Seng Eng dan Tok-kay perlu dibasmi.
demikian pikirnya.
Tiba-tiba terdengar Tok kay berkata.
Seng Pocu, kau kasih harga terlalu mahal, aku tidak dapat membayarnya.
Ho Tiong Jong makin kaget mendengar Tok kay berkata demikian-la terus pasang telinganya dengan pikiran melamun.
Hatinya merasa cemas jika melihat sepak terjangnya Seng Eng, ayah nona Seng ini.
Nona Seng sudah melepas budi padanya, pantas ia membelanya mati-matian, tapi ia kecewa menemui ayahnya bukannya orang baik-baik.
Dugaannya ayahnya nona Seng ada seorang pendekar ternama dan budiman, ternyata kecele.
Terbenam dalam soalnya keluarga Seng Imembuat ia tidak tahu kalau diam-diam ada dua orang mendekati padanya.
Mereka itu ada si Ular Kembang Tham Kek dan si Rajawali Botak le Yong, dua orangnya Seng Eng yang sangat diandalkan.
Mereka heran ketika sudah datang dekat Ho Tiong Jong seolah-olah tak menghiraukan-Tok-kay terlaki Ho Tiong Jong supaya lekas melarikan diri.
Ketika tersadar dari lamunannya, pemuda itu sudah lantas lompat mundur dan hendak melarikan diri, tapi sudah keburu di terkam oleh dua orang dari seta dan memperhatikan gerak-geriknya.
Melihat Ho Tiong Jong di halang halangi.
Tok-kay kembali dari larinya hendak memberikan pertolongan, akan tetapi Seng Eng sudah melancarkan serangan kepadanya.
Terpaksa Tok-kay harus melayanijago dari Seng keepo ini.
Hatinya Tok kay gelisah ketika melihat Ho Tiong Jong hendak dicengkeram oleh Ie Yong yang mengeluarkan ilmunya Eng-jiauw-kang.
Suatu cengkeraman yang berbahaya sekali.
ia mengerahkan tenaganya dan mengirimkan serangan telapakan tangan yang mengandung angin keras, maksudnya supaya dapat memukul mundur Seng Eng.
Sementara itu mulutnya berteriak-teriak supaya Ho Tiong Jong lekas melarikan diri Ho Tiong Jong ketika sadar dirinya diserbu orang lantas menegasi siapa adanya mereka itu.
kiranya ada Si Ular Kumbang dan si Rajawali Botak yang ia kenal ketika di Seng kee-po.
Hei, dua saudara ini kenapa hendak menangkap aku" tanyanya heran.
si Rajawali Botak dan si Ular Kumbang menjadi kemekmek melihat yang akan dijadikan mangsanya itu ada Ho Tiong Jong yang mereka tahu betul pemuda itu sudah mati.
Yang tersebut duluan menarik miring cengkeramannya.
selain yang tersebut belakangan juga sudah cepat menarik kembali serangannya yang sudah hampir dilancarkan- Kau.
kau.
katanya hampir berbareng.
Matanya terbelalak mengawasi Ho Tiong Jong.
Menggunakan kesempatan mereka sedang terbelalak bengong.
Ho Tiong Jong sudah lari meninggalkan mereka.
Seng Eng melihat ia sendiri telah gagal menangkap Tok kay, sedang dua orangnya juga tidak berhasil menangkap lawannya, sudah menjadi marah-marah kepada dua orangnya.
Kalian namanya saja jagoan, tapi menyerang saja pada pemuda itu tidak berani.
Apa kegunaannya kalian" Hmm., ,
Aaa Pocu nanti dahulu, aku mau beri laporan.
Orang itu aku kenal bernama Ho Tiong jong demikian ie Yong memberitahukan kepada majikannya.
Kau kenal padanya, tapi kenapa kau tidak berani melancarkan serangan" Pocu orang itu sudah mati.
Aku melihat dengan mata kepala sendiri.
Seng Eng mendelik matanya.
Kau lihat dimana " tanyanya^ Di Seng-kee-po.
Hm menggeram Seng Eng.
Jadi kalian mengira telah melihat setan, bukan" Tham Kek dan Ie Yong saling pandang satu sama lain, batinya mereka risau sekali, sebab mereka tahu adatnya sang Pocu yang kejam, dalam marahnya ia bisa membunuh mati kepada mereka berdua.
Dalam keadaan demikian tiba-tiba ie Yong ingat sesuatu, ia lantas berkata.
Ya, Pocu, aku terus terang bicara pada Pocu, bahwa kematiannya orang itu ada bersangkutan dengan nona Seng.
Diwaktu magrib nona Seng menyuruh aku menguburkan orang itu.
Tapi lantaran peti mati belum sedia maka mayatnya lantas ditaruh dahulu di kuil Po-im-yan.
Menurut pemeriksaanku, memang orang itu sudah mati.
Ya, sudahlah.
memotong sang majikan.
Seng Eng hatinya mendadak lunak, ketika mendengar disebutnya sang putri yang amat dimanjakan itu ada tersangkut.
Tapi apakah betul orang itu ada orang yang kau katakan sudah mati" Karena orang ada yang pengawakan dan wajahnya serupa, kau jangan salah lihat.
Sekarang begini saja, kau pulang dan lihat di kuil Po im-yan masih ada atau tidak" Kalau ia masih kedapatan disana melintang, awas, aku akan cabut nyawamu Ie Yong danTham Kek menjadi melongo Badannya bergemetaran dan keringat dingin keluar membasahi tubuhnya.
setelah berkata pada mereka Seng Eng berpaling pada Ban Siong Tojin, berkata.
Hmm.
Sifatmu ini selalu tak dapat dirubah, sayang aku tidak membawa Pek Boe Taysu kalau tidak.
mereka mana dapat meloloskan diri dari tangan kita" Tapi tidak apa, ada satu waktu mereka akan terjatuh juga ditangan kita.
Aku sebenarnya merasa cemas sekali.
memotong Ban Siong Tojin, Aku sudah beberapa tahun melatih Tenaga cerdasnya Burung , Supaya dapat melawan ilmu Telapakan Tangan Berdarah musuh, tapi.
Ban Siong Tojin tidak meneruskan perkataannya, karena diselak oleh tertawanya Seng Eng yang bergelak-gelak.
llmu Telapakan tangan berdarah orang itu dilatih sampai sekarang, entah sudah menelan berapa banyak jiwa.
Kau mana dapat menandinginya.
Nah, sekarang lebih baik kita pulang dahulu Besok pagi, kau yang menjadi Taysu di luitay.
Mereka berempat lalu meninggalkan tempat itu.
Ketika mereka berjalan sampai ditempat Ho Tiong Jong membereskanjiwanya Sepasang orang ganas ada orang melaporkan tentang ditanamnya dua mayat disitu.
Mereka ketarik hatinya, lantas kuburan Sepasang orang ganas dibongkar, kiranya dua orang itu ada dua penjahat ulung.
Tanda-tanda bekas pukulan menunjukan kematian mereka terkena pukulannya ilmu Kim ci Gin ciang, ilmu istimewa San-yu Lo-long Kong Teng Shoe.
Mereka kemudian pergi ke kuil Po-im-yan, disitu tidak kedapatan mayatnya Ho Tiong Jong, dari sini kenyataan bahwa Ho Tiong Jong sudah melarikan diri.
Si Raja wali Botak Ie Yong menduga-duga akan duduknya perkara.
Ho Tiong Jong mungkin ada permusuhan dengan Sepasang orang ganas mereka telah berjumpa bertempur dengan kesudahan yang tersebut belakangan menemui ajalnya, melihat lukanya si Raksasa lu Goei, juga tentu ada perbuatannya Ho Tiong Jong yang menggunakan ilmu.
Pasir Terbang telah melukai matanya, hingga sekarang orang punya mata menjadi tinggal satu.
Mungkin, karena ketakutan banyak golongan partai marah kepadanya, karena perbuatannya itu, maka ia sudah pura-pura mati dan kemudian melarikan diri.
Demikian pikiran ie Yong yang diberitahukan kepada sang majikan, tapi ia tidak menerangkan halnya nona Seng punya perlakuan terhadap Ho Tiong Jong bertempur dengan sepasang orang ganas karena hendak membelai nona Seng.
Walaupun demikian, Seng Eng sebagai ayah yang menyintai anaknya tentu sudah dapat mengetahui dan memahami hatinya sang puteri.
Meskipun dalam kata kata.
Mengadu silat mengumpulkan sahabat ada tersembunyi maksud tertentu, tapi biar bagaimana tujuannya pertemuan itu adalah untuk memilih pemuda yang dirasa cocok untuk dijadikan mantunya pemimpin dari benteng Seng kee po.
Riwayat dan kepandaian Ho Tiong Jong meskipun wajahnya cakap dan pengawakannya tak tercela, tidak setimpal untuk menjadi kawan seumur hidupnya nona Seng.
Kini Ho Tiong Jong sudah melarikan diri, memang itu ada baiknya.
Memikir sampai disini.
ie Yong merasa sungkan untuk membocorkan rahasianya nona Seng kepada majikannya, sebab ini kalau diketahui dalam kalangan kangouw ada tidak baik.
juga tentang dirinya yang takut dengan setan tentu akan menjadi buah tertawaan di kalangan kangouw manakala diketahuinya.
Kalau sampai begitu, dimana ia akan menaruh mukanya lagi" Mengingat akan hal ini, maka dengan ketawa nyengir ia berkata pada majikannya.
Ya Pocu.
aku harap halnya kami takut dengan setan sukalah tidak disiarkan terlebih jauh, untuk mana kami mengucapkan banyak banyak terima kasih.
Seng Eng kerutkan alisnya sejenak.
kemudian menjawab.
Hm Kau masih ada muka untuk minta dilindungi hal demikian " Pocu dari benteng Seng-kee-po tampak marah betul.
Nah, sekarang begini saja.
Diantara kalian berdua siapa yang berani mengejar dia.
Si Ular Kumbang Tham Kek susah hatinya, dari setadian ia tundukkan kepalanya.
Mendengar perkataannya sang majikan, ia lalu angkat kepalanya dan berkata.
Pocu, biarlah aku menebus dosaku, akan kucari dia dimana tempatnya.
Begitu Pocu memberi izin aku akan segera mencarinya.
Seng Pocu hatinya girang, parasnya berubah lunak lagi.
Ya, karena kalian sudah mengaku kesalahannya, kata Seng Eng.
aku juga tidak mau mengungkat-ungkat lagi urusan ini.
Nah Ban Siong Totiang, lihatlah mukaku harap kau juga bisa menyimpan rahasia urusan ini.
Ban Siong Tojin tertawa terbahak-bahak.
Jangan kuatir, katanya, aku akan tepati pesan ini.
Mana aku berani tidak menyetujui sebab kalau kebentrok dengan mereka berdua mana bisa aku mengasingkan diri dengan hati tentram.
Sudahlah, Seng Eng memotong, Kau jangan banyak bicara, sekarang lekas lekas mengatur orang yang boleh dipercaya untuk menyelidiki sekitar tempat seratus li luasnya.
Kalau perlu, boleh juga menyuruh bajingan bajingan ditempat ini untuk bantu menyelidikinya.
Harus menggunakan akal untuk menghadapmya dan boleh bertempur sesuka hati kalian mengerti.
Berempat lalu berpisahan, masing-masing hendak mengatur tugasnya.
ooOOoo
Diceritakan Ho Tiong Jong ketika siular sudah mencapai lima-enam lie, lantas perlambat larinya sambil matanya menyapu kesekelilingnya tempat.
Tiba-tiba ia melihat sesosok bayangan.
Ketika ditegasi, bayangan itu ternyata ada Tok kay yang sedang berdiri dibawah pohon dengan semangkok bubur ditangan.
Ha ha ha ia tertawa pada Ho Tiong Jong.
Matanya si pemuda mengawasi pada si pengemis kejam, tapi tidak mengutarakan kebencian diwajahnya, ketika ia datang dekat pada Tok kay, yang tersebut belakangan berkata.
Bocah, kau baru sampai" Barusan aku juga baru sampai habis minta-minta bubur pada orang.
Apa kau tidak merasa lapar" Kalau tidak merasa kotor ini, mari kita makanmakan sama-sama " Ho Tiong Jong yang memang sudah sangat lapar tidak sungkan-sungkan lagi lantas menemani Tok-kay duduk diatas rumput dan makan bubur bersama-sama.
Selagi mereka asik makan dengan gembira, tiba-tiba ada muncul seekor binatang serigala menghampiri mereka.
Diam-diam Tok-kay memungut batu kecil, dengan sekali sentil batu itu meluncur lebih cepat dari peluruh dan kena tepat dibagian tabuhnya yang mematikan.
Terdengar raungannya yang mengerikan, setelah berkelejatan, serigala itu telah habis nyawanya.
Ho Tiong Jong kerutkan alisnya.
Kau kenapa membunuh padanya" ia menanya dengan nada tidak puas.
Karena ia akan merebut makanan kita.
jawabnya.