Halo!

Si Rase Emas Chapter 07

Memuat...

Hal, ini membuktikan bahwa Kie Bouw telah mempergunakan Ginkang yang sempurna untuk ber-lari2, sehingga tidak meninggalkan bekas tawpak kakinya.

Dengan keadaan seperti ini, ketiga orang tua itu agak bingung juga.

Mereka tidak mengetahui kemana mereka harus mengambil arah, untuk kernbali turun dari puncak gunung ini.

Berulang, kaIi mereka telah mencobanya untuk menuruni puncak gunung itu tetapi selalu pula mereka gagal, dan telah ber-putar3 saja ditempat itu.

Dengan sendirinya, mau tidaik mau mereka bertambah bingung saja!.

Betapa mendongkolnja ketiga Iaki2 tua tersebut, karena mereka telah yakin bahwa mereka memang tengah dipermainkan oleh bocah she Thang itu.

Dengan me-nyumpah2 tiada hentinya, mereka telah berusaha mencari jalan untuk dapat menuruni puncak gunung yang begitu curam.

Dengan mengikuti bekas jejak kaki mereka, maka mereka berusaha mengambil djalan semula.Hawa dingin juga teralu mengganggu mereka, sehingga mereka bertambah gusar saja kepada si bocah yang telah mengajak mereka ketempat seperti itu.

Tetapi ketiga lelaki tua itu menemui kesulitan untuk menemukan jalan semula itu.

Akhirnya ketiga lelaki tua ini hanya ber- putar2 belaka dipuncak gunung Thian-san sampai hari menjelang malam.

Betapa gusarnya mereka, sehingga mereka telah berjanji pada hati masing2 bahwa akan membalaskan sibocah she Thang itu jika mereka berbasil menjumpainja.

Akhirnya setelah menerobos sebuah hutan yang dilumuri oleh tumpukan salju, terlihat ketiga orang ini telah tiba dibagian lereng gunung yang sangat asing bagi mereka.

Namun disebabkan sudah terlanjur sesat, mereka terus menyusuri.

Hawa udara yang dingin dan juga perjalanan yang, sukar membuat mereka harus berhati-hati melakukan perjalanan seperti itu.

Walaupun keadaan ditempat itu tidak begitu gelap, karena sorot salju yang berkilauan, namun mereka juga harus menghadapi cairan salju yang menimbulkan jalan yang licin bukan main.

Saat itu, salah seorang diantara ketiga lelaki tua tersebut hampir saja terpeleset jatuh, karena kakinya tersandung oleh sebongkah es yang tebal.

Dia jadi mengutuk habis2an saking murka dan perasaan mendongkol yang sangat meluap.

Biar bagaimana memang kenyataan seperti ini telah membuat mereka juga jadi diliputi perasaan kuatir juga, sebab mereka takut jika saja mereka tidak berhasil untuk menemukan jalan untuk turun dari gunung tersebut.

Tetapi saat itu, tiba2 dari arah samping mereka tahu2 telah menyambar sebutir es yang keras sekali.Saat itu, salah seorang diantara ketiga lelaki tua itu tengah mengumpat tidak hentinya, dan tidak di-sangka2nya, sehingga ia jadi terkejut bukan main.

Seketika itu juga dia merasakan bahwa ada seseorang yang ingin mempermainkan mereka.

"Siapa yang menyerang secara pengecut seperti itu?

Keluarlah memperlihatkan diri" Teriak silelaki tua yang seorang itu dengan murka setelah memuntahkan es yang menerobos masuk kedalam mulutnya.

"Ya!

keluarlah perlihatkan diri !" Bentak yang dua orang lain lagi dengan murka juga.

Terdengar suara orang tertawa dingin.

Dan juga telah menyambar sebutir es yang keras kearah salah seorang diantara ketiga lelaki tua itu.

Dengan gusar lelaki tua itu telah mengelakkan diri dengan sebat.

Gumpalan es itu telah Jatuh ditempat kosong dan tidak menemui sasaran.

Diantara suara mendesirnya batu es itu, terdengar suara orang telah berkata dengan suara yang dingin .

"Hemm.

cecurut seperti kalian ini berani menaiki Thian-san ?

Sungguh tidak mengenal mati !" Kata suara yang tidak terlihat orangnya.

Suara itu terdengar menggema disekitar tempat tersebut, dan ketiga lelaki tua tersebut tampak jadi bimbang.

Walaupun mereka memiliki kepandaian yang tinggi dan juga pendengaran yang sangat tajam, kenyataannya mereka sama sekali tak berhasil untuk menemukan dari arah mana datangnya suara tertawa mengejek itu.''Siapa kau..

keluarlah dan perlihatkan diri secara Hohan !" Bentak salah seorang diantara ke tiga lelaki itu dengan memberanikan diri.

"Hemm., memperlihatkan diri ?

Apakah kalian tidak akan takut ?" Tanya suara itu mengandung ejekan.

"Keluarlah !" "Aku adalah hantu penunggu gunung ini, jika aku sudah memperlihatkan diri, selalu aku harus menghirup darah manusia untuk menghangatkan darahku !" Kata suara itu lagi.

dengan nada.

yang sangat menyeramkan.

Ketiga lelaki tua itu tampak jadi bimbang sendirinya mendengar ini.

"Apa apa kau bilang ?" Tanya salah seorang diantara ketiga lelaki itu dengan suara yang ragu2.

"Aku adalah penunggu gunung ini dan selamanya, jika memang aku telah keluar memperlihatkan diri, maka aku harus menghirup, darah manusia!

Apakah kalian bertiga masih ingin meminta agar aku keluar memperlihatkan diri?" Ketiga lelaki tua itu jadi tambah bimbang.

Mereka bertiga tampak saling, pandang.

Tampaknya mereka jeri juga jika memang sungguh2 orang yang ber-kata2 itu memang hantu penunggu gunung.

Biar bagaimana ketiga lelaki tua itu memang manusia juga, maka mereka juga paling jeri jika mendengar harus berhadapan dengan jenis hantu.

Tetapi salah seorang diantata mereka, tampak penasaran sekali, maka dia telah berkata dengan suara yang dingin .

"Ya.!

Keluarlah !" Katanya dengan memaksakan diri."Ohh., benar2 manusia yang terlalu berani!!!

Baik!

Baik !" Terdengar suara mengejek itu .

Berkata .

"Aku akan segera memperlihatkan diri.

lihatIah baik2 !"' Dan setelah habisnya suara itu, maka terdengar suara mendesingnya angin yang sangat kuat sekali.

Dan angin itu mendesir justru menyambar kearah ketiga lelaki tua tersebut.

Tentu saja ketiga lelaki tua itu jadi terkejut sekali, karena mereka merasakan betapa serangkum angin yang kuat telah meenindih kearah mereka.

Biar bagaiamana memang mereka jadi kaget dan cepat2 untuk berkelit.

Kenyataannya serangkum angin serangan yang menyambar kearah mereka itu sangat kuat sekali dan juga memang angin serangan itu membuat mereka jadi sesak napas.

Tetapi ketiga orang tua itu merupakan jago2 yang memiliki kepandain tidak rendah, dengan sendirinya mereka juga memiliki ketabahan yang lumayan.

Selama puluhan tahun mereka telah mengembara didalam rimba persilatan dan telah menghadapi ribuan kali pertempuran yarg mempertaruhkan jiwa.

Maka dari itu, mereka juga tidak begiu pengecut seperti manusia2 lainnya yang tidak memiliki kepandaian yang rendah.

Disebabkan adanya angin serangan seperti itu, segera juga ketiga lelaki tua tersebut yakin, bahwa orang yang ingin mempermainkan mereka sesungguhnya adalahg manusia.

Karena tidak mungkin hantu bisa memiliki tenaga lwekang yang begitu kuat.

"Hemmm .kau tidak perlu menggertak kami!

Kami tahulah bahwa kau bukan hantu penasaran yang tidak punya guna!

Kau adalah soorang manusia!

Keluarlah perlhatkan dirimu !" Terdengar suara orang tertawa dingin, disertai oleh suara dengusan.Dan juga terlihat betapa sesosok bayangan telah mencelat keluar dari balik sebatang pohon.

Gerakan sosok bayangan itu sangat cepat sekali dan juga gesit bukan main.

Gerakan tubuhnya begitu ringan, waktu kedua kakinya hiaggap dibumi tidak menimbalkan suara.

Dengan sendirinya mau tidak mau hal ini telah membuat ketiga orang tua itu menyadarinya bahwa mereka telah berhadapan dengan orang yang memiliki kepandaian yang tinggi.

---oo0dw0oo--- DAN MAU TIDAK MAU mereka jadi lebih berwaspada untuk menghadapi orang yang baru Muncul itu.

Saat itu muncullah seorang hweshio tua.

Dia ternyata Lam Ceng Siansu.

"Omitohud!........

Omitohud!.......

Rupanya kalian bertiga yang mencari diriku!" Katanya dengan suara yang sabar.

Dan baru saja si hweshio berkata berkata begitu, takmpak telah melompat keluar Thang Kie Bouw.

Rupanya tadi waktu Thang Kie Bouw meninggalkan ketiga orang tua itu, dia telah cepat2 pulang ke Lam-hong memberitahukan kepada gurunya perihal pertemuannya dengan ketiga orang Tua itu.

Disaat itu juga terlihat betapa Kie Bouw telah tersenyum mengejek sambil memandang kearah ketiga orang tua tersebut.

"Hmm, engkau rupanya bocah !" Teriak salah seorang ciiantara ketiga laki2 tua itu dengan murka.

"Engkau harus mampus setelah berani mempermain kami!" "Dan setelah berkata begitu, dengan cepat dia telah menjejakkan kakinya, tubuhnya telah mencelat akan mencengkeram batok kepala Kie Bouw.

Gerakan orang itu rupanya diliputi oleh kemurkaan yangsangat, sehingga dia selain menerjang dengan cepat, juga memang telah melancarkan cengkeraman dengan menggerakkan kekuatan tenaga dalam pada jari2 tangannya.

Gerakan yang dilakukan oleh orang tua itu, rupanya telah membuat Lam Ceng Siansu jadi mendongkol.

Belum lagi Kie Bouw mengelakkan diri atau, berkelit malah Lam Ceng Siansu telah mengibaskan lengan jubahnya, sehingga tubuh orang tua itu telah berguling-gulingan diatas tumpukkan salju.

Rupanya Lam Ceng Siansu bukan banya sembarangan mengibas dengan lengan jubahnya Rupanya dia mengibas begitu dengan mengerahkan tenaga dalamnya yang disalurkan pada lengan jubahnya.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hal ini telah membuat orang tua itu seperti dihantam oleh palu besi yang keras bukan main.

Dan tentu saia, mau tidak mau hal ini telah membuat orang tua itu menderita kesakitan waktu dia berusaha untuk berbangkit merangkak berdiri.

Sedangkan kedua orang tua lainnya jadi memandang bengong saja.

Dia tidak mengerti, mengapa sihwesio memiliki kepandaian dan kekuatan tenaga dalam yang begitu sempurna.

Padahal lima tahun yang lalu mereka pernah saling tempur dan kepandaian yang dimiki Lam Ceng Siansu tidak sehebat sekarang ini.

"Rupanya kalian Sam-sat Sukoan (Tiga lbils dari Sakoan) tldak kenal mampus !!!" Kata Lam Ceng Siansu kemudian dengan suara yang dingin.

"Tempo hari aku sengaja telah mengampuni jiwa kallan bertiga, hanya megambil jiwa bangsat dari salah seorang saudara kalian !

Hemm hemm, manusia sebangsa dirimu ini memang tidak boleh diberi hati !

Mau tidak mau hari ini kalian.

Harus dimampusi..

!!!

Sedangkan ketiga orang tua itu jadi gusar bukan main Sam-sat Sukoan sebetulnya merupakan tiga momok yang sangat menakutkan sekali didalam bilangan kalangan Kang-ouw.Karena selain mereka memiliki kepandaian yang memang tinggi, juga mereka merupakan manusia-manusia yang bertangan telengas sekali.

Maka dari itu dari nama mereka dirimba persilatan merupakan tiga orang momok yang sangat menggetarkan hati orang2 rimba2 persilatan.

Post a Comment