Halo!

Si Rase Emas Chapter 04

Memuat...

Lam Ceng Siansu telah menolaknya dengan alasan bahwa ia ingin hidup bebas Itulah sebabnya, sampai detik itu, jabatan Ciangbunjin dari pintu perguruan Siauwliw, Sie tetap dipegang oleh Wie Liong Siansu.

Padahal jika ingin dibandingkan dengan kepandaian yang dimiliki antara Lam Ceng Siansu dengan Wie Liong Siansu, terpaut cukup jauh dan juga merupakan kepandaian yang sulit untuk diukur, yang jelas, bahwa kepandaian yang dimiliki oleh Wie Liong Siansu masih terpaut beberapa tingkat dibawah dari kepandaian, Lam Ceng Siansu.Tetapi tiap tahunnya Lam Ceng Siansu menyempatkan diri untuk turun kedalam dunia ramai, guna me-lihat2 perkembangan rimba persilatan.

Walaupun bagaimana, sebagai seorang tokoh, rimba persilatan yang memiliki kepandaian yang sempurna dan juga memang berdiri dalam garis keadilan, dengan sendirinya ia tidak mau jika harus membiarkan rimba persilatan dikuasai oleh kericuhan dan dikuasai oleh orang2 jahat.

Tetapi sebegitu lama, ia ttdak pernah melihat ada penjahat yang memiliki kepandaian tinggi.

Maka selama puluhan tahun pula Lam Ceng Siansu tidak pernah turun tangan mencampuri suatu persoalan juga.

Tetapi pada malam itu, secara kebetulan sekali ia telah menyaksikan pembunuhan kejam yang dilakukan perampok itu terhadap keluarga Thang.

Maka Lam Ceng Siansu.

tidak bisa menahan diri dan telah turun tangan telengas membasmi perampok itu Tidak ada seorangpun diatara mereka yang diberi kesempatan untuk hidup.

Dan semuanya telah dibinasakan dengan hanya sekali gebrak betapa.

Waktu ia melihat Thang Kie Bow, ia menyukai anak itu.

Dilihatnya pipi dari anak itu yang ke-merah2an, terlihat betapa ia memiliki kesehatan yang baik.

Disamping itu.

Waktu Lam Ceng Siansu memeriksa keadaan tulang dari Thang Kie Bouw, ia telah melihatnya bahwa bocah itu memang memiliki tulang yang sangat baik sekali.

Mau tidak mau tentu saia telah membuat ia jadi tertarik dan bermaksud akan mengambil Thang Kie Bouw sebagai muridnya.

Dan kenyataan seperti ini telah menyebabkan Lam Ceng Siansu mengajak Thang Kie Bouw ketempat pengasingan dirinya.Begitulah, setelah tiba ditempatnya itu, ia telah mengerjakan segalanya dengan cepat.

Per-tama2 yang dilakukan oleh Lam Ceng Siansu setelah meletakkan Thang Kie Bouw dipembaringan batu itu, ia telah memasak air lalu meoggodok ramuan obat2an.

Kemudian disaat air telah masak, maka Lam Ceng Siansu telah menghampiri pembaringan batu itu, ia duduk bersemedi disitu.

Ia telah membuka baju Thang Kie Bouw, kemudian mengurut beberapa jalan darah penting ditubuh sibocah.

Terutama sekali adalah jalan darah Wie Hang-hiat dan Cie-bouw-hiat, juga jalan darah Pan-ho-hiat, telah diurutnya, agar si bocah bisa melancarkan jalan pernapasan yang lapang.

Setelah menguruti seluruh tubuh dari si bocah she Thang itu, Lam Ceng Siansu telah bersemedhi, dia mengalirkan tenaga dalamnya, tenaga sakti yang murni, kemudian menempelkan telapak tangannya pada pusar dari sibocah she Thang itu.

Dari telapak tangannya itulah Lam Ceng Siansu telah Menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya untuk disalurkan kepada Tan-tian (pusar) si bocah itu.

Dan kekuatan murni yang luar biasa dahsyatnya telah menerobos masuk kedalam bocah itu Selesai melakukan semua itu, Lam Ceng Siansu baru beristirshat.

Sedangkan Thang Kie Bouw sendiri masih tertidur nyenyak, karena bocah itu merasa segar dan juga memang ia merasakan betapa tidurnya itu lelap sekali.

Menjelang malam hari, barulah Thang Kie Bouw tersadar dari tidurnya.

Per-tama2 waktu si bocah melihat dirinya berada diruangan tersebut, ia telah memandang dengan ter-heran2.

"Peh-peh (Paman) dimana kita berada ?" Tanya Thang Kie Bouw.Sibocah memang biasa memanggil si hwesiho dengan sebutan Peh-peh selama mereka melakukan perjalanan.

Dan juga si bocah telah melihat bahwa hweshio tua ini sangat baik sekali memperlakukan dirinya.

Sebagai seorang bocah dengan kecerdasan yang luar biasa, segera juga Thang Kie bouw dapat merasakan bahwa sikakek tua bukanlah sebangsa manusia jahat.

Dan juga Thang Kie Bouw memang pada hari-hari pertama sering menanyakan perihal kedua orang tuanya.

Tetapi disebabkan Lam Ceng Siansu selalu mengelakkan pertanyaan sibocah dengan selalu mengatakan bahwa kedua orang tua sibocah itu tengah pergi kesuatu tempat yang jauh dan nanti setelah menyelesaikan utusannya tentu akan datang mengambil Thang Kie Bouw lagi, sejak dari saat itulah Thang Kie Bouw tidak pernah menanyakan lagi peribal kedua orang tuanya.

Lam Ceng Siansu saat itu telah tersenyum waktu mendengar pertanyaan Thang Kie Bouw dan melihat bocah she Tang itu tengah memandang ter-heran2 kearah dirinya.

"Kita telah sampai ditempatku, nak!" Katanya dengan suara yang sabar.

"Dan mulai hari ini kita akan tinggal sementara waktu dan selama itu kau mempelajari ilmu silat yang akan kuturunkan kepadamu itu dengan tenang..!

Mulai hari ini aku ingin mengangkat kau menjadi muridku." "Muridmu Peh-peh?" Tanya Thang Kie Bouw sambil mlemperlihatkan wajah yang ter-heran2.

Si Hweshio telah mengangguk dengan cepat sambl tersenyum.

"Ya..!" Dia menyahutinya dengan sabar.

"Dan sejak dari saat ini engkau harus memanggilku bukan dengan panggilan Peh- peh lagi, tetapi dengan sebutan Suhu (guru).

!

Kau akan kudidik mempelajari ilmu silat dari kelas tinggi, dan kelak kau harus menjadi seorang pendekar yang budiman dan memiliki kepandaian yang tinggi.

Mengerti kau Bouw-jie (anak Bouw)."Kie Bouw telah mengangguk dengan cepat dan juga telah mengiyakan.

"Lalu apakah kedua orang tuaku itu akan datang menjemputku kemari nantinya, Suhu?" Tanya, sibocah dengan sebutan yang telah dirobah, dengan panggilan suhu buat Lam Ceng Siamsu.

Lam Ceng Siansu mengangguk.

Tampaknya hweshio tua ini sangat girang sekali mendengar sibocah she Thang itu telah memanggilnya dengan sebutan Suhu, sehingga Lam Ceng Siansu telah tersenyum lebar,.

"Mari kita harus melakukan, sesuatu lagi engkau harus kumandikan karena engkau harus menjalankan tukar tulang" Dan Kie Bouw hanya menurut setiap perintah dari gurunya ini, dan ia telah dimandikan dengan ramuan obat yang dibuat oleh gurunya itu.

Dan setelah mandi air ramuan ini.

Kie Bouw diperintahkan gurunya untuk tidur terlentang dan menenangkan pikiran, mengosongkan pikirannya dari segala persoalan.

Dangan cara demikian, tentunya Kie Bouw bisa memulai dengan dasar yang baik.

Ternyata Kie Bouw memang memiliki kecerdasan yang bukan main dan menggembirakan hati dari pendeta tua yang bergelar Lam Ceng Siansu itu.

Ia telah dapat melaksanakan apa yang diperintahkan gurunya itu dengan baik.

Didalam waktu yang sesaat saja ia telah berhasil melaksanakan apa yang diperintahkan oleh gurunya.

Dengan sendirinya hal ini telah membuat Lam Ceng Siansu tambah sayang saja pada bccah tersebut.

Ia telah memerintahkan malam itu Kie Bouw untuk tidur nyenyak.

Tidak lama kemudian, setelah menjelang beberapa saat, Kie Bouw telah dibangunkan dari tidurnya dan diperintahkan untuk bersemedhi pula.Dan begitu pula selama beberapa hari berikutnya Kie Bouw telah melaksanakan latihan yang berat sekali.

Tetapi Kie Bouw walaupun baru berusia tiga tahun, nyatanya sangat tabah dan ulet.

Setiap kali berlatih dengan cara yang berat dan meletihkan dirinya, ia tidak pernah mengeluh.

Dengan sendirinya, hal itu telah membuat Lam Ceng Siansu jadi merasa kagum sekali.

la telah beberapa kali menguji ketabahan dari bocah itu dan ternyata memang Kie Bouw dapat melaksanakan setiap pelajaran yang diajarkan oleh gurunya.

Dan juga Kie Bouw bukan hanya dapat melaksanakan perintah gurunya itu dengan tabah nan baik tanpa pernah mengeluh, disamping itu dia juga selalu dapat melaksanakan perintah itu dengan baik dan sempurna.

Hal ini tentu saja telah membuat gurunya jadi tambah senang saja.

Beberapa kali Lam Ceng Siansu telah menurunkan ilmu pukulan, dan setiap kali pula ilmu pukulan itu selalu dapat dipelajarinya dengan mudah oleh Kie Bouw.

Mau tidak mau didalam hal ini telah membuat Lam Ceng Siansu disamping heran melihat kecerdasan yang bukan main dimiliki bocah itu, juga memang ia jadi begitu yakin bahwa didalam usia yang sangat muda nantinya Kie Bouw akan menjadi seorang pendekar yang memiliki kepandaian tinggi.

Begitulah dari dari hari kehari Kie Bouw telah dididik oleh Lam Ceng Siansu.

Dari ilmu pukulan yang ringan, sampai ahirnya pada ilmu pukulan berat, yang bisa mendatangkan maut.

Disamping ini juga memang kenyataannya telah membuat Kie Bouw merupakan seorang bocah yang mengagumkan buat Lam Ceng Siansu, karena diapun telah berhasil mempelajari ilmu pedang dan ilmu golok yang diturunkan gurunya itu.

Hari demi hari telah, berlalu, dan setelah empat tahun Kie Bouw berada dipuncak pegunungan Thian-san itu, ia telah menjadi seorang bocah yangberusia tujuh tahun dengan perkembangan tubuh yang sangat sehat sekali Tetapi bukan ltu yang istimewanya, melainkan adalah kepandaian yang dimiliki Kie Bouw.

Karena didalam usia tujuh tahun itu, justru Kie Bouw telah bisa memilki kepandaian yang tinggi sekali.

Jika dia, menghadapi lawan yang memiliki kepandaian yang kepalang tanggung, tentu lawannya itu dengan mudah akan dapat di hadapinya.

Dan juga yang lebih hebat lagi dan membuat Lam Ceng Siansu menjadi kagum bukan main adalah kepandaian Kie Bouw itu hampir dapat mengimbangi kepandaiannya.

Dari setiap kali ia berlatih diri.

Lam Ceng Siansu sendiri sukar sekali untuk dapat merubuhkan sibocah.

Kie Bouw sendiri heran sekai memperoleh kenyataan tubuhnya sangat ringan dan dapat melompati jurang2 yang lebar dengan mudah.

Dan disamping itu juga dia memiliki tenaga yang sangat kuat bukan main.

Sekali hantam saja ia dapat menumbangkan batang pohon yang sangat besar sekali.

Inilah hebatnya bakat yang dimiliki Kie Bouw karena jarang sekali bocah2 sebaya dia yang bisa memiliki kecerdikan yang begitu hebat, disamping itu juga mempunyai bakat yang luar biasa.

Hari demi hari lelah lewat terus.

---ood0woo--- BAGIAN 03 PAGI itu cahaya matahari tampak bersinar sekali, menyelinap kedalam gumpalan2 kabut yang masih tebal dan juga kabut itu telah terusir per-lahan2 tetapi pasti.Dan juga terlihat betapa salju yang menutupi puncak gunung Thian-san itu berkilauan tertimpa cahaya matahari.

Dipagi hari yang sunyi seperti itu, tampak berkelebat sesosok bayangan kecil.

Sosok bayangan kecil itu dengan gesit dan mudah sekali melompat dari tepi jurang yang satu ketepi jurang yang lainnya.

Dan rintangan bibir jurang yang lebar itu tidak membuat rintangan yang berarti baginya.

Post a Comment