Halo!

Suling Emas Naga Siluman Chapter 98

Memuat...

"Siapakah itu Hek-i-mo?"

"Aku sendiri belum pernah bertemu dengan mereka, akan tetapi sudah kudengar nama mereka. Hek-i-mo adalah perkumpulan, atau lebih tepat dinamakan gerombolan yang merajalela di daerah Sin-kiang, selain berpengaruh dan mempunyai hubungan dekat dengan penguasa, juga gerombolan itu lihai bukan main, dipimpin oleh datuk-datuk kaum sesat dan memiliki pasukan yang kuat."

"Jadi ibu berpenyakitan setelah bertanding melawan mereka?"

"Begitulah menurut penuturan Ayahmu kepada seorang di antara isterinya, karena dalam pertempuran antara orang tuamu melawan gerombolan itu, mendiang Ibumu menderita pukulan beracun dan pada waktu itu Ibumu sedang mengandung. Hanya itulah yang kudengar dari percakapan mereka dan aku lalu pergi karena merasa tidak enak mendengarkan pembicaraan suami Isteri."

"Kalau begitu, aku akan mencari Hek-i-mo dan akan membasminya untuk membalaskan kematian Ibu!"

"Hemm, jangan kira hal itu mudah saja, Ci Sian. Sepanjang pendengaranku, Hek-i-mo merupa-kan gerombolan yang amat berbahaya dan sudah banyak pendekar-pendekar berilmu tinggi yang gagal dan bahkan menemui kematian ketika berhadapan dengan mereka. Bahkan Ayah Ibumu yang demikian lihai pun agaknya gagal."

"Aku tidak. takut gagal, aku tidak takut mati!"

Kam Hong mena-han senyumnya. Dara ini masih seperti dulu, pemberani dan keras hati sehingga amat mengkhawa-tirkan karena sikap seperti itu banyak mengakibatkan malapetaka kepada diri sendiri.

"Biarpun engkau berusaha, kalau sudah pasti bahwa engkau akan gagal, apa artinya? Engkau harus memper-dalam ilmu kepandaianmu, dan untuk itu, aku mau membantumu, Ci Sian. Ingat, aku masih ada hutang padamu."

"Hutang? Hutang apa?"

"Hutang ilmu. Lupakah kau akan ilmu yang kita bersama temukan pada tubuh jenazah kakek kuno itu? Aku masih harus mengajarkannya kepadamu karena engkau pun berhak mempelajarinya, dan kita berdualah yang menemukannya."

Ci Sian mengerti bahwa apa yang dikatakan oleh pendekar ini memang benar. Biarpun tadinya dia merasa bahwa ilmu kepandaian yang dipelajarinya dari See-thian Coa-ong cukup tinggi, namun ternyata bahwa ilmunya itu masih jauh daripada cukup jika dia berhadapan dengan orang-orang pandai, juga ular-ularnya itu tidak ada artinya kalau dia bertemu dengan lawan tangguh. Dan dia percaya bahwa pendekar ini memang memiliki ilmu yang tinggi sekali, kalau tidak demikian, mana mungkin dapat melarikan dia dari tangan ayahnya dan isteri-isteri ayahnya yang demikian lihainya?

"Baiklah, Paman, aku akan belajar darimu."

"Nah, sekarang ceritakan apa yang telah terjadi denganmu semenjak kita saling berpisah. Ke manakah engkau pergi ketika kita berdua terdampar di lembah tanpa jalan keluar itu? Kuingat ketika bukit itu longsor dan kita terasing di lembah salju?"

"Aku sedang mencari burung dan aku lalu terpeleset jatuh ke dalam jurang."

"Hemm, sudah kuduga begitu. Akan tetapi bagaimana engkau dapat hidup setelah terjatuh ke dalam jurang yang sedemikian dalamnya?"

"Aku ditolong oleh seorang kakek yang berama See-thian Coa-ong, Paman"

Dara itu lalu menceritakan pengalamannya sampai dia diambil murid oleh kakek Raja Ular itu.

"Bagus sekali, engkau beruntung, selain dapat diselamatkan dari ancaman bahaya maut, masih menemukan seorang guru yang pandai. Pantas saja engkau pandai bermain-main dengan ular."

"Paman, hal itu belum berapa penting. Yang kuanggap paling menarik dan pen-ting adalah ketika aku diajak oleh guruku itu untuk menemui musuhnya di Lembah Suling Emas, yaitu di luar lembah di mana tinggal musuh Guruku. Di situ aku bertemu degan seseorang yang tentu akan membuat Paman terkejut sekali, dan tak mungkin Paman dapat menduganya siapa."

Di dalam hatinya, Kam Hong tertarik sekali, akan tetapi dia tetap nampak tenang dan tersenyum, seperti seorang dewasa mendengarkan penuturan seorang anak kecil saja.

"Siapakah dia yang kau-maksudkan itu?"

"Musuh Guruku itu adalah Cui-beng Sian-li Tang Cun Ciu, seorang di antara.... eh, isteri Ayah, wanita yang paling, galak dan paling lihai yang hampir membunuhku malam tadi. Dia adalah seorang tokoh Lembah Suling Emas dan ilmunya tinggi sekali."

"Hemm, sungguh aneh sekali ada lembah yang bernama Lembah Suling Emas."

"Aku pun tadinya merasa heran, Paman. Menurut Guruku, Lembah Suling Emas itu adalah lembah tempat keluarga yang amat sakti, yaitu keluarga Suling Emas."

"Hemmm....!"

Kam Hong mengelus dagunya dan alisnya berkerut. Apa pula ini?

"Aku pun merasa penasaran, Paman. Bukankah Paman satu-satunya Pendekar Suling Emas dan Paman memiliki sebuah suling dari emas, juga Paman malah memiliki ilmu-ilmu peninggalan Pendekar Suling Emas, akan tetapi di Pegunungan Himalaya ada lembah yang yang bernama lembah Suling Emas dan menjadi tempat tinggal keluarga Suling Emas! Akan tetapi Guruku tidak dapat bercerita lebih jelas. Akan tetapi Cui-beng Sian-li Tang Cun Ciu itu memang lihai sekali sehing-ga Suhuku sendiri hanya dapat mengimbangi dalam ilmu silat tanpa dapat mengalahkannya. Dan yang luar biasa adalah muridnya, Paman."

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment