Halo!

Suling Naga Chapter 92

Memuat...

"Cukup!"

Bentak Kam Bi Eng.

"ke arah mana larinya kakek yang menculik anakku itu?"

"Dari sini ke timur, setelah lima li ada hutan kecil, dia lari ke arah utara,"

Jawab Hong Beng. Dan tiba-tiba saja wanita itu berkelebat dan lenyap dari situ! Suma Ceng Liong juga akan lari, akan tetapi teringat akan ibunya dan dia berdiri bingung. Dia cepat berjongkok dan memeriksa keadaan ibunya. Alisnya berkerut dan dua titik air mata membasahi matanya. Pendekar ini lalu bangkit berdiri.

"Siapa kau?"

Hong Beng menjatuhkan diri berlutut.

"Susiok, nama saya Gu Hong Beng dan teecu adalah murid dari suhu Suma Ciang Bun. Teecu diutus menyelidiki keadaan pembesar Hou Seng di kota raja akan tetapi oleh suhu disuruh singgah dulu di sini untuk minta keterangan dan nasihat dari Susiok."

"Hemm, kau jaga dulu ibuku ini. Ia sudah.... tak mungkin dapat ditolong lagi. Tahukah engkau dengan apa pahanya itu dilukai?"

"Dengan Ban-tok-kiam."

"Ban-tok-kiam? Bagaimana kau bisa tahu.... ah, sudahlah, nanti saja bercerita. Kau jaga ibuku dan aku akan mengejar kakek iblis itu!"

Dan tubuhnya berkelebat lenyap pula dari depan Hong Beng. Pemuda ini semakin kagum dan diapun memondong tubuh nenek itu, dibawanya ke dalam sebuah kamar menurut petunjuk seorang pelayan yang tadi mendengarkan percakapan mereka dan percaya kepada pemuda ini yang mengaku murid keponakan majikannya. Gu Hong Beng menunggui tubuh nenek itu.

"Wajah nenek itu biru kehitaman dan menakutkan sekali, matanya melotot dan mulutnya terbuka. Napasnya masih belum terhenti, terengah-engah dan tinggal satu-satu, tubuhnya panas seperti dibakar api. Dia mengingat-ingat pelajaran tentang pengobatan yang pernah dipelajarinya dari gurunya, dan dirabanya pergelangan tangan kiri nenek itu, kemudian yang kanan. Denyut jantungnya lemah sekali di bagian kiri, akan tetapi di lengan kanan itu tidak ada denyut sama sekali. Diapun tahu bahwa nenek ini sukar sekali ditolong, kecuali kalau ada obat dewa. Andaikata masih dapat ditolong, tidak mungkin pendekar Suma Ceng Liong akan meninggalkannya begitu saja untuk mengejar penculik anaknya. Tentu lebih dahulu akan menolong dan mengobati ibunya.

Post a Comment