Halo!

Sepasang Pendekar Daerah Perbatasan Chapter 11

Memuat...

Lukisan yang terlihat pada dinding2 terdiri dari model pakaian wanita dari Ngo Tay (Liang, Tong, Cin, Han, Ciu) dan aturan upacara sembahyang agama Buddha.

Pemuda kita menyelidiki lebih lanjut, dikiri kanan berdiri ampat patung malaikat pintu. Setelah melalui sebuah tangga batu putih, barulah ia sampai pada goa terbesar.

Ketika mengawasi kesekelilingnya, tampak pada dindingnya duapuluh delapan macam patung sikap hwesio bersamadhi.

"Sekarang goa yang ketigabelas telah kuketemukan," pikirnya dalam hati, "tapi bagaimana selanjutnya dengan isi surat tadi?" la mengangkat kepalanya menatap dinding2 yang terukir dengan duapuluh delapan patung hwesio, tersusun atas tiga bagian, yang paling atas terdiri dari sepuluh patung, sedangkan susunan yang kedua dan ketiga masing2 terdiri dari sembilan buah.

"Delapan diatas," gumam sipemuda sendirian, "itu berarti patung kedelapan pada susunan yang paling atas." la memanjat kesusunan yang lebih tinggi dan tatkala diawasinya patung yang kedelapan, ternyata itu adalah .....

patung Pouw Tee Lee Han! Pemuda kita berpikir : "Perkataan selanjutnya berbunyi Fie Hee Sam Jun, tiga dim dibawah lengan, tentunya berarti tiga dim dibawah lengan patung ini. Tapi, Yu Cap Lak, kekanan enambelas, apa lagi artinya?" Dia yakin, ketika tujuhbelas tahun yang lampau ayahnya Tio Hoan, setelah mengadakan pemeriksaan selama dua hari, tentunya sudah mendapatkan sedikit rahasia. Ia harus memecahkan surat rahasia ayahnya itu! Gokhiol dengan tekun memusatkan pikirannya, lalu dicobanya mendorong patung itu sebanyak enambelas kali kekanan, akhirnya ia berjalan enambelas langkah kekanan.

Tapi usahanya sia2 belaka. la menjadi kehabisan akal, dengan termenung ia mengawasi patung dihadapannya.

Goa itu lebarnya sepuluh tombak lebih. Dinding2-nya terukir patung2 yang beraneka ragam. Terutama sekali pada patung yang kedelapan terdapat tidak sedikit lukisan2 orang. Diantaranya terdapat pula patung2 kecil terbuat dari tanah liat. Akhirnya ia mendapat suatu ilham : "Aha! Baiklah akan kucoba!" Kiranya Gokhiol dapat melihat pada dinding sebelah kanan patung yang kedelapan itu, patung2 kecil dari tanah dan ketika la menghitung sampai pada patung yang kesepuluh, patung itu adalah patung Buddha Bertangan Seribu. Pada punggungnya terdapat delapan buah lengan.

Demikianlah Gokhiol mendapatkan ilham : "Kekanan enambelas, tiga dim dibawah lengan, kata2 ini menunjukkan bahwa tiga dim dibawah lengan keenam, pada patung kesepuluh disebelah kanan!'.

Kini semakin jelas bahwa kata delapan diatas adalah merupakan kata2 penunjuk, artinya bila mendapatkan patung kedelapan pada susunan yang teratas, maka ia harus berkisar kesebelah kanan dan menghitung sampai Cian Jiu Hut, Patung Bertangan Seribu, yang tepat letaknya pada deretan kesepuluh.

Gokhiol merasa kagum terhadap ayahnya.

Kini ia berhadapan dengan Patung Bertangan Seribu, tapi baru saja ia ingin mencari tangan yang keenam atau tiba2 tersiraplah darahnya. Matanya tertuju pada dinding dimana ada tanda bekas telapak-tangan yang berwarna hijau! Terpesona Gokhiol mengawasi telapak tangan itu. Jari2 telapak tangan itu hanya ada empat! Telunjuknya tidak ada! Rupanya telapak-tangan itu adalah peninggalan musuh yang telah membunuh ayahnya.

Setelah menengok kian-kemari, barulah Gokhiol mulai menghitung lengan patung itu sampai keenam. Dengan telunjuknya ia menekan pada tiga dim dibawah lengan itu.

Mendadak lengan itu bergerak! Menyusul terdengar suara gemuruh dan sebuah dinding membuka lebar...

Ternyata dinding itu adalah sebuah pintu rahasia! Begitu pintu terpentang, tampak didalamnya sebuah lorong. Gokhiol menyalakan obornya dan masuk kedalamnya. Berjalan beberapa tumbak, sampailah ia pada sebuah kamar batu. Bau yang keluar dari hawa tanah sangat menyesakkan napas. Didalam kamar itu terdapat rak buku yang terisi dengan kitab2, lilin dan bahan bakar.

Gokhiol menyalakan lilin dan membuka kitab yang di tulis dengan tangan. Selain itu ia melihat sebuah peti yang diatasnya tertulis sebagai berikut : Didalam peti ini tersimpan obat mujarab penyalin rupa dan yowan untuk awet muda.

Hati sipemuda menjadi sangat gembira. ketika ia hendak membuka peti, api lilin tiba2 menyala lebih besar! Keadaan menjadi terang-benderang. Kini ia melihat sebuah ranjang yang tertutup kelambunya.

Pemuda kita berdebar-debar hatinya. Apakah ranjang itu ada orangnya " Berindap-indap dihampirnya ranjang tersebut dan ........ menyingkap kain kelambunya ! la terkejut! Kiranya kelambu itu menjadi debu ditangannya. Tahulah ia bahwa ranjang itu sudah lama tidak dipakai orang.

Gokhiol kembali menghampiri peti tadi. Perlahan-lahan dibukanya. Didalamnya terdapat beberapa kitab yang ditulis dengan tangan dan beberapa buah patung kecil serta barang2 ukiran dari batu Giok. Semua letaknya tidak beraturan. la merasa tentunya sudah ada orang lain yang terlebih dahulu memeriksanya ...

Gokhiol kembali keruangan dalam. Dilihatnya sebuah teko arak diatas meja. Setelah dilongoknya nyatalah teko itu sudah kering, tapi samar2 masih tercium bau arak. Dan diatas meja masih terdapat dua buah cawan terbuat dari batu Giok. Pasti kamar ini dulu ada penghuninya, pikir Gokhiol seorang diri.

Tiba2 matanya mengawasi suatu benda dibawah tempat tidur. Tatkala ia menjemputnya, ternyata benda itu adalah sebuah sepatu seorang wanita. Sepatu itu masih baru, karena sulamannya masih berwarna terang dan indah.

Diam2 sipemuda menjadi heran. Mungkinkah orang yang dulu tinggal disitu adalah seorang wanita" Dengan hati diliputi perasaan ingin tahu, sipemuda melanjutkan penyelidikannya. Kasur dan selimut yang terletak diatas tempat tidur itu, walau pun sudah agak koyak, tapi keadaannya masih bersih. Diatas kasur terdapat sepotong kulit kambing dan diatas bantal menggeletak beberapa helai rambut yang panjang. Itulah rambut wanita! Pemuda kita bersiul perlahan.

Rambut yang tertinggal diatas bantal itu diambilnya dan dibunghusnya dengan saputangannya. Pada saat itu juga tangannya menyentuh telunjuk tangan yang sudah kering yang tersimpan dalam sakunya. la teringat akan sesuatu.

"Telunjuk tangan inipun aneh," pikirnya : "coba aku akurkan dengan telunjuk dari bekas telapak-tangan hijau pada dinding luar !" Pemuda kita keluar pula untuk membandingkannya. la menahan napasnya. Ternyata telunjuk itu pas sekali! Jadi telunjuk itu adalah telunjuk dari telapak-tangan hijau tersebut.

Pikiran pemuda kita bekerja keras.

Mengapa ada tanda telapak-tangan pada dinding ini'" Lagipula ayahku kenapa bisa menyimpan telunjuk jarinya didalam sepatu dan menuliskan tanda2 rahasia dari goa ini " Mungkinkah ayah telah mengetahui rahasia yang tersembunyi disini" Hubungan apakah yang terjalin antara ayah dengan orang yang telah putus telunjuknya" Dilihat dari segi2 ini, mungkinkah dia adalah musuh yang telah membunuh ayah! Cuma masih ada lagi yang gelap. Siapakah wanita yang pernah tinggal digoa Tung-hong ini" Tentu wanita itu bukan sembarang orang! Sang Surya mulai condong kebarat. Goa mulai menjadi gelap. Gokhiol sibuk melanjutkan penyelidikannya dan mendapatkan sebuah botol batu Giok. Mulutnya sudah somplak Kemudian ia menemukan tutupannya.

Botol itu terukir dengan gambar bunga, samar2 masih tampak huruf2 yang tertera : Lo Hu Siantan atau Obat Pengawet Muda. Dibelakang botol itu ada tulisan yang berbunyi : Dibuat oleh Pok Cu Hong-cu pada tahun kedelapan, tarikh Eng Ho.

Gokhiol mengerutkan keningnya, ia tak dapat mengerti arti seluruhnya. Walaupun ibunya pernah mengajarinya bahasa Tionghoa sewaktu ia masih kecil, tapi huruf kuno ia belum memahaminya. Selain tulisan obat pengawet muda, lainnya ia tak tahu apa artinya.

Pemuda kita me!ihat bahwa isi botol itu sudah kosong, bekas diambil orang. Maka iapun menyimpan botol batu Giok itu kedalam sakunya. Setelah tidak ada lagi barang2 lainnya untuk diperiksa, iapun balikkan tubuhnya hendak berlalu dari goa itu.

Tiba2 saja api Iilin menjadi padam ! Terasa olehnya angin dingin meniup santer membuat bulu romanya berdiri.

Kemudian menyusul terdengar suara tertawa dari seorang perempuan yang bernada aneh meryeramkan.

Gokhiol terkejut! Sesosok tubuh manusia tahu2 berdiri depan pintu kamar. Ketika pemuda kita mengawasinya lebih tegas, tersiraplah darahnya.

Orang yang berdiri itu ternyata adalah seorang wanita berupa setan! Tubuhnya dibungkus oleh jubah hitam-gelap hingga kakinyapun tak dapat terlihat. Kepalanya dibungkus dengan sehelai selendang hitam, dan rambutnya terurai-urai ditiup angin yang menderu-deru suaranya. Mukanya pucat kebiru-biruan seperti tak berdarah, alisnya sangat tebal dan jidatnya agak menonjol. Mulutnya lebar dan bibirnya tebal jelek sekali.

Wajahnya menunjukkan perasaan tak berperi kemanusiaan. Wanita itu mengawasi pemuda kita dengan sikap bermusuhan, seolah-olah diliputi kegusaran.

Gokhiol tersentak napasnya. Seorang wanita berjubah hitam seperti setan tahu-tahu berdiri didepan pintu seraya menjerit dengan suara nyaring..........

Gokhiol berdebar hatinya; Dengan tidak disadarinya kakinya mundur kedalam ruangan belakang. Perempuan itu mengulurkan tangannya, setindak demi setindak ia mengikuti. Tangannya putih-halus, diyarinya yang lentik sangat tidak sepadan dengan mukanya yang tidak keruan macam.

Dengan tangan memegang pisau belati Gokhiol berkata gemetar suaranya. "Aku ... aku baru saja masuk disini!" Orang Monggol sangat percaya akan tahayul, mereka sangat takut akan setan dan roh jahat. Karena pemuda kitapun dibesarkan di istana Ho-lim, maka tak luput pula terpengaruh jiwanya. la menyangka perempuan yang berdiri dihadapannya itu berasal dari dunia akhirat, maka hatinya kebat-kebit ketakutan.

Tiba2 Perempuan itu tertawa nyaring. Bergema suaranya pada dinding dikeempat penjuru.

"Hai, pemuda! Siapa kau yang telah berani memasuki goa ini" Bagaimana kau dapat masuk kedalam" Dalam dunia ini hanya ada tiga orang saja yang mengetahui kunci rahasianya. Seorang telah mati, sekarang hanya dua orang.

Post a Comment