Halo!

Si Rase Emas Chapter 02

Memuat...

Thang Sun Lie telah merangkak berdiri dengan wajah yang berobah pucat.

"Apa..

apa maksud kalian datang dengan cara demikian?" Tegur Thang Sun Lie dengan perasaan takut bercampur dengan perasaan amarah yang bukan main.

"Hemmm cepat kumpulkan harta benda kalian.

Dan serahkan pada kami secara baik2 jika memang kalian tidak mau mampus !

" Bentak salah seorang lelaki yang bertubuh gemuk dan tinggi besar.

"Ini ini.

dari mana kami memiiiki harta ?" Tanya Thang Sun Lie terkejut dan bercampur perasaan takut, karena segera juga dia menyadarinya bahwa mereka telah kedatangan orang2 ini untuk merampok dirinya.

"Hemmm....

jangan banyak bicara !" Bentak ielaki gemuk itu.

"Sreeeettt.

!" Golok ditangannya telah berkelebat dan seketika itu juga terdengar suara jeritan dari Thang Sun Lie, karena mukanya telah tergores oleh tebasan golok itu, sehingga sejalur luka melintang dari muka.

dibagian kiri kekanan, melintangi hidungnya.

Darah merah juga teah mengucur keluar dengan deras dan terlihatlah betapa orang2 itu tanpa mengenal rasa kasihan dan buas sekali, telah mendorong tubuh Thang Sun Lie untuk melangkah kekamarnya Thang Hujin yang melihat suaminya diperlakukan demikian rupa telah mecgeluarkan suara jeritan yang nyaring, seketika lamanya dia telah melupakan ancaman golok pada lehernya.

Dan seketika itu juga dia mengeIuarkan suara jeritan, seketika itu pula golok yang mengancam lehernya telah bergerak, dan menabas batang leher dari Thang Hujin.Tentu saja, tubuh Thang Hojin telah ambruk dilantai dengan darah mengucur dari lehernya, la masih sempat mengeluarkan suara jeritan pula, dan kemudian tidak bergerak lagi.

Thang Sun Lie melihat nasib isterinya, tentu saja jadi kaget dan kalap.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras, dia berusaha untuk menerjang kearah isterinya untut melihat keadaannya.

Tetapi belum lagi ia sempat memburu kearah tubuh isterinya, yang tengah mengggeletak diatas lantai, maka sebatang golok telah berkelebat lagi dan tubuh Thang Sun Lie telah rubuh tergeletak diatas tanah dengan berlumuran darah, sebab tubuhnya telah terbabat golok itu.

Seketika itu juga jiwanya telah melayang ke-akherat.

Dengan buas, belasan orang2 itu telah menyerbu kearah uang yang bertumpuk diatas meja dan juga membongkar lemari, seluruh obat2an yang berharga mahal2 itu juga telah dimasukan kedalam karung yang memang mereka bawa.

Dua orang diantara belasan orang itu telah mendorong pintu kamar dan melangkah masuk.

Mereka melihat Kie Bouw, bocah cilik putera tunggal dari pasangan suami isteri she Thang itu, salah seorang telah melangkah maju.

Dia telah menggerakkan golok ditangannya.

"Wuttt.." "Dimampusi saja bocah ini!" Kata orang itu.

Dan golok itu telah menyambar datang akan menebas tubuh Kie Bouw yang tengah tertidur nyenyak itu, maksudnya orang itu ingin membelah tubuh Kie Bouw, untuk membinasakan bocoh yang tidak berdosa tersebut.

Tetapi, ketika mata golok hampir tiba disaat itulah terlihat berkelebat setitik sinar terang, dan terdengar suara "Tringgg!" Yang nyaring, disusul dengan suara seruan tertahan orang itu, karenagoloknya telah terpental terlepas dari cekalan tangannya, sehingga seketika itu juga goloknya berkerontrangan jatuh diatas lantai.

Tubuh orang itu juga telah ter-huyung2 akan rubuh.

Kawannya yang seorang jadi terkejut, dia telah menoleh dengan wajah yang bengis memandang kearah jendela, dari mana benda kecil yang merupakan batu kerikil itu tadi menyambar datang kearah kawannya.

Seketika itu juga dari balik jendela itu terdengar orang berkata dengan suara yang sabar dan lembut .

"Sungguh manusla2 kejam melebihi serigala !!!!" Desis suara itu, disusul juga dengan menjeblaknya daun jendela dan tampak sesosok bayangan menerobos masuk.

Kawan dari orang yang goloknya terhantam lepas dari tangannya itu ketika melihat sosok tubuh yang menorobos masuk kedalam kamar, dengan cepat dia telah menjejakkan kakinya, dan tubuhnya dengan cepat telah mencelat dengan golok ditangannya melayang akan membacok sosok tubuh itu.

Tetapi disaat itulah, sosok tubuh yang baru menerobos masuk itu, yang ternyata seorang pendeta tua yang bertubuh kurus jangkung itu, telah menyebut "omitohud", kemudian telah menggerakkan kedua tangannya.

"Tapp !!!" Golok orang itu telah kena ditangkapnya dan terjepit oleh kedua telapak tangannya.

Dan golok itu tidak bisa bergerak lagi, tetap terjepit oleh kedua telapak tangan dari pendeta itu.

Tentu saja hal ini telah mengejutkan orang yang bersenjatakan golok tersebut.

Dia sampai mengeluarkan seruan tertahan dan penuh kermarahan, kemudian telah menarik pulang, goloknya dengan mengerahkan seluruh tenaganya.Tetapi goloknya itu tetap saja terjepit oleh ke dua telapak tangan dari pendeta itu.

Dan juga terlihat betapa jepitan kedua telapak tangan dari pendeta ini juga merupakan jepitan yang sangat kuat sekali, sehingga golok itu tidak bisa terlepas.

Muka orang yang bersenjatakan golok tersebut jadi berobah merah padam.

Tampaknya dia kaget bercampur perassan murka yang bukan main.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras, dia telah menarik pulang goloknya lagi.

Namun tetap gagal.

Kawannja yang tadi goloknya telah dibikin terpental itu, telah mengeluarkan suara seruan yang keras sekali dan telah menggerakkan tangan kanannya untuk menghantam punggung dari si pendeta.

Tetapi orang ini jadi kecele, karena begitu kepaIan tangannya hampir tiba, disaat itulah sipendeta telah mengelakkan punggungnya.

Gerakannya begitu cepat dan aneh sekali dengan kedua tanganya masih menjepit golok lawannya.

Disaat itu pula, sipendeta telah membarengi dengan kaki kanannya yang bergerak akan menendang.

"Bukkk!" Perut lawarnya yang akan memotong itu telah kena ditendang, sehingga dengan mengeluarkan suara jeritan yang sangat mengenaskan sekali, telah terjengkang dengan perut yang hancur lebur, karena pendeta itu telah menendang dengan terdangan yang mengandung kekuatan tenaga dalam jang bukan main, sehingga diseret pula oleh kekuatan tenaga dalam yang terlampau hebat.

Tidak mengherankan jika ketika tubuh orang itu kejengkang rubuh, seketika itu juga telah menjadi mayat.Kawannya yang bersenjata golok dan goloknya itu tengah terjepit oleh kedua telapak tangan dari sipendeta jadi terkejut bukan main.

Mukanya tampak pucat pasi dan dia telah berusaha menarik pulang goloknya itu dengan hati berdebar.

Tapi gagal.

Din malah saat itu tampak Sipendeta telah mengerakkan kedua tangannya itu.

"Rubuhlah !" Dibarengi dengan bentakan dari pendeta itu, tampak kedua tangan dari sipendeta telah teracung keatas.

Dan bagaikan menurut perintah sipendeta, maka, orang itu tampak kejengkang kebelakang.

Tubuhnya terguling diatas lantai, sehingga seketika itu juga terlihat betapa tubuhnya bergulingan diatas lantai dengan mengeluarkan suara jeritan keras.

Kemudian tubuhnya mengejang kaku tidak bergerak lagi, alias mati.

Suara jeritan dari kedua orang yang binasa ditangan pendeta lihay ini telah terdengar oleh kawan2-nya Mereka segera meluruk masuk kedalam kamar.

Ketika melihat kedua kawan mereka dalam keadaan demikian, tentu saja mereka terkejut bukan main.

Dengan mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras, penuh kemarahan, mereka telah menerjang maju untuk melancarkan serangan ke pada si pendeta.

Tiba batang golok dan dua batang pedang telah meyambar datang.

Tetapi pendeta itu tidak merasa takut sedikit pun juga, dia telah memandang dengan sikap yang tenang sekali dan juga telah mengawasi datangnya senjata2 yang akan menyerang dirinya.Ketika golok dan pedang hampir tiba, dengan cepat bukan main, sipendeta telah menggerakkan tubuhnya dengan gerakan yang sangat aneh sekali.

Dia telah ber-gerak2 dengan cepat sekali dan juga telah menggerakkan sepasang tangannya.

Seketika itu juga terdengar suara .

"Tranggg.

Tranggg." Beberapa kali disusul oleh suara jerit kematian.

Tampak lima sosok tubuh telah terjungkal diatas lantai dengan jiwa masing2 telah kabur dari tubuh mereka.

Sisa perampok2 itu tentu saja jadi terkejut berbareng murka, dengan mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras sekali, pemimpin mereka yang bertubuh gemuk, yang telah membinasakan Thang Sun Lie, menerjang maju dengan goloknya.

Tetapi disaat goloknya tengah menyambar datang seperti itu, terlihat jelas sipendeta yang tengah menyambar, telah menggerakkan tangannya dia menyentil dengan jari telunjuknya.

Apa yang dilakukannya itu sangat berani sekali sehingga golok itu kena disentiInya.

Dan luar biasanya, justeru golok itu telah terpental dan menghantam batok kepala dari perampok itu, sampai batok kepala itu telah terbelah dua.

Tentu saia kejadian seperti ini telah membuat sisa2 perampok lainnya itu jadi kaget dan ketakutan.

Namun disaat mereka beteriak .

"Angin keras" Dan ingin melarikan diri, disaat itulah tampak sipendeta telah menggerakkan kedua tangannya.

Segera juga terdengar suara jeritan yang menyayatkan, jerit kematian dari orang2 itu.

Tubuh mereka telah ambruk diatas lantai dengan jiwa yang melayang.

Semuanya telah meniadi mayat.Rupanya sipendeta sangat murka sekali melihat kekejaman dari perampok2 itu, maka sekali turun tangan, ia tidak tanggung dan telah melancarkan serangannya dengan cepat dan membinasakan.

Pendeta ini telah membabat habis seluruh perampok itu.

Setelah melihat tidak ada seorangpun diantara mereka yang hidup, pendeta itu telah mengihela napas dan menyebut "Omitohud", kemudian dia menghampiri pembaringan, mengambil- bocah kecil Kie Bouw yang digendongnya, sangat hati2 sekali ia menggendong tubuh kecil itu, sekali menjejakkan kakinya, tubuhnya telah mencelat keluar jendela dan menghilang dalam kegelapan membawa pergi bocah she Thang itu, ia telah melindungi juga tubuh Thang Kie Bouw dari terjangan angin malam dengan mempergunakan lengan jubahnya Hweshio (pendeta) itu telah berlari-lari dari genting penduduk yang satu kegenting rumah penduduk yang satunya lagi.

Dan didalam waktu yang sangat cepat ia telah, membawa Tang Kie Bouw meninggalkan perkampungan itu dan lenyap dalam kegelapan malam meninggalkan mayat2 bergelimpangan dirumah Thang Sun Lie.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment