Halo!

Si Rase Emas Chapter 16

Memuat...

"Sungguh2 hantu .......

hantu yang sangat menakutkan sekali ........!" Kie Bouw jadi bengong.

"Benarkah didunia ini bisa terdapat hantu?" Gumam Kie Bouw Sigadis mengawasi Kie Bouw.

"Kau tidak mempercayainya ?" Tanyanya.

Kie Bouw menggelengkan kepalanya ......

"tidak!" "Mengapa ?

"Didunia masa ada hantu ?" "Kau tentu akan terkejut jika menghadapi kenyataan hantu itu muncul dibadapanmu nantinya?" Kie Bouw tersenyum sinis.

"Sayangnya aku tidak bisa mempercayai adanya hantu didunia ini!" "Paling tidak ada manusia jahat yang ingin me-nakut2i penduduk kampung ini dengan segala sandiwaranya......!" Kata Kie Bouw lagi.

"Sehingga memberikan kesan bahwa vang dihadapi penduduk kampung ini adalah hantu2 liar.........!

" Sigadis tersenyum sedih.

"tetapi aku telah menyaksikan sendiri betapa ayahku telah dilarikan oleh hantu itu......!

Kami adalah orang kalangan rimba persilatan, karena kami ayah dan anak she Kwaadalah penjual silat keliling, dengan sendirinya se-dikit2 kami memiliki kepandaian !

Jika orang yang menculik ayahku itulah manusia biasa, se-tidak2nya, walaupun aku tidak bisa menghadapinya, tidak mungkin aku tidak bisa melihatnya." "Bagaimana terjadinya ?" "Ayahku telah dikerubungi tiga sosok tubuh hitam, kemudian setelah ayahku diringkus dengan cepat ayahku bersama2 makhluk itu lenyap begitu saja !" Mendengar keterangan sigadis, tentu saja Kie Bouw jadi tambah heran.

Biar bagaimana Kie Bouw memang tidak mempercayai adanya hantu bumi ini.

Selama tabhun demi tahun dia telah tinggal dipegunungan Thian- san yang begitu tinggi dan juga jarang sekali ada orang yang berkeliaran disana.

Tetapi belum pernah dia bertemu dengan mahluk2 halus seperti cerita sigadis.

Tentu saidja sigadis tampaknya jadi penasaran melihat Kie Bouw tidak mau mempercayai ceritanya.

"Jadi kau tidak percaya ?" Tanyanya.

Kie Bouw mengangguk "Ya ......

sayangnya aku tidak mempercayai adanya hantu dibumi ini !" "Heemm ......

ya, sudahlah" Kata sigadis yang nampaknya selain penasaran juga mendongkol.

"Lalu mengapa kau masih berdiam disini ?" "Tadinya kami ayah dan anak ingin melanjutkan perjalanan esok pagi, namun terlambat !""Jadi kalau di kampung ini berkeliaran hantu yang kau katakan itu, tentunya penduduk kampung selain diliputi oleh perasaan takut yang bukan main ?" "Tetapi pelayan rumah penginapan itu tidak merasa takut sama sekali, akupun tidak melihat tanda2 rasa takut pada dirinya, dia yang telah membukakan pintu !" "Justru itulah.......

memang dikampung ini hanyalah rumah penginapan ini belaka yang tidak diganggu oleh hantu2 itu !

Tadinya kami menduga bahwa siapa yang menumpang dirumah penginapan ini juga tidak akan diganggu, Tetapi siapa tahu, justru penumpang yang menginap dirumah penginapan ini tetap diganggu, tetapi yang tidak diganggu adalah pemilik dan para pelayan rumah penginapan ini belaka !

Itulah yang membuat aku terkadang jadi merasa jeri juga, karena aku sering berpikir, apakah pelayan2 dan pemillk rumah penginapan ini merupakan sekutu dengan hantu2 itu ?" Sambil berkata begi lu si gadis telah melirik kekiri dan kekanan.

Seperti juga dia merasa takut dengan ucapannya yang telah diucapkan itu.

Disaat itulah terdengar suara tertawa "He......, he.....,he......," Berulang kali.

Menyeramkan sekali suara tertawa itu.

Wajah sigadis jadi berobah pucat.

"Hantu itu.......?" Suaranya tergetar.

Tetapi Kie Bouw lain lagi sikapnya dengan sigadis, sedikitpun dia tidak merasa takut.

Malah dia mendengar jelas bahwa itu suara tertawa yang menyeramkan itu berasal dari jendela.

Dengan cepat dia telah menjejakkan kakinya.

Tubuhnya mencelat kedekat jendela.Dia melakukan gerakan itu dengan gesit bukan main, sehingga tubuhnya bagaikan bayangan.

Namun waktu Kie Bouw telah menerobos keluar jendela, tidak dilihatnya seorang manusiapun juga.

Dan dia melihatnya betapa keadaan diluar kamar sepi sekali.

Tidak ada seorang manusiapun disitu.

Inilah yang mengherankan.

Betapa tinggi kepandaian dari orang yang mengeluarkan suara tertawa itu, tidak mungkin lolos dari mata Kie Bouw.

Karena tadi Kie Bouw telah melompat dengan gerakan yang sangat cepat sekali.

Dengan sendirinya, disebabkan adanya kejadian seperti ini telah membuat Kie Bouw penasaran.

Dia telah melompat keatas genting.

Dia mengawasi sekelilingnya.

Tetap saja, tidak terlihat seorang manusiapun disekitar tempai itu.

Kesunyian belaka.

Kie Bouw melompat turun, dia melompat masuk kedalam kamar sigadis pula.

Dilihatnya si gadis she Kwa itu tengah berdiri dengan wajah yang pucat pias.

Tubuhnya juga agak tergetar.

"ltulah ...

itulah anak buah .......

pengikut Ratu Setan Wie Ling !" Kata sigadis dengan suara yang tergetar.

Tetapi Kie Bouw merasakan bahwa yang telah mengeluarkan suara tertawa itu adalah seorang manusia juga.

Cuma saja yang mengherankan Kie Bouw orang itu tentunya memiliki Ginkang Yang tinggi.Sebab ginkang yang dimiliki Kie Bouw bukan ginkang yang sembarangan, namun kenyataannya orang yang mengeluakan suara tertawa mengejek itu bisa menghilang begitu saja.

Tentu saja hal ini membuat Kie Bouw jadi penasaran sekali.

Siapakah Orang itu ?

"Sekarang tentunya kau mau mempercayai perihal adanya hantu Setan Wie Ling itu ?" Tanya Kwa Sin Lan setelah berdiam sejenak menenangkan goncangan hatinya.

Kie Bouw menggelengkan kepalanya.

"Dengan bukti seperti itu aku tetap tidak bisa mempercayai bahwa didalam dunia ini bisa ada hantu2 keliaran seperti itu !" Sigadis terdiam.

"Begini saja !" Kata Kie Bouw.

"Nona Kwa jangan meninggalkan tempat ini !

Aku berjanji akan menyelidiki dan membongkar komplotan itu besok pagi !

Dan jika memungkinkan, aku akan mencari ayah nona !

Bagaimana ?

Kau setuju !" Sigadis ragu2.

Tetap karena pemuda ini berjanji akan menyelidiki untuk mencari tahu perihal ayahnya, maka dia telah mengangguk juga.

Dan lenyaplah keinginannya untuk membunuh diri.

Setelah bet-cakap2 sessat dengan Kwa Sin Lan, Kje Bouw meminta diri.

Dia telah kembali kekamarnya ............

---o-dwkz)0(TAH-o--- BAGIAN 09 Kie Bouw rebah diatas pembaringannya itu dengan pikiran yang menerawang.Apa yang telah dihadapinya itu membuat Kie Bouw benar2 tidak mengerti.

Apakah sesungguhnya didunia ini bisa ada hantu2 liar yang berkeliaran tidak keruan seperti itu.

Dan juga, mengapa orang yang mengeluarkan suara tertawa menyeramkan itu bisa lenyap begitu cepat ?

Itulah yang telah mengherankan hati Kie Bouw, mau tidak mau memang telah membuat Kie Bouw harus berpikir keras, dan juga menurut cerita dari sigadis she Kwa itu, bahwa ayahnya telah diculik oleh hantu2 setan Wie Ling, inilah yang sangat mengherankan.

Siapakah setan2 Wie Ling itu ?

Dan gadis ini me-nyebut2 Ratu Setan Wie Ling.

Inilah yang membuat Kie Bouw jadi tidak mengerti dan ter- heran2.

Dengan pikiran yang kusut Kie Bouw berusaha untuk tidur, karena tubuhnya sangat letih, maka dengan cepat pemuda ini telah terlelap dalam tidurnya.

Namun disaat dia sedang nyenyaknya tertidur Kie Bouw merasakan sesuatu yang tidak wajar.

Dia terbangun dari tidurnya dengan cepat.

Dan betapa terkejutnya Kie Bouw waktu melihat ada beberapa sosok tubuh dengan jubah hitam dan juga wajah yang tidak jelas terlihat, walaupun Kie Bouw ingin melihatnya dengan jelas, tengah sibuk akan mengikat tubuh Kie Bouw dengan tali2.

Tentu saja Kie Bouw jadi murka.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring, dia telah menggerakkan tangan kanannya.

"Wutttt..........!" Dia telah melancarkan serangan dengan mempergunakan kekuatan tenaga dalam pada telapak tangannya.

Dan tenaga menggempur itu bukan main kuatnya, mendatangkan anginsercangan jang terlalu dahsyat.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hantaman itu bisa membinaskan orang itu, Namun ketika telapak tangan Kie Bouw menerobos dekat tubuh orang itu, Kie Bodw jadi mencelos hatinya, karena tubuh orang itu seperti bayangan belaka, tangan Kie Bouw menerobos terus tanpa berhasil mengenainya.

Seperti menghantam arnia saja !

Inilah yang membuat bulu kuduk Kie Bouw jadi berdiri meremang.

Karena kalau memang yang dihantamnya itu adalah seorang manusia, jelas tidak akan seperti angin itu.

Tetapi sosok tubuh ini seperti angin hampa saja, sehingga serangan Kie Bouw nihil sama sekali.

Malah dikala Kie Bouw tengah terkejut begitu, dia mendengar beberapa sosok makhluk mengerikan itu telah mengeluarkan suara tertawa menyeramkan.

"He....., he....., he....., he.....!" Dan sosok2 tubuh itu jadi sibuk akan mengikat tubuh Kie Bouw Iagi.

Tentu saja Kie Bouw mana mau membiarkan tubuhnya diikat oleh sosok2 tubuh itu itu.

Maka dari itu, dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring, dia telah melompat berdiri.

Dan Kie Bouw juga tidak mau berdiam diri.

Dengan kecepatan yang bukan main dia telah menggerakkan kedua tangannya.

Getaran yang dilakukannya itu dengan maksud akan menghajar sosok2 tubuh menyeramkan itu dengan kekuatan tenaga dalam yang ada padanya.

Tetapi serangan2 Kie Bouw seperti menghantam angina belaka.

Karena sosok tubuh itu merupakan bayangan belaka.Tentu saja perasaan ngeri telah menyelinap ke dalam diri Kie Bouw.

Seketika itu juga dia tengah berhadapan dengan hantu ?

Dan saat itu, hantu2 itu juga tengah kebingungan bukan main, karena disebabkan Kia Bouw ber-gerak2 begitu tidak hentinya, maka mereka tidak mungkin mengikat tubuh sipemuda.

Inilah yang telah membuat hantu2 itu akhir-nya setelah mengeluarkan suara tertawa menyeramkan, tahu2 begitu saja lenyap dari hadapan kie Bouw.

Tentu saja Kie Bouw jadi berdiri terpaku ditempatnya termenung heran.

Benar2 dia hampir tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya itu.

Apakah dia tengah bermimpi ?

Tetapi tadi dia jelas memang tengah berhadapan dengah orang yang menyeramkan itu.

Tapi mengapa mahluk2 itu dapat lenyap begitu saja dari hadapannya ?

Dan Kie Bouw juga yakin bahwa tadi dia bukan sedang bermimpi atau mengigau.

Lama juga Kie Bouw berdiri kebingungan ditempatnya itu, keringat dingin mengucur deras.

Juga mukanya agak pucat.

Karena Kie Bouw melihat jendelanya masih ter kunci rapat2, dan juga tampak daun pintu masih terkunci.

Lalu kemana ketiga sosok tubuh itu ?

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment