Nah, lopek sendiri juga sebabnya apa ditahan disini, mengapa sampai ditahan begitu lama duapuluh tahun- Terdengar slorang tua menghela napas.
Aku, aku.
jawab dengan suara getir.
ditahan disini ada sebab.
Mungkin aku akan ditahan seumur hidupku disini, mereka tidak akan melepaskan aku lagi.
Sampai aku mati disini.
Kau kenapa, apakah kau ada bermusuhan dengan Seng Pocu" oh bukan.
Aku tidak punya permusuhan apa apa dengan Seng Pocu.
Habis mengapa kau ditahan sampai begitu lama belum juga dikeluarkanTerdengar orang tua itu menghela napas lagi.
Sesaat lamanya keadaan menjadi sunyi, si orang tua belum memberikanjawa bannya.
sedang Ho Tiong Jong tinggal menantikan dengan perasaan heran-Terdengar orang tua tadi berkata lagi.
Bocah, kau tahu, aku ini ada satu akhli bangunan yang tersohor.
Bangunan bangunan seperti benteng benteng, jembatan-jembatan dan lain-lainnya yang indah dan tersohor adalah aku yang membikinnya.
juga rahasia banteng disini aku yang merencanakannya, justru lantaran mereka kuatir aku dapat membocorkan rahasia, maka mereka telah menghukum aku disini sampai puluhan tahun.
Usiaku sekarang sudah tujuh puluh tahun, sedang benteng ini sudah dibangun setengah abad lamanya.
oh, begitu., ," menyelak Ho Tiong Jong.
Ya, sebenarnya dalam benteng ini tidak ada rahasia apa-apa yang berarti akan tetapi karena mereka takut oleh bayangannya sendiri telah menyekap aku sampai sudah dua puluh tahun lamanya.
Sayang aku tidak berkepandaian silat, kalau ndak.
hmm.
orang orang macam itu dengan ilmu silat tidak seberapa tinggi juga sudah dapat dijatuhkan.
Suhuku yang mengajar ilmu bangunan sebenarnya ada berilmu silat sangat tinggi, betul-betul sayang aku tidak belajar kepadanya.
Orang tua itu agaknya merasa sangat menyesal terdengar helaan napasnya beberapa kali, sehingga Ho Tiong Jong diam-diam ia merasa tahu juga.
Tapi, bocah, orang tua itu berkata lagi, kau jangan putus asa, karena dilihat dari air mukamu, kau ini dibelakang hari akan menjadi orang ternama.
Apa yang dialamimu sekarang, itu hanya sekedar melewati masa sialmu saja.
Kau tentu mengerti, buat menjadi orang ternama, orang harus mengalami pahit getir dahulu, barulah mendapat nama yang termashyur.
Mendengar perkataannya si orang tua, Ho Tiong Jong geleng-geleng kepala dan hatinya sangat berduka mengingat akan jiwanya yang dapat hidup tidak lama lagi.
Hmm.
ia menggeram duka.
kau mana tahu aku akan menjadi orang termasyhur" Sekarang saja aku sudah susah untuk meloloskan diri.
Jangan lagi aku, sedang kau yang akhli dalam pembangunan tidak berdaya apa-apa.
Jadi perkataan tentang orang harus bersusah payah dahulu baharu mendapat nama tersohor, semua itu hanya omong kosong saja Ho Tiong Jong tekankan suaranya paling belakang begitu terharu.
orang tua tadi terdengar tertawa, tapi padanya seperti yang sangat sedih.
Setelah hening beberapa lamanya, Ho Tiong Jong menanya.
Apa lopek ada murid satu satunya dari akhli silat dan bangunan itu.
oh, tidak.
tidak.
Guruku ada mempunyai dua murid.
Saudara seperguruanku bernama Sam Pek Sin, ia berguru dalam ilmu silat, sedang aku sendiri dalam ilmu bangunan.
Lopek siapa namanya" Aku co Kang cay.
Dan guru lopek sendiri siapa namanya" Suhu bernama In Kay.
Keadaan terdiam lagi beberapa lamanya.
Terdengar sicrang ini yang mengaku bernama co Kang cay berkata lagi.
Bocah, suhuku itu ilmunya sangat tinggi.
Ia berilmu dua macam siiat dan bangunanSuhengku Sam Pek Sin mendapat warisannya silat yang sangat tinggi sedang aku sendiri yang belajar ilmu bangunnya juga sudah menjadi akhli yang rasanya sukar mencari ke duanya, kecuali suhuku sendiri.
Ho Tiong Jong terbelalak matanya mendengar co Kang cay memuji dirinya sendiri punya kepandaian.
Begitu jempol ^ nyeletuk Ho Tiong Jong.
Bocah, aku bukan bicara besar, tapi memang itu sudah menjadi kenyataan, Akhliakhli bangunan lain, tidak ada yang ketika diajak masuk misalnya kedalam satu bangunan benteng dapat mengetahui lantas keadaannya disitu.
Tapi aku sendiri begitu masuk dan memeriksa sebentara n keadaannya lantas mendapat tahu apa apa yang ada dalam bangunan itu, seperti umpamanya ruangan atau jalanan dibawah tanah dan lain-lainnya, yang dirahasiakan oleh pemiliknya.
Ho Tiong Jong tertarik hatinya, ia angguk-anggukkan kepalanya.
Aku mau ceritakan padamu suatu rahasia.
melanjutkan co Kang cay, apakah, kau suka mendengarnya " Silahkan cerita.
jawab Ho Tiong Jong tanpa ragu-ragu.
Disatu kota bernama Yang co ada satu bangunan gunung.
Kalau dilihat sepintas lalu seperti gunung kecil saja, puncaknya ada sangat lancip.
Disitu ubin-ubinnya dari batu marmer yang serupa kembangnya.
Indah sekali dan mengherankan.
Bentuknya gunung ini segi empat, panjang lima tumbak.
lebar lima tumbak dan tingginya juga lima tumbak.
Di tengah-tengahan ini kosong, keadaan sebelah dalamnya dihias sangat menarik hati dan di situ ditempatkan sebuah peti mati dari batu.
Siapa punya peti mati " nyeletuk Ho Tiong Jong.
Kau jangan potong ceritaku, kau dengarkan dahulu, kata Co Kang Cay.
Ho Tiong Jong nyengir dan anggukan kepalanya.
Co Kang Cay meneruskan ceritanya seperti berikut.
Bagunan gunung itu kiranya dibangun oleh seorang hartawan pada jaman akhirnya dinasti Sui.
Untuk mengongkosi bangunan itu, si orang hartawan telah menghamburkan kekayaannya lebih dari separuhnya.
Pada waktu bangunan itu sudah selesai tiba-tiba tidak kelihatan lagi akhli-akhli yang membangunnya.
Menurut dugaan orang mereka telah dibunuh oleh seorang hartawan bernama Kim Pek Ban karena diatas gunung itu ada kedapatan dua mayat.
orang menduga dua mayat itu adalah akhli-akhli bangunan yang tidak munculkan dirinya pula.
Kedalam bangunan rahasia itu belum pernah ada orang yang dapat masuk, karena dinding batu gunung itu tebalnya tidak kurang diti satu tumbak dari atas sampai kebawah tidak kedapatan barang satu lobang, sedang fondamennya, sedalam tujuh delapan tumbak.
Bagaimana Kim Pek Ban menjadi seorang hartawan, menurut orang cerita katanya ia ada mempunyai dua benda ajaib.
Yang satu berupa baskom.
Barang apa saja yang ditaruh dalam baskom ini akan penuh sebaskom.
Misalnya satu gram emas ditaruh dalam baskom itu akan menjadi sebaskom emas, dengan begitu mana Kim Pek Ban tidak menjadi seorang hartawan" Yang satu lagi ada sebuah benda merupakan patungnya satu nona cantik dan elok bahannya terbikin dari batu kumala yang bersifat hangat, batu ini didapat dari luar negri dalam gunung dewa, namanya Ban nian oen-giok (batu kumala yang hangat puluhan ribu tahun) Khasiatnya patung nona cantik dari bahan batu kumala hangat ini, adalah lebih aneh lagi.
Patung itu lemas seperti juga tubuhnya satu gadis cantik, kalau dipeluk hawa hangatnya lebih dari nona cantik yang hidup, Keajaibannya bukan sampai disitu saja lantas keesokan harinya rasa letih dan tidak bernapsu menjadi hilang, terganti dengan rasa segar dan bersemangat.
orang yang berkepandaian ilmu silat.
jikalau tidur dengannya bukan hanya dapat hasil seperti disebut barusan saja, tapi semakin lama tidur dengannya semakin merasakan perubahan bagi dirinya.
Urat-urat dan tulang-tulangnya menjadi kuat dan awet muda.
Ho Tiong Jong sangat ketarik dengan ceritanya co Kang cay.
Ia jadi ngelamun, apakah benar didunia ada dua benda yang demikian ajaibnya" Kalau benar patung sicantik itu dapat membikin orang awet muda dan tidak bisa mati.
mengapa Kim Pek Ban akhirnya mati juga" Memikir kesana, ia lalu menanya.
Co lopek patung itu dapat membikin-orang terus muda, tapi mengapa Kim Pek Ban tokh menemui kematiannya juga " Co Kang Cay tertawa terbahak-bahak.
Bocah, memang kalau tidak tahu duduknya perkara yang akan mengadukan pertanyaan seperti barusanHo Tiong Jong membisu.
Co Kang Cay kemudian, memberikan keterangan seperti berikut tentang dirinya Kim Pek Ban.
Tentang Kim Pek Ban ada mempunyai dua benda ajaib itu telah sampai dikupingnya raja Sui yang-tek.
Keinginan untuk memilikinya lantas timbul sebegitu lekas sang raja mendapat kabar itu.
Karena kalau terang-terangan melakukan perampasan dirumahnya Kim Pek Ban ada kurang baik di pemandangan rakyat, maka dengan diam-diam raja sui yang-setelah mengirim beberapa orangnya untuk menangkap Kim Pek Ban.
Kerajaan Sui yang-tepada waktu itu sudah bobrok, rakyat sudah tidak takut lagi kepada rajanya.
Maka ketika orang-orangnya raja datang, dengan diam-diam Kim Pek Ban telah menyuruh jago-jagonya yang melindungi dirinya membasmi orang-orangnya raja dan mayatnya semua ditanam dengan cara rahasia.
Kejadian ini lama-lama diketahui oleh raja, maka beliau mengirim lagi beberapa orangnya yang berkepandaian silat tinggi, akan tetapi tidak juga berhasil, malah bukan sedikit orang-orangnya yang telah menemui ajalnya.
Karena mana, Sui-yang-tee menjadi sangat marah, beliau lantas mengirim sepasukan tentara untuk membasmi KimPek Ban sekeluarga.
Tapi justru waktu itu Kim Pek Ban sudah selesai dengan bangunan gununggunungannya, maka dengan membawa benda wasiatnya ia telah masuk kedalam bangunan itu dan mulai tidak ada kabar beritanya lagi.
Tapi co lopek ada akhli bangunan yang jempolan, tentu sudah tahu disebelah mana jalanan masuknya kesitu, bukan" nyeletuk Ho Tiong Jong.
Bocah, memang mestinya begitu Tapi apa mau dikata, meskipun aku sudah mempelajari sekian lamanya hal bangunan itu masih belum mendapat tahu kunci jalan masuknya kedalam bangun itu.
co Kang cay tidak meneruskan bicaranya, karena tiba-tiba mendengar ada suara tindakan kaki mendatangi, kemudian disusul dengan suara ketawanya dari orang perempuan-Pada saat itu air telah merendam Ho Tiong Jong sudah setinggi dadanya dan betul betul ia merasa kecewa kalau nanti mati konyol dengan cara begitu.
Ia menduga yang datang itu tentu Seng Giok Cin maka ia pura-pura memejamkan matanya, tidak mau melihat pada si nona.