mereka saling pandang dengan mata mencorong

Hemm, orang orang He k-houw-pang hanya pandai menggunakan pengeroyokan

Akan te tapi aku tidak takut! Siapakah engkau dan mengapa engkau mencampuri urusanku dengan ketua He khouw-pang yang hendak mengadu ilmu?

Post a Comment