Atau mungkin juga gagu.
Aduh sayang sekali kalau begitu
Cantik-cantik gagu dan tuli.
Aih, gagu dan tuli juga tidak apa-apa, malah asyik tidak usah banyak bicara.
Mereka mengganggu te rus dan sama sekali tidak diperdulikan gadis itu sampai makanan yang dipesan gadis itu tiba
Pelayan menaruh semua pesanan ke atas meja dan mempersilakan gadis itu makan dengan sikap sopan seperti biasa, karena semua pelayan di situ diharuskan bersikap sopan kepada semua langganan dengan ancaman dipecat kalau berlaku tidak patut
Gadis itu mengangguk, dan tanpa memperdulikan empat orang pemuda yang te rus menggodanya dengan pandang mata dan katakata, ia mengeluarkan kedua le ngannya dari balik jubah untuk mulai makan
Empat orang pemuda itu te rbelalak ketika melihat betapa lengan kiri gadis cantik itu buntung sebatas pergelangan
Lengan kiri itu tidak mempunyai tangan dan ujung le ngan itu dibalut kain putih yang bersih, nampak tersembul sedikit dari le ngan baju!
Wah, tangannya buntung!
Aduh sayang........begitu cantik manis tangan kirinya buntung!
Wah, kalau ia tuli, gagu dan buntung, cacatnya te rlalu banyak!
Aihhh, ia tetap cantik manis, dan dengan satu tanganpun ia akan dapat membelaiku!
Gadis itu memang buntung tangan kirinya, ia adalah Kam Cin atau Cin Cin, gadis murid Tunghai Mo-li Bhok Sui Lan
Seperti telah diceritakan di bagian depan, gadis ini mendapat tugas dari gurunya untuk mencari dan membunuh Cian Bu Ong
Ia memang telah dapat menemukan musuh besar gurunya itu, namun ia gagal membunuh Cian Bu Ong, bahkan ia dikalahkan
Ketika Thian Ki mencampuri, ia menyerang Thian Ki dan mencengkeram pundak Thian Ki dengan tangan kirinya
Ternyata cengkeraraman ini bahkan membuat tangan kirinya keracunan hebat dan Thian Ki lalu membabat putus tangannya itu
Rasa nyeri di le ngannya tidaklah sehebat rasa nyeri di hatinya
Ia dikalahkan Cian Bu Ong, dikalahkan Thian Ki bahkan kehilangan tangan kiri yang menjadi buntung
Sakit sekali rasa hatinya dan ia merasa malu untuk pulang menemui gurunya, malu untuk menceritakan kekalahannya
Tidak, ia tidak akan merengek kepada gurunya
Dia harus membuat persiapan sendiri, untuk menuntut balas, sekali ini bukan hanya untuk menuntut dendam gurunya, melainkan dirinya sendiri pula
Ia akan menantang Cian Bu Ong sebagai wakil gurunya, dan akan menantang Thian Ki untuk diri sendiri
Demikianlah, dengan le ngan buntung dan hati terluka, gadis itu pergi ke dusun Ta-bun-cung, bukan hanya untuk bersembahyang di depan kuburan ayahnya, a kan tetapi juga untuk mendengar tentang ibunya, untuk berkunjung kepada semua warga Hek-houw-pang dan terutama sekali untuk pergi mencari keterangan tentang paman gurunya, Lai Kun
Ia masih.mempunyai perhitungan besar dengan paman gurunya yang pernah menipunya dan menjualnya kepada rumah pelacuran di kota Ji-goan itu! Inilah sebabnya mengapa pada sore hari ini Cin Cin muncul di tanah kuburan dusun Ta-bun-cung, kemudian makan di rumah makan itu sebelum berkunjung ke Hek-houw-pang
Ia merasa kagum dan te rheran-heran melihat dusunnya yang dulu sepi itu kini menjadi sebuah kota yang ramai
Tadi ketika menghadapi empat orang pemuda yang menggodanya, ia tidak perduli dan diam saja
Akan te tapi, kini mereka menyinggung te ntang buntungnya tangan kirinya! Mereka telah menyentuh kehormatan dirinya! Cin Cin meletakkan sumpitnya dan menoleh ke arah kiri, ke arah meja dimana empat orang pemuda itu masih tertawa-tawa memandang dan menggodanya
Melihat gadis cantik itu menoleh dan memandang kepada mereka, empat orang itu semakin gembira dan memberi tanda dengan kedipan mata ke arah Cin Cin, lagak mereka kurang ajar sekali
Kalian jahanam-jahanam kecil! Pergilah dan jangan menggangguku atau te rpaksa aku akan menghajar kalian!
kata Cin Cin dengan suara dingin dan sikap tenang, namun sepasang matanya mencorong
Dimaki dengan suara keras oleh gadis buntung itu, tentu saja empat orang pemuda itu menjadi marah
Dua orang tamu dan juga para pelayan mendengar betapa mereka dimaki, dan hal ini sungguh merendahkan nama mereka
Si hidung bengkok yang agaknya menjadi pimpinan mereka, segera bangkit berdiri dan menyeringai
Heh-heh, nona buntung tapi manis
Jangan bicara sembarangan
Kami adalah para anggota He k-houw-pang yang te rkenal di seluruh penjuru dunia
Kami bahkan musuh para jahanam yang jahat!
Pemuda ke dua yang berkumis tipis menyeringai pula
Nona manis, kami hanya ingin bersahabat denganmu
Mari kita bersenang-senang, nona
Kami akan menyuguhkan makanan enak dan engkau akan minta apa saja, tentu kami penuhi asal engkau bersikap manis kepada kami, ha-haha! Tiga orang te mannya juga te rtawa karena mereka semua sudah setengah mabok
Mendengar bahwa mereka anak buah Hek-houwpang, Cin Cin menjadi semakin marah
Empat orang bajingan kecil macam kalian ini mengaku anggota He k-houw-pang
Kalian tidak pantas menjadi murid Hek-houw-pang, pantasnya menjadi anggota gerombolan penjahat kecil! Pergilah sebelum habis kesabaranku!
Empat orang itupun menjadi marah karena malu
Mendengar makian yang dilontarkan gadis itu kepada mereka
Mereka segera bangkit dan menghampiri meja Cin Cin, mengurung meja itu dengan mulut menyeringai dan bau arak
Si hidung bengkok berkata sambil mendekatkan mukanya pada wajah gadis itu
Engkau berani menghina kami murid-murid He k-houw-pang! Kalau engkau tidak minta maaf dan memberi ciuman kepada kami masing-masing satu kali, engkau tidak bole h pergi dari tempat ini!
Jahanam, sudah kuperingatkan kalian!
Cin Cin membentak dan tanpa bangkit berdiri, tangannya yang kanan bergerak dan tu buhnya dicondongkan ke arah mereka
Cepat sekali tangan itu bergerak empat kali dan terdengar suara tamparan keras yang membuat empat orang itu te rpelanting dengan pipi membengkak merah! Tentu saja mereka menjadi semakin marah dan penas aran
Mereka adalah jagoan-jagoan Hekhouw- pang, dan begitu mudahnya mereka kena ditampar sampai te rpelanting
Mereka berempat adalah anggota-anggota baru dari He k-houw-pang, maka tidak saling mengenal dengan Cin Cin, apalagi karena Cin Cin baru berusia lima tahun ketika meninggalkan dusun itu
Dengan marah sekali mereka mencabut sebatang pis au belati yang selalu te rselip di pinggang mereka
Melihat ini, pengurus rumah makan segera menghampiri dan memberi hormat
Harap saudara sekalian jangan membikin ribut di rumah makan kami dan suka memaafkan nona ini
Atau kalau hendak berkelahi, harap keluar dari sini......
Apa kau bilang
Engkau hendak mencampuri dan membela perempuan jahat ini
Ia tentu seorang penjahat yang sengaja hendak mengacau di sini
Kami harus menangkapnya dan menyeretnya ke Hek-houw-pang untuk diperiksa oleh pimpinan kami!
bentak si hidung bengkok
Kemudian dia memandang kepada Cin Cin dan membentak marah
Bocah sombong, cepat engkau menyerah untuk kami tangkap sebelum kami te rpaksa mempergunakan senjata dan melukaimu!
Kita buntungi saja tangan kanannya agar ia tidak suka menampari orang lagi!
kata orang ke dua, disambut geraman setuju oleh yang lain
Mereka mendesak maju dengan sikap mengancam dan muka beringas
Pengurus rumah makan menjadi ketakutan dan diapun mundur, berkelompok dengan pelayan yang memandang dengan hati tegang dan takut kalau-kalau gadis tamu itu akan kehilang tangan yang tinggal satu itu
Cin Cin bangkit berdiri
Nampak tubuh yang langsing dan kini baru pertama kalinya mulutnya te rsenyum, senyum sinis sekali
Bangkit semangatnya yang tadinya hampir padam karena kegagalannya membalas dendam, bahkan ia kehilangan kirinya dan kini bangkit kegembiraannya hendak memberi hajaran kepada empat orang tak tahu diri ini
Bagus, kalau kalian ingin merasakan bagaimana kalau kehilangan sebelah tangan, majulah!
Ditantang demikian, empat orang itu marah dan merekapun menyerang dengan pisau mereka
Nampak empat sinar berkilauan ketika empat orang pemuda itu menggerakkan pisau
Mereka seperti hendak berebut dulu untuk membuntungi tangan kanan gadis yang telah menghina mereka di te mpat umum
Bayangan Cin Cin berkelebatan di antara sambaran empat batang pisau dan tiba-tiba saja ia berhasil merampas sebatang pisau, kemudian dengan gerakan yang luar biasa cepatnya, pisaunya menyambar-nyambar tanpa dapat ditangkis atau dielakkan empat orang pemuda itu
Mereka berteriak keras satu demi satu dan te rhuyung ke belakang, tangan kanan memegangi le ngan kiri yang telah buntung pada pergelangan tangan itu! Darah bercucuran dan empat buah tangan menggeletak di atas lantai! Empat orang itu mengaduh-aduh dan mereka yang melihat peristiwa itu merasa ngeri
Ternyata dalam waktu yang amat singkat, gadis itu telah membuntungi tangan kiri empat orang pemuda itu
Nah, tidak cepat pergi
Apakah kalian minta dibuntungi le her kalian?
bentak Cin Cin sambil melempar pisau rampasannya ke atas meja dan menancap sampai ke gagangnya di meja bekas meja mereka itu
Empat orang pemuda itu kini menjadi ketakutan dan kesakitan
Baru sekarang mereka menyadari bahwa mereka berhadapan dengan gadis buntung yang memiliki ilmu kepandaian he bat bukan main
Mereka telah kehilangan tangan kiri dan tentu saja mereka menjadi berduka dan marah sekali
Mereka lalu lari keluar untuk melapor kepada pimpinan mereka agar membalaskan dendam mereka kepada gadis itu
Cin Cin berseru.
Heei, jangan lupa bawa tangan kalian yang kotor ini!
Ia menendang empat kali dan empat buah tangan itu melayang keluar ke arah empat orang pemuda yang berlari keluar
Bahkan dua tangan di antaranya te pat mengenai kepala dua orang pemuda
Mereka cepat memungut empat buah tangan itu, tidak tahu tangan siapa yang mereka pungut, lalu melarikan diri tanpa berani menoleh lagi
Heei, pelayan! Bersihkan lantai itu!
kata Cin Cin kepada para pelayan dan ketika para pelayan membersihkan lantai dari darah, gadis itupun melanjutkan makan minum dengan sikap te nang, seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu di tempat itu
Ia bahkan mengeluarkan sebuah benda kering menghitam dari saku jubahnya, memandang benda itu dan te rsenyum mengangguk-angguk
Jangan khawatir, akan banyak te manmu