Halo!

Si Rase Emas Chapter 21

Memuat...

Rupanya perlawanan yang diberikan oleh rombongan hantu2 itu sangat kuat sekali.

Dan perlawanan seperti ini telah membuat si hweshio yang hanya seorang diri harus menghadapi hantu yang berjumlah sangat banyak itu, telah membuat Kie Bouw dan juga Kwa Sin Lan memperoleh kenyataan si hweshio agak kewalahan juga.

Tetapi hweshio itu sama sekali tidak mengenal mundur, dia telah mengempos terus kepandaiannya, dan disertai pula oleh suara bentakannya .

"Kembalikanlah !" Dan getaran yang terjadi pada diri si Hweshio yang keras bukan main telah terlibat jelas sekali bahwa dia tengah menghadapi suatu saat2 yang sangat menentukan sekali.

Mau tidak mau memang telah membuat Kwa Sin Lan dan juga Kie Bouw memang tambah berkuatir sekali.

Apalagi memang mereka jaga telah melihat-nya bahwa napas dari si hweshio telah mendengus keras den cepat sekali, mau tidak mau teIah membuat hweshio itu tampaknya letih sekali.

Dan Kwa Sin Lan atau juga Kie Bouw memang dapat menerkanya bahwa si hweshio tentu nya tengah menghadapi hantu2 yang banyak jumlahnya.

Rupanya si hweshio tengah dikereyok oleh hantu2 itu, sehingga dia sama sekali tampak nya sibuk mengerahkan seluruh kekuatan yang ada.

Disaat itulah, diantitara suara mendesah napas dari pendeta itu, maka terlihat si hweshio tampaknya telah habis kesabaran hatinya.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras.

"Hancurlah..........!" Kong-tai Siansu telah mengempos semangatnya.Dia telah menyalurkan seluruh ilmu dan kekuatan bathinnya untuk menyerang.

Terdengar suara pekikan tanpa wujud.

Dan disaat itu pula telah terlihat betapa goncangan yang terjadi diruangan ini telah terhenti.

Dan anehnya, seketika itu juga disudut ruangan itu nampak ayah Kwa Sin Lan.

Dengan sendirinya si gadis she Kwa itu mengeluarkaa seruan girang.

Dia telah berlari menubruk dan merangkulnya.

Tentu saja hal ini telah membuat Kie Bouw juga jadi girang bukan main.

Disaat itulah, dia melihat betapa ayah Kwa Sin Lan telah menggeliat, seperti baru tersadar dari mimpinya, Sedangkan si hweshio Kong-tai Siansu telah berhenti dari semadhinya.

Dia telah berdiri dungan keringat dingin yang mengucur deras.

"Selesai !" Kata si hweshio.

Kie Bouw, Kwa Sin Lan dan ayah sigadis telah menyatakan terima kasih mereka.

"Aku bukan hanya menolongi ayahmu, nona, coba kalian lihat keluar, hutan tempat sarang hantu2 itu telah kuhancurkan.....!" Kata si hweshio lagi.

Dan Kie Bouw bertiga telah melongok keluar.

Benar saja, dari kejauhan terlihat hutan diluar kampung itu tengah terbakar.

Dan Kong Tai Siansu telah menjelaskan, dengan terbakarnya hutan itu, berarti musnahnya istana dari wilayah hantu itu.

Dan untuk selanjutnya penduduk kampung itu tidak akan djganggu oleh keganasan hantu2 itu lagi .............Kie Bouw bertiga telah menarik napas lega.

Sedangkan si hweshio telah meminta diri, karena dia harus melakukan perjalanan lagi, guna mencari tempat2 hitam untuk dibasminya dari gangguan setan itu.

Dan kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw merasa berat untuk berpisah dengan hweshio itu.

Begitu juga halnya dengan si gadis sbe Kwa dan ayahnya.

Tetapi karena si hweshio telah menyelesaikan tugasnya, maka dia telah pamitan lalu mereka pun berpisah.

Sedangkan Kie Bouw juga telah berpisah dengan Kwa Sin Lan dan ayah si gadis.

Mereka telah meninggalkan kampung itu untuk meneruskan perjalanan mereka .....

---oo~dwkz.0.Tah~oo--- BAGIAN 12 PENGALAMAN yang telah dialami oleh Kie Bouw merupakan pengalaman yang mengerikan dan berkesan dihati pemuda ini.

Dia juga merasakan betapa apa yang dialaminya itu merupakan pengalaman yang jarang sekali dapat diperoleh diatas permukaan bumi.

Bayangkan saja, seorang yang telah melatih diri didalam ilmu silat yang tinggi, harus berhadapan dengan hantu2.......

tentu saja hal itu memang sulit sekali untuk dilawan.

Kenyataan seperti ini mau tidak mau telah membuat Kie Bouw jadi menghela napas lagi, dan membuat Kie Bouw bertekad dia memang harus dapat turun tangan guna dapat menolongi pihak yang lemah dari tindasan sikuat.

Berkat pertolongan yang diberikan oleh Kong Tai Siansu maka persoalan dengan hantu itu telah dapat diselesaikan dan wilayahkekuasaan hantu2 penasaran itu telah dapat dimusnahkan berkat ilmu si pendeta Kong Tai Siansu yang memang hebat.

Perjalanan pemuda ini menuju kearah timur.

Dia melakukan perjalanan dengan cepat.

Didalam waktu tiga hari Kie Bouw telah berada diwilayah Sucoan, dikota Hay-ping-kwan.

Dan kota ini merupakan kota yang sangat besar sekali.

Dan waktu Kie Bouw tiba dikota itu matahari telah naik tinggi, hari telah siang benar dan Kie Bouw telah memasuk kota itu dari pintu bagian barat.

Maksud Kie Bouw ingin beristirahat dan untuk menangsal perutnya yang sudah lapar, tetapi ketika Kie Bouw tengah melangkahkan kakinya itu sambil memandang kekiri dan keknan untuk melihat2 tempat untuk bersantap, disaat itulah tiba2 telah dihadang oleh seorang pengemis tua.

"Tuan muda maukah kau menolongku ?" Tanya sipengemis dengan tubuh yang ter-bungkuk2 dan seperti juga mengharapkan sekali pertolongan dari Kie Bouw." "Pertolongan ?

pertolongan apa paman pengemis ?" Tanya Kie Bouw.

"Ya ......

aku situa sudah empat hari tidak makan, maukah kau menolongku memberikan satu atau dua tail buatku untuk membeli makanan" Kata sipengemis.

Kie Bouw tidak segera menyahuti, karena dia telah memandang dengan sorot mata yang tajam pada pengemis itu.

Dia tetah memandangi saja dan me-lihat2 apakah pengemis ini benar2 merupakan seorang pengemis yang harus dikasihani.

Dan setelah melihat usia dari pengemis yang memang telah lanjut dan juga memang melihat tubuh sipengemis yang kuruskerempeng, akhirnya Kie Bouw telah merogo sakunya, dia mengeluarkan dua tail perak.

Diberikannya uang itu pada si pengemis, dan sipengemis telah menerimanya sambil mengucapkan terima kasihnya berulang kali.

Dan Kie Bouw telah melanjutkan perjalanannya lagi.

Tidak jauh dari tempatnya berada, dia telah melihat sebuah rumah makan yang tidak begitu besar, tetapi bersih.

Kie Bouw menghampirinya, dilihatnya didalam ruangan makan itu telah terdapat beberapa orang ramu.

Tetapi masih terdapat meja2 yang kosong, segera Kie Bouw memilih sebuah meja dan rnemesan makanan untuknya pada pelayan yang telah menghampirinya.

Dengan cepat makanan yang dipesan oleh Kie Bouw telah datang diantar pelayan itu.

Dan per-lahan2 Kie Bouw teleh menikmati makanan itu.

Tetapi ketika Kie Bouw tengah bersantap begitu, tiba2 dia mendengar suara jeritan.

Dengan terkejut Kie Bouw menoleh kearah pintu dari rumah makan tersebut, dan dia melihat seorang gadis tengah ditempiling oleh seorang lelaki bertubuh tinggi besar.

Tempilingan itu telah membuat tubuh gadis itu berputar dan terpelanting.

Dan si gadis me-raung2 Tentu saja Kie Bouw merasa kurang senang melihat pemandangan seperti ini.

Dia telah meletakkan sumpitnya dan mengerutkan sepasang alisnya!

Diawasi nya orang lelaki bertubuh tinggi besar itu dan juga dia telah melihat betapa lelaki itu telah mengulurkan tangan nya menjambak rambut si gadis.Dan ketika tangan kirinya telah melayang lagi, maka segera juga muka gadis itu telah kena di tempilingnya.

Keras sekali tamparannya.

Karena tubuh gadis itu telah terjungkel dan terguling diatas tanah.

Seketika itu juga telah membuat Kie Bouw jadi tambah tidak senang.

Darahnya juga jadi mendidih.

Dengan cepat Kie Bouw berdiri dari tempat duduknya, sedangkan tamu2 yang lainnya setelah melihat peristiwa tersebut, hanya berdiam diri saja dan meneruskan makan mereka masing2.

Seperti juga urusan ini tidak dianggap oleh mereka Saat itu, terlihat betapa Kie Bouw telah melangkah keluar.

Berbareng mana saat itu lelaki bertubuh tinggi besar itu tengah mengulurkan tangannya menjambak rambut dari gadis itu lagi!

maksudnya akan melancarkan serangan lagi.

Tetapi dengan gerakan yang cepat bukan main, Kie Bouw telah mencelat.

Dia telah menggerakkan tangannya, segera juga terdengar yang nyaring ......

Plakk.......!

plakkk.......!

Ternyata muka lelaki tinggi baser itu telah kena ditempilingnya.

Dan tempilingan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan tempilingan yang sangat kuat.

Karena terlihat betapa tubuh lelaki tinggi besar itu telah terpental.

Dan tubuhnya bergulingan diatas tanah.

Tentu saja hal ini telah membuat lelaki tinggi besar itu jadi murka sekali.

Dia telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras bukan main.

Dan dengan mengeluarkan suara teriakan, dia telah bangkit berdiri.

Dia berteriak begitu dengan suara yang sangat mengguntur.

Terlihat betapa tubuhnya telah menerjang kearah Kie Bouw dengan wajah yang bengis.Si gadis yang tadi disiksanya telah duduk menangis dipinggir jalan.

Tampaknya gadis itu ketakutan sekali, Sedaagkan Kie Bouw telah memandang saja serangan dari lelaki itu.

Sedikitpun juga Kie Bouw tidak menepi atau mengelakkan serangan yang dilancarkan oleh lawannya, Dan setelah terjangan lelaki tinggi besar ini hampir tiba, dengan gerakan yang amat cepat sekali, Kie Bouw telah mengeluarkan suara dengusan.

Dengan kecepatan yang bukan main dia telah membentak dan menggerakkan tangan kirinya.

Dan tampaklah tubuh orang itu telah terpental keras sekali.

Dan terbanting diatas tanah.

Seketika itu juga lelaki bertubuh tinggi besar itu telah meraung dengan suara yang menyayatkan, karena tangan kanannya telah patah.

Tentu saja dia jadi menderita kesakitan yang bukan main, dan dengan mengeluarkan suara rintihan dia telah merangkak untuk dapat berdiri.

Disaat itulah, tampak sigadis telah menutupi mukarnya menangis ketakutan.

Tatapi lelaki bertubuh tinggi besar itu rupanya memang seorang yang bandel.

Walau dia telah diserang begitu rupa dan telah dihajar sampai tangannya patah oleh Kie Bouw kenyataannya dia tidak mau sudah sampai disitu saja.

Dengan cepat dia telah berdiri dan telah melompat akan melancarkan serangan lagi.

Disebabkan tangan kanannya telah patah, maka dia menyerang dengan tangan kirinya.

Dia melompat menerjang begitu disertai oleh suara raungan yang manyeramkan sekali.

Dan juga gerakannya sangat kejam dan telengas sekali, karena dia bermaksud akan menghajar hancur batok kepala Kie Bouw Tentu saja Kie Bouw jadi mendongkol bukan main melihat hal ini.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring tampak Kie Bouw telah menggerakkan tangan kirinya, dengan cara melintang,untuk menangkis serangan lawannya.

lalu tangan kanannya telah nyelonong dan menghajar telak sekali dada lelaki itu.

"Bukkk..............!" Tubuh lelaki yang tinggi besar itu telah terpental lagi dengan keras.

Ambruk diatas tanah dan terbanting dengan tangan kirinya telah patah lagi !

Dia mengeluarkan suara rintihan sambil berdiri Dia mengawasi Kie Bouw dengan sorot mata yang bengis sekali, sambil bentaknya.

"Siapa kau ?

Mengapa kau mencampuri urusan ku ?" Bentaknya dengan bengis.

"Aku she Thang dan bernama Kie Bouw!" Menyahuti Kie Bouw dengan tawar.

Muka lelaki tua itu tampak tambah bengis.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment