Sepasang matanya bersinar tajam dan kadang mencorong seperti mata seekor naga dalam dongeng, dan pembawaannya le mbut dan sopan
Hanya ada satu hal yang membuat orang berhati-hati menghadapinya, yaitu senyumnya
Mulut yang bentuknya bagus itu selalu dibayangi senyum yang sinis, seperti orang yang selalu mengejek orang lain, selalu memandang rendah orang lain
Pemuda itu memang bukan pemuda biasa
Dia adalah murid pendekar sakti Si Han Beng yang berjuluk Huang-ho Sin-liong (Naga Sakti Sungai Kuning)
Dia bernama The Siong Ki, murid tunggal pendekar besar itu
Seperti telah diceritakan di bagian depan, The Siong Ki adalah putera mendiang The Ci Kok, seorang anggota Hek houw pang yang ikut te was ketika perkumpulan itu diserbu oleh kaki tangan Pangeran Cian Bu Ong, yang menganggap He k-houw-pang sebagai musuh, karena perkumpulan itu membantu kerajaan baru Tang
The Siong Ki kemudian pergi mencari Huangho Sin-liong Si Han Beng yang tinggal di dusun Hong-cun tepi sungai Huang-ho dan menjadi murid pendekar bes ar ini
Seperti kita ketahui, Si Han Beng dan is terinya, Bu Giok Cu yang dalam hal ilmu kepandaiannya sedikit di bawah tingkat suaminya, memiliki seorang anak saja, yaitu Si Hong Lan
Akan te tapi dalam usia dua tahun, anak mereka itu diculik dan dilarikan oleh Kwa Bi Lan, janda mendiang Sintiauw Liu Bhok Ki dengan ancaman bahwa kalau suami isteri itu mencari anak mereka, anak itu akan dibunuhnya
Semenjak kehilangan anak mereka itulah, Si Han Beng dan is terinya mencurahkan perhatian mereka kepada The Siong Ki
Anak laki-laki yang menjadi murid mereka ini memang seorang yang pandai membawa diri, rajin dan taat sehingga mereka menyayanginya
Bahkan kalau tadinya Bu Giok Cu tidak mau mengajar silat kepadanya, hanya Si Han Beng yang mengajarnya, karena suami isteri itu tidak ingin murid ini kelak lebih pandai daripada anak mereka, s etelah Si Hong Lan diculik orang, maka Bu Giok Cu akhirnya juga menurunkan beberapa ilmu pukulan yang khas kepada murid suaminya itu
Hanya saja, mentaati perintah gurunya pada saat dia diangkat murid, Siong Ki sampai sekarang tidak berani menyebut subo (ibu guru) kepada Bu Giok Cu, melainkan menyebutnya bibi
Sebutan kepada suami iste ri itu bukan suhu dan subo melainkan suhu dan bibi
Siong Ki memang pandai membawa diri
Selalu sopan, halus dan bukan saja dalam ilmu silat, bahkan ketika diajar ilmu kesusasteraan, diapun rajin dan berbakat sekali
Karena sikapnya yang selalu baik itulah maka dua orang gurunya semakin sayang kepadanya, dan diam-diam menaruh harapan agar kelak murid mereka itu yang akan mampu mempertemukan mereka dengan anak mereka kembali
Pagi hari itu, suami isteri pendekar itu memanggil murid mereka menghadap dan mereka menyatakan bahwa sudah tiba saatnya bagi Siong Ki untuk te rjun ke dalam dunia ramai dan memanfaatkan semua ilmu yang pernah dipelajarinya dari kedua orang suami isteri itu
Setelah mendengar pernyataan kedua orang gurunya itu, Siong Ki sambil berlutut menyatakan te rima kasihnya dengan kata-kata seperti tadi
Mendengar ucapan murid mereka, suami isteri itu saling pandang dan wajah mereka berseri
Pemuda itu memang pandai menyenangkan hati mereka, selalu bersikap sopan penurut dan juga halus tutur sapanya
Siong Ki, antara guru dan murid tidak a da yang dinamakan hutang budi
Sudah menjadi kewajibanku sebagai gurumu untu k mendidikmu sebaik mungkin, dan sudah menjadi kewajibanmu sebagai muridku untuk mentaati semua petunjuk dan pesanku
Ingat, kami mengajarkan ilmu silat kepadamu bukan dengan maksud agar engkau menjadi kuat untuk membalas dendam
Apa yang te rjadi menimpa keluarga He k-houw-pang adalah akibat dari adanya perang saudara, te rgantinya dinasti Kerajaan Sui menjadi Kerajaan Tang.
Teecu mengerti, suhu
Sudah sering suhu dan bibi menasihatkan teecu agar tidak memikirkan lagi tentang akibat perang saudara yang mendatangkan malapetaka kepada keluarga He k houw pang
Teecu tidak mendendam kepada siapapun, akan tetapi bagaimana teecu dapat mendiamkan saja kalau mendengar seorang tokoh Siauw-lim-pai yang merupakan aliran persilatan paling besar dan te rkenal mempunyai tokoh-tokoh pendekar perkasa dan budiman, melakukan perbuatan jahat, membantu pemberontak menyerbu Hek-houw-pang dan menyebar maut kepada orang-orang yang tidak berdosa?
Suami isteri itu saling pandang
Mereka teringat akan cerita murid mereka ketika pertama kali datang kepada mereka
Anak itu menceritakan te ntang malapetaka yang menimpa keluarga He khouw-pang, dan menceritakan pula pendengarannya bahwa yang melakukan penyerbuan dan pembunuhan di dusun Ta-buncung itu, antara lain adalah pendekar Siauw-limpai yang bernama Lie Koan Tek
Siong Ki, ketahuilah bahwa engkau harus dapat membedakan antara orang yang sengaja berbuat jahat dan melakukan pembunuhan karena demi kepentingan pribadinya, seperti para perampok, penindas dan sebagainya yang memang merupakan orang-orang jahat, dan orang yang te rpaksa melakukah perte mpuran dan mungkin pembunuhan yang te rjadi dalam perang
Kami mengenal siapa pendekar Lie Koan Tek itu
Dia seorang pendekar besar, dan kami tidak pernah mendengar dia melakukan kejahatan, bahkan selalu menentang kejahatan
Kalau dia sampai ikut menyerbu dan mungkin saja membunuh ayahmu yang melakukan perlawanan, hal itu terjadi dalam perte mpuran yang te rkendali oleh pemberontakan, oleh perang, bukan karena urusan pribadi
Kalau dendam berlarut-larut dibiarkan merajalela dan menguasai hati manusia, mungkin sekarang ini tidak ada orang yang tidak mendendam kepada orang atau bangsa lain
Dalam perang, sejak dahulu, entah berapa juta orang yang tewas
Kalau semua keturunan mereka mendendam, betapa dunia ini akan penuh dengan dendam.
Suhu, apakah kalau begitu membunuh banyak orang dalam perang tidak merupakan dosa
Teecu seringkali merasa heran mengapa kalau di waktu perang, seseorang membunuhi banyak sekali orang yang tidak dikenalnya sama sekali, yang tidak mempunyai urusan pribadi dengan dia, orang itu bahkan dipuji sebagai pahlawan yang gagah perkasa
Sebaliknya di luar perang, kalau ada orang membunuh orang lain, biar dengan alasan yang kuat sekalipun, karena urusan pribadi, orang itu dikutuk, ditangkap dan dijatuhi hukuman
Berbedakah membunuh dalam perang dengan membunuh di luar perang?
Si Han Beng te rsenyum dan menganggukangguk, ia sendiri dahulu sudah sering memikirkan hal ini dan berbincang dengan banyak orang cerdik pandai dan bijaksana mengenai perang
Pembunuhan adalah tetap pembunuhan, dalam bentuk apapun dan dalam keadaan apapun, Siong Ki
Perang antar golongan, antar bangsa hanya merupakan pembesaran, perluasan dan perkembangan daripada perang dalam diri pribadi dan antar manusia
Urusan pribadi berkembang menjadi urusan golongan, urusan antar bangsa dan selanjutnya
Manusia dikuasai nafsu dan nafsu dengan liciknya, dengan berbagai tipu muslihat, membuat manusia mengejar tujuan dengan menghalalkan segala cara
Perang merupakan suatu cara untuk mencapai sesuatu
Ada yang berperang untuk meluaskan daerah kekuasaan, perang untuk memaksakan kehe ndak demi keuntungan negaranya, perang untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri, perang untuk membela diri dari serangan musuh, dan masih banyak lagi
Namun, semua alasan itu mengakibatkan malapetaka yang amat menyedihkan, yaitu membuat manusia menjadi buas, saling bunuh
Dalam perang, seorang perajurit hanya mengenal dua hal, dibunuh atau membunuh
Tentu saja setiap orang tidak ingin dibunuh, walaupun untuk itu harus membunuh! Dan itu sudah menjadi tugas seorang perajurit atau seorang yang berpihak pada suatu golongan atau pemerintahan
Nah, jelas sekali perbedaan sifatnya dari pembunuhan karena urusan pribadi, bukan
Pembunuhan dalam perang melibatkan seluruh pemerintahan dan negara, maka tidak ada hukumannya
Kalau si pembunuh dihukum, te ntu pemerintahnya yang dihukum, karena pemerintah yang menyuruh dia berperang dan membunuh, padahal yang membuat dan melaksanakan hukum adalah pemerintah sendiri
Sedangkan membunuh di luar perang, berarti karena urusan pribadi dan melanggar hukum pemerintah.
Siong Ki mengangguk-angguk mengerti
Harap suhu dan bibi jangan khawatir
Teecu tidak mendendam kepada Lie Koan Tek, melainkan hanya penas aran mengapa seorang pendekar diperalat oleh pemberontak
Teecu akan melakukan penyelidikan
Kalau memang benar dia bukan orang jahat, dan seorang pendekar, tentu teecu tidak akan mengganggunya
Akan te tapi kalau dia penjahat, sudah menjadi kewajiban teecu untuk membasminya.
Si Han Beng tersenyum
Bukan hanya Lie Koan Tek seorang yang harus kaute ntang, melainkan semua bentuk kejahatan
Akan tetapi jangan mencari musuh, jangan te rlalu usil
Tidak mungkin engkau seorang diri hendak membasmi semua kejahatan, karena di dunia ini, jauh lebih banyak te rdapat orang jahat dari pada yang baik
Kejahatan memang sudah menjadi sebagian dari keadaan manusia
Engkau sudah banyak mendengar tentang itu dari kami, Siong Ki
Mudahmudahan saja engkau akan menjadi seorang pendekar yang tidak akan memalukan kami sebagai gurumu.
Teecu akan selalu mengingat semua petunjuk dan nasehat suhu dan bibi,
kata Siong Ki
Siong Ki, ada satu hal yang kami ingin engkau melakukannya untuk kami,
kata Bu Giok Cu tibatiba
Siong Ki mengangkat muka memandang wajah isteri suhunya itu
Wajahnya berseri dan pandang matanya penuh s emangat
Dia akan merasa girang sekali kalau dapat melakukan sesuatu untuk guru dan bibinya
Teecu akan melakukan segalanya untuk suhu dan bibi, biarpun untu k itu te ecu harus mempertaruhkan nyawa teecu!
Kami ingin engkau mencari dan menemukan kembali adikmu Lan Lan!
kata wanita itu dan pandang matanya berubah menjadi sayu
Bibi, hal itu tidak pernah te ecu lupakan! Sejak sumoi (adik seperguruan) Hong Lan diculik, teecu selalu ingat kepadanya dan sebetulnya, sejak dulu teecu sudah mempunyai te kad untuk mencarinya sampai dapat dan mengajaknya kembali kepada suhu dan bibi!
suara pemuda itu penuh semangat, sehingga menggembirakan hati suami isteri itu
Teecu tidak akan pernah melupakan wanita penculik bernama Kwa Bi Lan itu!
Siong Ki, engkau hanya kami tugaskan mencari Lan Lan, bukan untuk memusuhi Kwa Bi Lan
Ingat, engkau tidak boleh memusuhinya.
Maaf, suhu
Akan tetapi sikap suhu dan bibi sungguh amat aneh
Sudah je las bahwa Kwa Bi Lan mendatangkan kedukaan dalam kehidupan suhu berdua
Ia sudah menculik adik Lan Lan sejak ia berusia dua tahun sampai sekarang
Akan tetapi, suhu dan bibi yang memiliki ilmu kepandaian tinggi tidak pernah melakukan pengejaran dan pencarian, dan sekarang, setelah teecu hendak mencarinya, suhu memesan agar teecu tidak memusuhi penculik itu
Bukankah ia sudah melakukan hal yang amat jahat, suhu?
Hemm, engkau tidak tahu, Siong Ki
Kwa Bi Lan itu adalah murid Siaw-lim-pai pula, dan ia adalah isteri guruku yang pertama
Ia masih keponakan dari pendekar Siauw-lim-pai Lie Koan Tek yang kau sebut-sebut tadi
Ia seorang pendekar wanita yang gagah perkasa, sama sekali bukan penjahat
Kalau ia membawa pergi Lan Lan, hal itu ia lakukan bukan karena ia jahat, melainkan persoalan pribadi antara ia dan aku yang tidak perlu diketahui orang lain