Halo!

Si Rase Emas Chapter 20

Memuat...

Kembali........!

Kembali.........!

Maka kau akan segera kembali keduniamu!" Kie Bouw telah menyebut perkataan kembali se-banyak tiga kali.

Seketika itu juga keadaan disekeliling jadi gelap-gulita, Orang tua itu juga telah lenyap.

Begitu juga perkampungan hantu itu telas sirna pula Dan ketika segalanya telah menjadi terang kembali, dan Kie Bouw telah dapat melihat segalanya, dia jadi ter-heran2 dirinya ternyata beada di-tengah2 hutan belantara.

Keringat dingin jadi membanjir keluar dari kening dan tububnya.

Cepat2 Kie Bouw telah meninggalkan tempat itu.

---oo-dwkz)0(TAH-oo--- BAGIAN 11 KETIKA sampai dirumah penginapannya Kie Bouw masih memburu napasnya, Dia segera menemui Kwa Sin Lan.

Diceritakan, segala apa yang telah dialaminya itu kepada si gadis.Tentu saja Kwa Sin Lan jadi merasa ngeri sekali, berulang kali sigadis telah mengeluarkan seruan ketakutan dan wajahnya telah berobah Pucat Pasi.

"Jadi kau telah berkumpul dengan hantu2 itu ?" Tanya sigadis.

Kie Bouw telah mengangguk cepat.

"Ya .......dan mereka telah mengetahui apa yang kita pikirkan!

Inilah yang membuat aku jadi heran dan tidak habis mengerti !

Dan juga memang suatu hal tidak masuk dalam akal, begitu aku menyebut perkataan "kembali" Tiga kali, tubuhku telah berada dalam keadaan sadar pula, seperti ba ru terbangun dari mimpi belaka!

Kalau di lihat dari keadaan demikian, pusat hantu2 Wie Ling itu berada dibutan belantara diluar kampung sebelah barat.......!

Hemm........

begitu aku telah kembali kealam sadar, aku telah berada di-tengah2 hutan itu.........!" Tampak Kwa Sin Lan telah mengangguk dengan memperlihatkan perasaan takut pada wajahnya.

Saat itu Kie Bouw telah melanjutkan perkataannya lagi .

"Jadi tegasnya kita harus segera meninggalkan kampung ini!

Biar bagaimana, kita orang2 dari kalangan rimba persilatan tidak bisa menghadapi hantu2 itu !

Kepandaian yang kita miliki jadi tidak ada artinya sama sekali !" Mendengar perkataan Kie Bouw, Kwa Sin Lan tadi memperlihatkan wajah yang murung.

"Lalu bagaimana dengan keadaan ayahku ?" Tanyanya.

Kie Bouw jadi menghela napas, dia juga jadi bingung.

Memang sebetulnya bisa saja dia meninggalkan perkampungan itu untuk menghindarkan diri dari setan2 itu, tetapi rasa keadilan dan kependekaran darinya, tidak bisa melakukan tindakan seperti itu.Sedang Kwa Sin dan Kie Bouw termenung dengan kebingungannya yang sangat, tiba2 terdengar orang berkata perlahan dimuka kamar mereka .

"Omitohud !

Mengapa harus sulit2 berpikr keras begitu ?" Dan Kwa Sin Lan maupun Kie Bouw jadi terkejut bukan main, mereka telah menoleh kearah pintu.

Pintu kamar sigadis memang tidak tertutup, maka dari itu ketika mereka menoleh, mereka telah melihat seorang hweshio berdiri diambang pintu.

Wajah si hweshio tampak bersih dan agung.

Dan terlihat betapa wajahnya memperlihatkan sikapnya yang welas asih dan juga ramah sekali.

Saat itu si hweshio tengah memandang kearah mereka dengan seulas senyuman tersungging dibibirnya.

Dengan sendirinya, mau tidak mau Kie Bouw dan Kwa Sin Lan lenyap sebagian rasa kagetnya.

"Boleh Lolap (aku) masuk ?" Tanya sihweshio sambil mengangguk ramah.

Kwa Sin Lan mengangguk.

"Boleh Taisu !" Menyahuti sigadis.

Hweshio itu telah melangkah masuk.

"Lolap bergelar Kong-tai Siansu !" Kata sihweshio dengan suara yang ramah.

"Dan Lolap melihat betapa pada alis dari sicu terdapat tanda2 hitam.......

tentu tengah diganggu oleh hawa kotor !

Kedatangan Lolap keperkampungan ini untuk membasmi setan Wie Ling, untuk memenuhi permintaan salah seorang sahabat Lolap!" Mendengar perkataan si Hweshio, tiba2 sekali wajah Kie Bouw dan Kwa Sin Lan jadi berobah ber-seri2.

Tampaknya mereka jadi girang bukan main, karena seketika itu juga pikiran mereka telah terbuka.Terlihat jelas sekali, betapa Kie Bouw menyadarinya babwa dia bersama Kwa Sin Lan memang tidak mungkin dapat menghadapi hantu seperti itu memang seharusnya Hweshio2 seperti Kong-tai Siansu.

Cepat2 Kwa Sin Lan dan Kie Bouw telah bangkit dari duduk mereka.

Keduanya telah merangkapkan tangan mereka memberi hormat pada si Hweshio.

Dan ke-dua2nya juga telah memperkenalkan diri mereka masing2.

Dengan sendirinya, mereka telah saling berkenalan.

Dan terlihat jelas, si hweshio memang telah dapat melihat keadaan wajah Kie Bouw dan Kwa Sin Lan.

Rupanya hweshio ini lebih waspada.

Mereka telah merasakan bahwa hweshio ini juga memang memiliki ilmu bathin yang kuat.

Dan ilmu seperti itu memang lebih sesuai untuk dapat menghadapi hantu2.

Maka dari itu, dengan cepat sekali mereka telah berkata dengan suara mengharap .

"Dapatkah Siansu menolong kami ?" Tanya Kwa Sin Lan dengan suara penuh harapan.

"Tentu !

Tentu !

Apakah yang telah menimpah diri Siocia dan kesulitan apakah itu?" Tanya hweshio.

"Hemmm........

sebetulnya kami tengah menghadapi kesulitan disebabkan ayah dari nona Kwa diculik oleh hantu2 itu !" Kata Kie Bouw menjelaskan.

Si hwesbio tersenyum.

Dia memejamkan mata nya dan mulutnya kemak-kemik membaca liam keng.

Dan kemudian dia membuka matanya kembali, sambil katanya .

"Menurut penglihatan Lolap, ayahmu masih hidup, dia dikurung oleh hantu-hantu itu.......!""Benarkah itu Taisu ?" Tanya Kwa Sin Lan dengan suara tersendat girang.

"Ya......." Menyahuti si hwesbio.

"Dan Lolap akan coba2 untuk mengambil dan membawanya kembali." Dan setelah berkata begitu si hwesbio telah kemak-kemik lagi.

Rupanya dia tengah membaca mantera dan juga liam-keng-nya.

Dan segera juga terlibat tubuhnya gemetaran keras sekali, rupanja dia tengah mengerahkan kepandaian dan ilmunya.

Saat itu terlibat, betapa keringat juga telah mengucur deras sekali.

Kie Bow don Kwa Sin Lan yang menyaksikan ini jadi memandang dengan sorot mata yang berkuatir.

Mau tidak mau memang telah membuat mereka jadi diliputi oleh perasaan kuatir juga, kalau2 si hwesbio ini gagal dengan usahanya.

Dan apa yang mereka takuti itu rupanya masih berlangsung terus.

Saat itu, terlihat betapa si hweshio Kong Tai Siansu telah mengeluarkan perkataan.

"Kembalilah !" Tetapi tubuhnya jadi tergetar keras, rupanya dari pihak hantu2 itu terjadi perlawanan yang kuat.

Mau tidak mau memang usaha sihweshio ini bebat sekali, karena dia telah mengerahkan ilmunya, dan apa yang dilakukannya itu telah membuat si hweshio jadi gemetaran tidak hentinya.

Didalam hal ini telah membuat Kwa Sin Lan dan Kie Bouw tambah diliputi rasa ngeri dan kuatir.

Diam2 mereka juga telah berdosa, agar usaba si hweshio ini berhasil.

"Cepat2 kembali !"Tiba2 si hweshio telah berteriak begitu dengan suara yang parau.

Tetapi keadaan tetap hening.

"Kembalikan atau, kalian akan hancur !" Tetap hening.

"Kalian membandel ?" Tetap hening, hanya tampak tubuh si hweshio telah tergoncang keras.

Rupa2nya mereka telah melakukan suatu pertempuran.

Antara si hweshio dengan kelompok hantu2 itu.

Dan Pertempuran seperti itu masih berlangsung terus, karena tubuh si hweshio masih tergoncang terus menerus dengan keras, wajahnya tampak berubah-rubah Keringat juga banyak membanjir keluar.

MeIihat hal ini tentu saja telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan tambah diliputi oleh kegelisahan yang akan main.

Apa yang tengah terjadi merupakan suatu kejadian yang benar2 merupakan suatu kejadian yang jarang sekali terjadi.

Dan bagi Kie Bouw atau Kwa Sin Lan, apa yang dilakukan oleh hweshio itu merupakan juga suatu peristiwa yang benar2 merupakan kejadian yang jarang dan hampir boleh dibilang tidak pernah mereka saksikan.

Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini telah membuat muda-mudi ini jadi memandang dengan hati yang berkuatir sekali.

Saat itu, terlihat si hweshio Kong-tai Siansu telah membentak keras .

"Kembalikan !" Dan disekeliling kamar itu telah terdengar suara yang aneh sekali, seperti orang yang mendesis.

Dan juga, terlihat betapa ruangan kamar ini siperti tergoncang keras.

Mau tidak mau didalam hal ini telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan memandang dengan ter-heran2 dan jantung mereka juga telah tergoncang keras.Mau tidak mau didalam hal ini telah membuat Kie Bouw maupun Kwa Sin Lan jadi tergetar dan berkuatir sekali.

Apa lagi mereka telah melihatnya betapa tubuh dari si hweshio telah tergoncang keras sekali.

Mau tidak mau memang telah membuat Kie Bouw jadi memandang dengan sepasang mata yang terpentang lebar2.

Dia mengawasi dengan sorot mata berkuatir dan jika memang dia mengetahui ilmu apa yang harus digunakan untuk menolongi hweshio itu, dia tentu akan turun tangan menolonginya.

Tetapi mengenai ilmu yang menyangkut dunia dan persoalan ajaib itu, sama sekali tidak dimengerti oleh Kie Bouw.

Mau tidak mau telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan hanya dapat memandang dengan bengong saja.

Biar bagaimana memang kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan semakin diliputi oleh perasaan kuatir yang sangat.

Saat itu kedua tangan dari Kong-tai Siansu telah ber-gerak2, dan terlihat betapa tubuh dari hweshio ini juga telah tergoncang keras sekali.

Disamping itu, juga tampak jelas betapa sepasang kaki dari si hweshio yang duduk bersila itu, telah ber-goyang2 keras sekali Kepalanya yang gundul itu tampak menitik butir2 keringat yang sangat banyak sekali.

Dengan sendirinya didalam hal ini telah tentu buat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan mementang mata mereka masing2 semakin lebar.

Juga terlihat jelas betapa si hweshio telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memberikan perlawanan pada hantu2 yang rupanya tengah memberikan perlawanan keras padanya.

Maka dari itu, tidak heran, semakin lama semakin keras juga yang terjadi goncangan didalam kamar itu.

Dan juga telah tampak pula, betapa gerakan yang ada pada diri si hweshio itu telah merupakan gerakan yang sangat hebat, karena dia selainmengerahkan seluruh kemampuannya juga telah mengeluarkan seluruh ilmu yang dimilikinya.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment