Yang datang itu menang betul nona Seng.
Ia menghampiri Ho Tiong Jong dan memegang rantai yang mengikat lehernya si pemuda, apa mau bau harum dari si nona yang menusuk hidungnya Ho Tiong Jong telah membikin pemuda itu tak tahan untuk tidak membuka matanya yang dipejamkan tadi.
Hatinya berdebar juga ketika melihat sinona hanya dalam jarak setengah kaki saja daripadanya, pandangan mata muda mudi itu telah kebentrok.
Wajahnya si nona yang cantik jelita saat itu kelihatan menyungging senyuman yang tak mudah dilupakan oleh Ho Tiong Jong yang merasa menanggung budi besar pada si nona.
Untuk menekan debaran hatinya, Ho Tiong Jong tundukan kepala sambil melempangkan kakinya yang sudah jadi kepegalan sedari tadi direndam dalam air.
oh, kau direndam dalam air" Kasian.
terdengar si nona berkata sambil bersenyum menggiurkan.
Tapi Ho Tiong Jong tidak menjawab, ia hanya tundukkan kepalanya saja.
Hei, kau sudah bisu.
kenapa tidak menjawab orang berkata-kata" tegur sinona.
ooOOoo
Ho Tiong Jong masih tetap membisu dengan tundukan kepala, seakan-akan ia lebih suka memandang bayangannya si nona dimana air daripada melihat wajah aslinya.
Hal mana membuat si nona tidak sabaran, tangannya yang halus dan menyiarkan bau harum telah memegang janggutnya si pemuda didongaki.
Hai kau jangan begini macam Lihat aku, kita dapat berunding bagaimana baiknya.
Berunding dalam hal apa" memotong Ho Tiong Jong.
Ayah sebenarnya hendak membunuh kau, jawab si nona, tapi aku sudah mencegahnya, sebab aku ada mempunyai lain maksud terhadap kau.
Bagaimana dengan Kho toako" si pemuda menyimpang dari pembicaraan Seng Giok Cin mendelu juga hatinya, tapi ia terpaksa menjawabnya.
Hmm Peristiwa Kho Kie dengan pelayanku Kang cice in sebenarnya agak mengherankan.
Pelayanku amat cinta kepada Kho Kie yang bertubuh lucu itu.
Berdua sudah samasama terbang meninggalkan rumahku, Pada saat Cioe in dengan Kho Kie hendak meninggalkan rumahku, aku telah memberi banyak uang kepada Cioe in.
Aku tidak tahu mereka itu sudah terbang kemana.
Aaaa itu baik sekali mengejek Ho Tiong Jong, Kho toako seumur hidupnya sendirian saja, sekarang sudah mendapatkan jodonya, betul-betul aku mimpipun tidak menyangka akan kejadian itu.
Tapi aku sudah berjanji dalam tempo tiga hari akan berjumpa dengannya.
Kau jangan memikirkan diri lain orang pikirkan dirimu sendiri saja.
Rasanya, aku sendiri tidak akan kawin Aku akan hidup seperti Tok kay.
Hei, apa hubunganmu dengan Tok kay" Ya, sebenarnya aku tidak enak hati terhadap Tok-kay itu.
ia sudah mengajari aku ilmu silat yang istimewa, tapi aku masih membunuhnya juga.
Aiii.
Kata-katanya dipotong oleh nona Seng.
Aiii, kenapa sih" Baiknya aku sudah menanam mayatnya sebagai perasaan terima kasihku.
Seng Giok Cin bersenyum urung mendengar bicaranya Ho Tiong Jong.
Sekarang hatiku sudah merasa lega.
katanya.
Lega lantaran apa" tanya si pemuda heran.
Lega karena sekarang aku mendapat kepastian kau ada seorang pembasmi kejahatan dan kekejaman.
Tadi pagi, hampir-hampir saja aku membunuh kau karena aku melihat gaya seranganmu seperti ilmu serangannya Tok kay, musuh suhuku.
Ho Tiong Jong menatap wajah si gadis dengan tidak berkata-kata.
Kau tahu.
kata pula si nona.
lantaran gara-gara kematian Tok kay telah menyeret dua orangku menemukan ajalnya.
Bukan mayatnya aku sudah tanam, bagaimana bisa menyeret dua orangmu" tanya Ho Tiong Jong heran.
Itulah karena si Ular Kumbang Tham Kek yang konangan- jawab si gadis.
Kami ada mengirim orang ke kuil dimana kau berdua, dibawah pimpinannya Si Ular Kumbang, yang telah memberitahukan kepada kami halnya Tok-kay dengan kau ada disitu.
Tidak tahunya kau dengan Tok-kay sudah tidak ada pula dalam kuil itu, hanya yang terlihat oleh si Ular Kumbang darah berceceran di lantai.
Dalam penyelidikannya lebih jauh kedapatan olehnya satu kuburan disamping kuil tampaknya baru saja orang mengubur mayat didalamnya.
si Ular Kumbang dengan orang-orangnya untuk membongkar kembali kuburan itu.
dan ia dapatkan mayatnya Tok-kay dengan kepalanya yang sudah terpisah., ,
Ho Tiong Jong tampak kerutkan alisnya mendengar penuturan si nona.
Setelah si Ular Kumbang kaget sebentaran, meneruskan sinona, dilihat olehnya senjata bandringan Tok-kay yang seperti bola.
ia lalu ambil benda itu dan dikocok-kocok di dekatkan kekupingnya.
Tidak terdengar apa-apa isinya.
Dalam penasaran ia sudah kocok kocok pergi datang lagi benda itu hingga terbuka sebuah lubang, ia lihat didalamnya seperti tidak ada apa-apa.
Dasar dia harus mati, bolehnya dia ini sudah memasukkan sebuah jarinya kedalam lubang tadi.
Berbareng jarinya dimasukkan matanya tampak terbelalak dan menjerit perlahan, kemudian telah rubuh dengan tidak ingat lagi dirinya untuk selama-lamanya.
la telah mati disitu juga Si nona berhenti sampai disini dan mengawaskan wajah Ho Tiong Jong yang tampan menawan, dua pasang mata telah kebentrok lagi.
Dua-duanya berdebar hatinya.
Lantas bagaimana" Ho Tiong Jong menanya.
Seolah-olah dengan pertanyaan itu ia hendak menekan debaran hatinya.
Setelah mengerlingkan matanya dan bersenyum memikat, Seng Giok Cin meneruskan ceritanya.
Salah satu anak buahnya melihat si Ular Kumbang rubuh, sudah lantas turun tangan hendak menolonginya, tapi.
ketika tangannya menyentuh tubuhnya dia pun lantas membelalakan matanya dan kemudian rubuh mati.
Itulah tentu karena racun ularnya Tok-kay yang berbisa.
nyeletuk Ho Tiong Jong.
Ya, rupanya begitu.
Maka, setelah melihat kejadian berbahaya itu, yang lain-lainnya tidak berani menyentuh badannya dua korban itu dan lalu melaporkan kerumah.
Kami lalu mengirim si Rajawali Botak Ie Yong ke-sana untuk mengurusnya.
Ho Tiong Jong terdengar menghela napas.
Kalau dipikir, perbuatanku membunuh Tok kay memang kejam, akan tetapi kalau mengingat bahwa perbuatanku itu untuk membebaskan sesama manusia dari keganasannya aku tidak merasa menyesal.
Dia sudah mati tapi toch meminta dua orang korban, sungguh kematiannya itu tentu membawa penasaran la berkata demikian teringat akan dirinya sendiri yang tidak lama lagi juga akan meninggalkan dunia yang fana ini.
karena racun berbisa dari Tok-kay.
Tampak mukanya muram dan berduka sekali.
Seng Giok Cin melihat Ho Tiong Jong berduka dikiranya ia merasa cemas direndam di situ, maka ia lalu berkata.
Kau sabar saja dahulu.
Kabar tentang kau ditahan dalam tahanan disini telah kami uwarkan, nanti diam diam ada orang yang menyaksikan kau disini, setelah itu nanti aku akan melepaskan padamu.
Hei, dari sebab apa kau mau melepaskanku" Karena kami perlu memakai tenagamu.
Ho Tiong Jong geleng-gelengkan kepala.
Meskipun jiwaku hanya tinggal semalam lagi, aku tidak mau mengerjakan urusan kalian, ah.
Ia tak dapat melampiaskan kata-kata.
Sebenarnya ia hendak berkata bahwa nona Seng memang seorang yang baik, tapi ada seorang jahat.
Tidak mau diperalat oleh seorang jahat.
Hanya saja ia tidak mau berterus terang pada Seng Giok Cin kuatir kalau nona itu menjadi berduka.
Kau jangan kuatir, Ayahku tak nanti menyuruh kau berbuat.
Ho Tiong Jong menggeleng gelengkan kepala saja, seolah-olah ia sudah menolak dengan pasti keinginannya orang yang hendak memperalat dirinya.
Seng Giok Cin kecewa kelihatannya.
Parasnya menjadi berubah sungguh-sungguh.
Nah, kalau begitu aku tidak hendak minta pertolonganmu lagi.
Aku sekarang pergi, harap saja aku dapat menengoki kau lagi disini selekasnya.
Sambil berkata Seng Giok Cin melepaskan rantai yang dipegangnya tadi dan mendorong pundak si pemuda, seolah olah yang ngambil karena kehendaknya.
Sebentar lagi si jelita sudah lenyap dari pemandangan Ho Tiong Jong, setelah lebih dulu terdengar suaranya pintu besi yang ditubruk.
Ho Tiong Jong menghela napas.
IHm sebenarnya dia mau suruh aku bekerja apa" ia menggerendeng sendirian.
Terdengar suaranya Co Kang Cay berkata.
Hei, bocah, kau tak perlu bersusah hati.
Nona itu kelihatannya mau memperalat kau.
tapi kau juga sebaliknya dapat memperalat mereka Ho Tiong Jong terkejut sejenak.
Hm kau orang tua mana tahu urusanku.
jawabnya kemudian.
Urusan apa " Aku karena nona Seng telah membunuh Tok-kay.
Kenapa karena nona Seng, kau membunuh orang yang telah menurunkan pelajaran padamu" Ho Tiong Jong meughela napas.
Co lopek kau tidak tahu, Nona Seng itu hatinya sangat baik, beberapa kali dia telah mengulurkan pertolongan padaku.
Maka untuk membalas budinya, aku tak dapat menolak permintaannya.
Cuma saja, aku tidak ingin diperalat oleh ayahnya yang jahat.
Bagaimana aku harus berbuat" Kalau untuk nona Seng, sekalipun aku harus mengorbankan diriku, aku rela untuk membalas budinya yang besar.
Kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau membunuh Tok-kay.
Ya, aku membunuh dia karena pertama hendak melenyapkan kekejamannya terhadap sesama manusia dan kedua ingin membantu nona Seng menyingkirkan musuhnya.
ow, begitu" Sayang kau tak dapat menggeserkan tubuhnya untuk mendekati aku disini, aku masih ada mempunyai cerita yang akan membikin kau kagum.
Ho Tiong Jong tidak perhatikan bicaranya Co Kang Cay, sebab pikirannya melayang kepada nona Seng, si cantik jelita yang telah membuang budi kepadanya.
pikirnya, ayah nona Seng benar-benar hendak memperalat dirinya, maka juga jiwanya dikasih tinggal hidup, Melihat sendiri macam apa ayahnya si nona itu, ia yakin dirinya akan dipakai untuk melakukan kejahatan, la merasa cemas.
nona yang begitu baik budi mempunyai ayah yang demikian jahat.
Dilain pihak.
semua tetamu memikirkan jiwanya Tiong Jong.
Entah siapa yang membocorkan, semua orang telah tahu bahwa Ho Tiong Jong ditahan dalam kamar tahanan yang berair.
Kim Hong Jie yang memang sehaluan dengan Seng Giok Cin sudah tahu dimana Ho Tiong Jong ditahan, ialah diberitahu oleh yang disebut belakangan.
Hanya saja Seng Giok Cin tidak memberitahukan hal yang sebenarnya mengapa Ho Tiong Jong ditahan" tidak di bunuh.
Sementara itu si Rajawali Botak Ie Yong sudah kembali dari perjalanannya membereskan kematiannya si Ular Kumbang.
ia kembali dengan membawa senjata bandringannya Tok kay.
ialah bola yang didalamnya ada tersimpan ular berbisa yang telah menggigit jarinya si Ular Kumbang hingga binasa.