Halo!

Si Rase Emas Chapter 09

Memuat...

Pertempuran diantara keempat orang ini telah berlangsung terus dengan cepat.

Didalam waktu yang singkat itu, dua puluh jurus lebih telah dilewatkan.

Dan kenyataan seperti ini tentu saja telah membuat Lam Ceng Siansu jadi mendongkol bukan main dengan mengeluarkan suara bentakan yang beruntun, dia juga telah melancarkan serangan yang tidak hentinya.

Setiap serangan yang dilancarkan oleb Lam Ceng Siansu itu merupakan serangan yang mematikan.

Dan juga memang serangan yang digunakan oleh Lam Ceng Siansu merupakan serangan yang bisa menghajar hancur batu gugung yang bagaimana kerasnya sekalipun juga.

Tentu saja mau tidak mau hal ini telah membuat Sam Sat jadi terkepung sekali.

Mereka seiain terdesak, juga memang keselamatan jiwa mereka juga sangat terancam sekali.Itulah sebabnya Sam Sat mati2an mengerahkan seluruh kekuatan tenaganya agar dapat meng hadapi setiap serangan yang dillancarkan oleh Lam Ceng Siansu, Namun disebabkan karena memang kepandainnya yang dimiliki oleh ketiga momok itu masih berada dibawah dari kepandaian yang dimiliki oleh Lam Ceng Siansu, dengan sendirinya mereka jadi terdesak hebat.

Tidak ada kesempatan sedikitpun bagi mereka untuk membalas menyerang.

Dan juga terlihat jelas sekali betapa Lam Ceng Siansu semakin lama telah melancarkan serangan2 yang semakin bebat.

Terlebih lagi Lam Ceng Siansu juga telah mengeluarkan ilmu simpanannya, sehingga serangannya itu selain keras dan juga merupakan serangan yang mematikan, juga aneh dan membingungkan sekali.

Mau tidak mau memang Sam Sat telah dibuat kebingungan oleh Lam Ceng Siansu.

Dan Kie Bouw sendiri telah berhasil mendengar beberapa kali Sam Sat telah mengeluarkan suara seruan yang nyaring, mungkin disebabkan perasaan terkejutnya diserang berulang kali oleh Lam Ceng Siansu.

Terlibat jelas sekali betapa serangan yang dilancarkan oleh Lam Ceng itu juga bisa mengincar bagian2 yang mematikan disetiap bagian tubuh dan Sam Sat Su Koan.

Dan kenyataan inilah yang telah membuat Sam Sat mau tidak mau memang harus dapat memperhitungkan seluruh tangkisan yang mereka lakukan.

Disamping Itu memang gerakan yang lakukan Lam Ceng Siansu juga merupakan gerakan yang sulit untuk dilihat, karena memang saking cepat dan gesit sekali.

Mau tidak mau membuat Sam Sat harus dapat mengerahkan seluruh perhatian yang ada pada mereka, agar dapat melihat setiap serangan yang dilancarkan oleh Lam Ceng Siansu.Tetapi biarpun mereka telah memusatkan seluruh perhatian yang dapat mereka lakukan, tetapi tetap saja mereka tidak berhasil untuk melihat cara menyerang dari Lam Ceng Siansu.

Selalu pula Sam Sat hanya merasakan betapa serangan yang datang menyerang kearah mereka itu merupakan serangan yang terlalu dahsyat.

Dan terkadang memang mereka merasakan napas mereka juga sangat menyesak.

Itulah yang telah membuat mereka mau tidak mau sering mengeluh.

Tetapi biar bagaimana ketiga orang Sam Sat ini tidak mau menyerah begitu saja.

Mereka mati2an telah mengerahkan seluruh kepandaian yang ada pada mereka, dan telah memberikan perlawanan terus.

Saat itu terlihat betapa angin serangan dari Lam Ceng Siansu telah berkesiuran, keras sekali.

Juga memang angin serangan itu seperti mengurung Sam Sat.

Semakin lama angin serangan itu itu mengurung Sam Sat dengan gerakan yang semakin menyempit.

Inilah yang membuat Sam Sat jadi semakin kelabakan saja.

Mereka telah berusaha menerobos angin serangan yang mengurung mereka.

Tetapi usaha mereka selalu gagal.

Dengan sendirinya, mau tidak mau memang didalam hal ini Sam Sat juga merasakan bahwa angin serangan yang dilancarkan oleh Lam Ceng Siansu ini per-lahan2 seperti ini melumpuhkan mereka.

Itulah sebabnya, mati2an Sam Sat telah lancarkan tangkisan dan juga selalu berusaha untuk meloloskan diri.Jika selamanya mereka tidak bisa meloloskan diri dari kepungan tenaga dalam yang dilancarkan oleh serangan Lam Ceng Siansu itu, maka selamanya itu pola kebebasan bergerak semakin menyempit saja.

Saat itu, terlibat jelas betapa gerakan dilancarkan Lam Ceng Siansu semakin cepat.

Sepasang tangan dari pendeta itu telah saling sambar tidak hentinya.

Juga tampak tubuh dari sipendeta telah telah berdiri tegak ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun juga.

Seperti juga sebuah tugu yang yang tidak akan rubuh diierjang oleh apapun juga.

Hal itu telab memperlihatkan bahwa cara menyerang dari Lam Ceng Siansu memang merupakan serangan yang berbahaya sekali.

Mau tidak mau dalam hal ini Kie Bouw telah melihat bahwa ketiga orang lawan gurunya itu semakin lama telah semakin terdesak saja.

Si bocah jadi tersenyum puas, karena tadi dia telah berhasil mempermainkan ketiga orang tersebut, dan sekarang gurunya telah berhasil mempermainkan ketiga orang tersebut dengan pukulan2 yang dilancarkannya maka dari itu Kie Bouw pun berdiri dengan tersenyum saja.

---oo0dw0oo--- Lam Ceng Siansu sesungguhnya bukan seorang pendeta yang kejam, Hati Lam Ceng Siansu sesungguhnya sangat welas asih dan juga baik sekali, ramah dengan sering melakukan perbuatan baik demi keadilan.Tetapi disebabkan ketiga orang Sam Sat ini memang merupakan tiga tokoh jahat dirimba persilatan.

Maka Lam Ceng Siansu bermaksud tidak akan memberi ampun lagi.

Mau tidak mau dia akan rnenurunkan tangan keras dan Juga tangan besi.

Se-tidak2-nya, kalau memang dia tidak membinasakan ketiga orang lawannya itu, tentunya dia akan membuatnya jadi bercacad sama sekali.

Kenyataan seperti inilah telah membuat Lam Ceng Siansu mengempos seluruh kekuatan tenaga daIamnya dan mengeluarkan ilmu simpanannya.

Maka tidak mengherankan lagi jika memang setiap Serangan yang dilancarkan oleh hweshio itu selalu mengandung tenaga maut yang sangat mengerikan sekali.

Dan Juga memang merupakan suatu gerakan yang sangat menakutkan jika telapak tangan itu menghajar pohon pohon atau mengenai sasarannya.

Pohon atau batu yang terhajar itu, tentu akan hancur berantakan berkeping2.

Diantara suara gedubrak seperti itu, tampak Lam Ceng Siansu telah menggerakkan kedua tangannya semakin lama semakin cepat saya dan juga tenaga dalam yang dipergunaknnya itu memiliki kekuatan yang bukan main.

Disamping angin serangan yang men-deru2 semakin hebat juga gerakan tubuh dari lam Ceng Siansu yang semakin gesit sehingga tubuhnya itu tampak ber-gerak2 ber-pindah2 dari tempat yang satu ketempat yang lain nya.

Dengan sendirinya mau tidak mau memang terlihat jelas sekali, betapa gerakan dari Lam Beng Siansu memang memiliki bahaya yang mematikan buat lawannya.

Dengan sendirinya, dengan adanya serangan2 seperti itu telah membuat ketiga orang lawannya itu jadi bertambah kelabakan.

Biarbagaimana Sam Sat juga memang merupakan jago2 yang memiliki kepandaian yang tinggi sekali.

Namun mereka tidak bisa membiarkan diri mereka didesak begitu rupa.

Keadaan seperti itu telah membuat mereka mengempos seluruh kepandaian yang ada pada mereka.

Dan perlawanan yang mereka berikan itu memang merupakan perlawanan yang gigih dan juga tangguh sekali.

Tetapi kenyataannya teriibat jelas bahwa Sam Sat rnemaeg tidak berdaya menghadapi serangan2 Lam Ceng Siansu yang datangnya begitu ber-tubi2 dan merupakan serangan2 yang terlalu hebat.

Mau tidak mau hal ini telab membuat Sam Sat mengalami tekanan yang bebat.

Disamping napas mereka yang mendesah keras, juga terlihat keringat mereka membanjiri tubuh mereka, mengalir keluar banyak sekali.

Disamping itu, waiah ketiga orang Sam Sat Sukoan ini telah pucat pias, karena mereka terlalu banyak mengerahkan tenaga dalam yang mereka miliki dan semua itu dilakukan oleh mereka dengan cara yang terlaiu dipaksakan dan ber-lebih2-an.

Kenyataan seperti ini mau tidak mau membuat Sam Sat juga menyadrinya, mereka mengetahui diri mereka tidak mungkin bisa merubuhkan perdeta yang gagah perkasa.

Disaat perternpuran itu tengah berlangsung, ketika itulah suatu kali tangan kanan dari Lam Ceng Siansu yang meluncur dengan cara melintang telah berhasil menghajar telak sekali dada seorang lawannya.

"Bukkkkk,!" Tampak tubuh lawannya itu telah terpental keras sekali, terbanting diatas tanah dengan bantingan yang bukan main kertasnya, sehingga salju berterbangan.Kedua orang Sam Sat yang lainnya tentu saja jadi terkejut bukan main.

Mereka mengeluarkan suara seruan tertahan dan cepat2 telah melompat mundur.

Gerakan yang mereka lakukan sanga tepat dan keduanya telah melompat kearah kawan mereka.

Ternyata Sam Sat yang seorang itu telah menggeletak tidak bernapas lagi.

Tentu saja hal ini telah mernbuat kedua orang Sam Sat itu jadi terkejut bukan main.

Wajah meceka sernakin pucat saja, dan juga terlihat betapa gerakan yang dilakukan oleb Lam Ceng Siansu itu merupakan gerakan-gerakan yang Juga memang gerakan itu telah mematikan Sam Sat yang seorang itu.

Tentu saja, mau tidak mau telah membuat kedua orang Sam Sat yang Iainnya jadi pecah nyalinya, hilang keberanian mereka dan keduanya telah mengangkat tubuh kawannya, kemudian berkata dengan nada mengandung dendam yang sangat .

"Kali ini kembali kami dirubuhkan oleh kau!

Tetapi suatu saat kelak kami akan mencarimu lagi!" Kata salah seorang Sam Sat dengan suara yang menyeramkan sekali.

Lam Ceng Siansu mendengus dengan suara yang dingin mengandung ejekan..

"Hemm..

seharusnya memang hari ini kalian tidak akan kubiarkan hidup terus, tetapi sebabkan hati kalian masih penasaran dan ingin rnembalas saki hati kalian, biarlah kali ini aku mau mengampuni lagi sekali jiwa kalian!

Hemm, .

tetapi kelak Jika memang kita bertemu lagi, saat itulah jangan harap kalian mengharapkan hidup dari tanganku !" Walaupun Lam Ceng Siansu ber-kata2 dengan suara yang lembut datar, tetapi nadanya sangat bengis.

Sedangkan kedua orang Sam Sat pecah nyalinya itu telah membalikkan tubuh mereka dan berlari meninggalkan tempat tersebut dengan membawa mayat kawan mereka.Mereka rupanya sudah tidak mempunyai keberanian untuk terlalu lama melayani pendeta yang tangguh itu.

Setelah kedua orang Sam Sat itu lenyap dan pandangan mata mereka, Lam Ceng Siansu menoleh kepada Kie Bouw.

"Bouwjie !" Katanya sabar.

Post a Comment