Halo!

Si Rase Emas Chapter 22

Memuat...

"Hemm, kau tunggulah sebentar ...

aku akan segera kembali" Kata lelaki tua itu.

"Silahkan ..

aku akan menunggu ?" Kata Kie Bouw dengan suara yang tawar.

Sedangkan lelaki tinggi besar yang telah patah kedua tangannya itu, setelah mengawasi Kie Bouw sejenak, te!ah membalikkan tubuhnya dan meninggalkan tempat itu.

Kie Bouw hanya mengawasi saja, sedangkan si gadis yang tadi telah disiksa oleh lelaki tinggi besar itu cepat2 menghampiri Kie Bouw dan berlutut dihadapan pemuda tersebut.

Kie Bouw tentu saja jadi repot untuk menghindarkan penghormatan itu.

"Terima kasih atas pertolongan yang diberikan oleh Kui-jin !" Kata sigadis."Jangan banyak peradatan...

!" Kata Kie Bouw.

"Siapakah nona ?

Mengapa disiksa oleh orang itu?" Sigadis menangis lagi.

"Siauwlie Khang Pai Lan...

!" Katanya.

"Dan Siauwlie berdagang bakso dipojok jalan ini, tetapi orang itu buaya kota ini, selalu memerasku, ingin meminta pajak liar.....

dan hari ini kebetulan daganganku tidak laku, sehingga kukatakan padanya aku tidak mempunyai uang.

Tetapi dia jadi marah dan telah menyiksaku." "Hmmm.........., nona jangan takut, nanti akan kuhajar lagi dia !" Kata Kie Bouw.

"Pergilah kau kembali ketempatmu !" Gadis itu yang ditolong oleh Kie Bouw telah menyatakan terima kasihnya berulang kali.

Dan dia juga telah melihatnya bahwa Kie Bouw memang memiliki kepandaian yang sangat tinggi.

Dengan sendirinya, membuat dia sangat kagum.

Dengan perasaan berterima kasih sekali dia telah berlalu dari tempat itu.

Kie Bouw melanjutkan makannya.

Sedangkan tamu2 dari rumah makan itu telah mengawasi kearah Kie Bouw dengan perasaan kagum.

Di antara mereka juga ber-bisik2 memperbincangkan si pemuda yang tangguh ini.

Tetapi Kie Bouw sudah tidak memperdulikan semua itu, dia telah meneruskan makannya.

Saat itu, dia juga tengah menantikan kedatangan lelaki tinggi besar yang menjadi buaya darat dikota ini.

Dan Kie Bouw memang yakin lelaki buaya darat kota ini akan datang kembali dengan kawan2nya.

Tetapi Kie Bouw tidak jeri.

Malah dia ingin menantikannya, agar dapat memberikan hajaran pada buaya2 darat itu.

Dan itulah sebabnya sengaja Kie Bouw menanti saja dengan melahap makanannya per-lahan2.

Dia bersantap juga tanpa memperdulikan keadaan se kelilingnya.Lama juga Kie Bouw berdiam dirumah makan itu, sampai akhirnya dari kejauhan terdengar suara yang ramai.

Semua orang yang menjadi tamu rumah makan itu jadi berobah muka mereka, menjadi pucat.

Begitu juga para pelayan rumah makan tersebut, tampaknya ketakutan.

Dan diantara para pengunjung rumah makan itu yang nyalinya kecil, telah cepat2 meninggalkan ruangan rumah makan itu.

Rupanya mereka tidak mau jika nanti menjadi sasaran dari perkelahian atau keributan yang akan terjadi.

Sedangkan para pelayan rumah makan itu masing-masing telab mencari tempat yang aman.

Mereka bersembunyi dibalik kursi dan meja.

Diantara suara ramai2 yang semakin jelas terdengar itu, tampak belasan orang dimuka rumah makan itu.

Salah seorang diantara mereka terlihat lelaki tinggi besar yang sepasang tangannya telah dipatahkan Kie Bouw.

Tentu saja hal ini membuktikan bahwa lelaki tinggi besar itu telah mengajak kawan2nya ini buat mengeroyok Kie Bouw atau mengepruknya.

Tetapi Kie Bouw tidak jeri.

Dia masih duduk dikursinya.

Sikapnya tenang sekali.

"Keluarlah.....!" Bentak lelaki tinggi besar yang sepasang tangannya telah patah itu.

Dan tampak Kie Bouw berdiri dari duduknya.

Per-lahan2 dia melangkah keluar.

"Apa yang kau inginkan lagi ?" Tanya Kie Bouw dengan sikap yang tenang."Jiwamu.......!" "Hemm........., tetapi tidak semudah itu !" "Kau harus mampus.......

!" "Walaupun jumlah kalian demikian banyak, tetapi jargan harap dapat mencelakai diriku!

mungkin kalian yarg akan terbinasa keseluruhannya !

lebih baik kalian bubar saja!" Tentu saja perkataan Kie Bouw ini telah membuat belasan orang itu jadi murka bukan main.

Dengan mengeluarkan suara teriakan2 yang mengguntur, mereka telah menerjang.

Gerakan yang mereka lakukan itu sangat bengis dan kejam sekali.

Dan juga terlihat jelas, betapa gerakan yang mereka lakukan itu juga merupakan gerakan untuk membinasakan Kie Bouw.

Tetapi Kie Bouw tetap berdiri tenang2 ditempatnya, sedikitpun juga dia tidak bergerak dari tempatnya berdiri.

Dia hanya memandang dengan sorot mata yang sangat tajam pada terjangan belasan orang itu.

Dan suara gemuruh terdengar disebabkan pekik teriakan belasan orang itu, para pelayan rumah makan itu tambah ketakutan.

Tetapi Kie Bouw tenang sekali.

Pada wajahnya tidak terlihat perasaan takut sedikitpun juga, karena dia memaog tidak merasa jeri.

Ketika melihat terjangan orang2 itu hampir tiba, dengan mengeluarkan suara seruan yang keras sekali, tampak Kie Bouw telah menggerakkan sepasang tangannya, Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bauw bukannya gerakan yang sembarangan.

Karena pada kedua tangannya itu telah disaluri oleh tenaga dalam yang kuat sekali.

Kali ini Kie Bouw juga tidak berlaku sungkan2 lagi, karena mengetahui orang2 itu adalah buaya2 darat yang jahat.

Maka dengan mengeluarkan suara teriakan yang keras sekali, dia telah melancarkan serangan dengan serangan yang sangat hebat sekali.Maka tidak heran, begitu tenaga seraogan itu telah di lancarkan, tubuh orang2 itu terpental.

Mereka telah bergulingan diatas tanah.

Rupanya sampokan tenaga dalam Kie Bouw memang merupakan sampokan yang hebat.

Dan juga terdengar suara pekik kesakitan dari orang2 tersebut, bercampur perasaan kaget.

Maka dari itu, segera pula terlihat, betapa mereka telah saling tindih.

Dengan hati masih diliputi perasaan terkejut mereka telah bangkit berdiri.

Muka orang yang bertubuh tinggi besar yang sepasang tangarnya telah dipatahkan oleh Kie Bouw, tampak berdiri pucat pias, karena terkejut.

Tetapi ketika dia tersadar dari perasaan kagetnya, dia jadi murka bukan main.

"Serang.....!" Dia memberikan perintahnya dengan suara yang nyaring sekali.

Dan anak buah lelaki itu telah mengeluarkan suara pekikan yang menyeramkan.

Mereka telah menyerang lagi.

Dan terjangan mereka juga sangat menyeramkan sekali, karena masing2 telah menggenggam senjata tajam.

Gerakan yang mereka lakukan itu merupakan gerakan yang sangat bengis.

Maksud mereka ingin mencincang tubuh Kie Bouw.

Tentu saja Kie Bouw jadi terperanjat juga melihat sinar golok dan pedang ber- kelebat2.

Dengan cepat dia mengadakan persiapan.

Disaat sinar senjata tajam menyambar kearahnya, dengan gerakan yang sangat cepat dia telah menyentil setiap senjata yang menyambar kearahnya.

Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang gesit.Hal ini disebabkan Kie Bouw memang memiliki ginkang yang sangat tinggi.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hal itu telah membuat Kie Bouw berhasil, menyentil senjata lawannya.

Orang2 yang mengeroyoknya juga sangat terkejut.

Karena setiap kali seajata mereka kena disentil Kie Bouw tentu tergetar.

Disamping itu, telapak tangan mereka juga jadi nyeri sekali.

Tentu saja hal ini membuat orang2 itu jadi terkejut bukan main.

Dan mereka telah melompat mundur.

Pada wajah mereka memperlihatkan perasaan nyeri dan nyali mereka mulai goyang.

Melihat keadaan tidak beres buat pihaknya, orang yang kedua tangannya telah dipatahkan Kie Bouw telah ber-teriak2 dengan murka.

"Serang....!

Serang....!" Dan anak buahbnya telah menyerbu lagi.

Senjata tajam telah ber-kelebat2 cepat lagi ke arah Kie Bouw.

Disaat seperti inilah Kie Bouw merasakan bahwa dia tidak boleh bertindak kepalang tanggung.

Dangan mangeluarkan suara siulan yang panjang, dia telah menggerakkan kedua tangannya.

Seketika itu jugs senjata2 tajam yang kena disampoknya telah, mental balik.

Dan menghajar batok kepala majikan masing2.

Dan segera juga tubuh2 berjatuhan dan terkulai diatas tanah dlam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Karena mereka telah binasa terhajar oleh belakang senjata mereka masing2.Telah ada tujuh orang yang rubuh mati diranah.

dan yang lainnya telah menghentikan serangan mereka dan melompat mundur.

Mereka cepat2 berlutut meminta penghampunan pada Kie Bouw.

Apa yang mereka lakukan itu merupakan jalan satu2nya, karena mereka telah melihatnya bahwa pemuda ini sangat tangguh dan kosen sekali.

Itulah sebabnya mereka juga menyadarinya bahwa mereka tidak mungkin dapat menghadapinya.

Dengan cepat mereka meminta pengampunan begitu buat jiwa mgsing2, begitu juga lelaki yang bertubuh tinggi besar yang tangannya tetah dipatahkan Kie Bouw.

Tampaknya mereka ketakutan sekali.

Kie Bouw mau mengampuni mereka.

Pemuda she Thang ini hanya meminta mereka berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi.

Dan orang2 itu memberikan janjinya.

Maka mereka diberikan pengampunan oleh Kie Bouw.

Setelah orang itu bubar dan setelah Kie Bouw kenyang menangsel perutnya, Kie Bouw melanjutkan perjalanannya lagi.

Dia telah meninggalkan kota itu.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh Kie Bouw membuat penduduk kota itu bergirang hati.

Sebab Kie Bouw telah memulihkan ketenangan dan keamanan kota itu.

Dengan sendirinya, mereka sangat kagum atas kepandaian yang dimiliki oleh Kie Bouw.

Dan ginkang Kie Bouw yang begitu sempurna, gerakannya yang gesit menyerupai seekor rase, dan juga karena melihat kemuliaan hati pemuda itu bagaikan murninya emas, akhirnya penduduk kota itu telah memberikan gelaran kepada Kie Bouw dengan julukan Si Rase Emas!Dan julukan Si Rase Emas itu dari hari kehari semakin terkenal saja.

Post a Comment