Halo!

Si Rase Emas Chapter 18

Memuat...

Padahal Kie Bouw yakin pukulannya mengenai tepat sasarannya.

Tetapi anehnya mengapa dia seperti memukul angin kosong belaka?

Malam telah tiba lagi, keadaan kampung itu telah sepi sekali, walaupun malam begitu larut.

Kie Bouw telah melihatnya juga betapa penduduk kampung itu telah cepat2 menutup pintu rumah mereka masing2 dan telah mengurung diri tidak berani keluar pintu.

Rupanya perasaan takut yang bukan main begitu mencekam mereka.

Keadaan seperti ini membuktikan bahwa ancaman dari hantu Wie Ling memang telah menakutkan penduduk kampung itu.

Mau tidak mau telah membuat Kie Bouw bertambah beran.

Kwan Sin Lan juga tampak mulai dikuasai oleh perasaan takut, apa lagi sejak sore hari hujan mulai turun renyai2 dan disertai dingin, tentu saja telah membuat Kwa Sin Lan tambah merasa ngeri saja.

Sedangkan Kie Bouw telah berdiam didalam kamarnya dengan berbagai macam pertanyaan telah bergolak dihatinya, biar bagaimana dia tidak babis mengerti harus berurusan dengan golongan hantu2 itu.

Dan malam ini dia akan menerima gangguan juga dari hantu2 itu atau tidak ?Tetapi disaat itulah Kie Bouw baru teringat sesuatu.

"Mengapa aku tidak menyerah begitu saja agar diriku dibawa oleh hantu2 itu ?" Pikirnya.

"Dan bukankah aku akan dibawa mereka kesebuah tempat yang menjadi tempat berkumpul mereka?

Dengan demikian bukankah aku bisa mengetahui siapa biang keladinya ?" Karena berpikir begitu, maka Kie Bouw sengaja merebahkan tubuhnya dan berdiam diri saja.

Matanya dipejamkan, tetapi dia tidak tertidur sekejappun juga.

Dia hanya pura2 tidur, sedangkan sikap kewaspadaannya tetap dipertajam.

Dia telah menunggui apakah hantu2 itu akan muncul pula malam ini.

Malam telah merangkak.

Dan juga telah semakin larut malam.

Kesunyian telah mencekam sekitar kamar itu.

Disaat itulah, Kie Bouw merasakan desiran jang sangat dingin, sehingga jantungnya jadi tergoncang.

Dia telah berdiam saja.

Dan ketika itu.

hati.

Kie Bouw jadi semakin tergetar saja oleh perasaan ngeri.

Karena entah dari mana, tahu2 ada empat sosok tubuh yang telah menyelinap kedalam kamarnya dan muncul begitu saja dengan tiba2.

Sedangkan keempat sosok tubuh itu telah sibuk mengikat Kie Bouw dengan semacam tali.

Kie Bouw berdiam diri saja, pura2 tertidur pulas, dia tidak memberikan perlawanan.

Padahal hatinya bukan main ngeri dan juga dia dapat mencium bau busuk yang menusuk hidung.

Hampir saja Kie Bouw tidak bisa menahan rasa muaknya itu dan ingin muntah.

Untung saja diamasih teringat bahwa dia tengah menjalankan sandiwaranya agar dirinya dapat dibawa kesarangnya hantu2 tersebut ini.

Maka dari itu, rasa mualnya dia telah tahan sat dapat mungkin.

Dia telah berdiam diri saja.

Dirasakan bahwa tali2 yang mengikat tubuhnya sama sekali tidak menimbulkan perasaan sakit.

Dan juga telah menyebabkan dia ter- heran2 seperti juga tubuhnya tidak terikat oleh sesuatu apapun juga.

Maka Kie Bouw tambah ter-heran2.

"Selesai !" Kie Bouw mendengar salah satu suara hantu itu telah berkata perlahan begitu, Yang lainnya mengangguk.

Dan tahu2, Kie Bouw seperti bermimpi.

Dia merasakau tubuhnya seperti melayang- layang.

Saking penasaran, Kie Bouw telah membuka matanya.

Ternyata gelap gulita.

Dia tidak melihat sesuatu apapun juga, entah dia berada dimana.

Tetapi tubuhnya tidak sedang terkurung, dia bisa melihat kemana dia inginkan.

Tetapi tidak ada suatu bendapun yang berhasil dilihatnya.

Hanya tubuhnya yang seperti me-layang2 ditengah udara terbuka.

Dan gelap gulita, sehingga dia tidak berbasil melihat suatu apapun juga.

Sampai untuk melihat jari2 tangannya saja dia tidak mampu sama sekali.

Maka dari itu, mau tidak mau membuat Kie Bouw tambah ter- heran2.

Dan dia merasakan betapa dirinya benar2 berada dialam bawah sadar.

Inilah yang membuat hati Kie Bouw jadi tergoncang keras sekali.

Biar bagaimana dia merasakan bahwa dia telah berada dalam dunia yang lain.Karena dia tahu, tentunya dirinya telah dibawa menghilang dari pandangan mata manusia oleh hantu2 itu.

Dan seperti apa yang diceritakan oleh Kwa Sin Lan, bahwa ayahnya telah diperlakukan begitu.

tahu2 ayah dari sigadis telah lenyap begitu saja.

Dan tentunya lenyap dari ayahnya sigadis merupakan sesuatu hal yang sama dengan apa yang dialami oleh pemuda tersebut.

Juga hal ini memang telah disadari oleh Kie Bouw, maka dari itu, walaupun hatinya diliputi oleh perasaan tegang yang bukan main, dia telah berusaha untuk berdiam diri saja.

Lama juga tububnya telah ter-apung2 ditengah kegelapan begitu, sampai akhirnya dia merasakan dirlnya telah tiba disuatu tempat.

Cepat2 dia membuka matanya , Ternyata dirinya telah berada disuatu tempat yang benar2 berada dibawah sadar.

Karena tempat itu merupakan sebuah kota yang indah sekali .

Tetapi anehnya, kota tersebut sunyi sekali.

Pada muka rumah masing2 jang terdapat di tepi jalan itu, tampak penghuni rumah tengah duduk diberanda dengan ter-menung2.

Tentu saja Kie Bouw jadi ter-heran2, karena dia tidak mengetahui tempat apakah sebenarnya itu.

Maka dari itu, dengan sendirinysa Kie Bouw telah mengawasi dengan teliti.

Bangunan rumah2 tersebut juga sangat aneh bentuknya, karena rumah2 yang ada biarpun rumah2 batu, tetapi bentuknya tidak sama dengan rumah2 yang biasanya terdapat didaratan Tiong-goan.

Maka dari itu, mau tidak mau hal ini memang telah membuat Kie Bouw me-nerka2, apakah rumah2 yang ada ini memang merupakan rumah2 dari penghuni hantu2 belaka ?Inikah dunia hantu ?

Karena berpikir begitu, Kie Bouw jadi bergidik sendirinya, karena dia diliputi oleh perasaan seram disebabkan pemandangan yang dilihatnya.

Ternyata empat sosok hantu yang telah menculiknya itu merupakan hantu yang bisa bergerak cepat sekali, ---o-dwkz)0(TAH-o--- BAGIAN 10 KIE BOUW telah dibawanya kesebuah rumah yang bentuknya kecil, tetapi tampaknya sangat bersih.

Tampak seorang lelaki tua yang memelihara jenggot panjang tengah duduk dimuka rumah itu.

Waktu melihat Kie Bouw dibawa oleh keempat sosok hantu itu, lelaki tua tersebut telah memandang dengan sorot mata yang dingin tidak berperasaan.

Sikapnya sama sekali tidak acuh.

Tentu saja Kie Bouw jadi ter-heran2 melihat penghuni tempat itu adalah manusia2 belaka.

Inilah yang telah membuat Kie Bouw berpikir keras, apakah orang tua itu juga telah diculik oleh hantu2 tersebut dan ditempatkan disitu.

Tetapi belum lagi Kie Bouw sempat untuk berpikir mengenai hal itu, tiba2 sipemuda telah merasakan betapa tubuhnya melayang ditengah udara.

Dan tubuhnya telah terbanting keras diatas tanah.

Seketika itu juga dia menderita kesakitan, karena tubuhnya memang telah dilempar oleh ke empat hantu itu.Kie Bouw juga berdiam saja.

Kaki dan tangannya belum dilepaskan dari ikatan tali2 itu.

Dan saat itu salah seorang hantu telah maju ke depan untuk membukakan ikatan tali yang tidak menimbulkan rasa itu.

Dia telah melepaskannya sehingga kebebasan sepasang tangan Kie Bouw dan juga sepasang kakinya bebas kembali.

Saat itu, terlihat betapa keempat hantu ini telah maju kedepan orang tua itu.

"Kami telah mengambilnya !" Kata salah seorang hantu itu.

"Hemm .......

memang aku menginginkannya, tetapi dia merupakan seorang pemuda yang licik!

Dia merupakan seorang pemuda yang sukar untuk ditundukkan." Menggumam lelaki tua itu, kemudian dia telah melanjutkan perkataannya lagi .

"Tetapi biarpun begitu, aku tetap menginginkannya!" Dan setelah berkata begitu, orang tua itu telah mengibaskan tangan kanannya..Keempat hantu itu seperti patuh padanya, mereka telah mengundurkan diri meninggalkan tempat itu.

Sedangkan orang tua itu telah memandang ke arah Kie Bouw dengan sorot mata yang tajam.

"Siapa namamu, nak ?" Tegurnya.

Kie Bouw sangsi sesaat, tetapi kemudian dia telah menyahutinya .

"Aku she Thang bernama Kie Bow!" Menjelaskan pemuda ini.

Orang tua itu tersenyum mendengar nama Kie Bouw.

"Siapakah paman sesungguhnya?

Dan tempat apakah ini sebenarnya ?" Tanya Kie Bouw lagi waktu dia melihat lelaki tua itu banya tersenyum saja.

"Ini adalah tempat Ratu Setan Wie Ling.......!" Menjelaskan orang tua itu.

"Dan......

siapakah Ratu itu ?" Tanya Kie Bouw kemudian dengan perasaan ingin tahu."Tentu saja pemimpin dari hantu2 ini !" Menyahut orang tua itu.

"Jadi memang didunia ini sungguh2 terdapat hantu seperti dalam dongeng ?" Tanya Kie Bouw.

Dan pertanyaan yang diajukan oleh Kie Bouw memperlihatkan bahwa dia memang tidak mempercayai didunia ini terdapat hantu2 seperti itu.

Orang tua itu tersenyum "Ya!" Sahutnya "Lalu.......

apakah hal itu merupakan dunia gaib dari dunia hantu ?" Tanya Kie Bouw lagi.

Orang tua itu mengangguk lagi.

"Benar .....!

" "Dan.......

mengapa paman tua berada disini?" Tanyanya lagi "Karena aku mewakili ratu untuk mengatur mereka !" Menjelaskan orang tua itu.

"Kenapa harus begitu ?" "Karena disamping kesibukan yang ada, Ratu juga tidak memiliki waktu untuk mengendalikan hantu2 ini !

Tetapi ......

aku telah dipercayakan oleh Ratu untuk mengurus mereka !" "jadi paman tua adalah manusia seperti aku ?" Tanya Kie Bouw lagi.

Orang tua itu manggelengkan kepalanya, kemudian dia menghela napas.

"Bukan !" Sahutnya.

"Aku datang ketempat ini tanpa jasadku lagi !

Tetapi engkau, engkau telah datang dengan badan kasarmu itu!

Maka dari itu, keadaanmu dengan keadaanku sesungguhnya sangat berbeda sekali .....!" Mendengar penjelasan orang tua tersebut Kie Bouw jadi tambah heran saja.Dia telah menghela napas sambil mengawasi orang tua itu seperti juga ingin meminta penjelasan.

"Hemmmm .......

rupanya memang kenyataan ini telah membuat kau heran dan tidak percaya!

Dan tahukah engkau, wahai anak muda, bahwa kedatanganmu diculik ke-tempat ini, karena ketidak percayaanmu itu padaku........

!" Mendengar perkataan orang tua itu, Kie Bouw tambah heran.

"Mengapa ?

Aku sendiri belum pernah bertemu dengan paman tua, bagaimana pamao bisa mengatakan justeru aku tidak mempercayai paman tua?" Tanya Kie Bouw dengan perasaaan tercengang.

"Hemmm, karena aku hantu.....

dan kau tidak mempercayai adanya hantu, maka engkau akan dibuktikan untuk hal ini!" Kata orang tua itu..

Bulu kuduk jadi merinding berdiri.

Biar bagaimana dia terkejut juga setelah mendengar bahwa orang tua itu adalah hantu juga.

Tetapi dia telah melihat jelas, bahwa orang tua itu adalah manusia biasa seperti dia.

Melihat dengan kedua matanya, memliki sepasang tangan, lengkap kedua kakinya dan tubuhnya utuh.

Apakah hantu juga memang sama seperti manusia?

Tengah pikiran Kie Bouw diliputi oleh berbagai pertanyaan itu, maka terlihat jelas bahwa orang tua itu telah tersenyum tawar.

Post a Comment